Jasa SEO Untuk Mengelola Versi AMP Jika Masih Digunakan

Jasa SEO Untuk Mengelola Versi AMP Jika Masih Digunakan. Banyak website dulu ikut tren AMP demi kecepatan mobile dan peluang tampil di Top Stories. Sekarang, Google sudah tidak lagi mensyaratkan AMP untuk berita dan hasil mobile, tapi jejak AMP masih tertinggal di banyak situs

  • masih ada halaman AMP yang aktif
  • masih ada /amp/ di indeks Google
  • masih ada laporan AMP di Search Console
  • masih ada internal link yang mengarah ke versi AMP

Kalau tidak dikelola, AMP bisa berubah jadi beban teknis

  • duplikat konten antara AMP dan non AMP
  • sinyal ranking terpecah
  • data analitik terpisah dan membingungkan
  • user mobile kadang masuk ke versi AMP, kadang ke versi biasa

Di titik ini, yang anda butuhkan bukan sekadar “hapus AMP saja” atau “biarkan saja jalan”
Anda butuh strategi jelas

Pertahankan AMP dengan rapi, atau migrasi pelan pelan ke satu versi non AMP yang kuat

Di sinilah peran Jasa SEO Untuk Mengelola Versi AMP Jika Masih Digunakan

Saya akan jelaskan kenapa AMP masih perlu dikelola dengan benar, risiko kalau dibiarkan, dan apa saja yang dikerjakan dalam layanan SEO teknikal untuk AMP

Kenapa Versi AMP Masih Penting Diperhatikan Dalam SEO

Walaupun secara tren banyak yang mulai meninggalkan AMP, dari sudut pandang SEO teknikal masih ada beberapa hal yang tidak boleh diabaikan

  1. Hubungan canonical dan amphtml

Halaman AMP dan non AMP harus saling “kenal”

  • di halaman biasa ada tag rel=”amphtml” yang menunjuk ke AMP
  • di halaman AMP ada canonical yang menunjuk ke versi biasa

Kalau ini berantakan, efeknya

  • Google bingung mana versi utama
  • kadang AMP yang diutamakan, kadang non AMP
  • sinyal ranking dan link equity bisa tidak maksimal
  1. Duplikat konten dan indeks ganda

Jika AMP dan non AMP sama sama bisa diakses, sama sama dilink, dan tidak diatur dengan benar, keduanya bisa

  • masuk indeks sebagai halaman terpisah
  • bersaing sendiri untuk kata kunci yang sama
  • membuat laporan performa di Search Console jadi kusut
  1. Pengalaman pengguna mobile

Kalau AMP anda diatur setengah setengah

  • desainnya terlalu berbeda dengan versi utama
  • tombol CTA atau elemen penting hilang
  • tracking dan event konversi tidak jalan di AMP

Anda mungkin punya halaman yang sangat cepat, tapi justru kurang mampu mengonversi pengunjung menjadi leads atau pembeli

  1. Rencana jangka panjang website

AMP adalah teknologi “tambahan”
Kalau anda berniat

  • tetap pakai AMP
  • atau pelan pelan meninggalkannya

keduanya butuh rencana teknis yang rapi, supaya tidak ada “korban” di ranking, indeks, dan data analitik

Masalah Umum AMP Di Website Bisnis

Saat saya mengaudit website yang masih punya AMP, pola masalahnya cukup sering berulang

AMP masih aktif tapi sudah tidak diurus

Ciri cirinya

  • desain AMP jadul, tidak update
  • struktur data AMP beda dengan non AMP
  • halaman baru sudah tidak dibuatkan versi AMP

Jadi di satu website, sebagian halaman punya AMP, sebagian tidak. Ini membingungkan Google dan juga menyulitkan analisis SEO.

Canonical dan amphtml saling bertentangan

Kadang

  • halaman non AMP tidak lagi mencantumkan rel=”amphtml”
  • tapi halaman AMP masih hidup dan punya canonical
  • atau malah canonical AMP mengarah ke halaman yang salah

Ini bisa membuat Google

  • salah memilih versi untuk ditampilkan
  • ragu memprioritaskan versi utama yang sebenarnya anda inginkan

AMP memicu duplikat data dan masalah analitik

Contoh

  • AMP memakai tracking berbeda
  • event konversi tidak sama
  • pengguna mobile dari AMP dan non AMP bercampur di laporan yang berbeda

Akibatnya
Laporan performa organik jadi sulit dibaca
Sulit mengukur apakah AMP masih memberi manfaat atau justru tidak ada dampaknya ke bisnis

AMP dijadikan landing utama, bukan pendamping

Ada juga situs yang tidak sengaja menjadikan

  • link internal mengarah ke URL AMP
  • promosi di media sosial memakai URL AMP

Jadi versi AMP diperlakukan seperti versi utama, padahal dari sisi kontrol desain, tracking, dan fitur, AMP biasanya lebih terbatas

Peran Jasa SEO Dalam Mengelola AMP

Di Jasa SEO Untuk Mengelola Versi AMP Jika Masih Digunakan, fokus saya bukan sekadar “hapus atau pasang AMP”, tapi

  • menilai kondisi AMP anda saat ini
  • menghitung dampak SEO dan UX jika AMP dipertahankan atau dimatikan
  • merapikan hubungan AMP dan non AMP supaya tidak saling mengganggu
  • menyiapkan roadmap kalau suatu saat anda ingin migrasi penuh ke non AMP

Jadi, AMP anda tidak dibiarkan jadi “hantu teknis” di dalam website
Dia diatur dengan sadar, dengan tujuan yang jelas

Langkah Kerja Jasa SEO Dalam Mengelola Versi AMP

Berikut alur kerja yang biasanya saya lakukan ketika menangani situs yang masih punya AMP

1. Audit menyeluruh AMP dan non AMP

Langkah awal

  • memetakan seberapa banyak URL AMP yang ada
  • tipe halaman apa saja yang punya AMP artikel, produk, kategori, halaman info
  • melihat hubungan canonical dan rel=”amphtml”
  • mengecek indeks AMP di Google
  • membaca laporan AMP di Search Console

Di sini saya ingin tahu

  • AMP anda masih aktif dan sehat, atau sudah “setengah mati”
  • apakah AMP masih punya trafik dan impresi signifikan
  • apakah ada error validasi AMP yang sering muncul

2. Menentukan strategi utama AMP

Setelah kondisi jelas, saya akan bantu anda menentukan sikap

Pilihan paling umum

  • Tetap pakai AMP, tapi dibereskan dan dioptimasi
  • Pelan pelan menghentikan AMP dan fokus ke halaman non AMP yang cepat

Keputusan ini sebaiknya tidak berdasarkan “katanya tren sudah tidak pakai AMP”, tapi berdasarkan

  • data trafik dan performa AMP vs non AMP
  • resource yang anda miliki untuk maintenance dua versi halaman
  • kondisi teknis website utama apakah sudah cukup cepat tanpa AMP

3. Jika AMP dipertahankan: merapikan struktur teknis

Kalau diputuskan tetap menggunakan AMP, maka SEO teknikalnya perlu dibereskan

Beberapa pekerjaan yang saya lakukan

  • memastikan setiap halaman AMP punya canonical yang benar ke versi non AMP
  • memastikan halaman non AMP memiliki rel=”amphtml” ke versi AMP
  • memastikan konten AMP dan non AMP isinya konsisten hal utama yang sama, tidak berbeda jauh
  • memastikan struktur data di AMP dan non AMP sama sama valid dan sejalan

Tujuannya

  • Google paham jelas mana versi utama untuk ranking
  • AMP menjadi versi “cepat” yang tetap terhubung kuat dengan halaman utama

4. Menyatukan tracking dan event konversi

AMP yang tidak diatur trackingnya bisa menyebabkan

  • data trafik terpisah
  • konversi dari AMP tidak masuk hitungan utama

Jadi saya akan bantu

  • menyelaraskan penggunaan Google Analytics, tag manager, atau tracking lain di AMP
  • memastikan event penting klik WA, form submit, add to cart juga tercatat di AMP
  • mengatur naming dan struktur event supaya mudah dibaca di laporan

Dengan begitu, anda bisa benar benar menilai

  • apakah AMP membantu konversi
  • atau cuma menambah kerumitan teknis tanpa dampak nyata

5. Meninjau desain AMP dari sudut konversi

Kecepatan itu penting, tapi kalau halaman cepat tapi tidak bisa menjual, tetap rugi

Saya akan bantu review

  • apakah di AMP tombol CTA terlihat jelas di bagian atas
  • apakah teks penjelasan cukup meyakinkan seperti versi non AMP
  • apakah elemen penting nomor WhatsApp, tombol booking, tombol beli tampil dengan baik
  • apakah ada elemen yang terpotong atau tidak muncul di AMP

Kalau perlu, saya akan rekomendasikan penyesuaian layout AMP supaya

  • tetap ringan
  • tapi tetap bisa menghasilkan leads dan penjualan

6. Jika AMP ingin dihentikan: rencana migrasi yang aman

Kalau diputuskan AMP sudah tidak relevan dan ingin dihentikan, sangat penting migrasinya tidak “asal hapus”

Saya biasanya menerapkan pola seperti ini

  • semua halaman AMP diarahkan ke versi non AMP dengan redirect 301
  • rel=”amphtml” di halaman non AMP dihapus
  • internal link yang masih mengarah ke AMP diganti ke non AMP
  • sitemap dan struktur internal link hanya memakai URL non AMP

Lalu saya pantau

  • perubahan indeks di Search Console
  • perubahan impresi dan klik untuk halaman yang sebelumnya banyak user AMP
  • perubahan Core Web Vitals dan kecepatan non AMP

Tujuannya agar

  • tidak ada kehilangan indeks besar besaran
  • sinyal ranking dari AMP ikut mengalir ke non AMP
  • user mobile tetap mendapatkan pengalaman yang cepat dan nyaman

7. Menjaga kecepatan non AMP setelah lepas dari AMP

Kalau anda memutuskan berhenti pakai AMP, PR berikutnya adalah memastikan

Halaman non AMP cukup cepat dan ringan, terutama di mobile

Di sini saya akan

  • audit kecepatan halaman non AMP
  • optimasi gambar, script, dan struktur layout
  • melihat metrik Core Web Vitals seperti LCP, FID, CLS
  • berkolaborasi dengan developer untuk menyederhanakan hal yang terlalu berat

Dengan begitu, walaupun tanpa AMP, website anda tetap kompetitif soal kecepatan dan UX mobile

8. Monitoring jangka menengah

Baik AMP dipertahankan ataupun dimatikan, saya biasanya tetap memantau beberapa minggu ke depan

  • laporan AMP di Search Console kalau masih aktif
  • laporan indeks, terutama jika banyak redirect dari AMP ke non AMP
  • perubahan trafik organik, CTR, dan posisi rata rata halaman yang terlibat AMP

Jika ada penurunan aneh atau error baru, perbaikan tambahan bisa segera dilakukan sebelum masalah melebar

Manfaat Bisnis Dari AMP Yang Dikelola Dengan Benar

Setelah AMP dan non AMP anda diatur dengan rapi, beberapa manfaat yang biasanya mulai terasa

  • struktur indeks lebih bersih, tidak banyak versi URL aneh di hasil pencarian
  • sinyal ranking terkonsolidasi ke URL yang benar benar anda inginkan
  • data trafik dan konversi dari mobile lebih mudah dianalisis
  • pengalaman pengunjung dari Google lebih konsisten, tidak campur aduk antara tampilan yang lama dan yang baru

Kalau Anda tetap memakai AMP

  • AMP benar benar berfungsi sebagai versi super cepat yang tetap mampu menjual
  • tidak ada konflik antara AMP dan non AMP di mata Google

Kalau anda memutuskan berhenti AMP

  • trafik organik tidak jatuh karena migrasi dilakukan dengan strategi
  • tim anda lebih fokus mengoptimalkan satu versi halaman saja
  • pondasi teknis jadi lebih sederhana dan mudah dirawat

Kapan Anda Perlu Jasa SEO Untuk Mengelola Versi AMP

Beberapa tanda yang patut anda perhatikan

  • di Search Console masih ada tab laporan AMP dengan error dan warning yang tidak pernah disentuh
  • anda tidak yakin apakah AMP masih memberi manfaat atau hanya sekadar “warisan lama”
  • google menampilkan URL AMP dan non AMP bercampur ketika anda cek brand atau artikel di hasil pencarian
  • developer sudah sibuk, tapi tidak ada yang benar benar menghubungkan keputusan teknis AMP dengan dampak SEO dan bisnis
  • anda ingin migrasi dari AMP ke non AMP tapi takut ranking dan trafik jatuh

Kalau beberapa poin ini terasa cocok dengan kondisi website anda, artinya AMP sudah waktunya diurus secara serius

Baca juga: Jasa SEO Untuk Mengoptimalkan Struktur Data Produk Di Website.

Menjadikan AMP Bukan Lagi Masalah, Tetapi Keputusan Strategis

Jasa SEO Untuk Mengelola Versi AMP Jika Masih Digunakan membantu anda

  • memahami posisi AMP di website anda saat ini, lewat data dan audit teknis
  • memutuskan dengan tenang apakah AMP sebaiknya dipertahankan atau ditinggalkan
  • merapikan hubungan AMP dan non AMP supaya tidak saling mengganggu ranking
  • menjaga pengalaman pengunjung mobile tetap cepat sekaligus siap untuk konversi

Anda bisa menggunakan tulisan ini sebagai konten halaman layanan SEO teknikal di website anda, kemudian menambahkannya dengan

  • contoh studi kasus migrasi dari AMP ke non AMP yang sukses
  • screenshot laporan Search Console sebelum dan sesudah perapian AMP
  • testimoni klien yang merasa lebih lega setelah “drama AMP” di websitenya selesai

Dengan pengelolaan yang tepat, AMP tidak lagi menjadi sumber masalah, tetapi salah satu poin teknis yang diputuskan secara strategis untuk mendukung pertumbuhan organik dan konversi bisnis anda.

error: Content is protected !!