Jasa SEO Untuk Menentukan Model Kerja Retainer Atau Project Based

Jasa SEO Untuk Menentukan Model Kerja Retainer Atau Project Based. Memilih jasa SEO itu bukan hanya soal siapa yang mengerjakan, tetapi juga bagaimana cara kerjanya disusun. Dua model yang paling sering dipakai adalah retainer dan project based. Di permukaan, keduanya terlihat seperti pilihan administrasi saja. Padahal, model kerja akan memengaruhi kualitas eksekusi, ritme optimasi, cara tim anda berkolaborasi, sampai seberapa realistis target yang bisa dicapai.

Banyak bisnis terjebak karena memilih model kerja tanpa memahami sifat SEO itu sendiri. SEO bukan aktivitas sekali beres. SEO adalah kombinasi riset, eksekusi, pengukuran, dan perbaikan berulang. Ada fase yang butuh fokus pada pondasi, ada fase yang butuh produksi konten dan internal link, ada fase yang butuh optimasi konversi, dan ada fase yang butuh menjaga stabilitas ranking. Karena kebutuhan ini berubah dari waktu ke waktu, model kerja yang tepat harus menyesuaikan kondisi bisnis anda, kemampuan tim internal, serta target pertumbuhan yang anda kejar.

Artikel ini membahas cara menentukan model kerja retainer atau project based secara praktis. Saya akan jelaskan definisinya, kapan masing masing cocok, bagaimana menyusun scope yang sehat, bagaimana mengukur hasil tanpa terjebak vanity metric, dan bagaimana membuat keputusan yang menguntungkan bisnis anda dalam jangka menengah.

Memahami Retainer Dan Project Based Dengan Cara Yang Sederhana

Model retainer adalah kerja berkelanjutan dengan biaya bulanan yang relatif tetap. Fokusnya menjaga ritme eksekusi dan iterasi. Biasanya ada daftar aktivitas yang dikerjakan setiap bulan, misalnya audit ringan, optimasi halaman prioritas, produksi konten, perbaikan teknis bertahap, penguatan internal link, monitoring, dan laporan performa.

Model project based adalah kerja berbasis proyek dengan output yang jelas dan batas waktu tertentu. Fokusnya menyelesaikan deliverable yang disepakati. Contohnya audit SEO menyeluruh, perbaikan teknis besar, pembuatan struktur konten cluster, migrasi website, setup SEO lokal, atau pembuatan sejumlah halaman landing.

Keduanya sama sama bisa efektif. Yang membedakan adalah ritme dan ruang untuk perbaikan berulang. SEO yang hasilnya stabil biasanya membutuhkan iterasi. Itu sebabnya pemilihan model kerja harus mempertimbangkan jenis target yang anda inginkan.

Kenapa Model Kerja Sangat Menentukan Hasil SEO

Ada tiga alasan utama kenapa model kerja berdampak besar pada hasil

Pertama SEO bergerak lewat akumulasi. Konten, internal link, perbaikan teknis, dan sinyal kepercayaan berkembang bertahap. Kalau pekerjaan berhenti setelah proyek selesai tanpa perawatan, banyak potensi yang tidak sempat matang.

Kedua SEO membutuhkan respons terhadap data. Anda perlu membaca query, impresi, CTR, halaman yang mulai naik, dan halaman yang drop. Perbaikan yang tepat sering datang setelah melihat performa beberapa minggu. Model kerja yang tidak memberi ruang untuk iterasi akan sulit menangkap peluang ini.

Ketiga kondisi kompetisi berubah. Kompetitor bisa menambah konten, memperkuat halaman, atau melakukan rebranding. Google juga berubah. Model kerja yang memungkinkan adaptasi akan lebih aman.

Karena itu, pertanyaan yang tepat bukan retainer lebih bagus atau project based lebih bagus. Pertanyaannya adalah model mana yang paling cocok dengan kondisi anda sekarang.

Kapan Model Retainer Lebih Cocok

Model retainer biasanya cocok ketika bisnis anda berada pada situasi berikut

Anda ingin pertumbuhan organik yang konsisten dan berkelanjutan
Anda butuh peningkatan leads atau penjualan yang stabil setiap bulan
Website anda punya banyak halaman atau banyak kategori produk yang perlu dirapikan bertahap
Anda berada di industri kompetitif yang membutuhkan produksi konten rutin dan optimasi berulang
Anda ingin membangun topical authority melalui cluster konten
Anda butuh monitoring teknis dan perbaikan kecil yang dilakukan terus menerus
Tim internal anda butuh partner yang bisa mengarahkan prioritas dan menjaga disiplin eksekusi
Anda ingin mengoptimasi conversion rate dari trafik organik secara berkala

Retainer juga cocok untuk bisnis yang sudah punya data. Saat website sudah punya impresi dan klik, retainer membantu memaksimalkan apa yang sudah ada. Banyak quick win lahir dari perbaikan CTR, perbaikan struktur internal link, dan penguatan halaman yang sudah berada di posisi menengah.

Kapan Model Project Based Lebih Cocok

Model project based biasanya cocok ketika kebutuhan anda jelas dan bisa diselesaikan dalam paket deliverable tertentu. Contohnya

Anda baru membuat website dan butuh fondasi SEO yang rapi sebelum mulai produksi konten rutin
Anda butuh audit teknis menyeluruh lalu daftar prioritas perbaikan
Anda akan migrasi domain, redesign, atau pindah platform sehingga butuh pendampingan khusus
Anda ingin membangun struktur konten awal seperti halaman pilar dan beberapa artikel pendukung
Anda ingin setup SEO lokal, termasuk optimasi profil bisnis Google, konsistensi data, dan halaman lokasi utama
Anda ingin membuat landing page layanan prioritas lengkap dengan struktur SEO yang siap bersaing
Anda punya tim internal yang bisa menjalankan rutinitas setelah fondasi proyek selesai

Project based cocok untuk bisnis yang butuh lompatan pondasi. Setelah proyek selesai, anda bisa melanjutkan dengan tim internal atau lanjut ke retainer bila ingin percepatan pertumbuhan.

Cara Memilih Berdasarkan Tujuan Bisnis

Agar keputusan tidak bias, mulai dari tujuan bisnis. Tanyakan ini ke diri anda dan tim

Apakah anda mengejar pipeline leads yang stabil setiap bulan
Apakah anda mengejar peningkatan trafik organik jangka menengah
Apakah anda ingin memperbaiki masalah teknis yang menghambat indexing dan ranking
Apakah anda ingin meluncurkan kategori produk baru dan butuh struktur konten cepat
Apakah anda ingin mengurangi ketergantungan pada kanal berbayar
Apakah anda ingin membangun kapabilitas tim internal melalui pendampingan rutin

Jika tujuan anda adalah pertumbuhan stabil, retainer cenderung lebih tepat. Jika tujuan anda adalah menyelesaikan masalah atau membangun fondasi dengan deliverable jelas, project based bisa lebih tepat.

Perbedaan Retainer Dan Project Based Dari Sisi Scope

Agar lebih mudah, bayangkan perbedaan scope seperti ini

Retainer fokus pada aktivitas berulang dan adaptif
Audit ringan rutin
Optimasi halaman prioritas berdasarkan data terbaru
Produksi konten berkelanjutan
Internal linking bertahap
Perbaikan teknis kecil yang muncul dari monitoring
Eksperimen CTR dan snippet
Evaluasi konversi organik dan perbaikan funnel
Laporan rutin dan prioritas bulan berikutnya

Project based fokus pada output dan milestone
Audit menyeluruh dengan rencana aksi
Perbaikan teknis yang didefinisikan di awal
Pembuatan sejumlah halaman atau konten tertentu
Setup struktur navigasi dan internal link awal
Dokumentasi SOP untuk tim internal
Pelatihan singkat dan handover

Dengan memahami ini, anda bisa memilih berdasarkan kebutuhan nyata, bukan berdasarkan tren.

Perbedaan Dari Sisi Risiko Dan Kontrol

Retainer punya risiko berupa komitmen biaya bulanan. Namun retainer memberi keuntungan berupa adaptasi dan perbaikan terus menerus. Jika penyedia jasa SEO disiplin, retainer cenderung menghasilkan kemajuan yang lebih stabil.

Project based punya risiko berupa hasil yang berhenti di deliverable. Kalau setelah proyek selesai tidak ada iterasi dan pemeliharaan, performa bisa stagnan. Namun project based memberi kontrol kuat karena output jelas dan timeline jelas.

Cara mengurangi risiko pada kedua model adalah menyusun scope dan indikator kerja dengan rapi, serta memastikan ada ownership yang jelas di pihak anda.

Menentukan Model Kerja Berdasarkan Kematangan Website

Kondisi website sering menjadi penentu yang paling akurat

Website baru dengan konten minim
Biasanya cocok mulai dengan project based untuk fondasi. Setelah itu beralih ke retainer saat mulai produksi konten dan perlu monitoring.

Website sudah berjalan dan punya impresi di banyak query
Biasanya cocok dengan retainer karena banyak peluang optimasi dari data yang sudah ada.

Website dengan masalah teknis berat
Bisa mulai dengan project based untuk perbaikan besar, lalu lanjut retainer untuk monitoring dan penguatan konten.

Website e commerce dengan ratusan produk
Retainer lebih masuk akal karena kerja SEO biasanya menyentuh struktur kategori, optimasi template, internal link, dan konten pendukung yang berulang.

Website B2B dengan siklus sales panjang
Retainer cocok karena butuh penguatan topical authority, konten edukasi, dan optimasi halaman layanan yang bertahap.

Menentukan Model Kerja Berdasarkan Kapasitas Tim Internal

Kapasitas tim internal menentukan seberapa banyak yang bisa anda kerjakan sendiri.

Jika tim internal kecil dan tidak punya waktu mengeksekusi rutin, retainer dengan partner yang mengambil porsi eksekusi lebih besar biasanya lebih efektif.

Jika tim internal kuat dalam produksi konten dan punya editor, project based bisa fokus pada strategi, struktur, dan SOP. Setelah itu tim internal bisa menjalankan secara mandiri.

Jika tim internal ingin belajar, retainer bisa dimodelkan sebagai pendampingan. Ada ritme review dan perbaikan sehingga skill tim meningkat dan output tetap jalan.

Menyusun Scope Retainer Yang Sehat Dan Tidak Kabur

Salah satu masalah retainer adalah scope yang terlalu umum. Agar sehat, scope harus mengandung aktivitas, target prioritas, dan batasan yang jelas.

Komponen scope retainer yang sering efektif

Audit dan prioritas bulanan
Pemilihan halaman fokus bulan ini berdasarkan data Search Console dan analisis funnel

Optimasi on page untuk halaman prioritas
Perbaikan judul, meta, heading, FAQ, struktur konten, internal link, dan elemen trust

Produksi konten dengan brief yang jelas
Jumlah konten per bulan disesuaikan kapasitas, dengan target cluster topik yang mendukung layanan

Internal linking dan perapihan struktur
Pola link dari artikel pendukung ke halaman pilar dan halaman layanan

Monitoring teknis dasar
Indexing, error halaman, redirect bermasalah, duplikasi sederhana, performa mobile

Laporan ringkas yang fokus pada dampak bisnis
Klik organik ke halaman prioritas, peningkatan query berniat tinggi, leads dari organik, dan rencana tindakan bulan berikutnya

Batasan scope juga penting. Misalnya perbaikan desain besar, perubahan sistem CMS, atau pembuatan fitur baru berada di luar scope dan perlu project terpisah.

Menyusun Scope Project Based Yang Benar Benar Terukur

Project based harus jelas outputnya. Hindari proyek yang hanya berisi janji ranking. Proyek yang sehat biasanya berbasis deliverable.

Contoh deliverable project based yang umum

Audit SEO menyeluruh
Dokumen temuan, prioritas perbaikan, dan roadmap 90 hari

Perbaikan teknis prioritas
Implementasi redirect, perapihan struktur URL, perbaikan indexing, perbaikan sitemap, perbaikan struktur heading template, dan optimasi kecepatan dasar

Pembuatan struktur konten awal
Halaman pilar untuk layanan utama, sejumlah artikel pendukung, dan peta internal link

Optimasi halaman layanan prioritas
Copy yang lebih meyakinkan, FAQ, CTA, bukti sosial, dan struktur yang sesuai intent

Setup SEO lokal
Optimasi profil bisnis Google, konsistensi data, strategi ulasan, dan halaman layanan yang menarget area utama

Dokumentasi SOP
Template brief, checklist publish, dan panduan update konten

Pada project based, pastikan ada definisi sukses. Misalnya proyek audit selesai saat dokumen dan presentasi diserahkan. Proyek konten selesai saat konten terbit dengan internal link yang benar. Jangan menyamakan deliverable dengan hasil ranking karena ranking dipengaruhi faktor eksternal dan waktu.

Membahas KPI Yang Tepat Untuk Retainer Dan Project Based

Banyak pihak salah memilih KPI sehingga frustrasi. KPI yang tepat harus sesuai model kerja.

Untuk retainer, KPI yang biasanya masuk akal
Peningkatan klik organik pada halaman prioritas
Peningkatan jumlah query berniat transaksi yang masuk top 10
Peningkatan CTR pada halaman yang sudah punya impresi
Peningkatan leads dari organik seperti klik WhatsApp, telepon, atau form
Peningkatan jumlah halaman yang memiliki impresi stabil
Penurunan error teknis yang menghambat indexing

Untuk project based, KPI lebih tepat berupa milestone deliverable
Audit dan roadmap selesai sesuai scope
Halaman layanan dioptimasi dan terbit
Struktur internal link terpasang
Sitemap dan indexing diperbaiki
Konten yang disepakati terbit dengan kualitas dan format yang benar
Tracking dasar dipasang dan bisa dipakai untuk evaluasi

Jika anda memaksa project based diukur dengan target ranking yang ketat dalam waktu pendek, anda berisiko kecewa walau deliverable sebenarnya bagus.

Menghitung Nilai Investasi Dengan Cara Yang Dipahami Bisnis

Agar keputusan retainer atau project based tidak sekadar perasaan, buat perhitungan sederhana.

Mulai dari pertanyaan berikut
Berapa nilai rata rata satu lead yang berkualitas untuk bisnis anda
Berapa rasio lead menjadi transaksi
Berapa margin dari transaksi rata rata
Berapa lead tambahan per bulan yang dibutuhkan agar biaya SEO tertutup

Dari sini, anda bisa menilai model mana yang lebih masuk akal.

Retainer cocok jika anda mengejar peningkatan lead yang bertahap namun stabil. Anda bisa mengukur per bulan, lalu melihat tren tiga bulan sampai enam bulan.

Project based cocok jika anda ingin memperbaiki masalah yang jelas dan dampaknya langsung terasa, misalnya halaman tidak terindeks, struktur kacau, atau migrasi yang berisiko.

Kapan Retainer Lebih Hemat Daripada Project Based

Retainer sering terlihat mahal karena berulang. Namun ada kondisi di mana retainer justru lebih hemat.

Jika website anda butuh banyak iterasi kecil yang terus menerus
Jika anda ingin konten berkembang sebagai sistem cluster, bukan satu kali produksi
Jika kompetisi mengharuskan perbaikan konten dan internal link secara berkala
Jika anda tidak punya resource internal untuk menjaga ritme

Dalam kondisi ini, project based berulang ulang bisa membuat biaya total lebih besar. Anda akan bolak balik memesan proyek baru untuk hal yang sebetulnya lebih efisien dilakukan rutin.

Kapan Project Based Lebih Hemat Daripada Retainer

Project based lebih hemat jika kebutuhan anda benar benar spesifik dan tidak memerlukan iterasi bulanan yang intens.

Contohnya
Anda butuh audit dan roadmap lalu tim internal menjalankan
Anda butuh setup struktur awal dan beberapa halaman inti
Anda butuh pendampingan migrasi selama beberapa minggu
Anda butuh perbaikan teknis satu kali yang jelas ruang lingkupnya

Dalam situasi ini, retainer bisa menjadi overkill karena anda membayar ritme bulanan padahal kebutuhan utama anda adalah menyelesaikan satu pekerjaan besar.

Model Hybrid Yang Sering Paling Sehat

Banyak perusahaan akhirnya memilih model hybrid.

Mulai dengan project based untuk fondasi
Audit menyeluruh, perbaikan teknis prioritas, optimasi halaman layanan utama, dan setup tracking

Lanjut retainer untuk pertumbuhan
Produksi konten, internal link, iterasi berdasarkan data, dan optimasi konversi

Model ini sering paling efisien karena anda tidak membayar retainer sebelum fondasi siap, tetapi anda juga tidak berhenti setelah fondasi selesai.

Hal Hal Penting Yang Wajib Ada Dalam Perjanjian Kerja

Agar tidak terjadi salah paham, ada beberapa poin yang sebaiknya tertulis jelas.

Definisi scope dan batasan
Apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk

Hak akses dan kebutuhan data
Akses Search Console, analytics, CMS, dan aset konten

Waktu respons dan ritme komunikasi
Misalnya jadwal meeting mingguan atau bulanan, serta jalur komunikasi harian

Proses approval
Siapa yang menyetujui konten, siapa yang menyetujui perubahan teknis

Kepemilikan aset
Konten, laporan, template, dan data tracking sebaiknya menjadi milik perusahaan

Perubahan scope
Jika ada permintaan tambahan, bagaimana cara menghitung dan mengeksekusinya

Target yang realistis
Fokus pada tindakan dan KPI yang sesuai model kerja

Perjanjian yang rapi membuat kolaborasi lebih tenang dan hasil lebih cepat.

Checklist Cepat Menentukan Retainer Atau Project Based

Gunakan checklist berikut untuk mengambil keputusan yang lebih tegas.

Pilih retainer jika
Anda butuh pertumbuhan stabil dan ingin ada ritme eksekusi rutin
Anda ingin produksi konten berkelanjutan
Anda butuh adaptasi berdasarkan data Search Console setiap bulan
Anda berada di industri kompetitif
Anda ingin perbaikan konversi organik bertahap
Tim internal tidak punya kapasitas menjalankan SEO rutin

Pilih project based jika
Anda butuh fondasi SEO awal yang jelas
Anda butuh audit menyeluruh dan roadmap
Anda butuh perbaikan teknis besar atau pendampingan migrasi
Anda ingin output yang bisa diselesaikan dalam milestone
Tim internal siap melanjutkan setelah proyek selesai

Jika jawaban anda campuran, model hybrid biasanya paling aman.

Contoh Rencana Kerja Retainer Yang Realistis Dalam 90 Hari

Agar anda punya gambaran ritmenya, berikut contoh alur kerja retainer 90 hari yang sering efektif.

Bulan pertama
Audit ringan, pemilihan halaman prioritas, perbaikan on page, perapihan struktur internal link dasar, setup tracking leads, dan perbaikan teknis yang paling menghambat indexing

Bulan kedua
Produksi konten pendukung untuk satu cluster utama, penguatan internal link ke halaman layanan, optimasi CTR pada halaman yang sudah punya impresi, serta penambahan FAQ untuk mengangkat relevansi

Bulan ketiga
Perluasan cluster konten, optimasi halaman yang mulai naik posisi, pembenahan halaman yang konversinya rendah, serta evaluasi strategi berdasarkan query yang paling menghasilkan

Ritme ini membuat hasil lebih terukur karena setiap bulan ada fokus yang jelas.

Contoh Rencana Project Based Yang Terukur

Berikut contoh proyek yang umum dan mudah diukur.

Proyek audit dan roadmap
Output berupa dokumen audit, daftar prioritas, dan rencana 90 hari

Proyek optimasi halaman layanan
Output berupa sejumlah halaman layanan yang dioptimasi lengkap dengan CTA, FAQ, dan internal link

Proyek struktur konten awal
Output berupa satu halaman pilar, sejumlah artikel pendukung, dan peta internal link yang sudah diterapkan

Proyek perbaikan teknis prioritas
Output berupa daftar perbaikan yang sudah diimplementasikan dan diverifikasi

Dengan struktur seperti ini, anda bisa menilai progres berdasarkan deliverable, bukan perasaan.

Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memilih Model Kerja

Agar anda tidak mengulang jebakan yang sama, perhatikan beberapa kesalahan umum.

Memilih project based untuk kebutuhan yang sebenarnya butuh iterasi bulanan
Akhirnya proyek selesai, performa tidak berkembang, lalu merasa SEO tidak bekerja

Memilih retainer tanpa scope yang jelas
Akhirnya biaya berjalan tetapi tim tidak tahu apa yang sedang dikejar

Mengukur project based dengan target ranking ketat dalam waktu pendek
Padahal proyeknya fokus fondasi dan deliverable

Tidak menyiapkan resource internal untuk approval dan implementasi
Konten tertahan, perubahan teknis tertunda, hasil melambat

Tidak memasang tracking leads sejak awal
Akhirnya sulit membuktikan dampak SEO terhadap bisnis

Kesalahan ini bisa dihindari jika anda menyusun model kerja berdasarkan tujuan, kondisi website, dan kapasitas tim.

Baca juga: Jasa SEO Untuk Pendampingan Tim Marketing Belajar SEO Praktis.

Langkah Selanjutnya Agar Anda Tidak Salah Pilih

Jika anda ingin menentukan apakah SEO sebaiknya retainer atau project based, lakukan langkah praktis berikut.

Langkah 1
Tentukan tujuan bisnis utama yang ingin dicapai lewat organik, apakah leads, penjualan, atau awareness untuk layanan prioritas

Langkah 2
Audit kondisi website secara cepat, lihat apakah masalah utama anda fondasi teknis, konten, atau konversi

Langkah 3
Nilai kapasitas tim internal untuk produksi konten dan implementasi perubahan

Langkah 4
Pilih model kerja yang memberi ruang untuk kebutuhan utama anda, fondasi cocok project based, pertumbuhan dan iterasi cocok retainer

Langkah 5
Susun scope yang terukur, pastikan ada deliverable dan ritme evaluasi

Jika anda ingin mempercepat validasi penawaran sambil SEO dibangun, strategi iklan bisa dipakai untuk menguji market lebih cepat. Anda bisa melihat layanan jasa google ads tanpa mengganggu fokus utama SEO. Setelah data penawaran lebih jelas, SEO bisa diarahkan lebih tajam ke produk atau layanan yang paling menguntungkan.

error: Content is protected !!