Cara Memilih Jasa Pembuatan Website Yang Tepat Untuk Bisnis
Cara Memilih Jasa Pembuatan Website Yang Tepat Untuk Bisnis. Memilih jasa pembuatan website itu mirip memilih partner kerja jangka panjang. Website bukan hanya tampilan yang rapi, tetapi fondasi pemasaran, reputasi, dan konversi bisnis. Saya sudah melihat banyak kasus website terlihat bagus di awal, namun akhirnya merugikan karena lambat, sulit diupdate, tidak ramah SEO, atau tidak mendukung kebutuhan penjualan. Di sisi lain, ada juga website yang tampak sederhana namun menghasilkan leads stabil karena struktur yang benar, pesan yang jelas, dan alur konversi yang rapi.
Artikel ini saya susun supaya anda bisa memilih jasa pembuatan website dengan cara yang sistematis. Bukan sekadar ikut rekomendasi teman atau tergoda harga murah, melainkan memilih berdasarkan tujuan bisnis, risiko teknis, kualitas proses, serta potensi ROI.
Mulai Dari Tujuan Bisnis Bukan Dari Desain
Langkah pertama yang sering dilewati adalah menyamakan definisi website yang anda butuhkan. Banyak pemilik bisnis berkata ingin website yang bagus. Masalahnya, bagus versi setiap orang berbeda. Yang perlu ditentukan adalah tujuan bisnis yang spesifik.
Anda perlu mengunci satu sampai dua tujuan utama. Apakah website ditujukan untuk menghasilkan leads melalui form dan WhatsApp. Apakah untuk jualan langsung melalui pembayaran. Apakah untuk membangun kredibilitas perusahaan saat calon klien melakukan riset. Apakah untuk menampung portofolio agar tim sales lebih mudah closing. Atau untuk rekrutmen dan employer branding.
Jasa website yang tepat akan memulai percakapan dari sini. Mereka akan bertanya target pasar, produk utama, nilai jual, alur closing, sampai hambatan di lapangan. Jika dari awal pembahasan langsung melompat ke warna dan layout, anda perlu lebih waspada.
Website yang berhasil biasanya punya struktur sederhana namun tajam. Halaman utama memberi gambaran cepat tentang siapa anda, solusi apa yang ditawarkan, untuk siapa, bukti sosial, dan ajakan bertindak. Halaman layanan memberi detail yang menjawab keberatan calon pelanggan. Halaman kontak dan CTA dibuat mudah, cepat, dan meyakinkan. Semua itu lebih berpengaruh daripada animasi atau efek visual.
Kenali Tipe Website Dan Dampaknya Ke Biaya
Sebelum memilih vendor, anda perlu memahami tipe website karena setiap tipe punya konsekuensi berbeda pada biaya, waktu, dan perawatan.
Website company profile cenderung fokus pada kredibilitas dan konversi leads. Biasanya terdiri dari home, tentang kami, layanan, portofolio, blog, dan kontak. Website ini cocok untuk bisnis B2B, jasa, kontraktor, konsultan, supplier, dan perusahaan yang mengandalkan inquiry.
Website landing page fokus pada satu penawaran dan satu tujuan, misalnya minta penawaran atau booking konsultasi. Cocok untuk kampanye iklan atau bisnis yang ingin menguji satu produk unggulan.
Website ecommerce butuh fitur katalog, stok, pembayaran, pengiriman, integrasi marketplace, hingga manajemen pesanan. Ini biasanya lebih kompleks dan tidak cocok dikejar dengan timeline terlalu mepet.
Website membership atau kursus online memiliki kebutuhan login, manajemen akses, modul, dan pembayaran. Ini memerlukan perencanaan lebih matang.
Website custom system biasanya sudah masuk ranah pengembangan aplikasi web. Jika kebutuhan anda di level ini, pilih vendor yang benar-benar kuat di analisis kebutuhan dan pengembangan berkelanjutan.
Ketika vendor memahami kebutuhan ini, mereka akan menyarankan arsitektur yang tepat. Vendor yang asal jual paket sering memaksa semua kebutuhan masuk ke template yang sama. Hasilnya, anda akan mengeluarkan biaya tambahan di tengah jalan atau malah harus ulang dari nol.
Tentukan Kriteria Wajib Dan Kriteria Tambahan
Supaya proses memilih lebih mudah, buat daftar kriteria wajib yang tidak bisa ditawar. Sisanya masuk kategori tambahan jika anggaran memungkinkan.
Kriteria wajib biasanya meliputi website mobile friendly, cepat diakses, aman, mudah diupdate, struktur halaman jelas, CTA berfungsi, tracking terpasang, dan dasar SEO on page rapi. Untuk bisnis yang serius, minimal ada halaman layanan yang kuat, skema internal link, dan blog untuk edukasi.
Kriteria tambahan bisa berupa fitur multibahasa, kalkulator harga, integrasi CRM, live chat, integrasi pembayaran, sistem booking, portal klien, atau desain ilustrasi custom.
Jasa pembuatan website yang tepat akan mampu memetakan mana yang wajib untuk mencapai tujuan bisnis, mana yang bisa menyusul. Ini penting agar anda tidak membayar fitur yang tidak dipakai namun mengorbankan aspek fundamental seperti speed dan struktur.
Cek Portofolio Dengan Cara Yang Lebih Tajam
Portofolio adalah pintu pertama menilai kualitas vendor, namun banyak orang menilainya hanya dari tampilan. Anda perlu melihat portofolio dengan sudut pandang bisnis.
Pertama, buka website portofolio lewat HP. Apakah navigasi nyaman. Apakah tombol WhatsApp mudah ditemukan. Apakah heading terbaca jelas. Apakah halaman cepat terbuka.
Kedua, cek kecepatan. Secara sederhana, anda bisa merasakan apakah loading terasa berat. Website yang berat biasanya disebabkan gambar tidak dioptimasi, plugin berlebihan, atau hosting yang kurang tepat.
Ketiga, perhatikan struktur konten. Apakah halaman layanan hanya berisi paragraf pendek tanpa penjelasan, atau ada detail yang menjawab kebutuhan calon pelanggan. Apakah ada bukti sosial seperti testimoni, studi kasus, atau portofolio yang ditata rapi.
Keempat, cek konsistensi brand. Logo, warna, gaya foto, dan tone tulisan harus selaras. Ini menunjukkan vendor punya proses desain yang matang, bukan sekadar menempel template.
Kelima, lihat apakah website tersebut punya elemen SEO dasar seperti title yang jelas, heading yang rapi, dan struktur menu yang masuk akal. Anda tidak perlu jadi teknis, cukup lihat apakah konten mudah dipahami dan tidak berantakan.
Jika memungkinkan, minta contoh hasil di industri yang mirip dengan bisnis anda. Vendor yang berpengalaman biasanya bisa menjelaskan pendekatan mereka untuk tiap jenis bisnis.
Tanyakan Proses Kerja Bukan Hanya Harga
Banyak vendor terlihat murah karena prosesnya minim. Mereka hanya minta materi, pasang template, publish, lalu selesai. Website bisa jadi, tetapi jarang optimal untuk bisnis.
Vendor yang bagus punya proses yang jelas dan bisa dijelaskan tanpa banyak istilah rumit. Biasanya ada tahap pengumpulan kebutuhan, struktur halaman, wireframe atau rancangan layout, desain visual, pengembangan, pengisian konten, optimasi speed, instalasi tracking, QA testing, revisi, lalu go live.
Proses kerja yang rapi membuat hasil lebih konsisten. Anda juga lebih mudah mengontrol timeline dan revisi. Tanpa proses, website jadi proyek yang melelahkan dan sering molor karena tidak ada patokan.
Saat anda bertanya tentang proses, perhatikan jawaban mereka. Apakah mereka bisa menyebutkan langkah-langkahnya dengan runtut. Apakah ada dokumen atau checklist. Apakah ada timeline yang realistis. Apakah ada batas revisi yang wajar.
Vendor yang tepat biasanya justru senang saat anda bertanya detail, karena itu menunjukkan anda serius dan ingin hasil yang bagus.
Pastikan Anda Memiliki Akses Dan Kepemilikan Penuh
Ini poin yang sering menjadi sumber masalah setelah website selesai. Banyak bisnis tidak sadar bahwa mereka tidak memiliki akses penuh atau kontrol atas aset penting.
Anda harus memastikan siapa pemilik domain, siapa pemilik hosting, dan siapa pemilik akun CMS. Pastikan anda memiliki akses admin. Pastikan email yang dipakai untuk pendaftaran domain dan hosting adalah email perusahaan anda, bukan email vendor.
Jika vendor menawarkan paket termasuk domain dan hosting, tidak masalah selama kepemilikan tetap di tangan anda. Vendor hanya membantu mengelola teknis.
Tanyakan juga tentang backup. Apakah ada backup otomatis. Apakah backup disimpan di lokasi terpisah. Ini penting untuk mengurangi risiko jika terjadi error, hacking, atau kesalahan update.
Website adalah aset bisnis. Aset bisnis harus berada di bawah kontrol anda.
Evaluasi Kualitas Konten Dan Copywriting
Website yang tampak bagus belum tentu menjual. Penentu konversi sering berada pada kalimat yang dipakai, struktur penawaran, dan cara menjawab keberatan calon pelanggan.
Vendor yang kuat biasanya memberi arahan mengenai konten. Mereka mungkin membantu menyusun copywriting, atau setidaknya memberi template struktur konten untuk tiap halaman. Mereka akan menyarankan elemen penting seperti value proposition, benefit, cara kerja, FAQ, bukti sosial, dan CTA.
Jika vendor sama sekali tidak menyinggung konten, anda harus siap bahwa tanggung jawab itu jatuh penuh ke anda. Tidak salah, namun anda perlu menyadari dampaknya. Banyak website gagal bukan karena desain, melainkan karena kontennya tidak meyakinkan.
Idealnya, vendor mampu membantu anda menyederhanakan pesan. Mereka bisa mengubah kalimat yang terlalu teknis menjadi bahasa yang dimengerti calon pelanggan. Mereka bisa menata informasi agar mudah dipindai dan mudah mengambil keputusan.
Jika anda ingin website yang menghasilkan leads, copywriting adalah komponen inti, bukan tambahan.
Pastikan Pondasi SEO On Page Sudah Masuk Paket
Banyak vendor mengaku SEO friendly, namun definisinya sering kabur. Anda perlu memastikan apa saja yang dikerjakan.
Pondasi SEO on page minimal mencakup struktur heading yang rapi, title dan meta description yang sesuai, URL yang bersih, internal link dasar, sitemap, robots yang benar, schema dasar jika diperlukan, serta struktur konten yang memudahkan mesin pencari memahami topik halaman.
Untuk bisnis lokal, sering kali perlu juga optimasi halaman lokasi, informasi NAP, dan integrasi Google Maps pada halaman kontak. Ini bukan hal yang rumit, tetapi harus dilakukan dengan benar.
Anda juga perlu memastikan website mendukung pengembangan konten jangka panjang. Misalnya blog yang mudah dipakai, kategori dan tag yang rapi, serta template artikel yang nyaman dibaca.
Jika vendor menolak membahas SEO dan berkata SEO urusan nanti, anda perlu memutuskan apakah anda siap menanggung biaya perbaikan setelahnya. Karena memperbaiki struktur SEO setelah website jadi sering lebih mahal daripada membuatnya benar sejak awal.
Perhatikan Kecepatan Dan Kualitas Teknis
Kecepatan adalah salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman pengguna dan performa. Website yang lambat akan membuat calon pelanggan pergi, terutama dari mobile.
Tanyakan bagaimana vendor mengoptimalkan speed. Apakah mereka mengompres gambar. Apakah mereka memakai caching. Apakah mereka membatasi plugin. Apakah mereka menggunakan tema yang ringan. Apakah mereka melakukan pengujian sebelum go live.
Tanyakan juga tentang keamanan. Apakah SSL dipasang. Apakah ada proteksi login. Apakah ada update rutin. Apakah ada firewall atau plugin security yang relevan jika menggunakan WordPress.
Kualitas teknis juga terlihat dari kebersihan struktur. Website yang dibuat dengan asal-asalan sering punya banyak elemen tidak terpakai, script berlebihan, dan struktur yang sulit dirawat.
Anda tidak perlu menguasai teknis untuk menilai ini. Anda cukup melihat bagaimana vendor menjelaskan. Vendor yang benar-benar paham biasanya bisa menerangkan dengan bahasa sederhana.
Jangan Tertipu Paket Murah Yang Mengunci Anda
Paket murah sering tampak menguntungkan di awal, namun bisa mengunci anda dalam ketergantungan. Misalnya anda tidak diberi akses admin, anda harus bayar mahal untuk setiap perubahan kecil, atau anda tidak bisa pindah hosting tanpa vendor.
Perhatikan struktur biaya. Apakah biaya itu sekali bayar atau ada biaya bulanan. Apakah biaya bulanan termasuk maintenance atau hanya hosting. Apakah ada biaya per halaman tambahan. Apakah revisi dibatasi.
Vendor yang transparan akan menjelaskan dengan rinci apa yang termasuk dan apa yang tidak. Mereka juga akan memberi opsi. Misalnya paket dasar untuk start cepat, paket lanjutan untuk scale, dan layanan tambahan untuk fitur khusus.
Yang perlu anda cari adalah vendor yang membuat anda mudah berkembang. Website bisnis biasanya akan berubah mengikuti kebutuhan. Jika dari awal anda sudah terkunci, biaya akan membengkak saat bisnis mulai naik.
Pastikan Ada Dukungan Setelah Website Live
Setelah website live, pekerjaan tidak berhenti. Anda mungkin butuh update konten, menambah halaman, memperbaiki bug, mengubah CTA, memasang tracking baru, atau mengoptimalkan halaman untuk konversi.
Tanyakan apakah vendor menyediakan support setelah go live. Apakah ada garansi bug fix. Apakah ada paket maintenance. Berapa lama responnya. Apakah ada channel khusus seperti WhatsApp atau ticketing.
Support yang baik sangat membantu, terutama untuk bisnis yang tim internalnya belum terbiasa mengelola website.
Anda juga bisa meminta vendor membuat panduan singkat. Misalnya cara posting artikel, cara mengganti banner, cara menambah portofolio. Ini akan menghemat waktu anda.
Cek Reputasi Dan Cara Mereka Berkomunikasi
Kualitas website sering sejalan dengan kualitas komunikasi vendor. Jika sejak awal respon lambat, jawaban tidak jelas, dan banyak janji tanpa detail, biasanya proyek akan berjalan berat.
Carilah vendor yang komunikatif dan profesional. Mereka mampu merangkum kebutuhan, memberi saran, dan memberi batasan yang realistis. Vendor yang baik tidak selalu mengatakan iya untuk semua permintaan. Mereka akan mengarahkan mana yang efektif dan mana yang hanya membuang biaya.
Cek review jika tersedia. Lihat testimoni yang relevan. Jika anda dapat referensi dari teman, minta cerita prosesnya. Apakah proyek selesai tepat waktu. Apakah vendor mudah diajak koordinasi. Apakah ada dukungan setelah jadi.
Komunikasi adalah faktor besar dalam proyek website, karena website memerlukan kolaborasi antara bisnis dan tim teknis.
Ajukan Pertanyaan Wajib Saat Seleksi Vendor
Supaya anda lebih mudah membandingkan beberapa vendor, gunakan daftar pertanyaan ini.
Tanyakan apa tujuan utama website dan bagaimana mereka merancang struktur halaman untuk tujuan itu. Tanyakan platform yang dipakai dan alasannya. Tanyakan apakah anda mendapat akses admin penuh. Tanyakan detail fitur yang termasuk paket. Tanyakan timeline dan alur revisi. Tanyakan apakah mereka membantu copywriting atau hanya desain. Tanyakan apa saja yang dikerjakan untuk SEO on page. Tanyakan cara mereka mengoptimalkan speed dan security. Tanyakan sistem backup. Tanyakan support setelah go live dan apakah ada garansi.
Dari jawaban mereka, anda bisa menilai apakah mereka benar-benar paham atau sekadar menjual.
Pilih Vendor Yang Mengerti Konversi Bukan Hanya Tampilan
Website bisnis yang kuat adalah website yang mengubah pengunjung menjadi prospek, lalu menjadi pelanggan. Karena itu, vendor yang tepat harus mengerti dasar konversi.
Perhatikan apakah mereka membahas CTA, struktur landing, penempatan form, tombol WhatsApp, trust elements, dan user flow. Perhatikan apakah mereka menyarankan penggunaan testimoni, studi kasus, portofolio, serta FAQ yang menjawab kekhawatiran calon pembeli.
Vendor yang paham konversi akan bertanya tentang proses penjualan anda. Mereka akan menyesuaikan website dengan cara bisnis anda closing. Misalnya jika anda B2B, mereka akan menonjolkan kredibilitas, proses kerja, dan portofolio. Jika anda B2C, mereka akan menonjolkan benefit, kemudahan transaksi, dan kejelasan harga.
Tampilan penting, tetapi konversi adalah tujuan akhir. Jangan pilih vendor yang hanya menunjukkan desain tanpa membahas strategi.
Sesuaikan Dengan Tahap Bisnis Anda
Tidak semua bisnis butuh website kompleks. Bisnis yang baru mulai biasanya perlu website yang cepat jadi dan fokus pada satu layanan unggulan. Yang penting adalah pesan jelas, trust kuat, dan CTA mudah.
Bisnis yang sudah berjalan biasanya butuh struktur lebih lengkap, termasuk halaman layanan yang detail, portofolio, blog, dan mungkin integrasi dengan sistem internal.
Bisnis yang sudah scale bisa mempertimbangkan optimasi lanjutan seperti CRO, A B testing, integrasi CRM, otomatisasi lead, dan content hub.
Vendor yang tepat akan menyesuaikan rekomendasi dengan tahap bisnis anda, bukan memaksakan fitur yang membuat biaya membengkak tanpa dampak nyata.
Waspadai Tanda Tanda Vendor Tidak Profesional
Ada beberapa tanda yang sering muncul ketika vendor tidak profesional.
Mereka memberi harga tanpa bertanya kebutuhan. Mereka menjanjikan hasil terlalu cepat untuk proyek yang jelas kompleks. Mereka tidak mau memberi akses admin penuh. Mereka tidak punya portofolio yang bisa dicek. Mereka sulit menjelaskan proses kerja. Mereka tidak membahas aspek teknis seperti speed dan security. Mereka menolak memberikan kontrak atau scope of work yang jelas.
Jika anda melihat beberapa tanda sekaligus, lebih aman mencari vendor lain.
Website yang buruk bisa menghambat bisnis bertahun-tahun. Lebih baik seleksi dengan teliti sejak awal.
Cara Membandingkan Proposal Secara Objektif
Ketika anda sudah punya beberapa proposal, jangan membandingkan hanya dari harga. Buat perbandingan dari beberapa aspek.
Bandingkan scope pekerjaan. Bandingkan jumlah halaman dan jenis halaman. Bandingkan apakah termasuk copywriting, SEO, tracking, dan optimasi speed. Bandingkan timeline dan tahapan. Bandingkan ketentuan revisi. Bandingkan ownership domain hosting. Bandingkan support setelah go live.
Vendor yang lebih mahal sering kali menawarkan hal-hal yang membuat website lebih cepat menghasilkan, sehingga ROI lebih tinggi. Tetapi vendor mahal pun tidak otomatis bagus. Yang anda cari adalah value dan risiko paling rendah.
Gunakan kriteria yang sama untuk semua vendor agar penilaian objektif.
Pertimbangkan Integrasi Dengan Strategi Marketing Anda
Website tidak berdiri sendiri. Website idealnya terhubung dengan strategi pemasaran yang anda jalankan.
Jika anda memakai Google Ads, website perlu landing page yang fokus, cepat, dan memiliki tracking yang rapi. Jika anda mengandalkan SEO, website perlu struktur konten dan internal link yang kuat. Jika anda mengandalkan Instagram, website perlu link yang mudah diakses dan halaman yang cepat terbuka dari mobile. Jika anda mengandalkan sales team, website perlu halaman layanan dan portofolio yang memudahkan presentasi.
Vendor yang tepat akan menanyakan channel marketing anda. Mereka akan merancang website agar cocok dengan alur traffic dan alur closing.
Kalau vendor tidak peduli dari mana trafik datang, biasanya mereka hanya membuat website sebagai produk desain, bukan sebagai mesin pertumbuhan bisnis.
Pastikan Tracking Dan Data Siap Sejak Hari Pertama
Banyak website diluncurkan tanpa tracking yang benar. Akibatnya, anda tidak tahu halaman mana yang menghasilkan leads, iklan mana yang efektif, atau pengunjung datang dari mana.
Tanyakan apakah vendor memasang Google Analytics, Google Tag Manager, dan event tracking sederhana seperti klik WhatsApp, submit form, dan klik tombol call. Untuk bisnis yang menjalankan iklan, ini sangat penting.
Data membuat anda bisa mengambil keputusan. Tanpa data, anda hanya menebak. Website yang bagus adalah website yang bisa diukur dan dioptimalkan.
Vendor yang paham akan mengarahkan anda agar tracking siap sebelum website go live.
Bangun Website Yang Mudah Dirawat
Banyak website dibuat seperti pajangan. Begitu selesai, sulit sekali menambah halaman atau mengubah konten. Padahal website bisnis harus bisa berkembang.
Perhatikan apakah website dibuat dengan komponen yang mudah diupdate. Apakah anda bisa mengganti gambar, menambah testimoni, menambah portofolio, dan memposting artikel tanpa harus menghubungi vendor setiap kali.
Jika anda ingin membangun SEO jangka panjang, kemudahan update itu penting. Anda akan sering menambah konten, memperbaiki halaman, dan melakukan optimasi.
Vendor yang tepat akan menyiapkan struktur yang rapi, bahkan jika anda tidak langsung menggunakannya semua hari ini.
Bekerja Dengan Vendor Yang Memberi Saran Jujur
Salah satu ciri vendor berkualitas adalah mereka berani memberi saran yang jujur. Kadang anda ingin fitur tertentu, tetapi fitur itu tidak relevan dengan tujuan bisnis atau justru membuat website berat. Vendor yang baik akan menjelaskan risikonya dan memberi alternatif.
Mereka juga akan membantu anda fokus pada elemen yang paling berdampak. Misalnya memperkuat halaman layanan, menampilkan testimoni, memperjelas CTA, mempercepat loading, dan memperbaiki struktur konten. Itu sering lebih menguntungkan daripada menambah animasi atau halaman yang tidak penting.
Vendor yang hanya mengikuti semua permintaan tanpa arahan sering membuat website terlihat ramai, tetapi tidak efektif.
Kapan Waktu Tepat Memutuskan Vendor
Keputusan terbaik biasanya datang setelah anda punya gambaran jelas tentang tujuan, scope, dan proses. Jangan terlalu lama menunda, tetapi juga jangan terburu-buru.
Jika kebutuhan anda sederhana, anda bisa mulai dengan vendor yang kuat di eksekusi cepat dan rapi. Jika kebutuhan anda kompleks, pastikan vendor punya kemampuan analisis dan pengembangan bertahap.
Lakukan seleksi minimal dua sampai tiga vendor. Bandingkan proses, komunikasi, portofolio, dan kejelasan scope. Dari sana, pilih yang paling selaras dengan tujuan bisnis anda.
Yang paling penting, pilih vendor yang membuat anda merasa aman secara teknis dan jelas secara proses.
Checklist Praktis Memilih Jasa Pembuatan Website
Agar lebih mudah, berikut checklist ringkas yang bisa anda gunakan.
Website sesuai tujuan bisnis dan alur closing anda. Struktur halaman jelas dan fokus konversi. Portofolio bagus di mobile dan cepat diakses. Proses kerja rapi dengan tahapan dan timeline. Anda dapat akses admin penuh dan ownership aset jelas. Ada optimasi speed dan security. Pondasi SEO on page masuk paket dan dijelaskan. Tracking dasar dipasang sejak awal. Konten dan copywriting diperhatikan. Ada support setelah go live dan aturan revisi jelas. Vendor komunikatif, transparan, dan memberi saran yang masuk akal.
Jika sebagian besar poin ini terpenuhi, peluang anda mendapatkan website yang benar-benar membantu bisnis akan jauh lebih tinggi.
Baca juga: Cara Menilai Portofolio Jasa Pembuatan Website Secara Objektif.
Ingin Website Yang Siap Dipakai Untuk Jualan Dan Siap Dikembangkan
Jika anda ingin website yang rapi, cepat, mudah diupdate, dan disusun dengan struktur yang mendukung konversi, anda bisa mulai dari perencanaan yang benar. Saya sarankan anda mengutamakan halaman inti yang menjawab kebutuhan calon pelanggan, lalu memperluas dengan konten pendukung secara bertahap.
Jika anda membutuhkan bantuan untuk pembuatan website bisnis yang sekaligus siap untuk kebutuhan SEO dan kebutuhan iklan, anda bisa mengarahkan proyek ke tim yang memahami struktur, performa, dan konversi. Untuk layanan Google Ads dan strategi konversi yang terhubung dengan landing page, anda juga bisa melihat layanan di Murtafi Digital pada halaman jasa Google Ads.