Kesalahan Umum Saat Membuat Website Bisnis Dan Cara Hindari
Kesalahan Umum Saat Membuat Website Bisnis Dan Cara Hindari. Website bisnis sering dianggap sebagai kebutuhan wajib yang harus segera ada. Karena ingin cepat selesai, banyak pemilik usaha terburu-buru memilih vendor, meniru website kompetitor, atau menumpuk fitur tanpa rencana. Hasilnya website memang online, tetapi tidak membantu penjualan, tidak menghasilkan leads, sulit ditemukan di Google, dan membuat biaya perbaikan jauh lebih mahal daripada biaya pembuatan awal.
Saya menulis artikel ini untuk membantu anda menghindari kesalahan yang paling sering terjadi saat membuat website bisnis. Fokusnya bukan teori, melainkan langkah praktis yang bisa anda terapkan sejak tahap perencanaan sampai website berjalan. Jika anda membaca dan menerapkan poin-poin di bawah, anda akan lebih aman dari proyek website yang melebar, lebih cepat mendapatkan website yang rapi, dan lebih siap menjadikan website sebagai aset yang menghasilkan.
Kesalahan Pertama Memulai Dari Desain Bukan Dari Tujuan Bisnis
Banyak proyek website dimulai dengan kalimat ingin website yang bagus dan modern. Lalu vendor langsung menawarkan pilihan tema, warna, dan layout. Masalahnya, website bisnis tidak hidup dari tampilan. Website hidup dari kemampuan memandu pengunjung untuk melakukan tindakan yang anda inginkan.
Cara hindari
Tentukan tujuan utama website anda sebelum masuk pembahasan desain. Pilih satu tujuan yang paling prioritas. Misalnya meningkatkan leads via WhatsApp, minta penawaran, booking konsultasi, atau penjualan produk tertentu.
Setelah itu tentukan indikator sederhana. Contohnya jumlah leads per minggu, jumlah klik WhatsApp, atau jumlah submit form. Dengan tujuan yang jelas, desain akan mengikuti kebutuhan, bukan sebaliknya.
Sampaikan tujuan ini ke vendor sejak awal dan minta mereka menyiapkan struktur halaman sesuai alur konversi. Jika vendor tidak membahas tujuan dan konversi, anda perlu mempertimbangkan vendor lain.
Kesalahan Kedua Tidak Memahami Target Audiens Dan Pesan Utama
Website yang tidak jelas audiensnya biasanya terdengar umum. Kalimatnya aman, tetapi tidak meyakinkan. Pengunjung tidak merasa dipahami, lalu pergi tanpa bertanya.
Cara hindari
Tuliskan siapa target utama anda. Bisa berdasarkan jenis industri, lokasi, budget, atau kebutuhan. Lalu tuliskan masalah yang paling sering mereka hadapi dan pertanyaan yang sering mereka tanyakan.
Dari situ, buat pesan utama yang sederhana. Anda membantu siapa, menyelesaikan masalah apa, dan hasil apa yang mereka dapat. Ini akan menjadi fondasi copywriting di halaman utama dan halaman layanan.
Jika anda punya lebih dari satu segmen, susun prioritas. Website tidak harus membahas semua segmen sekaligus. Lebih baik fokus pada segmen yang paling menguntungkan.
Kesalahan Ketiga Struktur Halaman Tidak Direncanakan Dari Awal
Banyak website hanya punya halaman home, tentang, layanan, dan kontak. Layanannya ditumpuk di satu halaman dengan penjelasan pendek. Akibatnya calon pelanggan sulit menemukan informasi, mesin pencari juga sulit memahami detail layanan, dan peluang ranking jadi lemah.
Cara hindari
Susun struktur halaman sejak awal. Pisahkan layanan utama menjadi halaman khusus. Jika anda punya beberapa layanan besar, buat halaman tiap layanan. Tambahkan halaman pendukung seperti portofolio, testimoni, FAQ, dan blog.
Buat hierarki menu yang jelas. Home mengarahkan ke layanan, layanan mengarahkan ke detail, detail mengarahkan ke kontak. Ini membuat website lebih mudah dinavigasi dan lebih kuat untuk SEO.
Kesalahan Keempat Copywriting Dianggap Pelengkap
Banyak pemilik bisnis menganggap isi website cukup sekadar ada. Alhasil kontennya tipis, terlalu formal, atau penuh jargon. Pengunjung tidak mendapat jawaban, tidak percaya, lalu tidak menghubungi.
Cara hindari
Siapkan copywriting yang fokus pada calon pelanggan. Jelaskan benefit, proses kerja, estimasi waktu, apa yang didapat, dan bagaimana cara memulai. Sertakan bukti sosial.
Gunakan struktur konten yang mudah dipindai. Heading jelas, paragraf tidak panjang, poin-poin penting ditonjolkan, dan CTA ditempatkan di beberapa titik.
Jika anda tidak punya waktu menulis, minta vendor membantu atau gunakan jasa copywriter. Copywriting adalah mesin konversi. Tanpa copywriting yang kuat, website hanya seperti brosur yang sepi.
Kesalahan Kelima CTA Tidak Jelas Dan Kontak Sulit Ditemukan
Saya sering melihat website dengan tombol WhatsApp kecil, nomor telepon tidak bisa diklik, form terlalu banyak kolom, dan halaman kontak tersembunyi di footer. Itu membuat pengunjung yang sebenarnya tertarik jadi batal.
Cara hindari
Pastikan CTA jelas dan mudah diakses. Tombol WhatsApp sebaiknya terlihat di setiap halaman, terutama di mobile. Nomor telepon bisa diklik. Form dibuat singkat dan mudah.
Beri CTA yang spesifik. Misalnya minta penawaran, konsultasi gratis, cek ketersediaan, atau minta katalog. Pastikan pengunjung tahu apa yang terjadi setelah klik.
Tambahkan trust element di dekat CTA. Misalnya testimoni singkat, rating, atau garansi layanan. Ini membantu mengurangi keraguan sebelum mereka menghubungi.
Kesalahan Keenam Terlalu Banyak Fitur Yang Tidak Dipakai
Beberapa bisnis tergoda menambah fitur seperti live chat, popup, animasi, slider banyak, atau efek parallax. Banyak fitur ini tidak dipakai, justru membuat website berat dan mengganggu pengalaman pengguna.
Cara hindari
Buat prioritas fitur wajib. Fokus pada fitur yang mendukung tujuan utama. Fitur tambahan bisa menyusul setelah website menghasilkan.
Jika vendor menawarkan fitur tertentu, tanyakan dampaknya pada konversi, speed, dan maintenance. Jika tidak ada dampak jelas, lebih baik ditunda.
Website bisnis yang efektif cenderung sederhana namun terarah. Yang penting adalah pesan, alur, dan kecepatan.
Kesalahan Ketujuh Website Lambat Karena Gambar Dan Plugin Berlebihan
Website lambat adalah pembunuh konversi. Pengunjung mobile tidak sabar. Mereka keluar sebelum membaca. Banyak website lambat karena gambar besar, video auto play, atau plugin yang terlalu banyak.
Cara hindari
Gunakan gambar yang dioptimasi. Ukuran file diperkecil tanpa mengorbankan kualitas. Gunakan format yang efisien. Pastikan vendor menerapkan lazy load untuk gambar.
Batasi plugin. Pilih tema yang ringan. Pastikan caching aktif. Pilih hosting yang sesuai kebutuhan.
Sebelum go live, lakukan pengujian kecepatan dari mobile. Jangan hanya mengandalkan wifi kantor. Coba dari jaringan seluler agar lebih realistis.
Kesalahan Kedelapan Tidak Memikirkan SEO Sejak Awal
Banyak bisnis membuat website dulu, SEO nanti. Akibatnya struktur URL berantakan, heading tidak rapi, konten tidak terarah, dan halaman layanan tidak sesuai kebutuhan pencarian. Ketika ingin optimasi SEO, anda harus membongkar.
Cara hindari
Siapkan daftar layanan utama dan kata kunci yang ingin ditarget. Buat halaman layanan sesuai topik dan intent pencarian. Pastikan title dan heading rapi. Buat URL yang bersih dan konsisten.
Pastikan blog tersedia dan mudah dikelola. Blog membantu menjawab pertanyaan calon pelanggan dan membangun otoritas.
Pasang Google Search Console sejak awal. Ini membantu anda memonitor performa organik dan masalah indexing.
Kesalahan Kesembilan Tidak Memasang Tracking Dan Tidak Mengukur
Website tanpa tracking membuat anda tidak tahu apa yang bekerja. Anda tidak tahu halaman mana yang menghasilkan leads. Anda tidak tahu dari mana pengunjung datang. Anda tidak bisa memperbaiki secara terukur.
Cara hindari
Pasang Google Analytics dan Tag Manager. Siapkan event tracking untuk klik WhatsApp, submit form, klik telepon, dan klik email.
Jika anda menjalankan iklan, pastikan conversion tracking siap sejak hari pertama. Data ini akan menghemat budget karena anda bisa optimasi berdasarkan angka, bukan perasaan.
Buat dashboard sederhana atau laporan bulanan. Tidak perlu rumit, yang penting anda rutin melihat angka dan mengambil keputusan.
Kesalahan Kesepuluh Tidak Menyiapkan Elemen Kepercayaan
Pengunjung sering ragu sebelum menghubungi. Jika website tidak menampilkan bukti sosial, legalitas, dan identitas jelas, keraguan meningkat. Mereka mungkin membandingkan anda dengan kompetitor yang tampil lebih meyakinkan.
Cara hindari
Tampilkan testimoni yang nyata. Tampilkan portofolio dengan detail. Tampilkan logo klien jika memungkinkan. Tampilkan foto tim atau proses kerja.
Sertakan informasi kontak yang jelas. Alamat, email, jam operasional, dan peta jika relevan. Untuk perusahaan, tampilkan profil singkat, izin usaha jika diperlukan, dan identitas yang konsisten.
Tambahkan FAQ. Banyak keberatan bisa ditangani lewat FAQ yang dibuat dengan baik.
Kesalahan Kesebelas Menggunakan Konten Duplikat Atau Copy Dari Kompetitor
Ada yang menyalin teks dari kompetitor karena ingin cepat. Ada yang menyalin dari marketplace atau katalog vendor. Hasilnya website kehilangan keunikan, sulit bersaing, dan berisiko menurunkan kualitas SEO.
Cara hindari
Tulis konten yang khas bisnis anda. Jelaskan pendekatan anda, proses kerja anda, pengalaman anda, dan value yang anda berikan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami audiens.
Jika anda punya beberapa halaman layanan yang mirip, pastikan tiap halaman punya fokus berbeda dan tidak hanya mengganti beberapa kata. Duplikasi konten membuat mesin pencari bingung dan mengurangi potensi ranking.
Kesalahan Keduabelas Tidak Mengunci Ownership Domain Dan Hosting
Banyak bisnis tidak sadar domain atas nama vendor. Ketika ingin pindah, akses dipersulit atau dikenai biaya tambahan. Ini membuat bisnis terikat.
Cara hindari
Pastikan domain atas nama bisnis anda. Gunakan email perusahaan untuk pendaftaran. Simpan akses panel domain dan hosting.
Jika vendor mengelola, pastikan anda tetap punya akses. Aset ini harus anda pegang. Vendor profesional biasanya tidak keberatan, bahkan akan menyarankan ini.
Kesalahan Ketigabelas Tidak Memikirkan Maintenance Dan Backup
Website itu perlu dirawat. Tanpa backup, satu kesalahan update bisa membuat website down. Tanpa update keamanan, website bisa disusupi. Banyak bisnis baru panik setelah masalah muncul.
Cara hindari
Pastikan ada backup otomatis. Tentukan frekuensi backup. Pastikan backup disimpan di tempat yang aman.
Siapkan rencana maintenance. Jika WordPress, lakukan update rutin. Jika anda tidak punya tim teknis, pertimbangkan paket maintenance dari vendor atau pihak lain.
Minimal pastikan anda punya kontak support yang responsif jika terjadi masalah.
Kesalahan Keempatbelas Tidak Memastikan Website Mudah Diupdate
Website yang sulit diupdate akan cepat usang. Banyak bisnis akhirnya tidak pernah menambah konten karena prosesnya ribet. Padahal update konten penting untuk marketing dan SEO.
Cara hindari
Pilih CMS yang mudah dipakai sesuai kebutuhan. Pastikan anda mendapatkan akses admin. Minta vendor memberi panduan singkat cara menambah artikel, mengganti foto, dan mengubah CTA.
Pastikan template halaman dan blog rapi. Semakin mudah dipakai, semakin besar kemungkinan tim anda mengelola secara rutin.
Kesalahan Kelimabelas Tidak Menyiapkan Alur Follow Up Leads
Website bisa menghasilkan leads, tetapi jika follow up lambat, leads jadi dingin. Banyak bisnis menyalahkan website, padahal masalahnya di proses penanganan leads.
Cara hindari
Siapkan siapa yang menjawab WhatsApp dan email. Siapkan jam operasional. Siapkan template balasan. Siapkan sistem pencatatan leads.
Jika ada form, pastikan notifikasinya masuk ke email yang dipantau. Jika volume leads tinggi, pertimbangkan integrasi ke CRM sederhana.
Website dan proses follow up harus selaras agar konversi maksimal.
Kesalahan Keenambelas Website Dibuat Tanpa Brief Dan Scope Yang Jelas
Proyek tanpa brief akan kacau. Vendor menebak. Anda sering berubah pikiran. Revisi tidak selesai. Timeline molor. Biaya membengkak.
Cara hindari
Buat brief sederhana sebelum proyek dimulai. Isi minimalnya tujuan website, target audiens, struktur halaman, referensi desain, fitur wajib, konten yang tersedia, serta timeline.
Pastikan scope of work tertulis di proposal. Jumlah halaman jelas. Fitur jelas. Batas revisi jelas. Timeline jelas. Support setelah live jelas.
Dengan brief dan scope, proyek jauh lebih terkendali dan hasil lebih sesuai ekspektasi.
Kesalahan Ketujuhbelas Memilih Vendor Berdasarkan Harga Termurah
Harga murah sering menarik, tetapi anda perlu melihat total biaya dan risiko. Website yang dibuat asal jadi bisa memaksa anda membayar ulang untuk perbaikan, optimasi speed, perombakan struktur, atau migrasi.
Cara hindari
Bandingkan vendor berdasarkan value, bukan hanya harga. Lihat proses kerja, portofolio, pemahaman konversi, pemahaman SEO, kualitas komunikasi, dan support.
Minta rincian scope. Pastikan anda membandingkan hal yang sama. Banyak paket terlihat murah karena scope-nya tipis.
Vendor yang sedikit lebih mahal bisa jadi lebih murah dalam jangka panjang jika hasilnya rapi, mudah dirawat, dan menghasilkan leads.
Kesalahan Kedelapanbelas Tidak Melakukan Quality Check Sebelum Go Live
Ada website yang langsung live tanpa dicek. Akibatnya banyak link rusak, typo, CTA tidak berfungsi, form tidak masuk, atau tampilan mobile berantakan. Ini membuat pengunjung pertama punya pengalaman buruk.
Cara hindari
Lakukan quality check sebelum go live. Cek semua halaman dari mobile. Cek semua tombol. Cek form. Cek link menu. Cek halaman kontak. Cek kecepatan. Cek apakah tracking sudah berjalan.
Minta vendor membuat checklist QA. Ini tanda vendor yang profesional.
Kesalahan Kesembilanbelas Tidak Mengoptimalkan Halaman Layanan Untuk Menjawab Keberatan
Halaman layanan sering dibuat terlalu singkat. Padahal calon pelanggan ingin detail. Mereka ingin tahu proses, hasil, estimasi biaya, timeline, dan contoh pekerjaan.
Cara hindari
Buat halaman layanan yang menjawab pertanyaan calon pelanggan. Jelaskan benefit. Jelaskan siapa yang cocok. Jelaskan langkah kerja. Jelaskan apa yang didapat. Tampilkan portofolio relevan. Tambahkan FAQ.
Letakkan CTA di beberapa titik agar pengunjung tidak perlu scroll kembali ke atas.
Halaman layanan yang kuat sering menjadi halaman paling menghasilkan leads.
Kesalahan Kedua Puluh Tidak Memikirkan Pengembangan Setelah Website Jadi
Banyak bisnis menganggap website selesai saat live. Padahal justru setelah live, anda mulai mengumpulkan data, melihat perilaku pengunjung, dan melakukan optimasi.
Cara hindari
Buat rencana setelah live. Misalnya menambah konten blog, menambah studi kasus, memperbaiki halaman yang conversion rate rendah, menambah landing page untuk iklan, dan memperkuat internal link.
Gunakan data dari Analytics dan Search Console untuk melihat peluang. Website yang terus dioptimasi biasanya akan semakin kuat dari bulan ke bulan.
Baca juga: Ciri Jasa Pembuatan Website Profesional Dan Terpercaya.
Checklist Praktis Agar Anda Tidak Mengulang Kesalahan
Berikut checklist singkat yang bisa anda gunakan sebelum dan saat membuat website.
Tujuan website jelas. Target audiens jelas. Struktur halaman direncanakan. Copywriting disiapkan. CTA mudah diakses. Fitur diprioritaskan. Speed dioptimasi. SEO on page disiapkan. Tracking dipasang. Elemen trust lengkap. Konten unik. Domain hosting ownership aman. Backup dan maintenance siap. Website mudah diupdate. Alur follow up leads jelas. Brief dan scope tertulis. Vendor dinilai dari value. QA sebelum go live dilakukan. Halaman layanan dibuat detail. Rencana optimasi setelah live disiapkan.