Cara Membuat Timeline Proyek Website Yang Realistis

Cara Membuat Timeline Proyek Website Yang Realistis. Membuat timeline proyek website terlihat sederhana di atas kertas. Anda tinggal menulis mulai hari ini, desain minggu depan, lalu live bulan depan. Namun dalam praktik, timeline proyek website sering molor. Bukan karena vendor tidak bekerja, tetapi karena banyak hal kecil yang tidak dihitung dari awal. Konten belum siap, approval lama, revisi berputar, keputusan berubah, atau ada fitur tambahan yang muncul di tengah jalan.

Timeline yang realistis bukan timeline yang paling cepat. Timeline yang realistis adalah timeline yang mempertimbangkan proses kerja, kapasitas tim, dependensi, dan kemungkinan hambatan. Dengan timeline yang realistis, anda bisa menjaga kualitas tetap tinggi, mengurangi revisi yang melelahkan, dan menghindari stress karena target yang tidak masuk akal.

Di artikel ini saya akan membahas cara membuat timeline proyek website yang realistis dari sisi klien maupun vendor. Anda akan mendapat struktur tahapan, estimasi durasi, cara menentukan buffer, cara mengunci milestone, dan cara menjaga timeline tetap berjalan sampai website live.

Kenapa Timeline Proyek Website Sering Tidak Realistis

Sebelum menyusun timeline, anda perlu memahami apa yang biasanya membuat proyek molor. Dengan memahami penyebabnya, anda bisa menyusun timeline yang lebih tahan terhadap kenyataan.

Konten telat dari klien. Ini penyebab paling umum. Vendor tidak bisa mengisi halaman jika materi tidak ada, atau desain menjadi kosong karena copy belum siap.

Approval dan keputusan lambat. Dalam perusahaan, banyak stakeholder membuat keputusan menjadi lama. Jika tidak ada PIC, revisi bisa berputar.

Scope tidak jelas sejak awal. Jika daftar halaman dan fitur tidak dikunci, request tambahan akan muncul di tengah jalan.

Revisi desain terlalu luas. Klien memberikan feedback yang abstrak sehingga vendor menebak, lalu revisi tidak habis habis.

Tidak ada staging dan QA yang jelas. Banyak proyek langsung live tanpa testing, lalu ada perbaikan setelah live yang memakan waktu.

Teknis domain dan hosting. Migrasi, setting DNS, email, SSL, dan konfigurasi lain sering dianggap sepele padahal bisa memakan waktu jika ada kendala akses.

Jika anda ingin timeline realistis, anda harus menghitung semua faktor ini.

Prinsip Timeline Website Yang Realistis

Ada beberapa prinsip sederhana yang sebaiknya anda pegang.

Timeline harus berbasis milestone, bukan tanggal kosong. Timeline harus memasukkan waktu untuk feedback dan approval klien. Timeline harus memasukkan buffer. Timeline harus memisahkan revisi minor dan perubahan scope. Timeline harus punya definisi selesai untuk setiap tahap. Timeline harus menyebut apa yang dibutuhkan dari pihak klien di setiap tahap.

Dengan prinsip ini, timeline lebih mudah dikontrol.

Tentukan Tipe Proyek Website Anda Terlebih Dulu

Durasi timeline sangat dipengaruhi tipe proyek. Sebelum menyusun, tentukan proyek anda masuk kategori mana.

Website company profile sederhana. Biasanya 5 sampai 8 halaman, tanpa fitur kompleks.

Website company profile perusahaan dengan banyak layanan. Biasanya 10 sampai 30 halaman, ada struktur layanan dan portofolio.

Website dengan konten marketing dan blog. Ada kategori blog, template artikel, dan rencana konten awal.

Landing page untuk iklan. Fokus konversi, satu atau beberapa halaman.

Ecommerce. Ada katalog, checkout, pembayaran, integrasi kurir.

Website custom dengan integrasi. Ada sistem booking, membership, CRM, atau fitur internal.

Setiap tipe butuh timeline berbeda. Kesalahan umum adalah menyamakan timeline company profile sederhana dengan website multi layanan atau ecommerce.

Pecah Proyek Menjadi Tahapan Yang Jelas

Timeline realistis dimulai dari pemecahan tahap. Ini tahapan yang paling umum dan paling mudah dipakai.

Brief dan pengumpulan kebutuhan. Sitemap dan struktur halaman. Wireframe atau kerangka layout. Desain UI. Development dan setup CMS. Input konten. Optimasi performa dasar. SEO on page dasar. Tracking dan integrasi. QA dan testing. Revisi final. Go live. Serah terima dan support awal.

Anda bisa menyesuaikan, tetapi jangan menggabungkan semuanya menjadi satu tahap besar karena sulit dikontrol.

Buat Milestone Dan Definisi Selesai Untuk Setiap Tahap

Milestone adalah titik yang harus disetujui sebelum lanjut. Definisi selesai mencegah revisi berputar.

Contoh definisi selesai

Brief selesai saat tujuan website, CTA, dan daftar halaman disetujui.

Sitemap selesai saat menu dan struktur halaman disetujui.

Desain selesai saat desain halaman utama dan template halaman lainnya disetujui.

Development selesai saat staging bisa dibuka dan fungsi dasar berjalan.

QA selesai saat semua link, form, dan tampilan mobile lulus checklist.

Go live selesai saat domain aktif, SSL aktif, tracking bekerja, dan sitemap terkirim.

Dengan definisi selesai, anda tidak akan bolak balik ke tahap sebelumnya.

Estimasi Durasi Realistis Untuk Proyek Website

Berikut estimasi yang sering saya gunakan sebagai patokan. Ini bukan angka mutlak, tetapi cukup realistis untuk banyak proyek.

Website Company Profile Sederhana

Total durasi umum 2 sampai 4 minggu.

Brief dan scope 2 sampai 3 hari. Sitemap dan struktur 2 hari. Desain 4 sampai 7 hari. Development 4 sampai 7 hari. Input konten 2 sampai 4 hari. QA dan revisi final 2 sampai 3 hari. Go live 1 sampai 2 hari.

Jika konten sudah siap, bisa lebih cepat. Jika konten belum siap, timeline bisa mundur.

Website Company Profile Perusahaan Dengan Banyak Layanan

Total durasi umum 4 sampai 8 minggu.

Brief dan scope 1 minggu. Sitemap dan struktur 3 sampai 5 hari. Wireframe 3 sampai 5 hari. Desain 1 sampai 2 minggu. Development 1 sampai 2 minggu. Input konten 1 minggu atau lebih tergantung jumlah halaman. QA dan revisi 1 minggu. Go live 1 sampai 3 hari.

Proyek seperti ini biasanya melibatkan banyak stakeholder sehingga approval sering jadi faktor utama.

Landing Page Iklan

Total durasi umum 1 sampai 2 minggu.

Brief 1 sampai 2 hari. Copy dan struktur 2 sampai 3 hari. Desain 2 sampai 4 hari. Development 2 sampai 4 hari. Tracking dan QA 1 sampai 2 hari.

Karena landing page fokus konversi, revisi biasanya lebih cepat jika tujuannya jelas.

Ecommerce

Total durasi umum 6 sampai 12 minggu.

Brief dan scope 1 sampai 2 minggu. Arsitektur katalog dan kategori 1 minggu. Desain UI 1 sampai 2 minggu. Development 2 sampai 4 minggu. Integrasi pembayaran dan pengiriman 1 sampai 2 minggu. Input produk 1 sampai 2 minggu tergantung jumlah produk. QA dan testing 1 sampai 2 minggu. Go live 2 sampai 5 hari.

Ecommerce hampir selalu butuh waktu lebih karena testing checkout dan integrasi.

Website Custom Dengan Integrasi

Total durasi umum 8 sampai 16 minggu atau lebih.

Durasi sangat bergantung pada kompleksitas fitur. Biasanya perlu tahap discovery, dokumentasi requirement, prototyping, development sprint, dan testing.

Jika anda meminta timeline 4 minggu untuk website custom dengan integrasi, itu biasanya tidak realistis.

Hitung Waktu Feedback Dan Approval Secara Jujur

Banyak timeline gagal karena hanya menghitung waktu kerja vendor, tidak menghitung waktu keputusan dari pihak klien.

Tanyakan pada diri anda

Siapa yang memberi feedback. Berapa lama mereka biasanya merespon. Apakah ada rapat internal sebelum keputusan final. Apakah perlu persetujuan direksi. Apakah ada procurement dan legal.

Masukkan waktu ini ke timeline.

Contoh praktik sederhana

Setiap tahap yang butuh approval, tambahkan 2 sampai 5 hari kerja untuk feedback dan keputusan.

Jika perusahaan anda prosesnya panjang, tambahkan lebih banyak.

Timeline realistis adalah timeline yang mengakui kenyataan organisasi.

Sisipkan Buffer Agar Timeline Tidak Rentan

Buffer bukan alasan untuk santai. Buffer adalah perlindungan terhadap hal yang tidak bisa diprediksi.

Saran yang sering saya pakai

Tambahkan buffer 10 sampai 20 persen dari total durasi untuk proyek kecil. Tambahkan buffer 20 sampai 30 persen untuk proyek menengah. Tambahkan buffer lebih besar untuk proyek kompleks.

Buffer bisa berupa hari tambahan di akhir proyek, atau buffer kecil di setiap tahap. Saya lebih suka buffer kecil di tiap milestone, karena lebih mudah dikelola.

Kunci Scope Agar Timeline Tidak Melebar

Timeline realistis hanya bisa terjadi jika scope dikunci.

Pastikan ada daftar halaman yang disepakati. Pastikan fitur yang termasuk jelas. Pastikan perubahan besar dihitung sebagai tambahan.

Jika anda merasa akan ada permintaan tambahan, lebih baik buat fase dua.

Contohnya

Fase satu website live dengan halaman inti. Fase dua menambah landing page dan konten blog.

Dengan fase seperti ini, timeline fase satu tetap realistis dan website bisa segera dipakai.

Buat Rencana Konten Yang Sejalan Dengan Timeline

Konten adalah kunci. Jika konten terlambat, desain dan input konten akan tersendat.

Buat daftar konten yang harus disiapkan

Logo, foto, profil perusahaan, teks layanan, portofolio, testimoni, data kontak, FAQ.

Buat deadline internal

Misalnya semua materi harus diserahkan maksimal hari ke lima proyek.

Jika konten belum siap, anda bisa pilih strategi

Isi konten versi sementara agar website bisa dibangun. Lalu revisi konten dilakukan setelah live.

Ini lebih baik daripada menunggu konten sempurna dan website tidak jadi jadi.

Tentukan Pola Revisi Yang Membuat Timeline Tetap Jalan

Revisi harus dibatasi agar proyek tidak melebar.

Saran pola revisi

Dua putaran revisi desain. Dua putaran revisi konten. Satu putaran revisi final.

Setiap putaran punya deadline feedback dari klien, misalnya maksimal 2 hari kerja.

Jika feedback lewat dari deadline, timeline mundur dan itu harus tercatat.

Pola ini terdengar tegas, tetapi justru membuat proyek lebih nyaman karena semua jelas.

Jadwalkan QA Dan Go Live Dengan Serius

QA dan go live sering dianggap tahap singkat, padahal bisa memakan waktu jika ada masalah teknis.

QA minimal mencakup

Link dan navigasi. Form masuk. Tombol WhatsApp berfungsi. Mobile view. Kecepatan dasar. SSL. Redirect. Tracking event.

Go live mencakup

Konfigurasi DNS. Migrasi dari staging. Pengaktifan SSL. Pengujian ulang. Submit sitemap.

Jika domain dan hosting belum siap atau akses belum ada, go live bisa tertunda. Karena itu, pastikan akses domain hosting dikunci sejak awal.

Contoh Timeline Proyek Website Company Profile Yang Realistis

Berikut contoh timeline 4 minggu untuk website company profile bisnis yang cukup lengkap.

Minggu 1

Hari 1 sampai 2 brief dan tujuan website. Hari 3 sitemap dan struktur menu. Hari 4 pengumpulan konten dari klien. Hari 5 wireframe halaman utama dan layanan.

Minggu 2

Hari 1 sampai 3 desain UI halaman utama dan template halaman. Hari 4 feedback klien. Hari 5 revisi desain putaran pertama.

Minggu 3

Hari 1 sampai 4 development di staging. Hari 5 input konten utama.

Minggu 4

Hari 1 optimasi performa dasar dan SEO on page. Hari 2 setup tracking. Hari 3 QA dan perbaikan. Hari 4 revisi final minor. Hari 5 go live dan serah terima.

Timeline ini bisa lebih cepat jika konten siap di awal dan approval cepat.

Cara Menjaga Timeline Tetap On Track Selama Proyek Berjalan

Timeline realistis tetap bisa gagal jika tidak dikelola. Anda perlu cara menjaga jalannya.

Tetapkan PIC dari pihak klien dan vendor. Buat jadwal update rutin, misalnya dua kali seminggu. Gunakan satu channel komunikasi. Simpan semua keputusan tertulis. Gunakan daftar tugas per milestone. Tunda ide tambahan ke fase berikutnya. Pastikan semua feedback dikirim sekaligus, bukan sedikit sedikit.

Manajemen proyek sederhana seperti ini sering lebih menentukan daripada tools yang rumit.

Tanda Timeline Anda Tidak Realistis Dan Harus Direvisi

Ada beberapa tanda timeline perlu diperbaiki sebelum terlambat.

Konten belum siap tetapi desain dan development sudah berjalan. Feedback klien selalu terlambat. Banyak stakeholder memberi masukan tanpa PIC. Scope mulai bertambah. Vendor mengejar deadline dengan mengorbankan QA. Staging sering berubah tanpa catatan.

Jika tanda ini muncul, lebih baik revisi timeline dan kunci ulang milestone daripada memaksa proyek selesai dengan kualitas rendah.

Baca juga: Contoh Struktur Proposal Pembuatan Website Untuk Perusahaan.

Timeline Realistis Membuat Website Lebih Cepat Menghasilkan

Menyusun timeline proyek website yang realistis bukan soal memperlambat, tetapi soal mempercepat dengan cara yang benar. Ketika timeline jelas, tim anda tahu apa yang harus disiapkan, vendor tahu apa yang harus dikerjakan, revisi lebih terarah, dan website bisa live tepat waktu dengan kualitas yang layak dipakai untuk bisnis.

error: Content is protected !!