Pengaturan Bahasa Dan Audiens Yang Sering Terlewat
Pengaturan Bahasa Dan Audiens Yang Sering Terlewat. Banyak pengiklan Google Ads sudah disiplin mengatur keyword, menulis iklan, membuat landing page, bahkan memasang tracking. Tetapi masih ada dua pengaturan yang sering sekali terlewat dan diam diam memengaruhi kualitas hasil, yaitu bahasa dan audiens. Masalahnya, keduanya terlihat sederhana sehingga dianggap tidak penting. Padahal di beberapa akun, perbaikan kecil di pengaturan bahasa dan audiens bisa langsung mengubah kualitas trafik, menurunkan pemborosan, dan membuat lead lebih relevan.
Yang membuatnya tricky, bahasa di Google Ads bukan hanya soal bahasa iklan yang anda tulis. Bahasa berkaitan dengan bahasa antarmuka pengguna, preferensi bahasa perangkat, kebiasaan browsing, dan sinyal lain yang dipakai Google. Sementara audiens bukan hanya soal remarketing. Audiens bisa dipakai sebagai sinyal, bisa dipakai sebagai target, bisa dipakai sebagai filter, bahkan bisa menjadi penyebab iklan anda melebar terlalu jauh jika pengaturannya salah.
Di artikel ini saya akan membahas pengaturan bahasa dan audiens yang sering terlewat. Saya akan jelaskan cara kerja dasarnya, kesalahan yang paling sering terjadi, cara memilih bahasa untuk target Indonesia maupun global, cara mengelola audiens untuk Search, PMax, Display, Video, dan Demand Gen, serta cara membaca laporan agar anda tahu apakah setting anda sudah tepat.
Kenapa Bahasa Dan Audiens Bisa Menentukan Kualitas Lead
Banyak orang mengira jasa Google Ads hanya bekerja berdasarkan keyword. Ini benar untuk Search, tetapi tidak sepenuhnya. Bahkan pada Search, sinyal lain ikut memengaruhi.
Bahasa memengaruhi apakah iklan anda muncul kepada orang yang nyaman membaca pesan anda. Jika anda menarget bahasa yang terlalu luas, iklan bisa tampil ke pengguna yang kemungkinan tidak paham isi iklan atau tidak nyaman mengisi form dalam bahasa tersebut. Ini terlihat kecil, tetapi dampaknya nyata dalam conversion rate.
Audiens memengaruhi sinyal yang dipakai algoritma untuk menemukan orang yang paling mungkin konversi. Salah mengatur audiens bisa membuat iklan anda terlalu sempit sehingga volume turun, atau terlalu luas sehingga kualitas turun.
Jika anda ingin hasil stabil, anda harus memperlakukan bahasa dan audiens sebagai pengarah kualitas, bukan hanya pelengkap.
Memahami Apa Arti Pengaturan Bahasa Di Google Ads
Pengaturan bahasa di Google Ads sering disalahpahami. Banyak orang berpikir bahasa adalah bahasa yang sedang dipakai orang ketika mengetik keyword. Padahal pada Search, keyword tetap bisa dipicu meski pengguna mengetik dalam bahasa tertentu, selama pencocokan dan konteks memungkinkan.
Bahasa di Google Ads lebih dekat ke bahasa antarmuka pengguna, pengaturan browser, dan preferensi bahasa akun Google. Karena itu, seseorang yang berada di Indonesia bisa memiliki bahasa antarmuka Inggris. Mereka tetap bisa melihat iklan bahasa Indonesia jika anda menarget Indonesia, tetapi peluang munculnya iklan juga dipengaruhi pengaturan bahasa yang anda pilih.
Implikasinya seperti ini.
Jika anda hanya memilih bahasa Indonesia, anda bisa kehilangan sebagian audiens yang berada di Indonesia tetapi memakai bahasa antarmuka Inggris. Ini sering terjadi pada segmen profesional, expat, atau orang yang set perangkatnya bahasa Inggris.
Jika anda memilih terlalu banyak bahasa, iklan anda bisa menjangkau audiens yang tidak cocok dengan landing page anda. Misalnya anda menarget Indonesia, tetapi menambahkan bahasa lain yang tidak relevan, lalu trafik menjadi campur.
Karena itu, pemilihan bahasa sebaiknya mengikuti target pasar dan kesiapan aset anda. Aset yang saya maksud adalah copy iklan, landing page, CS, dan penawaran.
Kapan Harus Memilih Bahasa Indonesia Saja
Memilih bahasa Indonesia saja biasanya paling cocok jika.
Target anda mayoritas pengguna lokal yang memakai bahasa Indonesia
Landing page anda hanya tersedia dalam bahasa Indonesia
Tim CS atau sales anda hanya melayani komunikasi bahasa Indonesia
Anda ingin fokus efisiensi pada segmen lokal
Contoh bisnis yang sering cocok bahasa Indonesia saja.
Jasa lokal seperti klinik, bengkel, laundry, jasa renovasi rumah
Jasa B2C yang targetnya lokal
Produk yang mayoritas pembelinya lokal
Dalam kondisi ini, menambahkan bahasa Inggris kadang masih bisa masuk akal, terutama jika di kota besar banyak orang memakai perangkat bahasa Inggris. Tetapi jika anda ingin sangat ketat dan budget terbatas, bahasa Indonesia saja adalah opsi aman.
Kapan Harus Menambahkan Bahasa Inggris Untuk Target Indonesia
Menambahkan bahasa Inggris untuk target Indonesia bisa berguna jika.
Anda menarget segmen profesional yang sering memakai antarmuka Inggris
Anda menarget kota besar dan audiensnya lebih internasional
Anda menjual produk atau jasa dengan istilah yang sering dicari dalam bahasa Inggris
Anda siap melayani komunikasi minimal dalam bahasa Inggris dasar
Contoh bisnis yang sering diuntungkan dengan tambahan bahasa Inggris.
Software B2B, layanan IT, cybersecurity, managed services
Kursus profesional yang memang banyak istilah Inggris
Hotel, villa, dan travel di area wisata
Restoran dan layanan premium di kota besar
Tetapi ingat, menambahkan bahasa Inggris bukan berarti iklan anda harus Inggris. Anda tetap bisa menjalankan iklan bahasa Indonesia. Namun, jika pengguna antarmuka Inggris melihat iklan bahasa Indonesia, relevansi bisa sedikit turun untuk sebagian orang. Karena itu untuk segmen tertentu, lebih bagus menyiapkan variasi iklan berbahasa Inggris.
Saya biasanya memakai pendekatan bertahap.
Mulai dari Indonesia plus Inggris untuk menangkap segmen antarmuka Inggris
Lihat kualitas lead dan performa
Jika lead campur dan tidak cocok, pisahkan campaign dan uji iklan Inggris khusus
Dengan begitu, anda tidak mengorbankan performa utama.
Strategi Bahasa Untuk Target Global
Jika anda menarget negara seperti US, UK, Australia, Singapore, pemilihan bahasa harus lebih ketat.
Untuk US, UK, Australia, bahasa utama tentu Inggris. Tetapi ada segmen bahasa lain seperti Spanyol di US. Pertanyaannya, apakah anda siap melayani dalam bahasa itu dan apakah landing page mendukung. Jika tidak, fokus ke Inggris.
Untuk Singapore, banyak orang memakai Inggris sebagai bahasa utama, tetapi ada juga bahasa lain. Lagi lagi, pilih berdasarkan kesiapan aset dan target anda.
Yang sering terjadi, bisnis menarget banyak negara sekaligus dalam satu campaign, lalu memilih banyak bahasa. Ini membuat data campur dan sulit dikendalikan.
Untuk target global, saya sarankan.
Pisahkan campaign per negara atau per cluster negara
Gunakan bahasa yang relevan untuk cluster itu
Gunakan landing page yang sesuai bahasa dan penawaran
Ini membuat monitoring mudah dan kualitas lebih stabil.
Kesalahan Bahasa Yang Paling Sering Terjadi
Saya akan rangkum kesalahan yang paling sering saya temui.
Memilih banyak bahasa tanpa punya aset yang sesuai
Trafik masuk tetapi tidak nyaman, conversion rate turun.
Memilih satu bahasa terlalu sempit
Anda kehilangan segmen yang sebenarnya potensial.
Menjalankan iklan Inggris tetapi landing page Indonesia
Lead bingung dan trust turun.
Menjalankan iklan Indonesia tetapi target negara luar
CPC bisa terbuang karena orang tidak mengerti.
Solusinya selalu sama, selaraskan bahasa dengan target pasar dan kesiapan landing page serta tim anda.
Memahami Apa Itu Audiens Di Google Ads Dan Kenapa Sering Salah Pakai
Sekarang masuk ke audiens. Di Google Ads, audiens bisa berarti dua hal.
Audiens sebagai target
Artinya iklan hanya tampil kepada orang dalam audiens itu.
Audiens sebagai observasi
Artinya iklan tetap tampil ke semua orang yang memenuhi target lain, tetapi anda bisa melihat performa berdasarkan audiens dan memberi bid adjustment.
Banyak orang salah karena mengira menambahkan audiens di Search otomatis membuat targeting lebih pintar. Padahal, kalau anda set ke target, anda bisa membatasi Search terlalu ketat dan volume turun.
Untuk Search, pendekatan yang paling aman biasanya.
Tambahkan audiens sebagai observasi
Gunakan data untuk melihat segmen mana yang paling baik
Setelah yakin, barulah uji campaign terpisah yang menarget audiens tertentu
Ini membuat anda tidak kehilangan peluang high intent.
Audiens Yang Paling Sering Terlewat Tapi Sangat Berguna
Ada beberapa jenis audiens yang sering terlupakan.
Remarketing website visitors
Ini dasar tetapi sering tidak disiapkan sejak awal.
Customer list
Jika anda punya data pelanggan, ini sangat kuat untuk upsell dan retention.
Similar atau expanded audience
Bisa membantu prospecting, tetapi harus diuji dengan kontrol.
In market dan custom segments
Sangat berguna untuk Display, Video, Demand Gen.
Life events dan detailed demographics
Kadang berguna untuk industri tertentu, tetapi harus hati hati agar tidak melebar.
Jika anda menjalankan Search untuk leads, audiens paling penting sejak awal biasanya remarketing dan customer list. Karena keduanya membantu anda menangkap orang yang sudah punya kedekatan dengan brand anda.
Pengaturan Audiens Untuk Search Yang Sering Terlewat
Untuk Search, audiens bisa digunakan untuk tiga hal.
Observasi performa
Anda melihat apakah pengunjung website sebelumnya lebih sering konversi.
Bid adjustment untuk segmen tertentu
Misalnya anda menaikkan bid untuk remarketing karena mereka lebih siap konversi.
Membuat RLSA
Remarketing lists for search ads, yaitu Search yang menarget orang yang sudah pernah berinteraksi.
RLSA berguna jika.
Produk anda butuh pertimbangan
Siklus keputusan panjang
Anda ingin menaikkan kemungkinan konversi dengan fokus pada orang yang sudah kenal
Namun RLSA harus hati hati. Jika anda menarget hanya remarketing pada keyword yang sudah sempit, volume bisa sangat kecil. Lebih aman gunakan RLSA untuk keyword yang lebih luas agar tetap ada volume.
Pengaturan Audiens Untuk Display Yang Sering Membuat Boros
Untuk Display, audiens sangat menentukan kualitas. Display tanpa audiens yang tepat sering menghasilkan klik yang tidak berkualitas.
Pengaturan yang sering membuat boros.
Targeting terlalu luas tanpa batasan
Mengandalkan automatic targeting tanpa kontrol
Tidak mengecualikan placement buruk
Tidak membedakan prospecting dan remarketing
Pengaturan yang lebih aman.
Mulai dari remarketing
Gunakan custom segments berdasarkan keyword high intent
Gunakan in market segments yang relevan
Kontrol frequency jika tujuan anda leads agar tidak mengganggu
Display sebaiknya dipakai untuk peran yang jelas. Jika tujuan anda lead cepat, display prospecting harus diuji dengan budget kecil dan landing page yang sangat kuat.
Pengaturan Audiens Untuk Video Dan Demand Gen Yang Sering Dilupakan
Video dan Demand Gen sangat bergantung pada audiens.
Kesalahan umum.
Menarget terlalu luas karena ingin reach besar
Akhirnya view banyak tetapi tidak ada dampak
Tidak membuat custom segment dari keyword high intent
Padahal ini salah satu cara paling efektif untuk menjangkau audiens yang relevan
Tidak menggabungkan remarketing dengan prospecting
Padahal kombinasi ini membantu funnel
Pendekatan yang sering efektif.
Buat satu set campaign untuk prospecting dengan custom segment
Buat satu set untuk remarketing pengunjung website
Buat satu set untuk customer list jika ada
Untuk Demand Gen, aset visual dan copy sangat penting. Audiens yang tepat tanpa kreatif yang kuat tetap akan lemah.
Pengaturan Audiens Untuk Performance Max Yang Sering Disalahartikan
Pada PMax, audiens lebih banyak berperan sebagai sinyal, bukan sebagai pembatas keras. Banyak orang mengira menambahkan audiens berarti iklan hanya tampil ke audiens itu. Tidak selalu.
Apa yang perlu anda lakukan di PMax.
Pastikan sinyal audiens relevan dengan produk atau layanan
Masukkan customer list jika ada
Masukkan remarketing pengunjung website
Masukkan custom segment dari keyword high intent
Sinyal yang baik membantu PMax menemukan orang yang lebih cocok lebih cepat. Jika sinyal anda terlalu umum, PMax bisa melebar dan boros.
Cara Menyelaraskan Bahasa Dengan Audiens
Ini bagian yang sering dilupakan, bahasa dan audiens harus selaras.
Jika anda menarget audiens expat atau profesional internasional di Indonesia
Pertimbangkan menambahkan bahasa Inggris
Pertimbangkan iklan Inggris dan landing page yang mendukung
Jika anda menarget audiens lokal yang sangat spesifik
Bahasa Indonesia cukup
Audiens bisa fokus ke remarketing dan in market yang relevan
Jika anda menjalankan campaign global
Pisahkan bahasa per negara
Sesuaikan audiens dan pesan
Menyelaraskan ini membantu relevansi dan meningkatkan conversion rate.
Membaca Laporan Untuk Mengetahui Setting Bahasa Dan Audiens Sudah Tepat
Anda tidak perlu menebak. Ada beberapa indikator.
Untuk bahasa.
Lihat performa berdasarkan lokasi dan device
Jika anda menambahkan bahasa Inggris, lihat apakah lead quality berubah
Jika lead banyak dari segmen tertentu tapi kualitas rendah, evaluasi apakah bahasa membuat mismatch
Untuk audiens.
Lihat perbandingan conversion rate remarketing vs non remarketing
Lihat performa in market atau custom segment
Lihat apakah adding audience sebagai target membuat volume turun drastis
Cara paling praktis.
Mulai dari observasi dulu
Ambil keputusan setelah data cukup
Uji target audiens dalam campaign terpisah agar tidak merusak baseline
Dengan cara ini, anda punya kontrol.
Checklist Pengaturan Bahasa Dan Audiens Yang Sering Terlewat
Gunakan checklist ini sebelum campaign anda berjalan.
Bahasa dipilih sesuai target pasar dan kesiapan landing page
Jika target Indonesia pertimbangkan Indonesia plus Inggris untuk segmen tertentu
Jika target global pisahkan campaign per negara dan gunakan bahasa utama negara itu
Siapkan remarketing list sejak awal
Pasang tag dan pastikan audience size bisa terkumpul
Jika punya data pelanggan buat customer list
Gunakan untuk upsell, retention, dan sinyal
Untuk Search gunakan audiens sebagai observasi dulu
Jangan membatasi terlalu ketat kecuali anda memang sengaja
Untuk Display, Video, Demand Gen gunakan audiens yang jelas
Mulai dari remarketing lalu uji prospecting dengan custom segment
Untuk PMax gunakan sinyal audiens yang relevan
Customer list dan keyword based custom segment sering membantu
Review laporan audiens dan evaluasi kualitas lead
Ambil keputusan berdasarkan data dan hasil sales
Checklist ini membuat anda lebih disiplin dan mengurangi pemborosan yang sering tidak terlihat.
Baca juga: Panduan Membuat Negative Keyword List Sejak Hari Pertama.
Jika Anda Ingin Pengaturan Bahasa Dan Audiens Yang Lebih Rapi Untuk Hasil Stabil
Pengaturan bahasa dan audiens adalah dua hal yang sering tidak terlihat tetapi dampaknya terasa pada kualitas lead. Jika anda ingin hasil yang lebih stabil, lebih hemat, dan lebih mudah dimonitor, dua pengaturan ini harus dibereskan sejak awal, bukan setelah budget terlanjur habis.
Jika anda ingin saya bantu audit setting bahasa dan audiens, menyusun struktur campaign yang selaras dengan target pasar, menyiapkan remarketing dan customer list, serta menjalankan optimasi rutin agar kualitas lead meningkat, anda bisa lihat layanan di murtafidigital.com/jasa-google-ads/. Biasanya saya mulai dari audit struktur dan setting, lalu memetakan audiens yang paling potensial, dan memastikan bahasa iklan serta landing page nyambung dengan segmen yang ingin anda capai.
Dengan bahasa yang tepat dan audiens yang terarah, Google Ads anda tidak lagi mengandalkan keberuntungan. Anda membangun sistem yang lebih presisi, lebih hemat, dan lebih mudah dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis.