Cara Membagi Budget Harian Antar Campaign Secara Logis
Cara Membagi Budget Harian Antar Campaign Secara Logis. Salah satu penyebab Google Ads terasa boros bukan karena iklan anda jelek, tetapi karena budget harian dibagi tanpa logika yang jelas. Banyak akun memakai pola rata rata. Semua campaign diberi angka yang sama, atau mengikuti perasaan. Akibatnya campaign yang sebenarnya paling menguntungkan malah kekurangan budget, sementara campaign yang masih uji coba atau yang kualitas leadnya rendah justru menyerap biaya besar. Di sisi lain, ada campaign yang terlihat bagus tetapi sebenarnya menutup kebocoran campaign lain karena datanya tercampur dan alokasi budget tidak punya prioritas.
Membagi budget harian antar campaign secara logis artinya anda membuat sistem alokasi berdasarkan tujuan, peran campaign di funnel, margin atau nilai konversi, tingkat keyakinan data, dan kapasitas operasional tim. Dengan sistem ini, anda bisa menjaga stabilitas hasil tanpa harus menaikkan budget terus menerus. Anda juga lebih mudah menentukan mana yang boleh di scale, mana yang perlu ditahan, dan mana yang harus dipotong.
Di artikel ini saya akan membahas cara membagi budget harian antar campaign dengan pendekatan profesional jasa Google ads. Saya akan jelaskan cara memetakan peran campaign, cara menentukan prioritas, rumus sederhana untuk pembagian awal, cara menyesuaikan saat data mulai terkumpul, cara menghindari pemborosan dari campaign otomatis, serta contoh pembagian budget untuk beberapa jenis bisnis yang paling umum.
Kenapa Pembagian Budget Harian Itu Lebih Penting Dari Yang Banyak Orang Kira
Budget harian bukan hanya angka. Budget adalah sinyal.
Ketika anda memberi budget besar pada campaign tertentu, anda memberi ruang bagi campaign itu untuk mengumpulkan data, menangkap permintaan, dan menghabiskan impresi share yang lebih besar. Sebaliknya, ketika budget terlalu kecil, campaign bisa sering limited by budget. Ini membuat performa terlihat tidak stabil karena iklan tidak punya kesempatan konsisten untuk tampil di momen terbaik.
Budget juga memengaruhi perilaku sistem bidding otomatis. Bidding otomatis perlu ruang untuk bereksperimen. Jika budget terlalu sempit, sistem bisa sulit menemukan pola. Jika budget terlalu longgar pada campaign yang salah, pemborosan membesar.
Karena itu, pembagian budget harian adalah fondasi kontrol. Banyak masalah performa yang terlihat seperti masalah iklan atau keyword, sebenarnya bisa dipulihkan dengan alokasi budget yang benar.
Langkah Pertama Memetakan Peran Setiap Campaign
Sebelum membagi budget, anda harus tahu peran setiap campaign. Saya biasanya membagi peran seperti ini.
Campaign brand
Menangkap orang yang sudah mencari brand atau nama bisnis anda
Campaign non brand high intent
Menangkap orang yang siap membeli atau siap menghubungi
Campaign non brand mid intent
Menangkap orang yang membandingkan, mencari harga, atau mencari rekomendasi
Campaign prospecting awareness atau demand generation
Menjangkau orang yang cocok tetapi belum mencari
Campaign remarketing
Mengembalikan pengunjung yang belum konversi
Campaign eksperimen
Uji keyword baru, uji landing page, uji bidding baru, uji audiens baru
Kalau anda sudah memetakan peran, pembagian budget jadi lebih mudah karena anda tahu mana yang bertugas menghasilkan lead cepat dan mana yang bertugas mendukung funnel.
Prinsip Prioritas Dalam Pembagian Budget
Ada beberapa prinsip yang saya pakai agar pembagian budget logis.
Dahulukan campaign yang paling dekat ke konversi
Search non brand high intent biasanya masuk prioritas tinggi untuk bisnis jasa
Jaga campaign brand tetap hidup
Brand sering murah dan membantu menangkap demand yang sudah ada
Remarketing biasanya punya efisiensi tinggi
Tetapi volume terbatas, jadi budget jangan berlebihan
Campaign awareness atau demand gen penting, tetapi jangan menghabiskan porsi utama saat anda butuh lead cepat
Awareness sebaiknya bertahap dan punya metrik yang tepat
Campaign eksperimen harus dibatasi
Eksperimen perlu ruang, tetapi harus punya batas agar tidak merusak baseline
Prioritas ini membantu anda membuat struktur budget yang aman dan terukur.
Memahami Perbedaan Budget Harian Dan Pengeluaran Nyata
Satu hal yang sering mengejutkan pemilik bisnis, Google Ads bisa menghabiskan lebih dari budget harian pada hari tertentu. Ini normal karena sistem memperhitungkan rata rata bulanan.
Intinya, budget harian adalah batas rata rata, bukan batas keras harian. Karena itu, pembagian budget harus mempertimbangkan bahwa fluktuasi harian bisa terjadi. Jika anda tidak siap fluktuasi, anda harus mengatur dengan lebih ketat melalui strategi lain seperti pembatasan jadwal, target CPA, atau pengaturan bid.
Namun untuk pembagian antar campaign, fokus utamanya adalah memastikan porsi dana mengalir ke campaign yang tepat.
Rumus Sederhana Untuk Pembagian Budget Awal
Kalau anda baru mulai atau sedang merapikan akun, saya sarankan pembagian awal yang sederhana dulu, lalu disesuaikan setelah data terkumpul.
Untuk bisnis jasa yang fokus lead.
Brand
10 persen
Non brand high intent
50 sampai 60 persen
Non brand mid intent
15 sampai 20 persen
Remarketing
10 sampai 15 persen
Eksperimen
5 sampai 10 persen
Ini bukan angka saklek, tetapi titik awal yang sering aman.
Untuk e commerce yang fokus penjualan.
PMax atau shopping
50 sampai 70 persen
Search high intent untuk produk bernilai tinggi
15 sampai 25 persen
Brand
5 sampai 10 persen
Remarketing
5 sampai 10 persen
Eksperimen
5 persen
Untuk B2B siklus panjang.
Search high intent
40 sampai 55 persen
Brand
10 persen
Remarketing
10 sampai 15 persen
Demand gen atau video untuk edukasi
15 sampai 25 persen
Eksperimen
5 persen
Dengan rumus ini, anda punya struktur budget yang logis sejak awal, tanpa harus menebak.
Menentukan Budget Minimum Agar Campaign Bisa Belajar
Budget yang terlalu kecil bisa membuat campaign tidak pernah stabil. Untuk menentukan budget minimum, anda bisa pakai pendekatan sederhana.
Tentukan target biaya per lead atau biaya per transaksi yang realistis
Kalikan dengan jumlah konversi yang ingin anda capai per hari atau per minggu
Contoh bisnis jasa.
Jika target biaya per lead anda 100 ribu dan anda ingin 10 lead per minggu, berarti anda perlu ruang biaya sekitar 1 juta per minggu untuk campaign yang bertugas menghasilkan lead. Lalu anda bagi per hari dan bagi antar campaign berdasarkan prioritas.
Untuk bidding otomatis, banyak praktisi memakai patokan minimal beberapa kali target CPA per hari agar algoritma punya ruang. Tetapi daripada terpaku pada angka patokan, lebih baik gunakan logika volume.
Jika campaign hanya dapat 1 konversi per bulan, anda tidak bisa mengharapkan optimasi otomatis bekerja maksimal. Dalam kasus ini, lebih baik fokus pada campaign lebih sedikit dan budget lebih terkonsentrasi.
Menggunakan Data Untuk Menggeser Budget Secara Logis
Setelah 2 sampai 4 minggu, anda akan punya data. Di sini banyak orang salah langkah karena menggeser budget hanya berdasarkan CPA murah.
Anda perlu melihat tiga hal.
Biaya per konversi atau CPA
Volume konversi
Kualitas lead atau nilai transaksi
Jika anda bisnis jasa, kualitas lead adalah kunci. Ada campaign yang CPA nya lebih mahal tetapi closing rate jauh lebih tinggi. Secara profit, campaign ini lebih baik.
Jika anda e commerce, lihat value dan ROAS, bukan hanya CPA. Produk margin tinggi bisa layak diberi budget lebih meski CPA sedikit lebih tinggi.
Aturan praktis untuk menggeser budget.
Tambah budget pada campaign yang memenuhi dua syarat
Volume konversi cukup
Kualitas konversi bagus
Kurangi budget pada campaign yang memenuhi dua syarat
Biaya tinggi
Kualitas rendah atau tidak ada konversi sama sekali
Jika hasil belum jelas, jangan ubah besar. Ubah bertahap agar anda bisa melihat efek perubahan.
Menghindari Budget Tersedot Oleh Campaign Yang Salah
Ada beberapa jenis campaign yang sering menyedot budget jika tidak dikontrol.
Campaign broad tanpa negative keyword kuat
Search terms melebar, klik banyak, konversi rendah
Campaign display prospecting tanpa audiens ketat
Jangkauan luas tetapi intent rendah
PMax tanpa sinyal dan tracking yang rapi
Bisa menghabiskan budget pada inventory yang tidak memberikan kualitas yang anda harapkan
Campaign eksperimen tanpa batas
Test berjalan terus dan tidak pernah dievaluasi
Solusinya ada pada pembagian budget yang disiplin.
Tetapkan porsi maksimum untuk eksperimen
Berikan budget lebih besar pada campaign core
Pisahkan brand dan non brand
Pantau limited by budget pada campaign yang paling penting, bukan pada campaign yang hanya ramai klik
Strategi Alokasi Budget Berdasarkan Struktur Brand Dan Non Brand
Banyak akun mencampur brand dan non brand, lalu budget tidak bisa dibaca. Saya sarankan memisahkan.
Campaign brand biasanya efisien dan menjaga demand
Budgetnya tidak perlu besar, tetapi harus stabil
Campaign non brand adalah mesin pertumbuhan
Di sinilah biasanya budget utama ditempatkan
Jika anda ingin scale, jangan buru buru menaikkan budget brand. Fokus ke non brand dan perbaiki relevansi, landing page, serta search terms.
Strategi Alokasi Budget Untuk Multi Lokasi
Jika anda melayani banyak kota, pembagian budget harus mengikuti performa kota.
Ada dua pendekatan.
Satu campaign multi lokasi dengan pembagian budget internal melalui bid adjustment
Ini lebih simpel tetapi kontrol terbatas
Campaign terpisah per kota atau cluster kota
Ini memberi kontrol budget yang lebih baik
Jika anda ingin membagi budget harian secara logis per kota, campaign terpisah lebih mudah.
Contoh.
Jakarta punya CPC tinggi tetapi volume besar
Depok Bekasi punya CPC lebih rendah tetapi volume sedang
Tangerang punya performa bagus
Dengan campaign terpisah, anda bisa memberi porsi budget sesuai data, bukan rata.
Cara Mengatur Budget Untuk Remarketing Agar Tidak Berlebihan
Remarketing sering terlihat sangat efisien. Tetapi banyak orang memberi budget besar, lalu remarketing tidak menghabiskannya atau justru memperlihatkan iklan terlalu sering.
Remarketing punya batas alami, yaitu ukuran audiens. Karena itu budget remarketing harus mengikuti ukuran audiens dan frekuensi yang sehat.
Aturan praktis.
Mulai dari budget kecil hingga sedang
Pantau frekuensi dan konversi
Jika remarketing sering limited karena budget, naikkan
Jika remarketing tidak menghabiskan budget, tidak perlu dipaksa naik
Remarketing seharusnya menjadi pelengkap yang efisien, bukan penyedot budget.
Cara Mengatur Budget Untuk Eksperimen Agar Aman
Eksperimen itu wajib jika anda ingin berkembang, tetapi harus ada pagar.
Saya sarankan porsi eksperimen 5 sampai 10 persen dari total budget harian. Ini cukup untuk menguji tanpa mengganggu baseline.
Buat campaign khusus test
Beri label test di nama campaign
Tetapkan batas waktu evaluasi misalnya 2 minggu
Jika hasil bagus, pindahkan ke core dan naikkan budget
Jika hasil buruk, matikan atau ubah
Dengan sistem ini, eksperimen menjadi proses, bukan kebiasaan membakar uang.
Kapan Anda Perlu Memindahkan Budget Antar Campaign Daripada Menambah Total Budget
Banyak bisnis ketika ingin hasil naik, langsung menaikkan total budget. Padahal yang sering dibutuhkan adalah realokasi.
Lakukan realokasi jika.
Ada campaign yang consistently boros
Ada campaign yang consistently menguntungkan tetapi limited by budget
Ada perubahan fokus produk atau layanan
Ada perubahan musim atau tren
Realokasi lebih aman daripada menaikkan total budget karena anda memindahkan dana dari yang tidak efektif ke yang efektif.
Menentukan Porsi Budget Berdasarkan Tahap Funnel
Funnel membantu anda menempatkan budget sesuai tujuan.
Jika tujuan anda lead cepat
Fokus 70 sampai 80 persen pada bottom funnel seperti Search high intent dan brand
Sisanya untuk remarketing dan uji demand
Jika tujuan anda pertumbuhan jangka panjang
Anda bisa menambah porsi mid funnel dan top funnel
Misalnya 20 sampai 30 persen untuk demand gen atau video
Jika anda ingin keseimbangan
Buat baseline yang stabil di bottom funnel
Tambahkan porsi kecil untuk membangun permintaan
Jangan memaksakan funnel besar jika bisnis anda belum siap menangani volume.
Contoh Pembagian Budget Harian Untuk Bisnis Jasa Lokal
Misalnya total budget harian 1 juta.
Brand
100 ribu
Search non brand high intent
600 ribu
Search mid intent harga dan rekomendasi
150 ribu
Remarketing
100 ribu
Eksperimen
50 ribu
Lalu setelah dua minggu, anda lihat.
Jika mid intent menghasilkan lead berkualitas, anda bisa naikkan ke 200 ribu dan potong eksperimen sementara. Jika remarketing tidak menghabiskan budget, turunkan menjadi 70 ribu dan pindahkan ke high intent.
Contoh Pembagian Budget Harian Untuk E Commerce
Misalnya total budget harian 2 juta.
PMax dengan feed produk
1,2 juta
Search keyword produk hero
400 ribu
Brand
150 ribu
Remarketing
150 ribu
Eksperimen
100 ribu
Jika PMax mulai mendominasi brand, anda bisa menyesuaikan struktur agar data lebih bersih. Jika Search produk hero punya ROAS tinggi tetapi sering limited, naikkan budgetnya dan turunkan eksperimen.
Contoh Pembagian Budget Harian Untuk B2B
Misalnya total budget harian 1,5 juta.
Search high intent
750 ribu
Brand
150 ribu
Remarketing
200 ribu
Demand gen atau video edukasi
300 ribu
Eksperimen
100 ribu
B2B butuh edukasi, tetapi jangan membuat edukasi menyedot porsi terbesar jika pipeline anda masih bergantung pada lead langsung.
Menggabungkan Pembagian Budget Dengan Jadwal Tayang
Budget harian dan jadwal tayang saling berpengaruh. Jika anda hanya tayang pada jam tertentu, budget harian efektif anda akan terkonsentrasi pada jam itu.
Ini bagus untuk lead jika jam itu memang jam terbaik, tetapi bisa membuat CPC naik karena kompetisi jam tersebut padat.
Solusinya.
Jika anda membatasi jam tayang, pastikan budget cukup untuk jam tersebut
Jika budget habis terlalu cepat, pilih antara menambah budget atau memperketat keyword dan negative
Anda juga bisa memperluas jam sedikit untuk memberi ruang distribusi
Pembagian budget yang logis harus mempertimbangkan jadwal tayang.
Rutinitas Mingguan Untuk Menjaga Pembagian Budget Tetap Sehat
Pembagian budget bukan sekali set lalu selesai. Anda butuh rutinitas.
Mingguan.
Cek campaign mana yang limited by budget dan apakah itu campaign prioritas
Cek campaign mana yang menghabiskan budget tanpa konversi
Cek perubahan tren search terms dan kualitas lead
Realokasi kecil 10 sampai 20 persen jika diperlukan
Bulanan.
Review porsi funnel
Review peran campaign
Tentukan apakah ada campaign baru yang perlu dibuat untuk produk prioritas
Tentukan apakah ada campaign yang harus dipangkas
Dengan rutinitas ini, budget anda tidak akan mengalir berdasarkan kebiasaan lama, tetapi berdasarkan performa terbaru.
Kesalahan Umum Dalam Membagi Budget Harian
Saya rangkum kesalahan yang perlu anda hindari.
Membagi rata tanpa mempertimbangkan peran campaign
Memberi budget besar pada eksperimen
Mengabaikan brand campaign
Tidak memisahkan brand dan non brand
Mengejar CPA murah tanpa melihat kualitas lead
Mengubah budget terlalu sering dan terlalu besar
Tidak mempertimbangkan kapasitas tim follow up
Jika anda menghindari kesalahan ini, alokasi budget anda akan jauh lebih stabil.
Baca juga: Struktur Account Untuk Banyak Produk Tanpa Membuat Kampanye Gemuk.
Checklist Praktis Membagi Budget Harian Antar Campaign
Sebelum anda set budget, cek ini.
Peran setiap campaign jelas
Brand dan non brand dipisah
Ada campaign core dan campaign test
Porsi budget mengikuti kedekatan ke konversi
Budget minimum cukup agar data terkumpul
Remarketing tidak diberi budget berlebihan
Ada ruang kecil untuk eksperimen
Perubahan budget dilakukan bertahap
Kualitas lead divalidasi oleh sales atau data transaksi
Checklist ini membuat pembagian budget anda lebih rasional.
Baca juga: Pengaturan Bahasa Dan Audiens Yang Sering Terlewat.
Jika Anda Ingin Pembagian Budget Yang Lebih Presisi Dan Hasil Lebih Stabil
Membagi budget harian antar campaign secara logis adalah langkah paling cepat untuk mengubah akun dari terasa acak menjadi terasa terkontrol. Anda bisa mengarahkan dana ke campaign yang benar benar menghasilkan, menahan pemborosan, dan membangun sistem optimasi yang mudah dimonitor.
Jika anda ingin saya bantu menyusun struktur campaign, memetakan peran funnel, menentukan porsi budget yang sesuai dengan margin dan target biaya, serta menjalankan optimasi rutin agar hasil lebih stabil, anda bisa lihat layanan di murtafidigital.com/jasa-google-ads/. Saya biasanya mulai dari audit performa per campaign, identifikasi kebocoran budget, lalu membuat rencana alokasi yang realistis sesuai kapasitas tim dan target bisnis.
Dengan pembagian budget yang tepat, anda tidak lagi mengandalkan keberuntungan. Anda menjalankan Google Ads dengan sistem yang jelas, mudah dievaluasi, dan bisa ditingkatkan tanpa membuat biaya ikut melonjak tanpa kendali.