Setting Conversion Goal Yang Benar Untuk Lead Form Dan Telepon
Setting Conversion Goal Yang Benar Untuk Lead Form Dan Telepon. Banyak akun Google Ads terlihat sudah rapi. Campaign tertata, keyword masuk akal, iklan sudah bagus, landing page meyakinkan. Tetapi hasilnya tetap tidak stabil, biaya per lead naik turun, dan kualitas lead sering tidak sesuai harapan. Dalam banyak kasus, akar masalahnya bukan pada iklan, tetapi pada conversion goal yang salah. Anda mengoptimasi untuk hal yang bukan lead sesungguhnya. Sistem Google Ads bekerja sesuai sinyal yang anda berikan. Kalau sinyalnya keliru, hasilnya pun keliru.
Untuk bisnis yang mengandalkan lead, dua sumber konversi paling umum adalah lead form dan telepon. Keduanya punya cara tracking yang berbeda, risiko kesalahan yang berbeda, serta cara mengatur goal yang berbeda. Jika anda salah set conversion untuk form, anda bisa menganggap klik tombol sebagai lead padahal tidak ada yang submit. Jika anda salah set conversion telepon, anda bisa menganggap semua panggilan sebagai lead padahal banyak yang tidak terhubung atau hanya tanya tanya.
Di artikel ini saya akan jelaskan cara setting conversion goal yang benar untuk lead form dan telepon dengan pendekatan profesional jasa Google ads. Kita akan bahas konsep dasar goal, perbedaan primary dan secondary, cara menentukan event yang benar, cara menghindari double counting, cara mengukur kualitas lead, cara mengatur call conversion yang lebih valid, serta cara memastikan data yang masuk ke Google Ads benar benar mewakili peluang bisnis.
Kenapa Conversion Goal Menentukan Kualitas Optimasi
Google Ads tidak membaca niat bisnis anda. Google Ads membaca data. Ketika anda memilih strategi bidding seperti maximize conversions atau target CPA, sistem akan mencari orang yang paling mungkin menghasilkan conversion sesuai definisi yang anda set. Jadi definisi conversion adalah kontrak. Anda bilang ke Google, ini yang saya anggap sukses. Google akan mengejar itu.
Kalau anda mendefinisikan sukses sebagai page view, Google akan mengejar page view. Kalau anda mendefinisikan sukses sebagai klik tombol WhatsApp, Google akan mengejar klik tombol itu, termasuk dari orang yang tidak serius. Kalau anda mendefinisikan sukses sebagai panggilan yang hanya 5 detik, Google akan mengejar panggilan 5 detik.
Karena itu, setting conversion goal yang benar bukan sekadar teknis. Ini adalah fondasi kualitas lead.
Memahami Jenis Konversi Lead Yang Sering Dipakai
Untuk lead form dan telepon, konversi yang paling umum adalah.
Form submit dari landing page
Call dari ekstensi iklan atau call ads
Call dari landing page menggunakan nomor telepon yang ditampilkan
Klik WhatsApp atau chat yang dianggap lead
Booking jadwal jika ada sistem booking
Dalam artikel ini saya fokus pada dua yang paling sering dipakai dan paling sering salah set.
Form submit
Telepon
Keduanya perlu diperlakukan berbeda karena karakter datanya berbeda.
Menentukan Apa Yang Anda Anggap Lead Valid
Sebelum mengatur tracking, tentukan definisi lead valid di bisnis anda. Ini sering dilupakan.
Contoh definisi lead valid untuk jasa.
Form submit yang mengisi nama dan nomor telepon valid
Panggilan yang terhubung minimal 30 detik
Panggilan yang menghasilkan percakapan dengan intent layanan
Lead yang masuk WhatsApp dan membalas pertanyaan kualifikasi
Definisi ini penting untuk memilih event dan threshold.
Jika anda menerima banyak spam form, anda perlu memfilter event agar konversi yang dihitung lebih berkualitas. Jika anda menerima banyak missed call atau panggilan pendek, anda perlu set threshold durasi panggilan.
Tanpa definisi lead valid, tracking anda akan menjadi angka yang menipu.
Prinsip Dasar Conversion Goal Di Google Ads
Ada beberapa prinsip yang harus anda pegang.
Jangan jadikan micro action sebagai primary conversion
Micro action adalah tindakan kecil seperti scroll, klik tombol, atau view halaman. Ini boleh diukur, tetapi jangan dijadikan tujuan utama optimasi.
Primary conversions harus mewakili lead nyata
Form submit atau call yang terhubung dan cukup durasi
Secondary conversions untuk analisis
Misalnya klik tombol telepon, klik WhatsApp, view halaman kontak
Pisahkan goal berdasarkan funnel
Jika anda punya beberapa jenis lead, anda bisa membuat goal set untuk tiap campaign agar optimasi tidak tercampur.
Ini membuat anda bisa melihat data micro tanpa membuat algoritma mengejar yang salah.
Setting Conversion Untuk Lead Form Yang Benar
Sekarang masuk ke form.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menghitung klik tombol submit sebagai konversi, bukan submit yang benar benar berhasil. Ada juga yang menghitung view halaman thank you tetapi halaman itu bisa diakses langsung, sehingga bisa menambah konversi palsu. Ada juga yang double count karena event dikirim dari dua tempat sekaligus.
Pendekatan yang saya sarankan adalah memilih satu sumber kebenaran.
Satu event untuk form submit yang sukses
Dikirim hanya ketika form benar benar terkirim dan pengguna mendapat status sukses
Ada beberapa cara umum untuk melakukannya, tergantung struktur website anda.
Metode halaman thank you yang unik
Form submit mengarah ke halaman sukses yang tidak mudah diakses dan tidak diindeks
Konversi diukur dari page view halaman sukses
Metode event submit
Form menggunakan event tracking yang mengirim event ketika submit sukses
Konversi diukur dari event tersebut
Metode server side atau CRM event
Konversi dikirim saat lead benar benar tersimpan di sistem atau CRM
Untuk kebanyakan bisnis yang memakai landing page sederhana, halaman thank you unik atau event submit sudah cukup.
Membuat Halaman Thank You Yang Aman Untuk Tracking
Jika anda memilih metode halaman thank you, pastikan halaman itu aman dari konversi palsu.
Gunakan URL yang spesifik dan tidak umum
Contoh terima kasih form sukses dengan parameter unik
Jangan tampilkan halaman sukses dengan kondisi yang mudah dipanggil tanpa submit
Jangan buat halaman sukses yang bisa diakses dari menu
Blok indexing jika perlu
Agar tidak muncul di pencarian
Pastikan redirect hanya terjadi setelah submit sukses
Bukan setelah klik tombol
Dengan cara ini, page view halaman thank you adalah sinyal yang cukup bersih.
Menggunakan Event Tracking Untuk Form Submit
Jika anda menggunakan Google Tag Manager atau tag langsung, event tracking lebih fleksibel.
Prinsipnya sama.
Event hanya dipicu ketika submit sukses
Bukan ketika tombol diklik
Jika form anda memakai validasi dan menampilkan pesan error, event jangan dikirim saat error.
Jika form anda memakai ajax, pastikan event dikirim setelah ada response sukses.
Nama event harus konsisten
Misalnya lead_form_submit
Kemudian event ini dijadikan conversion action di Google Ads.
Kelebihan event tracking adalah anda tidak perlu halaman thank you dan anda bisa memasang konversi pada banyak form sekaligus.
Menghindari Double Counting Pada Lead Form
Double counting adalah masalah serius. Anda merasa lead banyak, padahal yang dihitung dua kali.
Penyebab paling umum.
Anda mengukur halaman thank you dan juga event submit sekaligus sebagai primary
Anda memasang tag Google Ads conversion dan GA4 event yang keduanya diimpor sebagai conversion
Anda punya dua tag yang sama terpasang di halaman
Cara mencegahnya.
Pilih satu event utama sebagai primary untuk form submit
Yang lain jadikan secondary atau matikan
Audit tag yang berjalan agar tidak ada duplikasi
Jika anda ingin mengukur beberapa langkah seperti klik tombol dan submit sukses, boleh, tetapi bedakan. Klik tombol sebagai secondary, submit sukses sebagai primary.
Mengatur Value Dan Counting Untuk Lead Form
Banyak bisnis lead based tidak mengatur value, padahal value membantu optimasi saat anda punya beberapa jenis lead.
Ada dua pendekatan.
Value statis
Setiap lead form dianggap punya nilai yang sama
Value dinamis berdasarkan jenis layanan
Lead untuk layanan premium punya value lebih tinggi
Lead untuk layanan kecil punya value lebih rendah
Jika anda belum punya data, value statis tidak masalah. Tetapi setidaknya atur counting dengan benar.
Untuk lead form, biasanya counting one lebih aman
Artinya satu konversi per klik untuk mencegah satu orang yang submit berkali kali dihitung berkali kali.
Namun, jika bisnis anda memang menerima pembelian berulang dalam satu sesi, itu berbeda. Untuk lead form jasa, one biasanya lebih logis.
Setting Conversion Untuk Telepon Yang Benar
Sekarang telepon. Tracking telepon sering terlihat mudah tetapi sebenarnya banyak jebakan.
Ada beberapa sumber panggilan di Google Ads.
Call dari ekstensi telepon di iklan
Call dari call ads
Call dari nomor di landing page
Masing masing punya cara tracking yang berbeda.
Yang paling umum.
Google Ads call reporting untuk call extension dan call ads
Website call conversion menggunakan forwarding number untuk panggilan dari situs
Agar goal telepon valid, anda harus menentukan apa yang dianggap panggilan berkualitas.
Minimal durasi panggilan
Misalnya 30 detik atau 60 detik
Kenapa durasi penting. Banyak panggilan pendek adalah salah sambung, tanya alamat, atau telepon yang tidak terangkat.
Jika anda menghitung semua panggilan tanpa durasi minimum, anda akan memberi sinyal salah.
Mengatur Call Conversion Dengan Threshold Durasi
Ini langkah yang paling sering memperbaiki kualitas data.
Tentukan durasi minimum yang masuk akal
Untuk jasa biasanya 30 sampai 60 detik
Untuk layanan yang lebih kompleks bisa 90 detik
Durasi ideal tergantung bisnis anda.
Jika anda sering menerima lead yang langsung tanya harga dan cepat, 30 detik mungkin cukup. Jika anda menjual layanan B2B, 60 sampai 90 detik lebih masuk akal.
Tujuan durasi bukan membuat angka kecil, tetapi membuat sinyal lebih berkualitas.
Setelah durasi ditentukan, jadikan call conversion ini sebagai primary.
Membedaakan Call Extension Dan Call Dari Website
Panggilan dari call extension dan panggilan dari website punya perbedaan.
Call extension biasanya terjadi dari orang yang siap bicara
Call dari website bisa terjadi setelah mereka membaca
Anda perlu mengukur keduanya, tetapi jangan mencampur tanpa tahu kontribusinya.
Jika call extension menghasilkan lead terbaik, anda bisa memberi porsi budget dan jadwal tayang yang lebih sesuai untuk call. Misalnya jam kerja ketika telepon bisa diangkat.
Jika call dari website lebih dominan, anda harus fokus pada landing page dan tombol call yang jelas.
Tetapi dari sisi conversion goal, keduanya bisa sama sama primary jika memang sama sama lead valid. Yang penting, threshold durasinya diterapkan dan tidak double count.
Menghindari Double Counting Pada Telepon
Double counting telepon sering terjadi pada dua situasi.
Pertama, panggilan dari iklan dihitung, lalu panggilan yang sama dari website juga dihitung karena pengguna kembali dan klik nomor.
Kedua, anda mengimpor event call dari GA4 dan juga memakai call reporting Google Ads.
Cara menghindarinya.
Pisahkan jenis panggilan berdasarkan sumber
Pilih yang paling penting sebagai primary jika anda ingin fokus
Pastikan tidak ada dua conversion action yang menghitung hal yang sama
Saya biasanya membuat dua conversion actions.
Calls from ads
Calls from website
Keduanya primary jika bisnis benar benar mengandalkan telepon. Tetapi pastikan setting counting dan threshold jelas.
Menyelaraskan Jadwal Tayang Dengan Conversion Telepon
Ini bagian strategi yang sering terlewat. Anda bisa punya tracking telepon yang benar, tetapi kalau iklan tayang saat tidak ada yang bisa angkat, hasilnya turun.
Jika tujuan utama anda telepon, lakukan ini.
Batasi jadwal tayang call ads dan extension sesuai jam operasional
Gunakan bid adjustment untuk jam jam ketika call rate tinggi
Pastikan nomor aktif dan ada tim yang merespon
Banyak bisnis mengeluh lead telepon sedikit, padahal iklan tayang banyak di malam hari ketika telepon tidak diangkat. Akhirnya conversion rate call turun dan algoritma belajar sinyal yang buruk.
Menentukan Primary Dan Secondary Conversion Untuk Form Dan Telepon
Sekarang kita gabungkan keduanya.
Untuk bisnis lead based, struktur yang sering paling sehat.
Primary conversions.
Form submit sukses
Call dari iklan dengan durasi minimum
Call dari website dengan durasi minimum
Secondary conversions.
Klik tombol WhatsApp
Klik tombol call tanpa durasi
View halaman kontak
Scroll tertentu
Klik map
Dengan struktur ini, optimasi fokus pada lead nyata, sementara anda tetap punya data perilaku untuk analisis.
Jika anda ingin lebih fokus, anda bisa memilih satu goal utama per campaign.
Campaign yang fokus telepon
Primary hanya call conversions
Campaign yang fokus form
Primary hanya form submit
Ini membuat mesin optimasi lebih tajam karena goal tidak tercampur.
Mengatur Conversion Goal Set Agar Campaign Tidak Saling Mengganggu
Banyak akun punya beberapa jenis campaign. Jika semua campaign mengejar semua jenis konversi, hasil bisa kurang fokus.
Contoh.
Campaign brand bisa mengejar telepon dan form
Campaign non brand high intent bisa fokus form
Campaign call ads bisa fokus telepon saja
Dengan goal set, anda bisa mengarahkan tiap campaign mengejar konversi yang paling logis untuk perannya.
Ini juga membantu anda ketika anda ingin menguji strategi baru tanpa mengganggu baseline.
Mengukur Kualitas Lead Bukan Hanya Jumlah Conversion
Setting conversion goal yang benar tidak berhenti di tracking. Anda harus memvalidasi kualitas lead.
Cara praktis.
Hubungkan data dengan CRM jika ada
Jika belum ada CRM, buat spreadsheet sederhana
Catat sumber lead
Form atau telepon
Campaign yang memicu lead
Status lead valid atau tidak
Status follow up
Hasil akhir
Dari sini anda bisa menilai apakah conversion tracking anda benar.
Jika banyak konversi tetapi banyak lead tidak valid, ada dua kemungkinan.
Tracking terlalu longgar
Atau targeting terlalu luas
Anda perbaiki dari sisi conversion dulu karena itu fondasi.
Tanda Conversion Goal Anda Salah Dan Harus Dibenahi
Ada beberapa tanda yang sering muncul.
Konversi naik drastis tetapi lead nyata tidak naik
Banyak konversi dari jam jam aneh ketika tidak ada yang respon
Banyak call conversion tetapi durasinya sangat pendek
Banyak form conversion tetapi data kontak banyak yang kosong atau spam
CPA terlihat bagus tetapi kualitas lead buruk
Perubahan strategi bidding membuat hasil makin tidak stabil
Jika anda melihat tanda ini, audit conversion action dulu sebelum mengubah banyak hal lain.
Checklist Setting Conversion Goal Untuk Lead Form Dan Telepon
Agar anda bisa menerapkan dengan cepat, gunakan checklist ini.
Definisikan lead valid untuk form dan telepon
Pilih satu metode tracking form yang paling bersih
Pastikan event form hanya dipicu saat submit sukses
Hindari double counting antara tag dan impor analytics
Set form submit sebagai primary conversion
Atur counting untuk form biasanya one
Untuk telepon buat conversion action terpisah untuk iklan dan website
Aktifkan call reporting dan set durasi minimum
Set call conversions sebagai primary jika telepon penting
Atur jadwal tayang agar call terjadi saat bisa diangkat
Tetapkan secondary conversions untuk micro actions
Validasi kualitas lead dengan data sales minimal mingguan
Checklist ini memastikan sinyal optimasi anda bersih.
Baca juga: Menentukan Target Lokasi Jakarta Dan Sekitarnya Di Google Ads.
Jika Anda Ingin Tracking Lead Form Dan Telepon Yang Lebih Rapi Dan Siap Dioptimasi
Google Ads bisa menghasilkan lead yang stabil jika anda memberi sinyal konversi yang benar. Banyak akun sudah punya budget dan trafik, tetapi tidak pernah mencapai efisiensi terbaik karena conversion goal yang salah. Ketika form submit dan telepon dilacak dengan benar, optimasi menjadi lebih masuk akal, bidding otomatis lebih efektif, dan kualitas lead biasanya meningkat.
Jika anda ingin saya bantu audit setting conversion goal, memastikan tracking form dan call tidak double count, menentukan threshold durasi telepon yang sesuai, serta menyusun struktur goal per campaign agar optimasi lebih fokus, anda bisa lihat layanan di murtafidigital.com/jasa-google-ads/. Saya biasanya mulai dari audit conversion actions yang aktif, uji jalur form dan call, lalu merapikan goal supaya data yang masuk benar benar mewakili lead nyata.
Dengan conversion goal yang benar, anda tidak lagi mengejar angka yang menipu. Anda mengejar lead yang bisa ditangani, diukur, dan ditingkatkan secara konsisten.