Memisahkan Brand Dan Non Brand Untuk Kontrol Biaya

Memisahkan Brand Dan Non Brand Untuk Kontrol Biaya. Salah satu cara paling cepat membuat Google Ads lebih terkontrol adalah memisahkan campaign brand dan non brand. Banyak akun terlihat boros bukan karena iklannya jelek, tetapi karena struktur campaign mencampur dua jenis niat pencarian yang sangat berbeda. Orang yang mencari nama brand anda sudah punya niat tinggi dan sudah mengenal anda. Orang yang mencari kata kunci generik belum kenal, masih membandingkan, dan butuh alasan untuk percaya. Ketika dua trafik ini digabung, laporan terlihat kabur. CPC terlihat naik turun tanpa pola, conversion rate terlihat tidak stabil, dan anda sulit menentukan budget dengan logis.

Memisahkan brand dan non brand memberi anda tiga keuntungan besar. Kontrol biaya menjadi lebih jelas, data lebih bersih untuk optimasi, dan strategi pesan iklan bisa disesuaikan dengan tahap niat calon pelanggan. Anda juga bisa melindungi brand dari kompetitor tanpa mengorbankan budget untuk akuisisi pelanggan baru menggunakan jasa Google ads.

Di artikel ini saya akan membahas cara memisahkan brand dan non brand secara rapi, kapan brand campaign wajib, bagaimana menghindari kanibalisasi, bagaimana mengatur bidding dan budget, bagaimana menulis iklan yang tepat untuk masing masing, serta SOP monitoring agar biaya tetap efisien.

Memahami Perbedaan Brand Dan Non Brand Dari Sudut Niat Pencarian

Brand search adalah pencarian yang menyebut nama brand anda atau variasinya. Contohnya nama perusahaan, nama layanan plus brand, atau domain.

Non brand search adalah pencarian yang tidak menyebut brand anda. Biasanya berupa layanan atau produk generik, lokasi, masalah yang ingin diselesaikan, dan kata kunci pembanding.

Perbedaannya besar.

Brand search biasanya punya CPC lebih murah dan conversion rate lebih tinggi
Non brand search biasanya lebih mahal dan conversion rate lebih rendah pada awalnya

Kalau anda mencampur, brand search akan membuat performa terlihat lebih bagus daripada kenyataan untuk akuisisi baru. Anda merasa campaign efektif, padahal sebagian besar konversi datang dari orang yang sudah berniat menghubungi.

Jika tujuan anda bertumbuh, anda harus tahu berapa biaya untuk akuisisi non brand. Itu hanya bisa jelas jika dipisahkan.

Kenapa Campur Brand Dan Non Brand Membuat Biaya Tidak Terkontrol

Ada beberapa efek buruk ketika brand dan non brand dicampur dalam satu campaign.

Budget terserap oleh brand secara tidak sengaja
Karena brand conversion rate tinggi, sistem cenderung memberi porsi tayang lebih besar ke brand saat menggunakan bidding otomatis berbasis konversi.

Data optimasi menjadi bias
Sistem belajar bahwa kata kunci tertentu menghasilkan konversi tinggi, padahal yang tinggi sebenarnya brand.

Laporan kinerja tidak jujur untuk akuisisi
CPA terlihat rendah karena brand membawa konversi murah. Ketika anda menambah budget, non brand tidak ikut membaik karena masalahnya tertutup oleh brand.

Sulit mengatur pesan iklan
Brand search seharusnya fokus ke jalur cepat, kontak, trust, dan navigasi. Non brand butuh edukasi, perbandingan, dan value proposition. Jika digabung, pesan jadi setengah setengah.

Sulit melakukan proteksi terhadap kompetitor
Jika kompetitor bidding atas brand anda, anda perlu strategi khusus. Campur campaign membuat penanganannya lambat.

Dengan pemisahan, masalah ini hilang karena masing masing punya ruang kontrol sendiri.

Kapan Brand Campaign Wajib Ada

Banyak pemilik bisnis bertanya. Kalau brand sudah ranking organik, apakah brand campaign masih perlu.

Jawabannya tergantung kondisi, tetapi ada beberapa situasi di mana brand campaign sangat membantu.

Ada kompetitor yang membidik brand anda
Brand campaign membantu mempertahankan posisi atas dan mengurangi risiko pelanggan berpindah.

Anda punya banyak cabang atau banyak layanan
Brand campaign bisa mengarahkan orang ke halaman yang paling tepat, misalnya halaman lokasi atau layanan tertentu.

Anda ingin kontrol pesan dan promosi
Brand campaign bisa menampilkan promo, jam operasional, call extension, dan sitelink yang mengarahkan ke jalur terbaik.

Anda ingin mengukur demand brand
Jumlah brand search bisa menjadi indikator awareness dan hasil aktivitas marketing lainnya.

Namun, brand campaign tetap harus dikelola dengan benar agar tidak memakan budget yang seharusnya untuk non brand.

Struktur Campaign Yang Rapi Untuk Memisahkan Brand Dan Non Brand

Struktur paling sederhana yang paling sering stabil adalah ini.

Campaign Search Brand
Berisi keyword brand dan variasinya

Campaign Search Non Brand
Berisi keyword layanan atau produk generik

Jika bisnis anda punya beberapa layanan utama, non brand bisa dibagi lagi.

Non brand layanan A
Non brand layanan B
Non brand lokasi kota tertentu jika anda local

Untuk bisnis multi lokasi, anda bisa menambah layer.

Brand nasional
Brand lokasi cabang
Non brand per kota atau cluster area

Kuncinya tetap sama. Brand dan non brand tidak berada dalam campaign yang sama.

Membuat Daftar Keyword Brand Yang Lengkap

Brand keyword bukan hanya satu nama. Anda perlu memasukkan variasi yang biasa diketik orang.

Nama brand utama
Nama brand plus kata jasa
Nama brand plus lokasi
Nama brand plus layanan
Salah ketik umum
Nama domain tanpa ekstensi
Nama sosial media jika sering dicari

Namun hati hati, jangan memasukkan kata kunci yang terlalu generik sehingga ikut menangkap non brand. Brand campaign harus jelas.

Jika brand anda mirip kata umum, gunakan match type yang lebih ketat dan pantau search terms.

Mengatur Negative Keyword Agar Brand Tidak Masuk Ke Non Brand

Ini bagian paling penting untuk memastikan pemisahan benar benar terjadi.

Pada campaign non brand, masukkan negative keyword berupa nama brand anda dan semua variasinya.

Tujuannya agar ketika orang mencari brand, iklan non brand tidak ikut tampil. Ini membuat data non brand bersih.

Pada campaign brand, anda bisa memasukkan negative keyword untuk menahan kueri yang tidak relevan, misalnya pencarian karier, komplain tertentu, atau hal di luar layanan.

Jika anda disiplin pada negative keyword, pemisahan brand dan non brand akan tetap rapi meskipun kampanye bertambah.

Memilih Match Type Untuk Brand Dan Non Brand

Brand biasanya lebih aman menggunakan match yang lebih ketat agar relevansi tinggi dan biaya rendah. Namun tetap harus cukup fleksibel menangkap variasi.

Non brand biasanya perlu kombinasi agar anda bisa menjangkau variasi niat pencarian, tetapi tetap dikontrol lewat negative keyword.

Prinsip praktis.

Brand pakai match lebih ketat dan keyword list yang lengkap
Non brand pakai struktur ad group yang rapi dan negative keyword list yang disiplin

Jangan membuat brand terlalu luas karena anda bisa menangkap kueri non brand dan kembali mencampur data.

Strategi Bidding Dan Budget Yang Logis

Setelah dipisahkan, anda bisa mengatur budget dan bidding secara lebih masuk akal.

Brand campaign

Tujuan utama brand adalah proteksi dan navigasi
Anda ingin selalu tampil pada pencarian brand yang relevan
Budget biasanya kecil dibanding non brand
Bid bisa disetel untuk menjaga impression share

Non brand campaign

Tujuan utama non brand adalah akuisisi pelanggan baru
Budget utama biasanya ditempatkan di non brand
Bidding perlu dioptimasi berdasarkan CPA atau nilai lead

Dengan pemisahan ini, anda tidak lagi membiarkan brand menghabiskan budget non brand.

Menggunakan Impression Share Untuk Mengontrol Brand

Untuk brand, metrik yang sering lebih penting daripada CPA adalah impression share, terutama jika ada kompetitor.

Jika impression share brand turun, itu sinyal.

Budget brand terlalu kecil
Bid terlalu rendah
Ada kompetitor yang agresif
Ada masalah kualitas iklan atau landing page

Menjaga impression share brand tinggi membantu melindungi demand yang sudah ada.

Namun jangan sampai anda menaikkan bid brand terlalu tinggi tanpa alasan. Brand biasanya punya CPC rendah. Jika tiba tiba tinggi, cek kompetitor dan cek kueri.

Memahami Dampak Pemisahan Terhadap Laporan Kinerja

Begitu anda memisahkan, biasanya anda akan melihat perubahan.

CPA akun mungkin terlihat naik
Karena sebelumnya brand menurunkan rata rata CPA

Ini bukan berarti performa memburuk. Ini berarti laporan anda menjadi lebih jujur. Anda akhirnya melihat biaya akuisisi non brand yang sebenarnya.

Dari sini anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat.

Apakah non brand perlu perbaikan landing page
Apakah perlu menambah trust signal
Apakah perlu membuat penawaran yang lebih jelas
Apakah perlu memisahkan keyword berdasarkan intent

Tanpa pemisahan, semua keputusan ini menjadi kabur.

Strategi Iklan Yang Berbeda Untuk Brand Dan Non Brand

Brand search

Orang sudah kenal anda, jadi pesan iklan harus memudahkan tindakan.

Gunakan headline yang jelas
Nama brand
Layanan utama
Lokasi atau cabang
CTA langsung

Gunakan sitelink yang membantu navigasi
Kontak
Harga
Lokasi
Testimoni

Gunakan extension telepon jika relevan
Untuk bisnis jasa, call extension sering sangat efektif pada brand

Non brand search

Orang belum kenal, pesan iklan harus membangun alasan memilih anda.

Value proposition yang kuat
Keunggulan dibanding kompetitor
Bukti dan trust
Garansi
Pengalaman
Hasil

Gunakan sitelink yang membantu perbandingan
Harga dan paket
Studi kasus
Cara kerja
FAQ

Kombinasi pesan ini membuat CTR dan kualitas klik non brand meningkat.

Landing Page Brand Dan Non Brand Tidak Harus Sama

Brand traffic sering bisa diarahkan ke halaman yang lebih umum seperti homepage atau halaman layanan utama, karena orang sudah berniat mencari anda.

Non brand traffic sebaiknya diarahkan ke landing page yang sangat relevan dengan keyword dan intent.

Jika non brand diarahkan ke homepage, conversion rate sering turun karena pengguna harus mencari sendiri informasi.

Buat landing page yang menjawab kebutuhan.

Masalah yang dicari
Solusi yang anda tawarkan
Bukti dan trust
Harga atau estimasi
CTA jelas

Ini salah satu cara paling efektif menurunkan CPA non brand.

Cara Menghindari Kanibalisasi Antara Brand Dan Non Brand

Walaupun sudah dipisah, kadang non brand masih ikut tampil pada kueri brand karena broad match atau karena brand masuk sebagai bagian dari query panjang.

Solusinya.

Perkuat negative brand di non brand
Pantau search terms non brand setiap minggu
Tambahkan variasi brand yang baru muncul di search terms

Kadang ada brand baru yang meniru atau ada salah ketik yang belum masuk daftar negative. Update ini harus rutin.

Memisahkan Brand Dan Non Brand Untuk Bisnis Lokal Dan Multi Cabang

Bisnis lokal sering punya variasi brand yang menyertakan lokasi.

Contoh.

Nama klinik plus Jakarta
Nama klinik plus Depok
Nama klinik plus cabang tertentu

Untuk ini, anda bisa membuat struktur brand yang lebih detail.

Brand umum
Brand cabang

Namun tetap jangan campur dengan non brand.

Pada non brand, anda bisa membuat kampanye per area radius atau per kota. Lalu brand campaign fokus proteksi untuk semua variasi brand.

Memisahkan Brand Dan Non Brand Untuk Ecommerce

Ecommerce sering punya brand toko dan juga brand produk.

Ini sering membingungkan.

Brand campaign untuk brand toko
Nama toko
Nama toko plus promo
Nama toko plus kategori

Non brand campaign untuk kategori generik
Sepatu lari pria
Skincare acne
Laptop gaming

Lalu ada satu jenis tambahan.

Brand produk
Nama produk tertentu
Nama brand produk terkenal

Brand produk bisa diperlakukan sebagai non brand atau sebagai kategori khusus, tergantung strategi dan margin. Yang penting, brand toko tetap dipisahkan agar anda tahu proteksi demand toko anda.

Menggunakan UTM Dan CRM Untuk Menilai Kualitas Brand Vs Non Brand

Kontrol biaya tidak hanya dari Google Ads. Anda perlu melihat kualitas lead di CRM.

Tambahkan UTM yang jelas.

utm_campaign search-brand
utm_campaign search-nonbrand-layanan

Dengan ini, anda bisa melihat.

Lead brand apakah lebih cepat closing
Lead non brand apakah lebih besar nilainya
Cost per closing untuk masing masing

Sering terjadi.

Brand leads lebih murah dan cepat
Non brand leads lebih mahal tetapi membawa pelanggan baru

Keduanya penting, tetapi budget harus diarahkan dengan logika yang sesuai.

SOP Monitoring Mingguan Setelah Pemisahan

Agar pemisahan tetap rapi, lakukan monitoring.

Cek search terms non brand
Pastikan tidak ada brand query masuk
Tambahkan negative brand jika perlu

Cek impression share brand
Pastikan proteksi cukup

Cek CPA non brand
Jika tinggi, evaluasi keyword, iklan, landing page

Cek rasio konversi
Non brand biasanya butuh waktu optimasi, jangan panik pada minggu pertama

Cek kualitas lead di CRM
Brand vs non brand

SOP sederhana ini menjaga kontrol biaya tetap stabil.

Tanda Tanda Pemisahan Brand Dan Non Brand Anda Sudah Benar

Ada beberapa indikator yang mudah dilihat.

Brand campaign punya CPC rendah dan conversion rate tinggi
Non brand campaign punya pola optimasi yang jelas dan bisa ditingkatkan
Search terms non brand bersih dari brand query
Budget non brand tidak tersedot oleh brand
Laporan performa lebih mudah dipahami dan lebih jujur

Jika anda melihat ini, berarti struktur anda sudah sehat.

Cara Memulai Pemisahan Tanpa Mengganggu Kampanye Yang Sudah Jalan

Jika akun anda sudah berjalan lama dan semuanya campur, jangan ubah semua sekaligus tanpa rencana.

Langkah aman.

Buat campaign brand baru
Pindahkan keyword brand dari campaign lama
Tambahkan negative brand ke campaign non brand
Biarkan berjalan paralel beberapa hari untuk memastikan pembagian tayang benar
Setelah stabil, rapikan bidding dan budget

Dengan cara ini, anda meminimalkan risiko turun tayang mendadak.

Baca juga: Pengaturan Brand Safety Saat Menayangkan Display Ads.

Memisahkan Brand Dan Non Brand Adalah Fondasi Kontrol Biaya

Ketika brand dan non brand dipisah, anda mendapatkan kontrol yang sebelumnya tidak ada. Anda bisa melindungi demand brand dengan biaya yang masuk akal, sekaligus mengukur biaya akuisisi pelanggan baru secara jujur. Anda juga bisa memperbaiki non brand dengan strategi yang tepat tanpa tertutup oleh performa brand yang memang sudah tinggi.

Jika anda ingin, saya bisa bantu merapikan struktur akun anda dengan pemisahan brand dan non brand yang disiplin. Mulai dari audit keyword dan search terms, penyusunan daftar brand variations, pemasangan negative keyword yang tepat, pemisahan campaign dan ad group, hingga setup tracking UTM dan evaluasi kualitas lead di CRM. Dengan struktur yang rapi, biaya lebih terkontrol, data lebih bersih, dan keputusan optimasi jauh lebih cepat.

error: Content is protected !!