Struktur Account Untuk Banyak Produk Tanpa Membuat Kampanye Gemuk

Struktur Account Untuk Banyak Produk Tanpa Membuat Kampanye Gemuk. Ketika bisnis punya banyak produk, Google Ads sering berubah menjadi akun yang berat dan sulit dikendalikan. Campaign bertambah terus, ad group menumpuk, keyword makin banyak, laporan makin sulit dibaca, dan tim akhirnya mengelola akun dengan cara reaktif. Tambah produk baru berarti tambah campaign baru. Produk yang performanya turun dibiarkan karena tidak sempat diaudit. Budget bocor pelan pelan karena struktur tidak lagi rapi.

Masalahnya bukan banyaknya produk. Masalahnya adalah cara menyusun struktur akun menggunakan jasa Google ads. Akun yang rapi untuk banyak produk harus punya prinsip segmentasi yang tepat, sistem penamaan yang konsisten, serta cara mengelompokkan produk tanpa harus membuat campaign menjadi gemuk. Tujuannya jelas. Anda ingin kontrol budget, kontrol prioritas, dan kontrol kualitas traffic, tanpa terbebani struktur yang terlalu rumit.

Di artikel ini saya akan membahas strategi menyusun struktur account Google Ads untuk bisnis dengan banyak produk, baik ecommerce maupun bisnis yang menjual banyak varian layanan. Kita akan bahas cara membuat tier produk, cara mengelompokkan berdasarkan margin dan intent, cara memanfaatkan label, custom segments, feed, dan negative keyword, serta SOP agar produk baru bisa masuk tanpa membuat akun meledak.

Kenapa Campaign Gemuk Membuat Biaya Sulit Dikontrol

Campaign gemuk biasanya punya ciri berikut.

Terlalu banyak ad group dengan pola yang mirip
Keyword berulang di banyak tempat
Satu produk punya campaign sendiri tanpa alasan jelas
Budget tersebar tipis sehingga learning lambat
Laporan sulit menunjukkan produk mana yang benar benar menghasilkan

Dampaknya langsung terasa.

CPC cenderung naik karena relevansi menurun
Conversion rate turun karena ad group tidak fokus
Search terms tidak termonitor karena terlalu banyak bagian
Negative keyword tidak konsisten antar campaign
Optimasi menjadi lambat karena semua orang kewalahan

Kalau anda ingin stabil, struktur harus membantu anda membuat keputusan cepat, bukan menambah beban.

Prinsip Utama Struktur Untuk Banyak Produk

Sebelum kita masuk ke model struktur, ada beberapa prinsip yang harus anda pegang.

Pisahkan kontrol budget dari pengelompokan produk
Jika setiap produk punya campaign sendiri, anda memang bisa kontrol budget, tetapi struktur akan meledak. Anda perlu cara lain untuk mengatur prioritas tanpa membuat campaign bertambah.

Kelompokkan produk berdasarkan logika bisnis, bukan hanya kategori di website
Kategori website kadang terlalu detail atau terlalu luas. Struktur ads harus memudahkan optimasi dan alokasi budget.

Gunakan tier dan prioritas
Tidak semua produk punya nilai yang sama. Jika anda memperlakukan semua produk setara, anda akan menghabiskan waktu pada produk yang tidak membawa profit.

Gunakan shared assets
Negative keyword list, audience segments, dan template iklan harus bisa dipakai lintas campaign. Ini mencegah pekerjaan berulang.

Buat struktur yang mudah menerima produk baru
Setiap produk baru harus punya jalur masuk yang jelas tanpa harus membuat campaign baru.

Kalau prinsip ini anda pegang, struktur anda akan tahan lama.

Mulai Dari Pemetaan Produk Dan Prioritas

Sebelum menyusun campaign, petakan produk anda menjadi beberapa kelompok. Ini langkah yang sering diabaikan.

Buat daftar produk dan beri label sederhana.

Produk hero
Produk yang paling laku, margin bagus, dan jadi fokus bisnis

Produk profit
Tidak selalu paling laku, tetapi margin tinggi atau nilai transaksi tinggi

Produk volume
Produk yang laku banyak tetapi margin tipis

Produk long tail
Produk yang jarang dicari tetapi penting untuk variasi dan upsell

Produk musiman
Produk yang naik turun tergantung periode

Dengan label ini, anda bisa membuat struktur yang memprioritaskan yang paling penting. Tujuan akhirnya adalah menghindari campaign gemuk dengan cara membuat tier, bukan membuat campaign per produk.

Pilih Model Struktur Berdasarkan Jenis Bisnis

Ada dua konteks besar.

Ecommerce dengan feed produk
Struktur bisa memanfaatkan Shopping dan Performance Max, lalu Search dipakai untuk kategori atau hero product

Bisnis dengan banyak produk tetapi tanpa feed lengkap
Struktur biasanya berbasis kategori, intent, dan landing page

Saya bahas keduanya, dan anda bisa adaptasi.

Struktur Untuk Ecommerce Tanpa Membuat Search Menjadi Lautan Ad Group

Untuk ecommerce, banyak orang membuat Search campaign per produk. Ini cepat gemuk.

Cara yang lebih stabil adalah membagi tugas channel.

Shopping atau Performance Max untuk cakupan produk luas
Search untuk kontrol intent tinggi dan produk prioritas
Remarketing display untuk mengingatkan pengunjung

Dengan pembagian ini, Search tidak perlu memuat semua produk.

Search anda fokus pada.

Kategori utama dengan intent tinggi
Produk hero atau brand produk yang paling penting
Keyword problem solving yang menghasilkan pembeli siap

Sementara produk long tail ditangani oleh feed dan sistem automasi.

Ini membuat struktur lebih ringan, tetapi tetap terkontrol.

Struktur Search Berbasis Kategori Dan Intent

Jika anda tetap ingin Search kuat, gunakan struktur berbasis kategori, bukan per produk.

Contoh.

Campaign Search Kategori Sepatu
Ad group Sepatu Lari
Ad group Sepatu Futsal
Ad group Sepatu Formal

Di dalam ad group, anda tidak perlu membuat satu ad group per produk. Anda fokus pada tema pencarian.

Kelebihannya.

Lebih sedikit ad group
Lebih mudah mengelola negative keyword
Lebih mudah menulis iklan yang relevan
Landing page kategori bisa menampung banyak produk

Agar tetap terkontrol, tambahkan layer prioritas.

Tier Campaign Untuk Kontrol Budget Tanpa Memecah Produk Satu Satu

Ini strategi yang sering menyelamatkan akun dengan banyak produk.

Buat tiga tier.

Tier 1 Hero dan Profit
Produk utama yang ingin anda dorong
Budget lebih besar
Target keyword lebih ketat dan intent tinggi

Tier 2 Kategori Utama
Cakupan lebih luas
Budget menengah
Fokus pada kategori dan subkategori

Tier 3 Long Tail
Eksplorasi
Budget kecil
Lebih banyak keyword long tail, atau ditangani oleh Shopping PMax

Dengan tier ini, anda mengontrol budget pada level yang masuk akal, bukan pada level per produk.

Produk baru biasanya masuk ke Tier 3 dulu. Kalau performa bagus, naik ke Tier 2 atau Tier 1.

Menghindari Duplikasi Keyword Antar Tier Dengan Negative Keyword

Jika anda punya tier, anda harus menjaga agar mereka tidak saling memakan.

Prinsipnya.

Tier 1 harus menang untuk keyword hero
Tier 2 tidak boleh ikut mengambil keyword hero
Tier 3 tidak boleh mengambil keyword yang sudah ditangani Tier 1 dan Tier 2

Caranya dengan negative keyword.

Masukkan nama produk hero sebagai negative di Tier 2 dan Tier 3
Masukkan keyword kategori utama sebagai negative di Tier 3 jika sudah ada di Tier 2

Ini membuat struktur anda rapi tanpa harus memecah campaign.

Struktur Untuk Banyak Produk Pada Bisnis Jasa Dan B2B

Pada bisnis jasa, produk sering berupa layanan. Banyak layanan membuat akun cepat gemuk jika anda membuat campaign per layanan tanpa perencanaan.

Struktur yang lebih stabil untuk jasa adalah membagi berdasarkan.

Intent tinggi
Orang mencari jasa, harga, konsultasi, atau provider

Intent edukasi
Orang mencari informasi, ini sering tidak cocok untuk Search performance kecuali ada funnel

Lokasi
Jika bisnis lokal, lokasi menentukan kebutuhan

Model struktur yang sering saya pakai.

Campaign Non Brand Intent Tinggi
Berisi keyword jasa dan harga
Dibagi per cluster layanan utama

Campaign Brand
Proteksi

Campaign Remarketing
Display atau Search RLSA jika relevan

Dengan struktur ini, anda tidak membuat campaign untuk setiap layanan kecil. Layanan kecil masuk ke ad group atau masuk ke landing page yang sama.

Gunakan Landing Page Cluster Untuk Menampung Banyak Produk

Salah satu trik paling efektif untuk menghindari campaign gemuk adalah membuat landing page cluster.

Landing page cluster adalah halaman yang membahas satu kategori besar dan menampilkan sub produk di dalamnya.

Misalnya untuk ecommerce.

Halaman kategori sepatu lari
Di dalamnya ada produk produk sepatu lari

Untuk jasa.

Halaman layanan per kategori
Misalnya layanan iklan berbayar
Di dalamnya ada sub layanan

Dengan landing page cluster, anda tidak perlu memaksa Google Ads memetakan satu produk satu campaign. Struktur menjadi lebih ringan.

Penamaan Campaign Yang Membantu Monitoring Produk

Karena anda tidak membuat campaign per produk, anda tetap perlu cara memonitor performa produk. Ini dilakukan lewat naming dan label.

Gunakan penamaan yang menunjukkan.

Channel
Tier
Kategori
Lokasi jika perlu

Contoh.

search t1 sepatu-lari id
search t2 sepatu all id
pmax t3 katalog all id

Dengan penamaan seperti ini, anda bisa melihat ringkasan performa tanpa membuka terlalu banyak bagian.

Memanfaatkan Label Dan Custom Columns Untuk Kontrol Tanpa Banyak Campaign

Label berguna untuk memberi tag pada ad group, keyword, atau produk.

Contoh label.

hero
profit
seasonal
clearance
new

Dengan label, anda bisa membuat laporan berdasarkan label tanpa memecah campaign.

Custom columns bisa membantu anda melihat metrik penting seperti.

ROAS
margin proxy
nilai konversi per klik
konversi per seribu impresi

Tujuannya agar anda tetap bisa mengontrol prioritas tanpa membuat struktur meledak.

Manajemen Search Terms Dan Negative Keyword Yang Terpusat

Semakin banyak produk, semakin penting negative keyword. Tanpa negative keyword, akun akan membengkak karena banyak query tidak relevan.

Gunakan negative keyword list yang terpusat.

List general
Untuk kata gratis, low intent, dan edukasi tertentu

List competitor jika anda ingin menghindari
Atau sebaliknya jika anda ingin menarget

List per kategori
Misalnya untuk memisahkan kategori produk

Dengan list, anda tidak perlu menambahkan negative berulang ulang di setiap campaign. Anda tinggal menerapkan list yang sesuai.

Strategi Ekspansi Produk Baru Tanpa Membuat Campaign Baru

Produk baru sering menjadi alasan akun gemuk. Anda bisa mengubah pola ini.

Buat jalur onboarding produk baru.

Produk baru masuk ke Tier 3
Masuk ke ad group kategori yang sesuai
Masuk ke feed jika ecommerce
Dapat label new

Pantau 7 sampai 14 hari.

Jika performa bagus
Naikkan ke Tier 2 atau jadikan hero di Tier 1

Jika performa biasa saja
Tetap di Tier 3 atau matikan

Dengan sistem ini, anda tidak menambah campaign setiap ada produk baru.

Membagi Budget Dengan Logika Yang Sehat

Akun dengan banyak produk sering bocor karena budget dibagi rata.

Gunakan aturan sederhana.

Tier 1 dapat porsi terbesar
Tier 2 dapat porsi menengah
Tier 3 kecil untuk eksplorasi

Jika margin sangat berbeda, sesuaikan porsi berdasarkan profit, bukan volume.

Misalnya produk volume banyak tetapi margin kecil, jangan menghabiskan sebagian besar budget di sana. Anda tetap bisa menjualnya lewat Shopping atau PMax, sementara Search fokus pada margin lebih baik.

Cara Menghindari Campaign Gemuk Saat Remarketing

Remarketing juga bisa gemuk jika anda membuat banyak audience dan banyak kampanye.

Gunakan remarketing yang sederhana.

Satu kampanye remarketing untuk semua pengunjung
Bagi audience menjadi 7 hari, 30 hari, 90 hari di dalam ad set atau segment
Gunakan frequency cap
Gunakan creative yang berbeda per kategori bila perlu, tetapi tetap dalam struktur yang ringan

Tujuannya agar remarketing menjadi pendukung, bukan sumber beban.

SOP Mingguan Untuk Menjaga Struktur Tetap Ramping

Struktur bagus tidak cukup. Anda perlu SOP agar akun tidak kembali gemuk.

SOP yang saya sarankan.

Minggu pertama setiap bulan
Audit search terms dan tambahkan negative keyword

Minggu kedua
Review performa tier
Pindahkan produk yang naik kelas
Turunkan produk yang turun

Minggu ketiga
Review creative dan pesan iklan untuk kategori utama

Minggu keempat
Audit landing page cluster dan perbaiki CTA serta trust

Setiap kali ada produk baru
Masukkan ke Tier 3, label new, dan pantau

Dengan SOP seperti ini, struktur anda tetap ramping meskipun produk bertambah.

Contoh Struktur Nyata Yang Bisa Anda Adaptasi

Saya berikan contoh struktur generik untuk ecommerce dengan banyak kategori.

Campaign PMax Katalog Tier 3
Cakupan semua produk
Budget kecil menengah

Campaign Search Tier 1 Hero
Ad group per hero category
Keyword intent tinggi
Landing page kategori hero atau produk hero

Campaign Search Tier 2 Kategori
Ad group per kategori utama
Keyword lebih luas
Landing page kategori

Campaign Brand Search
Proteksi brand
Sitelink ke kategori utama dan kontak

Remarketing Display
Audience 30 hari
Frequency cap

Dengan struktur ini, produk long tail tetap bisa dijual tanpa membuat Search menjadi raksasa.

Tanda Struktur Anda Sudah Tepat

Ada beberapa indikator.

Anda bisa melihat performa per tier dengan cepat
Produk baru bisa masuk tanpa membuat campaign baru
Search terms bisa dimonitor rutin tanpa kewalahan
Budget lebih banyak mengalir ke produk prioritas
CPA atau ROAS lebih stabil karena data tidak bercampur

Jika anda merasakan ini, struktur anda sudah sehat.

Baca juga: Memisahkan Brand Dan Non Brand Untuk Kontrol Biaya.

Agar Banyak Produk Tetap Bisa Dikelola Dengan Rapi

Banyak produk tidak harus berarti akun gemuk. Dengan tier, cluster landing page, negative keyword yang terpusat, serta penggunaan label, anda bisa menjaga struktur tetap ramping sambil tetap punya kontrol biaya dan prioritas.

Jika anda ingin, saya bisa bantu menyusun blueprint struktur akun untuk katalog produk anda. Mulai dari pemetaan tier berdasarkan margin dan permintaan, desain struktur campaign dan ad group yang ringkas, penamaan yang mudah dimonitor, template negative keyword list, hingga SOP onboarding produk baru agar akun tidak membesar tanpa kontrol. Dengan struktur yang rapi, anda bisa fokus pada optimasi yang menghasilkan, bukan sibuk mengurus keruwetan akun.

error: Content is protected !!