Riset Keyword Google Ads Untuk Menangkap Intent Beli
Riset Keyword Google Ads Untuk Menangkap Intent Beli. Kalau anda pernah menjalankan Google Ads lalu merasa trafiknya ramai tapi penjualan atau leads tidak ikut naik, penyebabnya sering sederhana namun fatal, keyword yang anda bid belum benar benar menangkap niat beli. Saya sering melihat akun yang rapi secara struktur, iklannya bagus, landing page lumayan, tetapi pondasi riset keywordnya masih campur aduk antara orang yang sedang cari informasi dan orang yang siap transaksi.
Di Google Ads, anda tidak sedang mengejar ranking. Anda sedang membeli perhatian orang yang sedang butuh solusi. Karena itu, kualitas intent jauh lebih penting daripada sekadar volume. Seribu klik dari orang yang masih bertanya tanya bisa kalah dari sepuluh klik dari orang yang sudah mengetik kata kunci dengan sinyal beli yang kuat.
Di artikel ini saya akan membahas cara riset keyword Google Ads yang benar benar fokus ke intent beli, mulai dari membangun daftar awal, memetakan intent, memilih match type, menyiapkan negative keyword, sampai membentuk ad group yang nyambung dengan landing page dan target konversi. Saya tulis dengan gaya praktis agar anda bisa langsung terapkan.
Memahami Intent Beli di Google Ads Dengan Cara yang Realistis
Intent beli itu bukan cuma kata beli. Intent beli adalah kumpulan sinyal dalam query yang menunjukkan seseorang sedang berada dekat dengan keputusan. Ada yang sudah tahu merek, sudah tahu jenis produk, sudah membandingkan harga, sudah mencari penyedia terdekat, atau sudah siap booking.
Sederhananya, niat orang di mesin pencari biasanya bergerak dari
• Penasaran dan ingin paham
• Mulai mempertimbangkan solusi
• Membandingkan pilihan
• Siap membeli atau menghubungi
Google Ads paling efektif saat anda menempatkan budget besar di area membandingkan dan siap membeli, lalu memberi porsi kecil untuk tahap awal sebagai pengisi atas funnel atau untuk remarketing.
Yang sering membuat budget boros adalah saat keyword tahap awal ditembak dengan bid tinggi, lalu diharapkan langsung menghasilkan penjualan. Bisa terjadi, tetapi biayanya biasanya jauh lebih mahal dan kualitas leadnya lebih rendah.
Perbedaan Riset Keyword Google Ads dan Riset Keyword SEO
Ini penting supaya anda tidak salah mindset.
Pada SEO, anda bisa mengincar keyword informasional karena tujuannya membangun traffic organik jangka panjang dan mengubahnya lewat nurturing. Di Google Ads, setiap klik ada biayanya, jadi anda harus ketat memilih query yang paling dekat dengan konversi.
Perbedaan utama yang saya pakai saat riset
• Di Google Ads, saya cari kata pemicu keputusan, bukan sekadar topik
• Saya lebih peduli nilai per klik dan potensi konversi, bukan hanya volume
• Saya memikirkan struktur ad group dan landing page sejak awal
• Saya siapkan negative keyword sejak fase riset, bukan menunggu data berantakan
Kalau anda terbiasa riset SEO, tetap bisa dipakai, tapi harus diperas menjadi daftar yang lebih tajam dan lebih transaksional.
Menentukan Definisi Konversi yang Tepat Sebelum Mengumpulkan Keyword
Sebelum membuka Keyword Planner, saya selalu memastikan dulu, konversi yang anda incar itu apa.
Contoh definisi konversi yang jelas
• Pembelian langsung di website
• Pengisian form konsultasi
• Chat WhatsApp dari landing page
• Telepon masuk dari iklan
• Booking jadwal survei
• Permintaan penawaran harga
Kenapa ini penting
Karena jenis keyword yang anda pilih akan berbeda. Jika konversi anda adalah telepon, maka keyword dengan sinyal butuh cepat seperti terdekat atau 24 jam bisa jadi lebih kuat. Jika konversi anda adalah form B2B, maka keyword dengan kata jasa, agency, konsultan, atau manage biasanya lebih cocok.
Tanpa definisi konversi, anda mudah tergoda keyword volume besar yang terlihat menjanjikan, padahal tidak nyambung dengan aksi yang anda inginkan.
Membangun Daftar Seed Keyword dari Sumber yang Paling Menghasilkan Uang
Seed keyword itu bahan mentah. Banyak orang membuat seed keyword dari asumsi, padahal sumber terbaik adalah data yang sudah ada di bisnis anda.
Sumber seed keyword yang saya prioritaskan
• Nama produk dan variasinya
• Kategori produk beserta spesifikasinya
• Layanan utama beserta outputnya
• Masalah yang diselesaikan produk anda
• Pertanyaan yang sering muncul di chat dan telepon
• Kata kata pelanggan saat mereka menjelaskan kebutuhan
• Pencarian internal di website anda jika ada
• Data Google Search Console untuk halaman yang sudah menghasilkan leads
• Data query dari kampanye lama yang sudah terbukti konversi
• Nama kompetitor dan merek pembanding yang sering disebut calon pembeli
Tips penting
Jangan mulai dari istilah internal bisnis. Mulailah dari bahasa pelanggan. Pelanggan jarang mengetik jargon. Mereka mengetik apa yang mereka pahami dan rasakan.
Misalnya, anda menjual layanan optimasi iklan. Pelanggan sering mengetik jasa iklan google, bukan audit struktur kampanye berbasis intent.
Menyusun Kerangka Intent Dari Seed Keyword
Setelah seed keyword terkumpul, saya pecah ke beberapa kelompok intent. Ini membuat anda lebih mudah menentukan prioritas dan match type.
Kelompok intent yang paling sering saya pakai
• Transaksional langsung
Query yang menunjukkan siap beli atau siap menghubungi
Contoh pola kata sewa, jasa, beli, order, booking, daftar harga, harga paket, vendor, supplier, agensi
• Komersial investigasi
Query yang menunjukkan sedang membandingkan dan memilih
Contoh pola kata terbaik, rekomendasi, review, perbandingan, vs, merk A merk B, kelebihan kekurangan, cocok untuk
• Brand intent
Query yang menyebut merek anda
Ini biasanya konversinya tinggi dan biaya lebih efisien, tapi harus dikelola agar tidak dimakan kompetitor
• Kompetitor intent
Query yang menyebut merek kompetitor
Bisa efektif untuk menangkap demand yang sudah panas, namun butuh landing page dan penawaran yang kuat
• Lokal tinggi
Query dengan lokasi atau dekat saya
Ini sangat kuat untuk bisnis jasa dan toko fisik
• Informasional
Query tahap awal
Kalau anda memakainya, gunakan strategi yang lebih hati hati, bid rendah, dan siapkan remarketing
Kerangka ini membantu anda menjaga budget tetap fokus pada niat beli.
Menggunakan Google Keyword Planner Tanpa Terjebak Angka yang Menipu
Keyword Planner berguna untuk memperluas daftar, melihat kisaran volume, dan memetakan variasi. Namun banyak orang terjebak pada angka volume lalu mengejar keyword yang salah.
Cara saya memakai Keyword Planner
- Masukkan seed keyword yang sudah disaring intent
- Pilih lokasi dan bahasa sesuai target
- Lihat ide keyword, lalu fokus pada kata yang punya sinyal keputusan
- Simpan keyword yang relevan dan singkirkan yang terlalu informasional
- Perhatikan variasi yang menunjukkan kebutuhan spesifik
Yang perlu anda ingat
Volume di Keyword Planner sering berupa rentang dan bisa bias, terutama untuk keyword yang mirip. Fokus utama anda tetap pada relevansi intent dan kemampuan landing page untuk mengubah klik menjadi konversi.
Membaca SERP dan Iklan Kompetitor Untuk Menangkap Intent yang Tersembunyi
Salah satu cara tercepat memahami intent adalah membuka hasil pencarian dan melihat iklan yang tampil.
Yang saya terlihat di SERP biasanya memberi petunjuk
• Apakah banyak iklan dengan kata harga, promo, atau paket
Jika iya, berarti query itu memang dekat transaksi
• Apakah banyak halaman kategori produk atau artikel edukasi
Jika banyak artikel edukasi, kemungkinan intent masih tahap awal
• Apakah ada banyak halaman lokasi
Jika banyak halaman lokasi, berarti query cenderung lokal
• Apa bahasa yang dipakai kompetitor di headline
Anda bisa menemukan frasa yang lebih dekat dengan bahasa pasar
Selain itu, anda bisa belajar value proposition yang mereka dorong, lalu memutuskan posisi anda sendiri.
Memetakan Keyword ke Satu Tujuan Landing Page
Salah satu kesalahan paling mahal adalah menembakkan keyword intent beli ke landing page yang tidak menjawab kebutuhan. Akibatnya, Quality Score turun, CPC naik, dan konversi jeblok.
Prinsip pemetaan yang saya pakai
• Satu kelompok keyword harus menuju satu halaman dengan pesan yang konsisten
• Landing page harus menjawab pertanyaan utama query dalam 5 detik pertama
• Headline landing page sebaiknya mengulang bahasa intent dari keyword
• Bukti sosial, portofolio, testimoni, atau garansi harus dekat dengan CTA
• CTA harus sesuai level niat, jangan memaksa terlalu cepat jika query masih membandingkan
Contoh sederhana
Jika query mengandung kata harga paket, maka landing page harus menampilkan struktur paket, benefit, dan cara order dengan jelas. Jika query mengandung kata konsultan, landing page harus menonjolkan pengalaman, pendekatan kerja, dan proses konsultasi.
Menentukan Match Type Berdasarkan Intent dan Tahap Data
Match type bukan sekadar pengaturan teknis. Ini alat untuk mengontrol kualitas traffic.
Garis besar yang sering saya gunakan
• Exact match untuk keyword yang sangat jelas dan sangat bernilai
Ini cocok untuk intent beli yang spesifik, agar anda tidak kemana mana
• Phrase match untuk menangkap variasi yang masih satu makna
Ini cocok untuk skala yang tetap terkendali
• Broad match dengan catatan
Broad match bisa efektif jika anda punya data konversi yang cukup, tracking rapi, dan strategi bidding yang mengarah ke konversi. Tanpa itu, broad match mudah menyedot budget ke query yang tidak niat beli
Jika akun masih baru, saya biasanya mulai dari exact dan phrase untuk membangun data bersih. Setelah itu baru mempertimbangkan perluasan dengan kontrol yang ketat.
Menyusun Negative Keyword Sejak Awal Agar Budget Tidak Bocor
Negative keyword adalah pagar. Banyak kampanye yang terlihat mahal padahal bocor karena pagar tidak dibuat dari awal.
Kelompok negative keyword yang sering saya siapkan untuk kampanye intent beli
• Kata yang mengarah ke edukasi murni
misalnya pengertian, definisi, cara kerja, sejarah, contoh skripsi, makalah
• Kata yang mengarah ke pencarian pekerjaan
misalnya loker, karir, gaji, lowongan, magang
• Kata yang mengarah ke tutorial do it yourself
misalnya cara buat sendiri, template, langkah belajar, pdf
• Kata yang mengarah ke kebutuhan gratis tanpa biaya
Saya sengaja menuliskan tanpa kata yang dilarang, intinya kelompok ini sering tidak punya niat bayar
• Kata yang mengarah ke barang bekas jika anda jual baru
misalnya bekas, second, preloved
Namun, jangan jadikan negative keyword sebagai dogma. Ada bisnis yang justru diuntungkan dari query tutorial karena mereka menjual jasa implementasi. Jadi negative keyword harus disesuaikan konteks.
Membuat Skor Prioritas Keyword Supaya Anda Tahu Mana yang Dibeli Duluan
Saat daftar keyword sudah ratusan, anda butuh cara memilih. Saya biasanya membuat skor sederhana.
Komponen skor yang mudah diterapkan
• Skor intent
Seberapa dekat query ke transaksi
• Skor relevansi bisnis
Apakah ini benar benar layanan atau produk utama anda
• Skor nilai transaksi
Margin atau nilai order rata rata
• Skor kompetisi
Seberapa ketat dan mahal ruang lelangnya
• Skor kesiapan landing page
Apakah halaman anda sudah siap menutup penjualan untuk query ini
Anda tidak harus membuat spreadsheet rumit. Cukup beri nilai 1 sampai 5 lalu urutkan. Dengan cara ini, anda bisa mulai dari keyword yang paling masuk akal secara profit.
Menghindari Perang Keyword Volume Besar yang Menguras Budget
Ada beberapa keyword yang menggoda karena volumenya tinggi, tapi sering tidak efektif untuk intent beli.
Ciri keyword yang sering boros
• Terlalu umum dan bisa berarti banyak hal
• Tidak mengandung konteks kebutuhan spesifik
• Hasil pencariannya dominan artikel edukasi
• Banyak pencarian dari orang yang masih eksplor
Jika anda ingin tetap memakainya, gunakan strategi terpisah
• Kampanye khusus top of funnel
• Bid lebih rendah
• Landing page edukasi yang mengarahkan ke step berikutnya
• Remarketing ke orang yang sudah mengunjungi halaman penting
Dengan begitu, kampanye intent beli anda tidak tercampur dan performanya lebih stabil.
Struktur Ad Group yang Membuat Quality Score Lebih Mudah Naik
Struktur ad group yang rapi membuat iklan lebih relevan, CTR lebih tinggi, dan Quality Score lebih baik.
Pendekatan yang sering saya pakai adalah membuat ad group berbasis tema sempit
Contoh untuk jasa
• Jasa google ads
• Setting google ads
• Agency google ads
• Konsultan google ads
• Optimasi google ads
• Audit google ads
Lalu di dalam tiap ad group, saya isi keyword yang punya makna mirip. Ini membantu anda menulis iklan yang sangat spesifik tanpa harus membuat ratusan iklan berbeda.
Pendekatan lain adalah struktur berbasis layanan dan lokasi jika bisnis anda lokal
• Jasa google ads jakarta
• Jasa google ads depok
• Jasa google ads bogor
Namun pastikan landing page anda juga mendukung konteks lokasi, jangan hanya tempel kata lokasi di iklan.
Menulis Keyword Dari Perspektif Masalah Bukan Dari Perspektif Fitur
Orang membeli solusi, bukan fitur. Ini berlaku juga di keyword.
Misalnya anda menjual jasa manajemen Google Ads. Banyak orang tidak mengetik manajemen. Mereka mengetik masalah yang mereka rasakan.
Contoh pola masalah yang bisa menjadi keyword bernilai
• iklan google tidak menghasilkan leads
• biaya iklan google mahal
• iklan google tidak tayang
• keyword iklan google mahal
• cara menurunkan cpc google ads
Untuk jenis query seperti ini, intentnya bisa campuran antara informasional dan komersial. Anda bisa menanganinya dengan landing page yang menawarkan audit atau konsultasi, karena orang yang mengetik masalah biasanya siap mencari bantuan.
Memanfaatkan Query Lokal Untuk Menangkap Pembeli yang Siap Eksekusi
Untuk bisnis jasa, keyword lokal sering menjadi tambang emas.
Pola lokal yang sering kuat
• jasa plus nama kota
• jasa plus area spesifik
• terdekat
• near me versi bahasa Indonesia
• lokasi dan jam operasional jika relevan
• penyedia atau vendor di kota tertentu
Jika anda mengincar keyword lokal, pastikan tiga hal
• Profil bisnis di Google lengkap
• Landing page punya elemen lokasi yang jelas
• Anda punya proses follow up cepat, karena lead lokal biasanya membandingkan beberapa penyedia dalam waktu singkat
Strategi Keyword Untuk B2B Agar Lead yang Masuk Tidak Asal
B2B sering menghadapi masalah lead banyak tapi tidak qualified. Ini sering terjadi karena keyword terlalu luas.
Untuk B2B, saya suka menggunakan modifier yang menyaring kualitas
• agency, agensi, konsultan
• manage, management, jasa
• perusahaan, corporate
• untuk bisnis, untuk perusahaan
• paket, retainer
• audit, optimasi, setup
Selain itu, saya suka menambahkan sinyal kebutuhan serius lewat landing page dan iklan, misalnya menonjolkan studi kasus, proses kerja, SLA, dan sistem pelaporan.
Keyword B2B yang baik biasanya tidak sebesar volume keyword konsumen, tetapi rasio closingnya lebih tinggi.
Menangani Keyword Kompetitor Dengan Cara yang Aman dan Efisien
Membid keyword kompetitor bisa menghasilkan lead panas, tapi perlu strategi.
Yang perlu anda siapkan
• Landing page yang menekankan diferensiasi tanpa menyerang
• Penawaran yang jelas dan lebih kuat
• Negative keyword untuk menyaring pencari support atau login kompetitor
• Monitoring search terms lebih sering
Jika anda hanya meniru iklan kompetitor, anda akan masuk perang bid tanpa nilai tambah. Fokus pada alasan kenapa orang harus mempertimbangkan anda.
Menggunakan Data Search Terms Untuk Memperluas Keyword yang Terbukti Konversi
Riset keyword terbaik sering datang setelah kampanye berjalan. Karena anda akan melihat search terms yang benar benar digunakan orang.
Rutinitas yang saya sarankan
• Setiap minggu, buka laporan search terms
• Tandai query yang menghasilkan konversi
• Masukkan query tersebut sebagai keyword baru dengan match type yang lebih ketat
• Tambahkan query yang tidak relevan sebagai negative keyword
• Kelompokkan temuan baru ke ad group yang paling cocok
Proses ini membuat kampanye anda makin tajam dari waktu ke waktu. Banyak akun berhenti di fase setup, padahal fase mining inilah yang membedakan akun biasa dan akun yang profit.
Menghindari Duplikasi dan Kanibalisasi Keyword Antar Kampanye
Saat akun makin besar, sering terjadi keyword yang sama ada di beberapa kampanye atau ad group. Akibatnya, anda seperti menawar diri sendiri dan data menjadi berantakan.
Cara menghindarinya
• Tetapkan aturan pemisahan kampanye berdasarkan intent atau produk
• Gunakan daftar negative keyword silang jika diperlukan
• Pastikan struktur brand dan non brand jelas
• Jangan membuat banyak kampanye dengan keyword mirip hanya karena ingin terlihat rapi
Rapi itu penting, tapi yang lebih penting adalah sinyal data jelas dan budget tidak saling makan.
Menggabungkan Keyword Dengan Audience Signal Untuk Menekan Biaya
Kadang keyword intent beli tetap mahal karena kompetisinya ketat. Anda bisa memperkuat efisiensi dengan memadukan keyword dan audiens.
Contoh pendekatan
• Bid lebih agresif untuk orang yang pernah mengunjungi halaman pricing
• Bid lebih konservatif untuk audiens baru pada keyword yang lebih luas
• Buat kampanye khusus remarketing search untuk mengincar orang yang sudah mengenal brand anda
Tujuannya sederhana, anda membayar lebih untuk orang yang lebih siap, dan membayar lebih rendah untuk orang yang masih dingin.
Menyusun Daftar Keyword Berdasarkan Produk atau Paket Agar Mudah Dioptimasi
Jika bisnis anda punya beberapa produk atau paket, pisahkan keyword sesuai unit ekonomi.
Contoh
Jika anda punya paket basic, standard, premium, maka keyword untuk harga paket harus diarahkan ke halaman yang menampilkan pilihan paket tersebut. Jangan diarahkan ke halaman umum yang terlalu generik.
Dengan pemisahan ini, anda lebih mudah mengukur
• Paket mana yang paling laku
• Keyword mana yang menghasilkan margin terbaik
• Iklan mana yang paling cocok untuk tiap paket
Optimasi jadi lebih cepat karena datanya tidak tercampur.
Membangun Copy Iklan Dari Keyword Intent Beli Dengan Teknik Message Match
Keyword riset anda akan sia sia kalau iklan tidak memantulkan intentnya. Ini yang saya sebut message match.
Jika query mengandung kata harga, maka iklan sebaiknya menyinggung paket, transparansi biaya, atau penawaran nilai.
Jika query mengandung kata jasa, maka iklan sebaiknya menonjolkan layanan end to end, pengalaman, dan hasil yang terukur.
Jika query mengandung kata terdekat atau lokasi, maka iklan sebaiknya menonjolkan area layanan dan kecepatan respon.
Semakin dekat pesan iklan dengan intent, CTR biasanya naik. CTR naik membantu kualitas dan bisa menekan biaya.
Landing Page yang Selaras Dengan Intent Beli Mempercepat Konversi
Saya sering melihat landing page yang cantik tapi tidak menjawab intent. Untuk intent beli, ada beberapa elemen yang hampir selalu membantu.
Elemen yang saya prioritaskan
• Headline yang mengulang kebutuhan pencari
• Benefit yang jelas dan spesifik
• Bukti hasil seperti studi kasus atau portofolio
• Testimoni yang relevan dengan target pasar
• Penjelasan proses kerja yang membuat orang merasa aman
• CTA yang mudah dilakukan
• Form yang tidak terlalu panjang untuk tahap awal
• Kecepatan loading yang baik
Jika intentnya sangat transaksional, jangan terlalu banyak teori. Berikan alasan percaya dan jalur aksi yang cepat.
Kesalahan Umum Saat Riset Keyword Google Ads dan Cara Menghindarinya
Berikut kesalahan yang paling sering saya temui saat audit akun
• Mengejar volume dan mengorbankan relevansi
Perbaiki dengan scoring intent dan prioritas margin
• Mencampur intent beli dan intent edukasi dalam satu kampanye
Perbaiki dengan pemisahan kampanye berbasis intent
• Mengabaikan negative keyword di awal
Perbaiki dengan daftar negative dasar dan rutinitas search terms mingguan
• Menggunakan broad match tanpa data dan tanpa kontrol
Perbaiki dengan mulai dari phrase dan exact, lalu perluas setelah data konversi cukup
• Landing page terlalu umum untuk keyword yang spesifik
Perbaiki dengan mapping keyword ke halaman yang relevan
• Menulis iklan generik untuk semua ad group
Perbaiki dengan message match per tema
Saat kesalahan ini dibenahi, biasanya angka yang paling cepat membaik adalah CTR, conversion rate, dan biaya per konversi.
Workflow Praktis Riset Keyword Google Ads yang Bisa Anda Ulang Setiap Bulan
Agar konsisten, saya biasanya menjalankan siklus seperti ini
Minggu pertama
• Review performa kampanye dan search terms
• Tambah keyword yang terbukti konversi
• Tambah negative keyword dari query tidak relevan
Minggu kedua
• Evaluasi ad group yang CTR rendah
• Rapikan tema keyword
• Perbaiki iklan agar message match
Minggu ketiga
• Audit landing page untuk keyword mahal
• Cek apakah halaman sudah menjawab intent
• Uji variasi CTA dan struktur benefit
Minggu keempat
• Ekspansi keyword dari ide Keyword Planner yang sudah disaring intent
• Uji satu dua ad group baru, jangan langsung banyak
Dengan siklus ini, anda tidak hanya mengandalkan setup awal, tapi membangun mesin optimasi yang hidup.
Baca juga: Strategi Keyword Untuk SaaS Agar Trial Berkualitas.
Checklist Cepat Supaya Keyword Anda Benar Benar Menangkap Intent Beli
Sebelum anda mengaktifkan kampanye, cek poin ini
• Apakah keyword anda mengandung sinyal keputusan atau kebutuhan spesifik
• Apakah anda memisahkan kampanye intent beli dan intent edukasi
• Apakah setiap ad group punya tema yang jelas
• Apakah iklan menyebut manfaat yang selaras dengan tema keyword
• Apakah landing page menjawab intent utama query
• Apakah negative keyword dasar sudah terpasang
• Apakah tracking konversi sudah benar
• Apakah anda punya rutinitas review search terms
Jika sebagian besar jawabannya iya, peluang anda menangkap intent beli jauh lebih tinggi.
Baca juga: Struktur Account Untuk Banyak Produk Tanpa Membuat Kampanye Gemuk.
Aksi yang Bisa Anda Lakukan Hari Ini Agar Google Ads Lebih Menghasilkan
Kalau anda ingin mulai dari langkah yang paling berdampak, lakukan ini
- Ambil 20 sampai 50 search terms paling banyak menghabiskan biaya
- Tandai mana yang benar benar intent beli
- Jadikan yang bagus sebagai keyword match type lebih ketat
- Jadikan yang buruk sebagai negative keyword
- Rapikan ad group agar temanya sempit dan iklannya relevan
- Perbaiki satu landing page yang paling sering menerima klik mahal
Langkah sederhana ini sering memberi hasil cepat karena anda menutup kebocoran budget dan menguatkan relevansi.
Jika anda ingin riset keyword Google Ads yang rapi, terukur, dan fokus menangkap intent beli sesuai layanan atau produk anda, saya bisa bantu melalui layanan Jasa Google Ads di Murtafi Digital. Anda bisa cek halaman layanan jasa google ads dan mulai dari diskusi kebutuhan serta target konversi yang anda kejar.