Cara Menguji Dua Landing Page Tanpa Mengganggu Tracking
Cara Menguji Dua Landing Page Tanpa Mengganggu Tracking. Mengujicoba dua landing page adalah salah satu cara paling cepat untuk meningkatkan konversi. Masalahnya banyak bisnis takut melakukan test karena khawatir tracking jadi berantakan. Conversion di Google Ads tidak sinkron, data di GA4 berubah, event duplikat muncul, lead jadi sulit ditelusuri, atau atribusi jadi tidak jelas.
Kekhawatiran itu valid. Testing yang asal pasang memang sering membuat tracking kacau. Namun jika anda menyiapkan struktur URL, parameter, event, dan aturan pelaporan dengan benar, anda bisa menguji dua landing page dengan aman tanpa mengorbankan akurasi data.
Di artikel ini saya akan membahas metode yang rapi untuk menguji dua landing page, mulai dari strategi pembagian trafik, penamaan URL yang aman, cara menjaga UTM dan gclid tetap terbawa, cara mencegah duplikasi event, sampai cara membaca hasil test secara benar. Tujuannya sederhana. Anda bisa melakukan eksperimen dengan percaya diri dan data tetap bisa dipakai untuk mengambil keputusan.
Kenapa Testing Sering Merusak Tracking
Sebelum membahas cara yang benar, kita perlu tahu sumber masalah yang paling umum.
Redirect yang menghapus parameter
Banyak test dilakukan dengan redirect dari URL A ke URL B. Jika redirect nya salah, parameter seperti gclid, fbclid, dan utm bisa hilang. Akibatnya
- Google Ads menganggap klik tidak menghasilkan konversi karena data tidak tersambung
- GA4 kehilangan sumber trafik, berubah menjadi direct
- CRM tidak menerima data sumber yang benar
Event ditembak dua kali
Sering terjadi ketika dua halaman memakai tag tracking berbeda, atau ada dua sistem yang sama sama menembak event.
Dampaknya
- Konversi terlihat naik padahal duplikat
- Cost per conversion terlihat lebih murah tapi palsu
- Optimasi iklan jadi salah arah
Perbedaan definisi konversi antar halaman
Halaman A memakai event submit form, halaman B memakai event thank you page. Akhirnya anda membandingkan dua hal yang tidak setara.
Cross domain atau subdomain yang tidak dikonfigurasi
Jika landing page A di domain utama dan landing page B di subdomain lain, tracking bisa pecah. Session bisa terputus. Referral jadi kacau.
Prinsip Utama Agar Testing Tidak Mengganggu Tracking
Sebelum masuk ke langkah praktis, saya pegang tiga prinsip ini.
Satu definisi konversi untuk semua varian
Anda harus punya definisi yang sama untuk konversi utama. Misalnya
- Submit form sukses
- Klik WhatsApp yang valid
- Booking jadwal call
- Purchase selesai
Boleh ada metrik tambahan, tapi metrik utama harus sama.
Pertahankan parameter iklan sampai titik konversi
Parameter seperti gclid dan utm harus ikut dari klik sampai event konversi. Ini wajib agar atribusi tetap akurat.
Semua varian menggunakan sistem tracking yang sama
Script yang menembak event harus konsisten. Jangan satu halaman pakai GTM, yang satu pakai script manual yang beda versi.
Menentukan Metode Pembagian Trafik Untuk Dua Landing Page
Ada beberapa cara membagi trafik. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.
Metode split test berbasis tool A B testing
Anda menggunakan tool yang memang dibuat untuk A B test. Keunggulan
- Pembagian trafik otomatis dan konsisten
- Bias lebih kecil
- Bisa menghitung signifikansi dengan lebih rapi
- Bisa mengunci varian per user
Tantangan
- Setup awal perlu rapi agar tag dan event tidak dobel
- Harus memastikan parameter iklan tidak hilang
Metode split traffic lewat platform iklan
Anda membuat dua ads atau dua final URL yang berbeda dan membagi budget secara merata.
Keunggulan
- Sederhana
- Tidak perlu tool A B testing
- Kontrol di iklan jelas
Tantangan
- Variabel lain bisa ikut berubah, seperti CTR dan QS
- Jika ads nya berbeda sedikit, hasil test bisa bias
Metode routing di server atau CDN
Anda membagi trafik di level server. Misalnya 50 persen ke halaman A dan 50 persen ke halaman B.
Keunggulan
- Sangat cepat dan stabil
- Tidak mengandalkan script di browser
Tantangan
- Butuh tim teknis
- Harus memastikan parameter dan cookie tetap aman
Untuk kebanyakan bisnis, metode paling aman tanpa banyak komplikasi adalah membagi lewat platform iklan atau menggunakan tool A B testing yang sudah matang.
Cara Menyiapkan URL Agar Tracking Aman
Bagian ini menentukan apakah data anda rapi atau kacau.
Gunakan dua URL yang jelas dan konsisten
Contoh struktur yang aman
- domain.com/landing-a
- domain.com/landing-b
Atau
- domain.com/produk-a
- domain.com/produk-b
Hindari struktur yang membingungkan seperti
- domain.com/landing
- domain.com/landing2
- domain.com/landing-final
- domain.com/landing-new
Gunakan penamaan yang mudah dicatat dan mudah dipakai di laporan.
Hindari redirect berantai
Jika anda menggunakan redirect, pastikan hanya satu kali dan parameter ikut terbawa.
Namun untuk testing, saya lebih menyukai langsung memakai URL final yang sebenarnya, bukan redirect. Ini mengurangi risiko parameter hilang.
Pastikan halaman A dan B berada pada domain yang sama jika memungkinkan
Jika anda memecah domain, misalnya satu di domain utama dan satu di subdomain, anda harus menyiapkan konfigurasi tracking yang lebih kompleks.
Jika anda terpaksa memakai subdomain, pastikan anda mengatur cookie domain dan referral exclusion agar session tidak terputus.
Menjaga UTM Dan gclid Tetap Terbawa
Ini bagian yang paling sering merusak atribusi.
Pastikan tidak ada script yang membersihkan query string
Beberapa tema atau plugin melakukan URL cleaning. Mereka menghapus parameter yang dianggap tidak perlu. Ini harus dimatikan untuk halaman iklan.
Pastikan form menyimpan parameter ke hidden field
Jika anda mengirim lead ke CRM atau email, simpan data sumber.
Yang biasanya saya simpan
- utm_source
- utm_medium
- utm_campaign
- utm_content
- utm_term
- gclid bila memungkinkan
- landing_page_url
Caranya adalah menambahkan hidden fields di form yang otomatis terisi dari URL parameter. Dengan ini, walau tracking analitik mengalami keterbatasan, anda tetap punya data sumber di level lead.
Pastikan internal link tidak menghapus parameter secara tidak sengaja
Jika ada tombol yang membawa pengguna dari landing page ke halaman checkout atau halaman form lain, pastikan parameter ikut.
Solusi umum
- Pastikan link menggunakan query passthrough
- Gunakan tool tag manager untuk membawa parameter jika diperlukan
- Untuk checkout, pastikan tracking cross page rapi
Menyatukan Definisi Konversi Agar Tidak Ada Perbandingan Palsu
Agar hasil test valid, pastikan konversi utama sama.
Untuk lead generation
Saya sarankan konversi utama yang paling bersih adalah
- Event sukses submit form yang memicu halaman thank you atau status sukses
Jika anda memakai thank you page, pastikan kedua landing page mengarah ke thank you yang sama atau minimal event yang sama.
Untuk WhatsApp atau call, gunakan aturan yang sama juga. Misalnya klik tombol WhatsApp dengan URL wa.me yang sama formatnya.
Untuk ecommerce
Konversi utama adalah purchase. Landing page A dan B boleh berbeda, tapi checkout dan event purchase harus sama.
Cara Menghindari Duplikasi Event Saat Testing
Duplikasi event adalah musuh utama. Berikut langkah praktis yang saya gunakan.
Gunakan satu container GTM untuk semua varian
Satu GTM container memastikan semua tag konsisten. Jangan membuat dua GTM berbeda kecuali anda benar benar paham konsekuensinya.
Jika anda harus memakai dua container, pastikan tidak ada tag yang sama di keduanya.
Kunci trigger event pada kondisi yang jelas
Contoh untuk submit form
- Trigger hanya ketika form benar benar sukses
- Jangan trigger saat klik tombol submit, karena klik tidak selalu sukses
- Gunakan event dari form success callback atau thank you page view
Jika anda memakai thank you page, pastikan event hanya ditembak ketika halaman thank you dimuat, bukan saat halaman form dimuat.
Gunakan event name yang sama dan parameter yang membedakan varian
Agar analisis mudah, gunakan event yang sama misalnya generate_lead, lalu tambahkan parameter
- landing_variant A atau B
- page_path
- experiment_id
Dengan ini anda bisa membandingkan performa tanpa membuat dua jenis konversi yang berbeda.
Hindari menembak event di dua tempat
Sering terjadi ketika
- GTM menembak event
- Script manual di halaman juga menembak event
- Plugin tracking juga menembak event
Solusinya audit semua script. Pastikan hanya satu sumber yang mengirim event konversi.
Menjaga Google Ads Conversion Tetap Akurat Saat Split Test
Untuk Google Ads, yang penting adalah conversion action tetap sama.
Pastikan Google Ads tag tidak ganda
Jika anda memakai conversion tracking via GTM, pastikan conversion linker aktif. Ini membantu mempertahankan data klik iklan.
Jangan mengubah conversion action untuk setiap varian
Anda tidak perlu membuat conversion A dan conversion B di Google Ads. Itu malah membuat optimasi bidding bingung.
Lebih baik satu conversion utama, lalu pisahkan laporan di level landing page melalui parameter atau laporan di GA4.
Simpan landing page varian sebagai dimensi untuk analisis
Anda bisa memisahkan performa varian berdasarkan
- Final URL di laporan Google Ads
- Landing page report
- GA4 dengan parameter landing_variant
Cara Mengatur GA4 Agar Test Anda Bisa Dianalisis Dengan Bersih
GA4 sering menjadi sumber kebingungan karena data event nya fleksibel.
Langkah yang saya sarankan
Buat parameter untuk varian
Kirim parameter landing_variant pada event utama. Pastikan parameter didaftarkan sebagai custom dimension di GA4 agar bisa dipakai di eksplorasi.
Pastikan attribution model yang anda pakai konsisten
Jika anda membandingkan dua varian, jangan berubah ubah model atribusi di tengah. Pilih satu model untuk analisis utama.
Gunakan funnel exploration untuk melihat drop off
Untuk landing page fokus lead, buat funnel
- Page view landing
- Klik CTA
- Start form
- Submit form
Lalu bandingkan funnel ini antara varian A dan B. Anda akan tahu bukan hanya siapa yang menang, tapi kenapa menang.
Cara Menjalankan Test Tanpa Mengacaukan Anggaran Dan Data
Testing yang rapi juga butuh kontrol pada variabel lain.
Pastikan traffic split benar benar seimbang
Jika anda testing lewat iklan, usahakan
- Copy iklan sama
- Targeting sama
- Budget sama
- Jadwal tayang sama
Jika tidak, hasil bisa bias karena perbedaan audiens.
Jalankan test pada periode yang cukup stabil
Hindari testing saat ada lonjakan musiman yang ekstrem atau saat anda baru mengubah banyak hal lain di kampanye.
Jangan mengubah elemen besar di tengah test
Jika anda sudah mulai test, tahan diri untuk tidak mengubah iklan, bidding, atau halaman di tengah jalan kecuali ada masalah teknis.
Cara Membaca Hasil Test Dengan Benar
Sering kali orang melihat conversion rate lalu langsung memutuskan. Untuk keputusan yang lebih aman, saya sarankan anda membaca dari tiga lapisan.
Lapisan satu konversi utama
Bandingkan
- Conversion rate
- Cost per conversion
- Jumlah konversi
Lapisan dua kualitas lead atau nilai transaksi
Jika anda punya CRM atau tracking nilai, cek
- Meeting rate
- Close rate
- Average order value
- Refund rate
Kadang landing page A menghasilkan lebih banyak lead, tapi kualitas lebih rendah. Untuk bisnis B2B, ini sangat penting.
Lapisan tiga perilaku pengguna
Gunakan heatmap dan recording untuk melihat
- Apakah varian menang karena CTA lebih terlihat
- Apakah form lebih mudah
- Apakah trust lebih kuat
Dengan ini keputusan anda lebih kuat dan tidak bergantung pada angka saja.
Kesalahan Yang Paling Sering Saya Temukan Saat Split Test Landing Page
Agar anda tidak mengulang kesalahan yang sama, ini daftar yang paling sering terjadi.
Menguji terlalu banyak perbedaan sekaligus
Jika varian A dan B berbeda total, anda tahu mana yang menang, tapi tidak tahu faktor apa yang menyebabkan menang.
Untuk iterasi yang lebih cepat, uji satu hipotesis utama
- Headline
- CTA
- Layout form
- Bukti sosial
- Urutan blok
Menggunakan metrik yang salah
Untuk lead gen, klik CTA bukan tujuan akhir. Untuk ecommerce, add to cart bukan tujuan akhir. Selalu kembali ke metrik yang paling dekat dengan revenue.
Tidak mengunci user ke varian yang sama
Jika satu user melihat A lalu melihat B, data bisa bias. Tool A B testing biasanya mengunci ini. Jika anda split lewat iklan, bias ini lebih kecil karena satu klik biasanya satu sesi, tapi untuk retargeting bisa terjadi.
Mengabaikan performa mobile
Varian yang menang di desktop bisa kalah di mobile. Selalu pisahkan analisis berdasarkan perangkat.
Template Praktis Agar Anda Bisa Mulai Dengan Aman
Berikut alur yang bisa anda ikuti untuk menjalankan test dua landing page tanpa mengganggu tracking.
1 Tentukan konversi utama dan pastikan definisinya sama
2 Siapkan dua URL yang jelas dan berada pada domain yang sama
3 Pastikan semua tag tracking memakai satu sistem yang konsisten
4 Pastikan parameter iklan tidak hilang
5 Simpan UTM dan gclid ke hidden fields form bila lead gen
6 Jalankan split trafik 50 50 dengan variabel lain dibuat sama
7 Pantau apakah event dobel atau parameter hilang pada hari pertama
8 Kumpulkan data, bandingkan konversi, biaya, kualitas lead, dan perilaku pengguna
9 Pilih pemenang, lalu iterasi dengan test berikutnya
Cara Menutup Loop Dengan Tim Sales Agar Test Anda Benar Benar Menghasilkan
Untuk bisnis jasa dan B2B, tracking konversi tidak cukup jika anda tidak mengukur kualitas lead. Karena itu saya selalu menyarankan satu langkah tambahan.
- Tambahkan kolom landing variant pada lead form atau CRM
- Minta tim sales memberi label hasil lead, misalnya qualified atau tidak
- Setelah periode test, bandingkan conversion rate dan qualified rate
Ini membuat keputusan anda berbasis hasil bisnis, bukan hanya angka di dashboard.
Baca juga: Perbandingan Landing Page Dan Website Company Profile Untuk Ads.
Arah Eksekusi Untuk Anda
Mengujicoba dua landing page tanpa mengganggu tracking itu sangat mungkin jika anda disiplin pada tiga hal
- URL dan parameter aman
- Definisi konversi sama
- Event tidak duplikat
Jika anda ingin saya bantu membuat checklist implementasi yang lebih spesifik sesuai stack anda, misalnya memakai GTM, GA4, Google Ads, Meta Ads, CRM tertentu, saya bisa susunkan skema yang rapi sehingga anda bisa menjalankan split test dengan data bersih dan hasilnya benar benar bisa dipakai untuk optimasi berikutnya.