Bagaimana Menilai Portofolio Jasa Google Ads Tanpa Bias

Bagaimana Menilai Portofolio Jasa Google Ads Tanpa Bias. Saat anda mencari jasa Google Ads, portofolio sering jadi bahan pertimbangan utama. Wajar. Portofolio terlihat seperti bukti nyata bahwa penyedia jasa tersebut pernah menghasilkan. Masalahnya, portofolio juga bisa menipu. Bukan karena semua penyedia jasa sengaja menipu, tetapi karena banyak angka di Google Ads bisa terlihat bagus tanpa benar benar mencerminkan profit. Ada portofolio yang tampak meyakinkan karena menampilkan CTR tinggi atau jumlah leads besar, padahal kualitas lead rendah. Ada juga portofolio yang tampak luar biasa karena kebetulan brand klien sudah kuat, sehingga hasilnya bukan murni dari strategi iklan.

Karena itu, anda perlu cara menilai portofolio tanpa bias. Artinya anda tidak mudah terpukau oleh angka yang cantik, tidak mudah percaya pada klaim yang tidak punya konteks, dan tetap bisa membandingkan beberapa kandidat secara adil. Artikel ini saya buat sebagai panduan praktis agar anda bisa menilai portofolio jasa Google Ads dengan cara yang lebih objektif.

Kenapa Portofolio Sering Membuat Orang Salah Pilih

Ada beberapa alasan portofolio sering menggiring keputusan yang keliru.

Angka yang ditampilkan tidak selalu mewakili tujuan bisnis
Banyak portofolio menampilkan metrik yang mudah terlihat impresif, misalnya impression, klik, CTR, atau biaya per klik yang rendah. Padahal yang paling penting biasanya cost per lead yang valid, ROAS, atau profit.

Konteks bisnis tidak dijelaskan
Tanpa konteks, anda tidak tahu apakah hasil itu sulit atau mudah dicapai. Niche yang demandnya tinggi dan kompetisinya rendah tentu berbeda dengan niche yang penuh kompetitor dan CPC mahal.

Data bisa dipotong
Portofolio bisa menampilkan minggu terbaik saja, bukan performa yang stabil selama beberapa bulan.

Atribusi bisa bias
Beberapa kasus menunjukkan kenaikan omzet, padahal sebenarnya ada faktor lain, promo besar, perubahan harga, viral, atau strategi sales baru.

Jika anda paham risiko ini, anda akan lebih siap menilai portofolio dengan cara yang lebih rasional.

Definisi Portofolio yang Layak Dipercaya Menurut Praktisi

Portofolio yang sehat bukan harus panjang, tetapi harus punya unsur yang membuatnya bisa diuji secara logis.

Ciri portofolio yang layak dipercaya

  • Menjelaskan kondisi awal dan tujuan kampanye
  • Menjelaskan strategi yang dipakai dan alasan pemilihannya
  • Menjelaskan periode waktu yang jelas
  • Menyertakan metrik yang relevan dengan ROI
  • Menyebutkan tantangan yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya
  • Menampilkan stabilitas, bukan hanya puncak performa

Jika portofolio hanya berisi screenshot tanpa narasi, anda harus lebih hati hati.

Langkah Pertama Hilangkan Bias yang Paling Umum

Sebelum menilai portofolio, anda perlu menyadari bias yang sering menyerang pemilik bisnis.

Bias terpukau angka besar
Angka besar seperti jutaan klik atau ratusan ribu impression sering membuat orang terkesan, padahal bisa jadi tidak relevan dengan tujuan anda.

Bias brand terkenal
Melihat logo brand besar di portofolio membuat anda percaya, tetapi anda tidak tahu apakah penyedia jasa itu benar benar mengelola strategi atau hanya menjalankan tugas kecil.

Bias niche yang berbeda
Hasil di niche travel tidak bisa disamakan dengan hasil di niche kesehatan atau B2B. Anda harus fokus pada kesamaan intent dan funnel.

Bias harga
Ada yang percaya portofolio bagus berarti harus mahal. Ada juga yang percaya portofolio bagus bisa didapat murah. Keduanya bisa salah.

Cara mengurangi bias adalah menilai berdasarkan kerangka yang sama untuk semua kandidat.

Kerangka Penilaian Portofolio yang Objektif

Saya biasanya memakai lima dimensi untuk menilai portofolio.

  • Kesesuaian bisnis dan intent
  • Kualitas data dan tracking
  • Kekuatan strategi dan eksekusi
  • Kestabilan hasil dan kemampuan scale
  • Transparansi dan pembelajaran

Mari kita bahas satu per satu.

Dimensi 1 Kesesuaian Bisnis dan Intent

Portofolio akan lebih relevan jika kesamaan ada pada intent dan proses pembelian, bukan hanya pada industri.

Yang perlu anda cek

Jenis tujuan
Apakah portofolio itu lead generation, ecommerce, atau branding.

Nilai transaksi
Bisnis dengan nilai transaksi 500 ribu berbeda strategi dengan bisnis bernilai transaksi 20 juta.

Siklus pembelian
B2B yang butuh nurturing berbeda dengan jasa lokal yang closing cepat.

Sumber konversi
Apakah banyak konversi dari call, WhatsApp, form, atau purchase.

Jika portofolio berasal dari bisnis yang punya karakter serupa, peluang strategi mereka cocok untuk anda lebih besar.

Pertanyaan yang bisa anda ajukan

  • Portofolio ini untuk tujuan apa
  • Produk atau layanan seperti apa
  • Nilai transaksi dan margin kira kira di level berapa
  • Apakah lead diukur dari form atau call atau WhatsApp

Jika mereka bisa menjelaskan karakter funnel, itu pertanda mereka paham konteks.

Dimensi 2 Kualitas Data dan Tracking

Portofolio tanpa tracking yang jelas bisa menyesatkan. Banyak penyedia jasa menampilkan angka konversi, tetapi tidak menjelaskan apakah konversi itu valid.

Yang perlu anda cek

Definisi konversi
Konversi itu apa. Form submit, call, WhatsApp, atau hanya klik tombol.

Validasi data
Apakah konversi terhitung ganda atau tidak. Apakah ada verifikasi.

Kesesuaian dengan tujuan
Apakah konversi yang ditampilkan memang mewakili hasil bisnis.

Kualitas lead
Jika lead gen, apakah ada pembahasan lead valid dan rasio closing.

Pertanyaan yang bisa anda ajukan

  • Konversi yang ditampilkan ini apa definisinya
  • Apakah konversi dipakai untuk bidding
  • Bagaimana cara memastikan tidak duplikat
  • Apakah ada data lead valid dari sales

Penyedia jasa yang fokus ROI biasanya senang menjelaskan tracking karena itu bagian inti dari kerja mereka.

Dimensi 3 Kekuatan Strategi dan Eksekusi

Portofolio yang bagus menjelaskan strategi. Bukan hanya hasil.

Yang perlu anda cek

Struktur kampanye
Apakah mereka memisahkan brand dan non brand, memisahkan layanan utama, memisahkan lokasi.

Pengelolaan search terms
Apakah mereka membahas negative keyword dan kontrol intent.

Optimasi iklan
Apakah ada pengujian copy dan penggunaan asset.

Landing page
Apakah ada perbaikan landing page yang berdampak ke conversion rate.

Bidding
Apakah bidding disesuaikan dengan volume konversi dan kondisi akun.

Pertanyaan yang bisa anda ajukan

  • Apa perubahan paling berdampak dalam kasus ini
  • Bagaimana cara mereka menurunkan biaya per lead
  • Apa yang mereka lakukan terhadap search terms
  • Apakah ada perbaikan landing page

Jika jawabannya generik, portofolionya mungkin hanya angka tanpa kedalaman.

Dimensi 4 Kestabilan Hasil dan Kemampuan Scale

Portofolio yang menampilkan hasil satu minggu tidak cukup. Yang anda butuhkan adalah kestabilan.

Yang perlu anda cek

Periode waktu
Minimal beberapa bulan, atau setidaknya ada fase sebelum dan sesudah.

Stabilitas KPI
Apakah CPA atau ROAS stabil, bukan hanya sesekali bagus.

Kemampuan scale
Apakah mereka pernah menaikkan budget sambil menjaga KPI.

Tantangan pasar
Apakah mereka menghadapi fluktuasi kompetitor atau musim.

Pertanyaan yang bisa anda ajukan

  • Hasil ini dicapai dalam periode berapa lama
  • Setelah 3 bulan, apakah masih stabil
  • Apa yang terjadi ketika budget dinaikkan
  • Bagaimana cara mereka menjaga performa saat kompetitor agresif

Penyedia jasa yang matang akan punya cerita tentang kestabilan, bukan hanya kemenangan singkat.

Dimensi 5 Transparansi dan Pembelajaran

Portofolio yang jujur biasanya menyebutkan tantangan dan pembelajaran. Ini justru membuatnya lebih meyakinkan.

Yang perlu anda cek

Mereka berani menyebut kesalahan
Misalnya awalnya CPA tinggi, lalu diperbaiki melalui perbaikan tracking dan landing page.

Ada dokumentasi proses
Misalnya eksperimen A B, perubahan struktur, optimasi negative keyword.

Ada alasan yang masuk akal
Bukan klaim ajaib, tetapi penjelasan langkah yang logis.

Pertanyaan yang bisa anda ajukan

  • Masalah terbesar di awal apa
  • Apa yang tidak berhasil dan bagaimana perbaikannya
  • Apa langkah yang paling menentukan

Jika mereka mengaku semua selalu mulus, itu patut dicurigai.

Metrik Portofolio yang Perlu Anda Prioritaskan

Agar tidak bias, fokus pada metrik yang dekat dengan ROI.

Untuk lead generation

  • Cost per lead yang terdefinisi jelas
  • Conversion rate landing page
  • Rasio lead valid atau proxy kualitas lead
  • Rasio closing jika ada data

Untuk ecommerce

  • ROAS dan nilai konversi
  • CPA
  • Margin per kategori jika dibahas
  • Conversion rate dan nilai pesanan rata rata

Untuk B2B

  • Cost per qualified lead
  • Jumlah meeting atau demo
  • Kualitas inquiry
  • Pipeline contribution

Metrik seperti CTR dan CPC tetap berguna, tetapi hanya sebagai indikator pendukung, bukan indikator utama.

Tanda Portofolio yang Perlu Anda Waspadai

Agar anda tidak tertipu, perhatikan beberapa red flag ini.

Hanya menampilkan screenshot tanpa konteks
Anda tidak tahu periode, definisi konversi, dan strategi.

Menampilkan metrik yang tidak relevan dengan tujuan anda
Misalnya portofolio branding ditawarkan untuk lead gen.

Klaim terlalu absolut
Misalnya menjamin posisi satu, menjamin ROAS tertentu tanpa melihat kondisi bisnis.

Tidak membahas tracking
Padahal tracking adalah pondasi ROI.

Tidak membahas landing page
Seolah iklan bisa menyelesaikan semua masalah.

Tidak mau memberi akses atau contoh laporan
Transparansi rendah sering berbanding lurus dengan risiko.

Jika anda melihat dua sampai tiga red flag sekaligus, lebih baik cari kandidat lain.

Cara Membandingkan Beberapa Kandidat Dengan Sistem Skor Sederhana

Agar penilaian anda tidak tergantung perasaan, anda bisa memakai skor sederhana.

Buat kolom penilaian untuk setiap kandidat

Kesesuaian funnel

  • Sangat cocok, cukup cocok, kurang cocok

Kejelasan definisi konversi

  • Jelas dan tervalidasi, cukup jelas, tidak jelas

Kedalaman strategi

  • Menjelaskan struktur, search terms, bidding, landing page
  • Menjelaskan sebagian
  • Tidak menjelaskan

Stabilitas hasil

  • Ada data beberapa bulan dan cerita scale
  • Ada data singkat
  • Hanya puncak performa

Transparansi

  • Akses akun, laporan, perubahan terdokumentasi
  • Sebagian
  • Minim

Dengan skor ini, anda bisa membandingkan tanpa terpengaruh gaya bicara atau branding.

Pertanyaan Interview yang Membuat Portofolio Lebih Teruji

Gunakan pertanyaan ini agar portofolio tidak hanya jadi cerita.

  • Konversi yang anda tampilkan itu definisinya apa
  • Bagaimana cara anda memastikan konversi tidak double
  • Dalam kasus ini, perubahan apa yang paling berdampak
  • Apa yang anda lakukan terhadap search terms yang tidak relevan
  • Apakah ada perbaikan landing page dan hasilnya bagaimana
  • Berapa lama hasil ini dipertahankan
  • Bagaimana reaksi anda saat CPA naik karena kompetitor
  • Apa strategi anda untuk scale budget tanpa merusak KPI

Pertanyaan seperti ini memaksa kandidat menunjukkan kedalaman, bukan sekadar memamerkan angka.

Bagaimana Menilai Portofolio Jika Mereka Tidak Bisa Membuka Data Klien

Ada penyedia jasa yang tidak bisa membuka detail karena privasi klien. Itu wajar. Tetapi tetap ada cara menilai.

Anda bisa meminta

  • Studi kasus anonim, tanpa menyebut nama klien
  • Rentang angka, misalnya CPA turun dari kisaran A ke kisaran B
  • Penjelasan proses optimasi yang dilakukan
  • Contoh format laporan bulanan yang sudah disamarkan
  • Contoh struktur kampanye tanpa data sensitif

Jika mereka tidak bisa memberi apa pun selain klaim, anda tidak punya dasar untuk menilai.

Cara Menghindari Bias Emosional Saat Meeting

Bias bukan hanya dari angka. Bias juga muncul dari cara seseorang berbicara.

Tips praktis

  • Jangan putuskan di hari yang sama, beri waktu untuk menilai dengan tenang
  • Catat jawaban kandidat terhadap pertanyaan inti, bukan kesan personal
  • Bandingkan jawaban mereka dengan kerangka yang sama
  • Fokus pada proses kerja dan transparansi, bukan janji manis

Kandidat terbaik sering tidak terdengar paling bombastis. Mereka terdengar tenang, detail, dan logis.

Baca juga: Konsultasi Awal Dalam Jasa Google Ads Yang Berkualitas.

Jika Anda Ingin Penilaian yang Lebih Aman dan Fokus ROI

Jika anda sedang menilai beberapa penyedia jasa Google Ads dan ingin pendekatan yang lebih objektif, anda bisa mempertimbangkan konsultasi dan audit dari Murtafi Digital.

Pendekatan saya biasanya membantu anda memetakan kebutuhan bisnis, menentukan KPI yang realistis, mengecek kesiapan tracking dan landing page, lalu menilai apakah portofolio dan proses kerja kandidat benar benar selaras dengan target ROI anda. Dengan begitu, anda bisa memilih partner berdasarkan data dan sistem, bukan berdasarkan kesan atau angka yang bisa menipu.

error: Content is protected !!