Cara Menentukan Keyword Utama Untuk Website Bisnis
Cara Menentukan Keyword Utama Untuk Website Bisnis. Menentukan keyword utama itu seperti memilih lokasi terbaik untuk membuka toko. Jika lokasinya salah, orang yang lewat tidak relevan. Jika lokasinya benar, Anda tidak perlu teriak terlalu keras karena pasar sudah ada di depan mata. Banyak pemilik bisnis membuat website, lalu menulis konten dengan topik yang terasa bagus, namun tidak selaras dengan niat pencarian calon pelanggan. Akibatnya website tampak ramai secara konten, tetapi sepi lead.
Saya ingin Anda melihat keyword utama sebagai pusat gravitasi. Semua halaman penting, konten blog, struktur menu, internal link, bahkan gaya copywriting akan mengikuti keyword utama yang Anda pilih. Itulah sebabnya keyword utama tidak boleh dipilih asal berdasarkan perasaan, atau hanya karena volumenya besar. Keyword utama harus menjadi jembatan yang paling dekat antara apa yang Anda jual dan apa yang dicari pasar.
Di artikel ini saya akan memandu Anda langkah demi langkah menentukan keyword utama yang tepat untuk website bisnis. Mulai dari cara membaca niat pencarian, cara memetakan produk atau jasa, cara membedakan keyword utama dan keyword pendukung, sampai cara menguji kandidat keyword agar Anda tidak menghabiskan waktu berbulan bulan mengejar target yang tidak menghasilkan.
Memahami Apa Itu Keyword Utama Dalam Konteks Website Bisnis
Keyword utama adalah frasa pencarian yang paling mewakili layanan atau produk inti Anda dan berpotensi menjadi target halaman utama atau halaman layanan utama. Keyword utama biasanya menjadi pintu masuk paling strategis untuk mendatangkan calon pelanggan dengan niat tinggi.
Keyword utama berbeda dengan keyword populer. Keyword populer bisa sangat luas dan sering dicari, tapi belum tentu cocok untuk bisnis Anda. Keyword utama juga berbeda dengan keyword blog. Blog biasanya menargetkan pertanyaan, masalah, atau topik pendukung yang memperluas jangkauan. Keyword utama berada pada level yang lebih dekat ke transaksi dan biasanya mengarah ke halaman layanan, kategori produk, atau halaman solusi.
Bayangkan Anda punya bisnis jasa desain interior di Jakarta. Keyword utama yang masuk akal adalah jasa desain interior Jakarta atau desain interior rumah Jakarta. Sedangkan ide dekorasi ruang tamu minimalis atau warna cat rumah yang elegan lebih cocok sebagai keyword pendukung untuk blog. Dua duanya penting, tetapi fungsinya berbeda.
Jika Anda salah menempatkan keyword, struktur website jadi kacau. Home page Anda membidik topik edukasi, sementara halaman layanan Anda membidik keyword yang terlalu kecil. Akhirnya mesin pencari bingung, pengunjung juga bingung.
Kenapa Menentukan Keyword Utama Itu Menentukan Arah SEO Anda
Banyak orang berpikir SEO hanya tentang menulis artikel dan mendapatkan backlink. Padahal kalau keyword utamanya salah, Anda bisa punya artikel yang banyak, tetapi peluang konversinya kecil.
Keyword utama menentukan tiga hal besar.
Pertama menentukan siapa yang Anda tarik. Keyword yang tepat akan menarik orang yang memang butuh solusi Anda, bukan sekadar penasaran.
Kedua menentukan struktur konten. Dari keyword utama, Anda bisa menurunkan kategori, halaman layanan, dan cluster artikel pendukung.
Ketiga menentukan kualitas lead. Keyword dengan niat tinggi biasanya menghasilkan lead yang lebih siap, lebih cepat mengambil keputusan, dan lebih mudah dikonversi.
Itu sebabnya saya selalu memulai strategi SEO dengan keyword utama dan struktur halaman, bukan dengan daftar ide artikel yang panjang.
Kesalahan Paling Umum Saat Memilih Keyword Utama
Sebelum masuk ke langkah praktis, saya ingin Anda tahu jebakan yang paling sering terjadi.
Memilih keyword berdasarkan volume saja. Volume besar sering berarti kompetisi tinggi dan intent yang terlalu umum.
Mengincar keyword yang tidak sesuai dengan layanan inti. Misalnya bisnis Anda jasa, tetapi keyword utama yang dipilih lebih cocok untuk informasi umum.
Menggabungkan terlalu banyak maksud dalam satu keyword. Anda harus jelas apakah Anda menargetkan jasa, produk, atau lokasi.
Mengabaikan halaman yang akan menampung keyword. Keyword utama harus punya halaman yang mampu menjawab intent dengan lengkap.
Tidak memeriksa siapa yang sudah ranking. Jika hasil pencarian didominasi marketplace atau media besar, Anda butuh strategi berbeda.
Kesalahan ini membuat website bisnis baru menghabiskan waktu untuk hal yang tidak mendekatkan mereka ke penjualan.
Fondasi Pertama Pahami Bisnis Anda Sebelum Pahami Keyword
Keyword utama yang tepat selalu berangkat dari bisnis yang jelas. Anda perlu menjawab empat pertanyaan berikut dengan jujur.
Apa layanan atau produk yang paling Anda ingin jual. Ini bukan daftar semua yang Anda bisa, tetapi fokus utama.
Siapa target pelanggan Anda. B2B atau B2C, kelas premium atau budget, lokal atau nasional.
Apa pembeda utama Anda. Kecepatan, kualitas, garansi, pengalaman, spesialisasi niche.
Apa wilayah layanan Anda. Satu kota, beberapa kota, atau seluruh Indonesia.
Jika jawaban Anda belum jelas, keyword research akan terasa seperti memilih di supermarket tanpa daftar belanja. Anda akan mudah tergoda oleh banyak topik.
Bedakan Keyword Utama Dengan Keyword Sekunder Dan Keyword Pendukung
Agar tidak rancu, gunakan pembagian sederhana.
Keyword utama adalah target utama halaman layanan atau home page. Biasanya 1 sampai 3 keyword utama per bisnis, tergantung jumlah layanan inti.
Keyword sekunder adalah variasi yang masih satu niat dan bisa ditangani oleh halaman yang sama. Misalnya jasa SEO Jakarta bisa punya variasi konsultan SEO Jakarta atau jasa optimasi SEO Jakarta.
Keyword pendukung adalah keyword untuk artikel blog, FAQ, studi kasus, atau halaman tambahan yang membantu memperkuat topik utama. Misalnya berapa biaya jasa SEO Jakarta atau cara memilih jasa SEO.
Dengan pembagian ini, Anda akan lebih mudah memutuskan mana yang harus Anda kejar dulu, mana yang menjadi dukungan.
Langkah 1 Menentukan Halaman Utama Yang Akan Menjadi Target
Keyword utama tidak dipilih di ruang kosong. Anda harus menentukan halaman mana yang akan menjadi target.
Umumnya ada tiga jenis halaman target.
Home page jika bisnis Anda hanya punya satu layanan utama atau brand query kuat.
Halaman layanan jika Anda punya beberapa layanan inti.
Halaman kategori produk jika Anda menjual produk dan punya banyak SKU.
Sebelum memilih keyword utama, pastikan Anda sudah punya halaman yang tepat. Jika Anda bisnis jasa, biasanya halaman layanan adalah target utama yang paling aman. Home page sering terlalu umum untuk menangkap intent yang spesifik.
Langkah 2 Menyusun Daftar Seed Keyword Dari Bahasa Pelanggan
Seed keyword adalah daftar awal yang berasal dari cara pelanggan menyebut kebutuhan mereka. Ini penting karena bahasa bisnis sering berbeda dengan bahasa pasar.
Cara cepat mendapatkan seed keyword.
Ambil dari chat WhatsApp pelanggan. Cari kata yang sering mereka gunakan.
Ambil dari pertanyaan saat telepon atau konsultasi. Catat kalimatnya.
Ambil dari testimoni. Orang sering menyebut solusi yang mereka cari.
Ambil dari kompetitor. Lihat menu layanan mereka dan judul halaman penting.
Untuk memudahkan, buat tiga kolom sederhana di catatan.
Masalah yang dicari pelanggan.
Solusi yang Anda tawarkan.
Istilah yang sering dipakai pelanggan.
Dari sini Anda akan menemukan seed keyword yang lebih natural dan relevan.
Langkah 3 Mengelompokkan Seed Keyword Berdasarkan Intent
Intent adalah niat di balik pencarian. Ini kunci agar keyword utama Anda menghasilkan pelanggan, bukan hanya pengunjung.
Ada beberapa intent yang paling relevan untuk bisnis.
Intent transaksional. Orang siap membeli atau mencari vendor. Kata kunci seperti jasa, sewa, harga, vendor, supplier, kontraktor.
Intent komersial investigasi. Orang membandingkan dan menilai. Kata seperti terbaik, rekomendasi, perbandingan, review, paket.
Intent informasional. Orang belajar. Kata seperti cara, apa itu, tips, panduan.
Untuk keyword utama website bisnis, prioritas Anda biasanya transaksional dan komersial investigasi. Intent informasional tetap penting, tetapi lebih cocok untuk keyword pendukung.
Contoh sederhana.
Cara memilih jasa renovasi rumah adalah informasional.
Jasa renovasi rumah Jogja adalah transaksional.
Kontraktor renovasi rumah terbaik Jogja adalah komersial investigasi.
Ketiganya bisa Anda targetkan, tetapi keyword utama sebaiknya berada di dua intent teratas.
Langkah 4 Memasukkan Variabel Lokasi Dan Spesialisasi Jika Relevan
Untuk bisnis lokal, lokasi adalah penguat intent dan penguat relevansi.
Jika Anda melayani area tertentu, keyword dengan lokasi sering lebih cepat menghasilkan lead karena lebih spesifik.
Namun jangan asal menambahkan kota ke semua keyword. Anda harus pastikan dua hal.
Anda benar benar melayani area tersebut.
Halaman Anda memiliki bukti relevansi lokasi seperti alamat, area coverage, studi kasus lokal, atau minimal konten yang menyebut konteks lokal.
Selain lokasi, spesialisasi juga bisa menjadi penguat.
Contoh.
Jasa SEO untuk klinik kecantikan.
Jasa desain interior untuk cafe.
Kontraktor rumah minimalis.
Spesialisasi membuat Anda menargetkan pasar yang lebih sempit tetapi lebih siap.
Langkah 5 Memeriksa SERP Untuk Menguji Kelayakan Keyword
SERP adalah halaman hasil pencarian Google. Ini sumber validasi paling jujur. Anda tidak perlu menebak. Anda bisa melihat apa yang Google anggap relevan.
Saat Anda mengetik kandidat keyword, perhatikan hal berikut.
Tipe halaman yang ranking. Apakah halaman layanan, artikel blog, marketplace, direktori, atau media.
Jika yang ranking didominasi halaman layanan, itu sinyal bagus untuk bisnis jasa.
Jika didominasi artikel edukasi, berarti intent informasional, kurang cocok untuk keyword utama layanan.
Jika didominasi marketplace atau direktori besar, Anda butuh diferensiasi kuat atau strategi alternatif.
Perhatikan juga fitur yang muncul seperti local pack, map, people also ask. Jika map muncul, artinya pencarian sangat lokal dan Anda perlu optimasi profil bisnis serta halaman lokal.
SERP juga memberi ide subtopik yang harus ada di halaman Anda. Jika banyak halaman ranking membahas harga, proses, dan portofolio, berarti itu yang dicari pengguna.
Langkah 6 Menilai Kompetisi Dengan Cara Yang Realistis
Anda tidak harus takut dengan kompetisi, tetapi Anda harus realistis. Bisnis baru yang menargetkan keyword super kompetitif akan butuh waktu lebih panjang.
Cara menilai kompetisi tanpa rumit.
Lihat kualitas halaman yang ranking.
Apakah mereka brand besar atau bisnis kecil.
Apakah kontennya lengkap atau tipis.
Apakah mereka punya banyak bukti trust seperti testimoni, portofolio, alamat jelas.
Jika Anda melihat banyak halaman yang biasa saja, itu peluang. Anda bisa membuat halaman yang jauh lebih lengkap.
Jika yang ranking brand besar dengan otoritas tinggi dan konten matang, Anda bisa tetap masuk, tetapi butuh strategi cluster yang lebih kuat dan konsistensi lebih panjang.
Langkah 7 Membuat Matriks Skor Untuk Memilih Keyword Utama
Agar keputusan Anda objektif, buat skor sederhana untuk setiap kandidat keyword. Anda tidak perlu tool rumit.
Gunakan empat skor dari 1 sampai 5.
Skor relevansi dengan layanan inti.
Skor intent beli.
Skor kemampuan Anda membuat halaman terbaik.
Skor peluang bersaing.
Total skor tertinggi adalah kandidat keyword utama.
Contoh.
Jasa desain website mungkin relevan dan intent tinggi, tapi kompetisinya berat.
Jasa pembuatan website company profile lebih spesifik, intent tinggi, dan peluang lebih besar.
Sering kali keyword utama yang menang bukan yang paling besar, tapi yang paling tepat dan bisa Anda menangkan dulu.
Langkah 8 Menentukan Satu Keyword Utama Per Halaman
Salah satu aturan sederhana yang membuat struktur SEO rapi adalah satu halaman satu fokus utama.
Anda boleh menargetkan variasi, tetapi fokus utama tetap satu. Ini mencegah cannibalization, yaitu dua halaman saling berebut keyword yang sama.
Contoh untuk bisnis jasa.
Halaman layanan 1 menargetkan jasa SEO Jakarta.
Halaman layanan 2 menargetkan jasa Google Ads Jakarta.
Blog menargetkan biaya jasa SEO Jakarta, cara memilih jasa SEO, audit SEO, dan seterusnya.
Dengan cara ini, Google lebih mudah memahami peta topik Anda.
Langkah 9 Menentukan Keyword Utama Untuk Bisnis Dengan Banyak Layanan
Jika bisnis Anda punya beberapa layanan, Anda bisa memilih beberapa keyword utama. Namun tetap harus ada prioritas.
Cara mengatur.
Pilih 1 layanan unggulan sebagai fokus utama jangka pendek.
Pilih 2 sampai 4 layanan lain sebagai fokus menengah.
Siapkan konten pendukung yang mengalir ke layanan unggulan lebih dulu.
Ini penting karena sumber daya Anda terbatas. Lebih baik menang di satu layanan dulu, lalu memperluas.
Langkah 10 Menentukan Keyword Utama Untuk Bisnis Produk Dan Toko Online
Untuk bisnis produk, keyword utama sering berada pada level kategori, bukan produk satuan.
Misalnya.
Sepatu lari pria.
Skincare untuk kulit berminyak.
Kursi kantor ergonomis.
Sedangkan produk satuan bisa menargetkan keyword long tail seperti sepatu lari pria untuk marathon atau kursi kantor ergonomis untuk tinggi badan tertentu.
Untuk toko online, struktur yang rapi adalah.
Kategori untuk keyword utama.
Subkategori untuk variasi.
Produk untuk long tail dan brand query.
Cara Memastikan Keyword Utama Anda Punya Potensi Konversi Tinggi
Keyword utama yang bagus biasanya memiliki ciri berikut.
Ada kata yang menunjukkan kebutuhan nyata seperti jasa, sewa, beli, supplier, kontraktor.
Ada konteks lokasi atau konteks target pelanggan.
Ada sinyal urgensi atau kebutuhan spesifik.
SERP menampilkan halaman vendor, bukan artikel edukasi semata.
Anda juga bisa menguji potensi konversi dengan pertanyaan sederhana.
Jika orang mengetik keyword ini, apakah mereka siap menghubungi vendor.
Jika ya, itu kandidat kuat.
Cara Menyusun Konten Halaman Untuk Keyword Utama Agar Menang
Setelah keyword utama dipilih, pekerjaan Anda belum selesai. Anda harus membuat halaman yang benar benar layak ranking.
Struktur halaman layanan yang kuat biasanya memiliki elemen ini.
Pembuka yang langsung menyebut solusi dan target.
Benefit yang spesifik dan terukur.
Siapa yang cocok menggunakan layanan Anda.
Rincian layanan dan deliverables.
Proses kerja tahap demi tahap.
Estimasi timeline.
Range biaya atau faktor yang mempengaruhi biaya.
Portofolio atau contoh hasil.
Testimoni bila ada.
FAQ yang menjawab keberatan.
CTA yang jelas.
Saat halaman Anda lengkap, Google lebih mudah percaya, pengguna juga lebih cepat yakin.
Cara Membuat Keyword Utama Terhubung Dengan Keyword Pendukung
Ini bagian yang sering dilupakan.
Keyword utama adalah pusat.
Keyword pendukung adalah satelit yang memperkuat relevansi topikal.
Cara menghubungkan.
Buat artikel pendukung yang menjawab pertanyaan calon pelanggan.
Masukkan internal link menuju halaman layanan.
Gunakan anchor text yang natural.
Buat beberapa artikel yang mengarah ke bagian tertentu di layanan seperti biaya, proses, timeline, paket.
Contoh untuk jasa SEO.
Artikel biaya jasa SEO mengarah ke layanan.
Artikel audit SEO mengarah ke layanan.
Artikel SEO lokal untuk bisnis mengarah ke layanan.
Artikel perbedaan SEO dan Google Ads mengarah ke layanan.
Semakin banyak konten pendukung yang relevan, semakin kuat halaman utama Anda.
Contoh Penerapan Untuk Berbagai Jenis Bisnis
Agar Anda lebih mudah mempraktikkan, berikut beberapa contoh pola.
Bisnis jasa lokal seperti kontraktor atau klinik.
Keyword utama biasanya jasa plus layanan plus lokasi.
Contoh jasa renovasi rumah Bandung.
Bisnis jasa profesional seperti konsultan atau agency.
Keyword utama bisa jasa plus layanan plus target industri.
Contoh jasa SEO untuk perusahaan.
Bisnis produk kategori.
Keyword utama biasanya kategori produk plus atribut utama.
Contoh sepatu kerja wanita kulit.
Bisnis B2B supplier.
Keyword utama biasanya supplier plus produk plus lokasi atau industri.
Contoh supplier bahan bangunan Jakarta.
Anda bisa meniru polanya, lalu menyesuaikan dengan layanan inti Anda.
Cara Mengetahui Keyword Utama Anda Sudah Tepat Dalam 30 Sampai 60 Hari
Anda tidak harus menunggu lama untuk tahu apakah arah Anda benar. Dalam 30 sampai 60 hari, biasanya sudah ada sinyal.
Halaman layanan mulai mendapat impresi.
Query yang masuk sesuai dengan layanan.
Artikel pendukung mulai muncul untuk long tail.
Ada klik menuju kontak atau WhatsApp meningkat.
Jika sinyal ini tidak muncul sama sekali, biasanya masalahnya ada di salah satu hal berikut.
Keyword terlalu kompetitif.
Halaman kurang menjawab intent.
Internal link lemah.
Konten tidak cukup.
Teknis indexing bermasalah.
Sinyal kecil sudah cukup untuk memastikan Anda berada di jalur yang benar.
Checklist Praktis Menentukan Keyword Utama Dalam Satu Sesi Kerja
Agar Anda bisa langsung eksekusi, ikuti checklist ini.
Tentukan layanan inti yang paling ingin dijual.
Tentukan target pelanggan dan lokasi.
Kumpulkan 20 sampai 40 seed keyword dari bahasa pelanggan.
Kelompokkan berdasarkan intent.
Pilih 5 sampai 10 kandidat keyword transaksional.
Cek SERP untuk tiap kandidat.
Nilai kompetisi dan tipe halaman yang ranking.
Beri skor relevansi, intent, kemampuan, peluang.
Pilih 1 keyword utama per halaman layanan utama.
Susun daftar keyword sekunder dan pendukung untuk cluster.
Jika Anda melakukan ini dengan disiplin, Anda akan punya peta SEO yang jauh lebih jelas dibanding sekadar membuat daftar keyword panjang tanpa arah.
Baca juga: Content Plan Website 3 Bulan Pertama Untuk Bisnis Baru.
Menentukan keyword utama sebenarnya adalah langkah paling menentukan dalam SEO untuk website bisnis. Begitu keyword utama sudah tepat, Anda bisa menyusun struktur halaman, menyusun cluster artikel, dan menulis konten yang benar benar mengarah pada lead.