Cara Menghindari Error Setelah Update Plugin
Cara Menghindari Error Setelah Update Plugin. Update plugin WordPress itu wajib, tetapi juga sering bikin deg degan. Satu klik update bisa membuat website bisnis anda tiba tiba error, tampilan berantakan, form lead tidak masuk, atau checkout tidak jalan. Masalahnya bukan pada update itu sendiri. Masalah biasanya muncul karena tidak ada sistem yang memastikan perubahan berjalan aman.
Saya akan membahas cara menghindari error setelah update plugin dengan cara yang realistis dan bisa dipakai untuk website bisnis yang aktif menghasilkan lead. Kita akan bahas penyebab error, langkah pencegahan sebelum update, SOP update yang aman, cara menguji halaman kritis, serta langkah cepat jika error terlanjur terjadi.
Tujuannya jelas. Anda tetap bisa menjaga keamanan dan stabilitas website tanpa mengorbankan performa SEO dan konversi.
Kenapa Error Setelah Update Plugin Bisa Terjadi
Update plugin berarti ada perubahan kode. Perubahan itu bisa menyentuh fungsi yang anda pakai setiap hari, seperti layout builder, form, caching, checkout, sampai tracking.
Error biasanya terjadi karena beberapa alasan.
Plugin tidak kompatibel dengan versi WordPress yang anda pakai
Plugin tidak kompatibel dengan theme atau page builder
Ada konflik antar plugin yang fiturnya tumpang tindih
Update mengubah fungsi tertentu sehingga setting lama tidak cocok
Versi PHP di hosting tidak sesuai dengan kebutuhan plugin baru
Caching membuat perubahan terlihat tidak sinkron
Ada custom code yang bergantung pada fungsi plugin versi lama
Website memakai plugin bajakan atau theme yang dimodifikasi tanpa standar
Untuk website bisnis, dampak paling menyakitkan adalah ketika error terjadi di halaman yang menghasilkan uang, seperti halaman layanan utama, landing page iklan, atau halaman checkout.
Jenis Error Yang Paling Sering Muncul Setelah Update Plugin
Agar anda lebih siap, kenali pola error yang paling umum.
White screen atau blank page
Ini sering terkait fatal error PHP atau konflik fungsi.
Halaman admin tidak bisa dibuka
Biasanya plugin mengganggu dashboard atau ada error pada proses loading admin.
Layout halaman berubah atau berantakan
Sering terjadi pada plugin builder, addon builder, atau plugin yang memodifikasi CSS.
Form tidak mengirim atau notifikasi tidak masuk
Sering terjadi pada plugin form, SMTP, atau security plugin yang mengubah aturan.
Website jadi lambat mendadak
Bisa karena plugin update menambah fitur, menambah query, atau konflik dengan cache.
Error 404 pada halaman tertentu
Bisa terkait rewrite rules, permalink, atau plugin yang mengubah struktur URL.
Checkout atau cart bermasalah
Sering terkait WooCommerce, payment gateway, atau cache yang memengaruhi halaman dinamis.
Tracking iklan tidak merekam konversi
Bisa karena plugin update mengubah script injection atau ada konflik dengan consent plugin.
Semua jenis error ini bisa dicegah atau minimal risikonya bisa diturunkan jika anda punya SOP.
Prinsip Dasar Menghindari Error Setelah Update Plugin
Saya ingin anda memegang prinsip ini.
Jangan update tanpa backup
Jangan update tanpa rencana uji
Jangan update semua plugin sekaligus
Jangan update di jam jam transaksi atau jam jam traffic tinggi
Jangan biarkan plugin menumpuk tanpa audit
Dengan lima prinsip ini saja, anda sudah mengurangi risiko secara signifikan.
SOP Update Plugin Yang Aman Untuk Website Bisnis
SOP ini saya susun agar bisa diterapkan oleh pemilik bisnis maupun tim teknis. Anda bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan.
Langkah 1 Tentukan Waktu Update Yang Aman
Pilih waktu ketika traffic rendah dan tidak ada kampanye iklan besar yang sedang berjalan. Untuk banyak bisnis, waktu aman biasanya malam atau di luar jam operasional.
Jika website anda ecommerce, hindari jam jam puncak belanja.
Tujuannya supaya jika ada masalah, anda punya waktu untuk memperbaiki tanpa merusak pengalaman banyak pengunjung.
Langkah 2 Backup Lengkap Sebelum Update
Backup yang aman untuk update plugin harus mencakup dua hal.
File website
Database
Jika anda punya backup otomatis harian, pastikan backup terbaru sudah berhasil. Jika anda tidak yakin, buat backup manual sebelum update.
Untuk website bisnis, backup adalah pagar terakhir. Tanpa backup, perbaikan bisa menjadi jauh lebih mahal.
Langkah 3 Cek Versi WordPress Dan Versi PHP Hosting
Banyak error terjadi karena plugin baru membutuhkan versi PHP tertentu atau fitur WordPress tertentu.
Sebelum update plugin, cek versi WordPress dan versi PHP. Pastikan keduanya tidak terlalu tertinggal.
Jika hosting anda memakai versi PHP lama, plugin terbaru bisa memicu error.
Jika anda tidak punya waktu mengecek detail teknis, minimal pastikan lingkungan website anda tidak terlalu lama tidak diupdate.
Langkah 4 Lihat Changelog Atau Catatan Update
Banyak orang melewatkan ini. Padahal catatan update sering memberi petunjuk.
Yang perlu anda cari
apakah update ini major atau minor
apakah ada perubahan fitur besar
apakah ada perbaikan keamanan
apakah ada perubahan yang bisa memengaruhi kompatibilitas
Jika update major dan plugin tersebut kritis, sebaiknya uji dulu di staging.
Langkah 5 Jangan Update Semua Plugin Sekaligus
Ini kebiasaan yang sering membuat troubleshooting jadi sulit. Jika anda update 20 plugin sekaligus lalu website error, anda tidak tahu plugin mana yang memicu masalah.
SOP yang lebih aman
Update plugin satu per satu atau dalam kelompok kecil
Mulai dari plugin yang risikonya rendah
Tunda plugin yang sangat kritis sampai anda siap uji lebih detail
Plugin kritis biasanya
builder
addon builder
WooCommerce dan gateway
plugin cache
plugin keamanan
plugin form dan SMTP
Langkah 6 Gunakan Staging Untuk Website Yang Sudah Menghasilkan
Jika website bisnis anda sudah menghasilkan lead rutin atau transaksi, staging sangat direkomendasikan.
Staging adalah salinan website untuk pengujian. Anda bisa update plugin di staging, cek apakah aman, baru lakukan di website utama.
Dengan staging, anda mengurangi risiko downtime.
Jika hosting anda menyediakan staging, gunakan. Jika tidak ada, anda bisa membuat salinan website di subdomain khusus pengujian.
Langkah 7 Update Plugin Di Urutan Yang Tepat
Urutan update bisa membantu mengurangi konflik.
Urutan yang saya sarankan
Plugin kecil yang tidak kritis
Plugin utilitas ringan
Plugin SEO jika bukan update besar
Plugin form jika anda siap uji submit
Plugin builder dan addon builder
Plugin WooCommerce dan gateway
Plugin cache dan optimasi
Theme jika ada update
WordPress core jika memang diperlukan
Kenapa plugin cache biasanya terakhir
Karena cache bisa membuat hasil pengujian tidak akurat jika belum dibersihkan dengan benar.
Langkah 8 Bersihkan Cache Setelah Update
Banyak pemilik website panik karena melihat tampilan berubah, padahal hanya cache yang belum bersih.
Setelah update
Bersihkan cache plugin cache
Bersihkan cache server jika ada
Bersihkan cache CDN jika dipakai
Cek halaman dengan mode incognito
Ini langkah kecil tetapi sering menyelamatkan waktu.
Langkah 9 Uji Halaman Kritis Dengan Checklist
Pengujian bukan hanya buka home lalu selesai. Untuk website bisnis, uji harus fokus pada halaman yang menghasilkan.
Saya sarankan checklist berikut.
Home
apakah halaman terbuka cepat dan layout normal
Halaman layanan utama
cek CTA tombol WhatsApp dan form
Landing page iklan
cek elemen utama dan script tracking
Form lead
kirim satu test lead dan pastikan masuk ke email atau CRM
Halaman kontak
cek peta jika ada, cek link, cek nomor telepon
Jika ecommerce
cek product page
cek add to cart
cek cart dan checkout
cek metode pembayaran
Jika ada membership atau login
cek login dan akses halaman
Jika ada booking
cek proses booking sampai tahap akhir
Uji dengan perangkat mobile juga, karena banyak masalah hanya muncul di mobile.
Langkah 10 Catat Update Dan Perubahan
Ini sering diabaikan. Padahal catatan sederhana membantu ketika terjadi error di masa depan.
Catat
tanggal update
plugin yang diupdate
versi sebelum dan sesudah
catatan masalah jika ada
tindakan perbaikan jika diperlukan
Dengan catatan ini, tim anda lebih mudah melakukan rollback atau troubleshooting.
Cara Mengurangi Risiko Konflik Plugin
Selain SOP update, ada strategi yang membuat website lebih tahan terhadap update.
Hindari Plugin Tumpang Tindih
Banyak website memasang plugin yang fungsinya sama.
Contoh tumpang tindih
dua plugin cache
dua plugin optimasi gambar
dua plugin redirect
dua plugin security yang agresif
dua plugin schema
Plugin yang tumpang tindih meningkatkan risiko konflik saat update. Audit plugin anda secara berkala. Jika ada fungsi yang sama, pilih satu.
Batasi Add On Builder
Add on builder sering memicu konflik setelah update builder utama. Jika anda memakai Elementor atau builder lain, jangan menumpuk addon.
Pilih addon yang benar benar diperlukan. Hapus yang tidak dipakai.
Gunakan Theme Yang Stabil Dan Terjaga
Theme yang jarang diupdate atau theme modifikasi sering menjadi sumber masalah saat plugin update.
Jika anda memakai theme custom, pastikan kode customnya rapi dan tidak menimpa fungsi plugin dengan cara yang rapuh.
Gunakan Child Theme Jika Ada Custom
Jika anda melakukan perubahan desain melalui theme, gunakan child theme agar perubahan tidak hilang dan tidak memicu error saat update theme utama.
Hindari Plugin Bajakan
Plugin bajakan sering membawa kode yang tidak aman, tidak kompatibel, dan bisa memicu error ketika WordPress atau plugin lain update.
Untuk website bisnis, ini risiko yang tidak sebanding. Selain keamanan, stabilitas anda juga jadi taruhan.
Pengaturan Otomatis Update Itu Bagus Atau Berbahaya
Auto update bisa membantu keamanan, tetapi bisa berbahaya jika website anda kompleks.
Saya biasanya membagi
Website sederhana yang jarang berubah dan tidak punya transaksi kompleks
Auto update plugin minor bisa dipertimbangkan
Website bisnis yang punya builder, ecommerce, banyak integrasi, dan kampanye iklan
Saya lebih suka update manual dengan staging dan SOP
Jika anda ingin tetap memakai auto update, minimal lakukan
Backup otomatis yang pasti
Monitoring uptime
Notifikasi jika terjadi error
Jadwal audit rutin
Auto update tanpa monitoring itu seperti menjalankan mobil tanpa melihat indikator.
Apa Yang Harus Dilakukan Jika Error Terlanjur Terjadi
Sekalipun anda sudah hati hati, error tetap mungkin terjadi. Yang penting adalah anda punya langkah cepat.
Langkah Cepat 1 Tetap Tenang Dan Identifikasi Pola
Apakah error terjadi di semua halaman atau hanya halaman tertentu
Apakah admin masih bisa diakses
Apakah error muncul setelah update plugin tertentu
Jika anda update satu per satu, identifikasi akan lebih mudah.
Langkah Cepat 2 Nonaktifkan Plugin Yang Baru Diupdate
Jika anda masih bisa masuk dashboard, nonaktifkan plugin yang baru diupdate untuk melihat apakah website normal kembali.
Jika website normal, berarti sumber masalah ada di plugin tersebut atau konflik dengan plugin lain.
Langkah Cepat 3 Jika Tidak Bisa Masuk Dashboard
Jika admin tidak bisa dibuka, cara umum adalah menonaktifkan plugin melalui file manager atau akses server.
Biasanya dilakukan dengan mengganti nama folder plugin yang bermasalah agar WordPress tidak memuatnya.
Setelah website bisa diakses, anda bisa menyusun langkah perbaikan.
Langkah Cepat 4 Rollback Ke Versi Sebelumnya
Beberapa plugin menyediakan fitur rollback. Jika tidak ada, anda bisa memulihkan plugin versi sebelumnya dari backup.
Ini alasan kenapa backup sebelum update penting.
Langkah Cepat 5 Cek Error Log Dan Versi PHP
Jika anda atau tim teknis bisa membaca error log, anda bisa melihat file mana yang menyebabkan fatal error. Banyak error terkait versi PHP atau fungsi yang tidak tersedia.
Jika error terkait versi PHP, upgrade PHP bisa menjadi solusi, tetapi lakukan hati hati dan uji kompatibilitas.
Langkah Cepat 6 Bersihkan Cache Dan Uji Ulang
Kadang error tampilan adalah cache. Setelah menonaktifkan plugin atau rollback, bersihkan cache lalu cek ulang.
Langkah Cepat 7 Perbaiki Konflik Dengan Metode Isolasi
Jika sumber masalah tidak jelas, gunakan metode isolasi.
Nonaktifkan plugin satu per satu
uji halaman kritis setiap kali
aktifkan kembali plugin yang aman
Metode ini memang memakan waktu, tetapi efektif untuk menemukan konflik.
Checklist Pencegahan Khusus Untuk Website Dengan Builder
Jika website anda memakai page builder, ada tambahan perhatian.
Jangan update builder dan addon builder bersamaan tanpa uji
Uji halaman yang dibuat builder terutama landing page dan halaman layanan
Cek respons editor builder setelah update
Cek apakah widget tertentu berubah tampilan
Cek apakah CSS custom masih berfungsi
Builder sering mengalami perubahan pada struktur output, jadi uji lebih detail.
Checklist Pencegahan Khusus Untuk Website Ecommerce
Untuk WooCommerce, risiko update lebih besar karena menyentuh transaksi.
Jangan update WooCommerce dan payment gateway tanpa staging jika anda punya transaksi rutin
Uji checkout sampai tahap pembayaran
Uji email notifikasi order
Uji kupon jika anda memakai promo
Pastikan caching tidak mempengaruhi cart dan checkout
Jika ada masalah, lebih baik rollback cepat daripada membiarkan checkout error berjam jam.
Strategi Jangka Panjang Agar Website Lebih Tahan Update
Jika anda ingin masalah update semakin jarang, fokus pada strategi ini.
Kurangi plugin
Semakin sedikit plugin, semakin kecil ruang konflik
Pilih plugin yang reputasinya baik dan pemeliharaannya aktif
Plugin yang rutin update biasanya lebih kompatibel
Gunakan theme ringan dan stabil
Theme yang rapi mengurangi konflik
Punya staging
Ini investasi kecil yang menyelamatkan banyak hal
Punya SOP update bulanan
Jangan menumpuk update sampai puluhan lalu update sekaligus
Monitoring website
Minimal monitoring uptime dan halaman penting
SOP Update Bulanan Yang Saya Sarankan
Agar anda tidak menunggu sampai update menumpuk, buat jadwal bulanan.
Pekan pertama
audit plugin, hapus yang tidak dipakai
Pekan kedua
update plugin di staging, uji halaman kritis
Pekan ketiga
update di website utama pada jam sepi, lakukan checklist uji
Pekan keempat
pantau performa, cek error, rapikan catatan
Dengan ritme seperti ini, website bisnis anda akan lebih stabil dan tim anda tidak selalu bekerja dalam mode darurat.
Baca juga: Cara Membuat Halaman Dengan Builder Tanpa Bikin Lemot.
Ringkasan Praktis Yang Bisa Anda Terapkan Hari Ini
Untuk menghindari error setelah update plugin, anda butuh sistem.
Backup sebelum update
Update bertahap, jangan semuanya sekaligus
Gunakan staging untuk website yang sudah menghasilkan
Uji halaman kritis memakai checklist
Bersihkan cache setelah update
Catat perubahan dan versi
Audit plugin agar tidak tumpang tindih
Siapkan langkah cepat jika error terjadi
Jika anda disiplin menjalankan ini, update plugin akan berubah dari momen menegangkan menjadi rutinitas yang terukur.