Cara Menghitung ROI Dari Website Bisnis

Cara Menghitung ROI Dari Website Bisnis. Banyak pemilik bisnis membuat website dengan harapan sederhana agar bisnis terlihat lebih profesional dan mudah ditemukan calon pelanggan. Namun saat ditanya apakah website itu benar benar menghasilkan, jawabannya sering tidak jelas. Ada yang merasa website membantu, tetapi tidak tahu angkanya. Ada yang merasa tidak ada hasil, padahal sebenarnya ada kontribusi yang tidak tercatat. Ada juga yang menganggap website itu biaya, padahal seharusnya diperlakukan sebagai investasi.

Cara terbaik untuk menilai apakah website layak adalah menghitung ROI. ROI membantu anda melihat apakah uang yang anda keluarkan kembali dalam bentuk profit yang nyata. Bukan hanya trafik, bukan hanya tampilan, tetapi benar benar dampak ke pendapatan.

Di artikel ini saya akan jelaskan cara menghitung ROI website bisnis secara praktis. Anda akan tahu komponen biaya yang harus dihitung, cara mengukur hasil yang berasal dari website, cara menghitung ROI untuk leads dan penjualan, serta cara meningkatkan ROI jika hasilnya belum sesuai target.

Memahami ROI Website Dengan Cara Yang Tepat

ROI adalah perbandingan antara keuntungan bersih yang dihasilkan dengan total investasi. Dalam konteks website, investasi bukan hanya biaya membuat website, tetapi juga biaya menjalankan, memasarkan, dan merawatnya. Keuntungannya bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi profit dari transaksi atau profit dari pelanggan yang datang melalui website.

Masalah terbesar saat menghitung ROI website adalah data yang tidak lengkap. Banyak bisnis tidak memasang tracking, tidak mencatat sumber leads, atau tidak memiliki sistem follow up yang rapi. Akibatnya, website terlihat tidak menghasilkan padahal sebenarnya berkontribusi.

Karena itu, langkah awal sebelum menghitung ROI adalah memastikan anda bisa mengukur hasil secara konsisten.

Menentukan Tujuan Website Sebelum Menghitung ROI

ROI website akan berbeda tergantung tujuan.

Jika website anda bertujuan menghasilkan leads, maka hasil utamanya adalah jumlah leads berkualitas dan berapa yang menjadi pelanggan.

Jika website anda bertujuan menjual produk, maka hasil utamanya adalah penjualan langsung, nilai transaksi, dan profit margin.

Jika website anda bertujuan mendukung brand dan trust, ROI bisa dihitung dari dampak tidak langsung seperti peningkatan conversion rate iklan, meningkatnya closing rate, atau menurunnya biaya customer acquisition.

Karena itu, sebelum menghitung ROI, tuliskan dulu tujuan utama website anda. Tujuan ini akan menentukan metrik yang anda pakai.

Komponen Biaya Yang Harus Masuk Perhitungan ROI Website

Agar ROI tidak menipu, biaya yang dihitung harus lengkap. Banyak orang hanya menghitung biaya pembuatan website, padahal biaya operasional lebih besar dalam jangka panjang.

Berikut komponen biaya yang sebaiknya anda masukkan.

Biaya Pembuatan Website

Ini biaya awal yang paling jelas. Termasuk desain, development, dan setup. Jika anda membayar vendor, ini masuk.

Jika anda membuat sendiri, tetap ada biaya waktu. Anda bisa menilai biaya waktu dengan cara menghitung jam kerja dikali nilai jam anda atau tim.

Biaya Domain Dan Hosting

Domain dan hosting adalah biaya tahunan. Masukkan biaya per tahun. Jika anda ingin perhitungan bulanan, bagi 12.

Jika anda memakai server yang lebih bagus untuk speed, biayanya lebih tinggi tetapi sering berdampak pada konversi.

Biaya Maintenance Dan Keamanan

Maintenance bisa berupa update, backup, monitoring, dan perbaikan minor. Jika anda membayar vendor bulanan, masukkan biaya ini.

Jika anda tidak punya maintenance tetapi tim internal mengurus, masukkan biaya waktu tim.

Biaya Konten

Website yang menghasilkan biasanya butuh konten. Konten bisa berupa copywriting halaman layanan, artikel blog, foto produk, video, desain banner, dan sebagainya.

Jika anda membayar penulis, fotografer, atau editor, masukkan biaya ini. Jika dikerjakan internal, masukkan biaya waktu.

Biaya Marketing Yang Mengarahkan Ke Website

Ini sering dilupakan. Jika anda menjalankan iklan yang mengarah ke website, biaya iklannya masuk investasi.

Jika anda melakukan SEO, biaya SEO bulanan juga masuk. Jika anda melakukan email marketing, biaya tools bisa masuk.

Namun anda juga bisa memisahkan ROI website dan ROI kampanye. Yang penting konsisten. Saya biasanya menghitung ROI website sebagai satu sistem pemasaran, karena website adalah pusatnya.

Biaya Tools Tambahan

Misalnya email bisnis, plugin berbayar, software chat, CRM, booking system, atau heatmap tool. Jika tools itu dipakai untuk meningkatkan performa website, masukkan biayanya.

Cara Sederhana Menghitung Total Biaya Per Bulan

Agar mudah, anda bisa membuat total biaya bulanan.

Biaya pembuatan website dibagi dengan periode amortisasi, misalnya 24 bulan atau 36 bulan. Banyak bisnis memakai 24 bulan agar realistis.

Biaya domain hosting dibagi 12. Biaya maintenance bulanan langsung dimasukkan. Biaya konten dibagi rata atau sesuai periode produksi.

Dengan cara ini, anda bisa punya angka investasi website per bulan yang jelas.

Contoh Perhitungan Biaya Bulanan

Misalnya

Biaya pembuatan website 12 juta, diamortisasi 24 bulan berarti 500 ribu per bulan. Domain hosting 1,2 juta per tahun berarti 100 ribu per bulan. Maintenance 300 ribu per bulan. Konten 1 juta per bulan.

Total investasi website per bulan berarti 1,9 juta.

Ini contoh sederhana, tetapi cukup untuk membuat perhitungan ROI yang realistis.

Cara Mengukur Hasil Dari Website Dengan Data Yang Benar

Sekarang bagian yang paling penting. Tanpa data, ROI hanya tebakan.

Ada tiga cara utama mengukur hasil website.

Mengukur Leads Dari Website

Jika anda bisnis jasa, biasanya hasil website berupa leads.

Leads bisa datang dari klik WhatsApp, submit form, klik telepon, atau chat.

Agar bisa diukur, anda perlu

Google Analytics dan Tag Manager terpasang. Event tracking untuk klik WhatsApp dan submit form. Nomor WhatsApp khusus website jika memungkinkan. Form yang masuk ke email atau CRM sehingga bisa dihitung.

Selain itu, anda perlu mencatat berapa leads yang benar benar berkualitas. Banyak leads masuk tetapi tidak relevan. ROI harus fokus pada leads yang berpotensi menghasilkan profit.

Mengukur Penjualan Langsung Dari Website

Jika anda bisnis produk dan punya ecommerce, hasil website adalah transaksi.

Anda perlu tracking ecommerce agar tahu revenue, jumlah transaksi, conversion rate, dan average order value.

Jika anda memakai pembayaran manual melalui WhatsApp, tetap bisa diukur dengan menanyakan sumber pembelian atau memakai link khusus.

Mengukur Dampak Tidak Langsung

Website sering berkontribusi pada conversion dari channel lain. Misalnya orang melihat iklan, lalu mereka cek website untuk percaya, lalu baru order lewat WhatsApp. Jika anda tidak mencatat, website terlihat tidak berkontribusi.

Cara mengukur dampak ini

Tanya sumber pertama kali kenal bisnis anda dan apakah mereka melihat website. Gunakan form dengan pertanyaan singkat. Gunakan laporan assisted conversions di analytics jika tersedia. Lihat pola perilaku pengunjung sebelum konversi.

Dampak tidak langsung ini sangat penting untuk bisnis B2B yang proses closingnya lebih panjang.

Rumus ROI Website Yang Paling Praktis

Setelah biaya dan hasil diukur, anda bisa menghitung ROI.

Rumus umum

ROI persen sama dengan keuntungan bersih dibagi total biaya dikali 100

Keuntungan bersih berarti profit, bukan omzet. Ini penting. Banyak orang menghitung omzet lalu merasa ROI tinggi, padahal margin kecil.

Cara Menghitung ROI Untuk Website Berbasis Leads

Untuk bisnis jasa, biasanya anda tidak langsung mendapat transaksi di website, tetapi dapat leads.

Langkahnya seperti ini

Hitung jumlah leads dari website per bulan. Hitung lead to customer rate, yaitu persentase leads yang menjadi pelanggan. Hitung average profit per customer, yaitu keuntungan bersih rata rata dari satu pelanggan. Lalu hitung profit bulanan dari website.

Rumusnya

Profit dari website per bulan sama dengan jumlah leads dikali lead to customer rate dikali profit per customer

Setelah itu

ROI persen sama dengan profit dari website dikurangi biaya website lalu dibagi biaya website dikali 100

Agar anda lebih mudah, saya berikan contoh.

Contoh

Website menghasilkan 60 leads per bulan. Dari 60 leads, 20 persen menjadi pelanggan berarti 12 pelanggan. Profit bersih rata rata per pelanggan 800 ribu.

Profit bulanan dari website berarti 12 dikali 800 ribu sama dengan 9,6 juta.

Jika biaya website per bulan 1,9 juta, maka keuntungan bersih setelah biaya adalah 7,7 juta.

ROI persen berarti 7,7 juta dibagi 1,9 juta dikali 100. Angkanya sekitar 405 persen.

Ini contoh yang sangat realistis untuk banyak jasa yang punya closing rate bagus.

Cara Menghitung ROI Untuk Website Ecommerce

Untuk ecommerce, anda bisa langsung menghitung dari transaksi.

Langkahnya

Hitung revenue bulanan dari website. Hitung gross margin atau net margin. Profit bulanan sama dengan revenue dikali margin. Kurangi biaya website dan biaya marketing yang anda masukkan.

Contoh

Revenue website 50 juta per bulan. Margin bersih 20 persen berarti profit 10 juta. Biaya website per bulan 2 juta. ROI persen berarti 8 juta dibagi 2 juta dikali 100. Hasilnya 400 persen.

Anda juga bisa menghitung ROAS untuk iklan, tetapi itu fokus pada iklan. ROI website fokus pada keseluruhan investasi website.

Cara Menghitung Break Even Point Website

Selain ROI, banyak bisnis lebih suka menghitung kapan balik modal.

Break even point adalah waktu yang dibutuhkan agar profit bersih menutupi biaya pembuatan website dan biaya operasional.

Cara menghitung

Total investasi awal dibagi profit bersih bulanan yang dihasilkan website.

Contoh

Biaya pembuatan website 12 juta. Profit bersih tambahan per bulan 4 juta. Berarti balik modal dalam 3 bulan.

Break even point ini sangat membantu untuk mengambil keputusan investasi.

Metrik Yang Membantu Anda Memperbaiki ROI Website

ROI adalah hasil akhir. Untuk meningkatkan ROI, anda butuh metrik yang lebih operasional.

Beberapa metrik penting

Traffic berkualitas, bukan hanya jumlah pengunjung. Conversion rate klik WhatsApp atau submit form. Cost per lead jika memakai iklan. Lead to customer rate. Average profit per customer. Repeat purchase rate jika ecommerce.

Dengan metrik ini, anda bisa tahu titik mana yang perlu diperbaiki. Apakah masalah di trafik, masalah di konversi halaman, atau masalah di proses follow up.

Cara Meningkatkan ROI Website Tanpa Menambah Biaya Besar

Jika ROI website anda rendah, jangan langsung menyimpulkan website gagal. Biasanya yang perlu diperbaiki adalah beberapa elemen kunci.

Perkuat Halaman Layanan Dan Penawaran

Banyak website kehilangan leads karena halaman layanan tidak meyakinkan.

Tambahkan benefit yang jelas. Tambahkan alur kerja. Tambahkan FAQ. Tambahkan portofolio dan testimoni. Tambahkan CTA di beberapa titik.

Perubahan ini sering meningkatkan conversion rate tanpa menambah trafik.

Buat CTA Lebih Jelas Dan Lebih Mudah Diakses

Pastikan tombol WhatsApp muncul jelas di mobile. Pastikan ada CTA di atas fold. Pastikan form tidak terlalu panjang.

CTA yang baik bisa meningkatkan leads secara signifikan.

Tingkatkan Kecepatan Website

Speed yang lebih baik sering meningkatkan konversi. Optimasi gambar, kurangi plugin, dan gunakan hosting yang lebih stabil.

Ini bukan hanya urusan teknis. Ini langsung berpengaruh ke uang.

Pasang Tracking Yang Benar

Tanpa data, anda tidak tahu apa yang harus diperbaiki. Pastikan tracking event berjalan. Buat laporan sederhana tiap minggu atau tiap bulan.

Perbaiki Follow Up Leads

Kadang website menghasilkan leads, tetapi ROI rendah karena follow up lambat.

Buat SOP respon cepat. Gunakan template chat. Buat sistem penjadwalan. Gunakan CRM sederhana.

Ini meningkatkan lead to customer rate, yang dampaknya besar ke ROI.

Tambahkan Konten Yang Menjawab Pencarian

SEO adalah cara meningkatkan ROI jangka panjang. Anda bisa mulai dari artikel yang menjawab pertanyaan calon pelanggan. Setiap artikel menjadi pintu masuk trafik gratis yang berulang.

Semakin kuat SEO, semakin murah cost per lead, dan ROI meningkat.

Kesalahan Yang Membuat ROI Website Terlihat Rendah Padahal Tidak

Ada beberapa kesalahan umum saat menghitung ROI.

Menghitung omzet bukan profit. Tidak mencatat leads dari website. Tidak memasang tracking event. Tidak memisahkan leads berkualitas dan tidak berkualitas. Tidak menghitung dampak tidak langsung. Menilai terlalu cepat sebelum data cukup.

Website biasanya butuh waktu untuk stabil, terutama jika mengandalkan SEO. Tetapi anda tetap bisa menghitung ROI dari leads yang sudah masuk dan memperbaiki titik lemah.

Cara Menyusun Laporan ROI Website Bulanan Yang Mudah

Agar pengukuran konsisten, buat laporan sederhana.

Total biaya website per bulan. Total leads dari website. Total pelanggan dari website. Profit bersih dari pelanggan website. ROI persen. Catatan perubahan yang dilakukan bulan ini. Rencana optimasi bulan depan.

Dengan laporan ini, anda tidak lagi menebak. Anda punya angka yang bisa dipakai untuk mengambil keputusan.

Baca juga: Risiko Jasa Pembuatan Website Murah Dan Alternatifnya.

Website Yang Baik Adalah Website Yang Bisa Diukur Dan Dioptimasi

Menghitung ROI dari website bisnis sebenarnya bukan hal rumit, asalkan anda punya dua hal data dan kebiasaan mencatat.

Mulailah dengan memasang tracking, mencatat jumlah leads dan closing rate, lalu hitung profit bersihnya. Dari situ anda akan tahu apakah website anda layak, dan bagian mana yang perlu diperbaiki agar hasilnya meningkat.

error: Content is protected !!