Cara Menilai Portofolio Jasa Pembuatan Website Secara Objektif

Cara Menilai Portofolio Jasa Pembuatan Website Secara Objektif. Portofolio adalah senjata utama vendor jasa pembuatan website. Hampir semua vendor menampilkan screenshot desain yang terlihat rapi, modern, dan profesional. Masalahnya, screenshot saja tidak cukup untuk menilai kualitas. Website bisnis bukan lomba desain. Website yang terlihat cantik bisa saja lambat, sulit diupdate, tidak ramah SEO, atau tidak punya alur konversi yang jelas.

Jika anda ingin memilih vendor secara aman, anda perlu menilai portofolio dengan cara yang objektif. Artinya, anda punya kriteria yang bisa diukur, bukan sekadar suka atau tidak suka. Dengan cara ini, anda tidak mudah terpengaruh tampilan, tidak mudah terkecoh klaim, dan lebih cepat menemukan vendor yang benar-benar cocok untuk kebutuhan bisnis.

Di artikel ini saya akan memandu anda langkah demi langkah menilai portofolio jasa pembuatan website dengan pendekatan yang praktis, relevan untuk UMKM hingga perusahaan, dan bisa diterapkan walau anda bukan orang teknis.

Kenapa Portofolio Perlu Dinilai Lebih Dalam

Portofolio yang bagus itu bukan yang paling banyak, tetapi yang paling konsisten kualitasnya. Banyak vendor menampilkan beberapa proyek terbaik, tetapi proyek lainnya biasa saja. Ada juga vendor yang menampilkan desain yang dibuat oleh template populer, sehingga terlihat keren padahal tidak mencerminkan kemampuan mereka.

Selain itu, portofolio sering tidak menunjukkan hal yang penting untuk bisnis seperti performa mobile, struktur konten, kemudahan navigasi, dan kesiapan konversi. Karena itu, penilaian harus mencakup aspek pengalaman pengguna, teknis, konten, dan bukti hasil.

Cara Menilai Portofolio Dengan Sistem Skor Sederhana

Agar objektif, anda bisa memakai sistem skor 1 sampai 5 untuk setiap aspek yang saya jelaskan. Setelah menilai beberapa website portofolio, anda bisa membandingkan vendor dengan lebih adil.

Jika anda hanya punya waktu singkat, fokus pada 10 aspek utama berikut.

Kualitas tampilan dan konsistensi brand, kenyamanan mobile, kecepatan, struktur halaman dan navigasi, kualitas copywriting, kekuatan CTA, trust element, kesiapan SEO on page, kualitas teknis dasar, dan bukti hasil serta relevansi industri.

Saya akan jelaskan satu per satu dengan cara mengeceknya.

Cek Apakah Portofolio Itu Website Live Atau Hanya Screenshot

Langkah pertama, pastikan website portofolio bisa dibuka. Website live memberi anda banyak informasi. Anda bisa menguji kecepatan, navigasi, dan tampilan mobile.

Jika vendor hanya memberi screenshot, anda perlu ekstra hati-hati. Screenshot bisa berasal dari template demo atau desain yang tidak benar-benar dipakai.

Cara cek

Minta link website yang live. Jika website tidak bisa dibuka karena sudah tidak aktif, minta contoh lain. Portofolio yang sehat biasanya punya beberapa website yang masih aktif.

Nilai Konsistensi Visual Dan Identitas Brand

Bagian ini memang terlihat paling mudah, tetapi jangan berhenti di kata bagus. Anda perlu menilai apakah desainnya konsisten dan mendukung brand.

Yang anda lihat

Apakah warna dan font konsisten. Apakah layout terasa rapi. Apakah jarak antar elemen nyaman. Apakah visualnya terlihat sesuai industri. Apakah desainnya terasa seperti template generik atau terasa dibuat dengan pemikiran brand.

Cara menilai objektif

Jika anda membuka beberapa halaman dan tampilannya terasa satu bahasa visual, itu tanda baik. Jika setiap halaman terasa berbeda dan tidak konsisten, itu biasanya tanda desainnya ditempel tempel.

Uji Pengalaman Mobile Dengan Cara Paling Sederhana

Sebagian besar pengunjung datang dari mobile. Karena itu, portofolio harus dinilai dari mobile juga.

Cara cek cepat

Buka website portofolio dari HP. Jika anda memakai desktop, perkecil layar browser hingga ukuran mobile, lalu lihat apakah layout tetap rapi.

Hal yang perlu anda perhatikan

Apakah teks mudah dibaca tanpa zoom. Apakah tombol WhatsApp mudah diklik. Apakah menu mudah digunakan. Apakah ada section yang kepotong. Apakah jarak antar elemen terlalu rapat.

Jika dari mobile saja website terasa tidak nyaman, kemungkinan besar kualitas eksekusinya belum matang.

Uji Kecepatan Secara Praktis Tanpa Tools Ribet

Anda tidak harus menggunakan tools teknis untuk menilai speed. Ada cara yang lebih realistis.

Cara cek

Buka website dari jaringan seluler, bukan wifi. Rasakan apakah halaman terbuka cepat. Scroll dari atas ke bawah, lihat apakah gambar memuat dengan wajar. Klik beberapa halaman, lihat apakah perpindahan halus.

Tanda website berat

Buka lama, gambar muncul satu per satu terlalu lambat, scroll patah patah, atau ada animasi yang membuat perangkat terasa berat.

Kecepatan bukan hanya kenyamanan. Kecepatan memengaruhi konversi dan SEO. Vendor yang portofolionya banyak website lambat biasanya kurang disiplin dalam optimasi.

Nilai Struktur Halaman Dan Navigasi

Website bisnis yang baik memudahkan pengunjung menemukan informasi. Portofolio yang bagus biasanya punya struktur yang jelas.

Yang anda cek

Apakah menu utama ringkas dan masuk akal. Apakah halaman layanan mudah ditemukan. Apakah ada halaman portofolio atau bukti kerja. Apakah tombol kontak terlihat jelas. Apakah ada breadcrumb atau struktur yang memudahkan jika website cukup besar.

Ciri navigasi buruk

Menu terlalu banyak. Layanan ditumpuk di satu halaman panjang tanpa struktur. Pengunjung harus scroll jauh untuk menemukan kontak. Halaman penting hanya ada di footer.

Jika anda bingung saat mencari info, calon pelanggan juga akan bingung.

Cek Kualitas Halaman Layanan

Halaman layanan adalah mesin konversi. Banyak website portofolio terlihat bagus di home, tetapi halaman layanannya lemah.

Cara cek

Buka halaman layanan atau produk. Lihat apakah isinya menjawab kebutuhan calon pelanggan.

Yang anda nilai

Apakah ada penjelasan manfaat. Apakah ada proses kerja. Apakah ada contoh hasil. Apakah ada pertanyaan yang sering ditanyakan. Apakah CTA ada di beberapa titik. Apakah ada trust element seperti testimoni atau logo klien.

Jika halaman layanan hanya berisi paragraf pendek tanpa struktur, vendor itu mungkin fokus desain tetapi kurang fokus konversi.

Nilai Kualitas Copywriting Dan Kerapian Konten

Website bukan hanya desain. Kata kata adalah bagian yang membuat orang percaya dan mengambil tindakan.

Yang anda cek

Apakah headline jelas dan spesifik. Apakah bahasa yang dipakai mudah dipahami. Apakah ada kalimat yang terlalu umum. Apakah ada typo. Apakah konten disusun dengan heading yang rapi.

Tanda copywriting lemah

Kalimat terlalu generik seperti kami terbaik dan terpercaya tanpa bukti. Banyak jargon. Terlalu panjang tanpa struktur. Tidak ada fokus pada benefit.

Jika vendor mampu menyusun konten rapi atau setidaknya menata konten klien dengan baik, itu tanda proses kerja mereka matang.

Nilai CTA Dan Alur Konversi

Banyak website portofolio terlihat bagus tetapi tidak mengarahkan pengunjung untuk bertindak.

Cara cek

Saat anda membuka home dan halaman layanan, lihat apa yang website minta anda lakukan. Apakah jelas harus klik WhatsApp, isi form, atau booking.

Yang anda nilai

Posisi CTA. Kejelasan teks tombol. Kemudahan akses di mobile. Apakah CTA konsisten di beberapa halaman. Apakah form tidak terlalu panjang.

Jika CTA sulit ditemukan, website cenderung tidak menghasilkan leads meskipun traffic ada.

Cek Trust Element Yang Membuat Website Meyakinkan

Trust element adalah elemen yang membuat orang percaya. Ini penting untuk bisnis jasa, bisnis premium, dan bisnis yang persaingannya ketat.

Yang anda cari

Testimoni, studi kasus, portofolio, foto tim, alamat dan peta, legalitas, logo klien, sertifikasi, dan FAQ.

Anda bisa menilai seberapa lengkap dan seberapa rapi trust element ditata. Website yang bagus biasanya menempatkan trust element di titik yang strategis, bukan hanya menaruhnya di satu halaman.

Jika portofolio vendor hampir tidak ada trust element, anda perlu hati-hati karena website bisnis tanpa trust sering lemah konversinya.

Cek Kesiapan SEO On Page Secara Cepat

Anda tidak perlu jadi ahli SEO untuk menilai basic SEO. Anda bisa melihat beberapa indikator.

Yang bisa anda cek

URL terlihat rapi dan mudah dibaca. Judul halaman terlihat relevan saat dibuka di browser. Struktur heading terasa logis. Ada blog dengan kategori. Halaman layanan dibuat terpisah sesuai layanan.

Tanda masalah SEO yang sering terlihat

URL acak dengan angka atau parameter. Banyak halaman dengan judul yang tidak jelas. Halaman layanan disatukan tanpa struktur. Blog tidak ada padahal bisnis ingin SEO.

Jika anda serius ingin SEO, vendor yang portofolionya punya struktur konten rapi biasanya lebih aman.

Cek Apakah Website Mudah Dipelihara Dan Diupdate

Portofolio memang sulit menunjukkan bagian admin. Tetapi anda bisa menguji dari sisi pengguna dan bertanya dengan cara yang tepat.

Pertanyaan yang bisa anda ajukan

Apakah website memakai CMS yang mudah. Apakah klien bisa menambah artikel sendiri. Apakah section home bisa diubah tanpa menyentuh kode. Apakah ada panduan admin.

Vendor profesional biasanya bisa menunjukkan demo admin atau minimal menjelaskan sistem pengelolaan konten.

Cek Konsistensi Kualitas Di Banyak Proyek

Kesalahan umum saat menilai portofolio adalah hanya melihat dua atau tiga website terbaik. Anda perlu melihat lebih banyak untuk menilai konsistensi.

Cara cek

Buka minimal 5 sampai 10 website portofolio jika tersedia. Lihat apakah kualitasnya stabil. Apakah speed rata rata bagus. Apakah struktur halaman rata rata rapi. Apakah tampilannya konsisten.

Jika hanya beberapa yang bagus, anda perlu bertanya apakah itu proyek mereka sendiri atau hanya proyek kolaborasi.

Nilai Relevansi Dengan Industri Dan Model Bisnis Anda

Website untuk restoran berbeda dengan website untuk kontraktor. Website untuk klinik berbeda dengan website untuk B2B consulting. Portofolio vendor yang bagus biasanya punya pengalaman di beberapa jenis bisnis atau setidaknya paham kebutuhan konversi industri tertentu.

Cara menilai

Cari proyek yang mirip dengan bisnis anda. Lihat bagaimana mereka menampilkan layanan, menampilkan bukti kerja, dan mengarahkan pengunjung.

Jika tidak ada yang mirip, tidak otomatis buruk. Namun anda perlu memastikan vendor bisa memahami proses bisnis anda.

Cari Bukti Hasil Atau Indikator Dampak

Portofolio yang sangat kuat biasanya tidak hanya menampilkan tampilan, tetapi juga dampak. Misalnya peningkatan leads, peningkatan conversion rate, penurunan bounce rate, atau peningkatan performa SEO setelah website diperbaiki.

Tidak semua vendor punya data ini, namun vendor yang fokus pada hasil biasanya bisa memberi cerita yang masuk akal. Misalnya mereka merapikan struktur layanan, mempercepat website, memasang tracking, lalu conversion meningkat.

Jika vendor punya studi kasus, itu nilai tambah besar.

Waspadai Pola Yang Sering Menipu

Ada beberapa pola portofolio yang terlihat bagus tetapi menipu.

Website demo tema yang dipakai sebagai portofolio. Website yang dibuat vendor tetapi sekarang diubah total oleh pemiliknya sehingga kualitasnya tidak mencerminkan vendor. Website yang tidak lagi aktif sehingga tidak bisa diuji. Website yang terlalu banyak animasi sehingga terlihat mewah tetapi lambat. Website yang hanya fokus visual tanpa CTA dan konten.

Cara menghindari

Selalu minta link live. Lihat dari mobile. Uji speed secara praktis. Baca halaman layanan. Cari CTA dan trust element. Itu sudah cukup untuk menyaring banyak vendor.

Checklist Penilaian Portofolio Yang Bisa Anda Pakai Saat Ini

Agar lebih mudah, berikut checklist ringkas yang bisa anda gunakan untuk menilai setiap website portofolio.

Website live dan bisa dibuka. Tampilan konsisten dengan brand. Mobile nyaman. Speed terasa cepat. Navigasi jelas. Halaman layanan detail dan terstruktur. Copywriting rapi dan meyakinkan. CTA jelas dan mudah diakses. Trust element lengkap. Struktur SEO dasar terlihat rapi. Kualitas konsisten di banyak proyek. Ada relevansi dengan industri anda.

Jika sebagian besar poin ini terpenuhi, peluang vendor tersebut profesional dan bisa menghasilkan website yang membantu bisnis anda akan jauh lebih tinggi.

Baca juga: Kontrak Kerja Jasa Pembuatan Website Yang Aman Untuk Klien.

Cara Menggunakan Penilaian Portofolio Untuk Memilih Vendor Dengan Aman

Setelah anda menilai portofolio beberapa vendor, langkah berikutnya adalah menggabungkan hasil penilaian dengan faktor proses kerja dan kontrak.

Vendor yang portofolionya bagus tetapi prosesnya tidak jelas tetap berisiko. Vendor yang portofolionya cukup tetapi prosesnya rapi dan komunikasinya kuat kadang lebih aman.

Karena itu, setelah penilaian portofolio, lakukan langkah lanjutan

Minta scope pekerjaan tertulis. Tanyakan timeline. Tanyakan ownership domain hosting. Tanyakan batas revisi. Tanyakan support setelah live. Tanyakan tracking dan SEO on page.

Dengan kombinasi ini, anda bisa memilih vendor secara lebih objektif dan minim risiko.

error: Content is protected !!