Checklist Sebelum Menggunakan Jasa Pembuatan Website

Checklist Sebelum Menggunakan Jasa Pembuatan Website. Memesan jasa pembuatan website sering terlihat sederhana. Anda pilih vendor, bayar, kirim materi, lalu website jadi. Di lapangan, skenarionya jarang semulus itu. Banyak proyek website melebar, biaya membengkak, revisi tidak ada habisnya, atau hasil akhirnya tidak mendukung penjualan. Masalahnya hampir selalu sama, persiapan dari sisi bisnis belum rapi, ekspektasi tidak disatukan, dan vendor yang dipilih tidak diberi pondasi informasi yang cukup.

Checklist ini saya tulis agar anda bisa memulai proyek website dengan lebih aman, lebih cepat, dan lebih menguntungkan. Saya susun dengan cara yang praktis, sehingga bisa anda gunakan sebagai dokumen kerja sebelum meeting dengan vendor. Saat semua poin di bawah sudah siap, anda akan lebih mudah memilih vendor yang tepat, mengunci ruang lingkup pekerjaan, dan memastikan website benar-benar membantu target bisnis.

Pastikan Tujuan Website Anda Jelas Dan Terukur

Sebelum bicara desain dan fitur, anda perlu memastikan tujuan website anda jelas. Tujuan yang kabur akan membuat vendor menebak-nebak. Tim internal pun sulit menilai apakah proyek berhasil atau tidak.

Mulai dengan satu tujuan utama. Misalnya meningkatkan jumlah leads dari WhatsApp, meningkatkan permintaan penawaran, meningkatkan booking konsultasi, meningkatkan pendaftaran, meningkatkan penjualan produk tertentu, atau memperkuat kredibilitas perusahaan saat calon klien melakukan riset.

Setelah itu tentukan indikator sederhana. Contohnya target leads per bulan, target conversion rate, target jumlah halaman layanan yang dibuat, atau target peningkatan trafik organik. Angka ini tidak harus sempurna, yang penting ada arah.

Jika anda belum punya angka, setidaknya buat patokan minimal. Misalnya website harus menghasilkan minimal sejumlah inquiry per minggu setelah berjalan dan dipromosikan.

Dengan tujuan yang jelas, vendor bisa menyarankan struktur halaman, CTA, dan alur konversi yang tepat. Anda juga bisa lebih tegas menentukan prioritas pekerjaan.

Tentukan Sasaran Audiens Dan Kebutuhan Mereka

Website yang efektif selalu berbicara dengan audiens yang tepat. Karena itu anda perlu menuliskan siapa target utama anda.

Tuliskan profil calon pelanggan. Bisa berupa industri, jabatan, lokasi, budget, dan problem yang mereka hadapi. Jika anda melayani B2B, bedakan siapa pengambil keputusan dan siapa pengguna. Jika anda melayani B2C, jelaskan konteks pembelian mereka.

Setelah itu tuliskan pertanyaan yang biasanya mereka tanyakan sebelum membeli. Misalnya soal harga, proses kerja, durasi, garansi, portofolio, dan layanan purna jual. Pertanyaan ini akan menjadi bahan untuk konten halaman layanan dan FAQ.

Vendor yang bagus akan memakai informasi ini untuk menyusun pesan yang meyakinkan. Tanpa data audiens, website cenderung terdengar umum dan kurang menggigit.

Susun Struktur Halaman Yang Dibutuhkan Dari Sekarang

Salah satu penyebab proyek melebar adalah struktur halaman tidak ditentukan di awal. Akhirnya saat website hampir jadi, anda baru sadar butuh halaman tambahan. Vendor menagih biaya tambahan. Timeline molor. Semua jadi panas.

Sebelum memilih jasa pembuatan website, tuliskan daftar halaman yang anda butuhkan. Umumnya bisnis jasa memerlukan home, tentang, layanan, portofolio, testimoni, blog, dan kontak. Bisnis produk memerlukan katalog atau halaman produk, cara order, dan kebijakan. Bisnis perusahaan sering memerlukan profil perusahaan, legalitas, tim, dan karier.

Selain daftar halaman, tentukan hierarkinya. Layanan utama perlu halaman khusus. Layanan turunan bisa jadi sub halaman. Portofolio bisa dikategorikan. Blog perlu kategori yang relevan.

Struktur ini juga membantu SEO karena mesin pencari menyukai site architecture yang jelas. Bagi pengunjung, struktur membuat mereka cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan.

Tetapkan Prioritas Fitur Yang Wajib Ada

Banyak vendor menawarkan fitur tambahan yang terlihat menarik. Masalahnya, fitur yang tidak relevan hanya menambah biaya dan memperlambat proyek. Sebaliknya, fitur yang penting sering terlupakan.

Buat daftar fitur yang wajib. Contohnya tombol WhatsApp yang jelas, form lead, integrasi Google Maps, tracking klik, halaman layanan yang mudah dibaca, search internal jika website besar, atau sistem booking jika bisnis anda berbasis jadwal.

Buat juga daftar fitur opsional. Misalnya live chat, multi bahasa, kalkulator biaya, membership, atau portal klien. Dengan cara ini anda bisa menyesuaikan anggaran tanpa mengorbankan pondasi.

Vendor yang profesional akan membantu anda memvalidasi fitur mana yang berdampak ke konversi dan mana yang bisa ditunda.

Siapkan Materi Brand Agar Desain Tidak Berantakan

Desain website yang rapi membutuhkan materi brand yang jelas. Banyak website terlihat tidak profesional karena pemilik bisnis tidak menyiapkan aset dasar.

Siapkan logo versi utama dan versi transparan. Siapkan panduan warna brand jika ada. Siapkan font yang digunakan jika anda sudah punya identitas visual. Siapkan juga gaya visual yang anda sukai, misalnya modern minimalis, elegan, korporat, atau playful.

Jika anda belum punya brand guideline, tidak apa-apa. Setidaknya sediakan referensi website yang anda suka dan jelaskan alasan anda menyukainya. Misalnya karena tampilan bersih, struktur jelas, atau penggunaan foto yang profesional.

Selain itu, siapkan foto yang berkualitas. Foto asli kantor, tim, proses kerja, hasil proyek, atau produk akan jauh lebih meyakinkan daripada foto stok yang generik. Jika anda belum punya foto, rencanakan sesi foto sederhana. Dampaknya sangat besar untuk kredibilitas.

Siapkan Copywriting Dasar Untuk Halaman Inti

Website bisnis menang bukan karena efek desain, tetapi karena pesan yang kuat. Jika anda menyiapkan copywriting dasar, pekerjaan vendor akan lebih cepat dan hasilnya lebih tajam.

Tuliskan value proposition anda. Jelaskan anda melayani siapa, membantu apa, dan hasil apa yang bisa diharapkan. Tuliskan tiga sampai lima keunggulan yang relevan bagi pelanggan. Tuliskan proses kerja anda dalam beberapa langkah.

Siapkan juga daftar layanan beserta penjelasan singkat. Siapkan daftar portofolio atau proyek yang pernah dikerjakan. Siapkan testimoni jika ada. Siapkan daftar pertanyaan yang sering ditanyakan.

Jika anda kesulitan menulis, buat versi kasar dulu. Vendor atau copywriter bisa membantu merapikan. Yang penting informasinya lengkap.

Proyek website sering mandek karena materi tidak siap. Vendor menunggu. Anda sibuk. Timeline melebar. Dengan materi dasar, masalah ini jauh berkurang.

Pastikan Anda Mengerti Siapa Pemilik Domain Dan Hosting

Ini poin yang sering menimbulkan konflik setelah website selesai. Banyak bisnis tidak sadar domain dan hosting ternyata atas nama vendor. Akibatnya ketika ingin pindah, prosesnya sulit.

Pastikan domain didaftarkan atas nama bisnis anda. Email pendaftaran sebaiknya email perusahaan anda. Pastikan anda memegang akses ke panel domain. Pastikan juga anda memegang akses ke hosting.

Jika vendor menawarkan paket termasuk domain dan hosting, pastikan kepemilikan tetap di tangan anda. Vendor hanya membantu pengelolaan.

Tanyakan juga apakah ada backup otomatis. Berapa sering. Disimpan di mana. Website tanpa backup itu seperti punya aset tanpa asuransi.

Tentukan Platform Yang Akan Dipakai Dan Alasannya

Platform memengaruhi biaya, kecepatan pengembangan, dan kemudahan maintenance. Anda perlu memahami opsi secara praktis.

WordPress cocok untuk banyak bisnis karena fleksibel, mudah diupdate, dan mendukung SEO jika disusun dengan benar. Namun WordPress juga perlu maintenance dan pemilihan plugin yang disiplin.

Website builder tertentu bisa cepat dibuat, namun terkadang ada batasan fleksibilitas dan migrasi. Framework custom memberi kebebasan, tetapi biaya awal dan biaya pengembangan biasanya lebih tinggi.

Anda tidak harus memutuskan platform sendiri, tetapi anda perlu meminta vendor menjelaskan alasannya. Vendor yang baik akan menyesuaikan platform dengan kebutuhan dan kemampuan tim anda merawat website.

Jika vendor memaksakan satu platform untuk semua kasus tanpa analisis, anda perlu waspada.

Pastikan Website Mudah Diupdate Oleh Tim Anda

Website yang tidak bisa dirawat akan cepat usang. Banyak bisnis akhirnya tidak pernah update karena setiap perubahan harus minta vendor.

Sebelum memilih jasa pembuatan website, tentukan siapa yang akan mengelola konten. Apakah anda sendiri, admin kantor, tim marketing, atau vendor.

Jika dikelola internal, pastikan CMS mudah dipakai. Pastikan ada pelatihan singkat atau panduan. Minimal anda bisa menambah artikel, mengganti foto, dan mengubah nomor WhatsApp tanpa bantuan teknis.

Jika dikelola vendor, pastikan ada SLA atau kesepakatan waktu respon. Tentukan mekanisme request perubahan agar tidak kacau.

Kemudahan update juga berkaitan dengan SEO. Konten yang rutin diperbarui cenderung memiliki peluang lebih baik untuk berkembang.

Siapkan Struktur SEO Dasar Dari Awal

Jika anda ingin website mendatangkan trafik organik, pondasi SEO harus dibangun sejak awal. Memperbaiki SEO setelah website jadi biasanya lebih mahal dan lebih merepotkan.

Siapkan daftar layanan utama dan kata kunci yang ingin ditarget. Anda tidak perlu terlalu teknis. Cukup tulis layanan utama, lokasi jika relevan, dan variasi yang sering dicari pelanggan.

Contohnya jika anda punya bisnis jasa renovasi, daftar bisa berupa renovasi rumah, renovasi kantor, interior, desain, dan lokasi seperti Jakarta atau Jogja sesuai target.

Dengan daftar ini, vendor bisa membantu menyusun struktur halaman layanan yang tepat. Title, heading, dan URL bisa dibuat lebih rapi. Ini langkah kecil yang berdampak besar.

Pastikan juga blog tersedia dan mudah dikelola. Blog adalah mesin konten yang sangat membantu membangun kepercayaan dan menjawab pertanyaan calon pelanggan.

Pastikan Tracking Dan Pengukuran Sudah Disiapkan

Website yang bagus harus bisa diukur. Tanpa tracking, anda tidak tahu apa yang bekerja dan apa yang harus diperbaiki.

Sebelum memilih vendor, tentukan alat yang akan dipakai. Umumnya Google Analytics dan Google Tag Manager. Untuk kebutuhan SEO, Google Search Console wajib.

Tentukan juga event yang ingin dilacak. Contohnya klik WhatsApp, submit form, klik tombol telepon, dan klik email. Jika anda menjalankan iklan, tracking ini penting untuk optimasi.

Jika vendor tidak menawarkan pemasangan tracking, anda perlu menambahkan itu ke scope. Jangan menunda sampai setelah go live.

Tentukan Standar Kecepatan Dan Performa Minimal

Kecepatan memengaruhi pengalaman pengguna. Pengunjung mobile sangat sensitif terhadap website lambat. Website yang lambat membuat calon pelanggan pergi sebelum membaca.

Sebelum memilih vendor, tetapkan standar performa minimal. Misalnya website harus terasa cepat di mobile, gambar tidak berat, dan tidak ada animasi yang mengganggu.

Tanyakan bagaimana vendor mengoptimalkan gambar, caching, dan struktur kode. Tanyakan apakah mereka melakukan pengujian sebelum website diserahkan.

Anda tidak harus memahami detail teknis, tetapi anda perlu melihat apakah vendor punya pendekatan yang jelas.

Tentukan Standar Keamanan Dan Maintenance

Keamanan bukan hanya untuk website besar. Website kecil pun bisa terkena serangan otomatis. Karena itu, pastikan vendor menyiapkan dasar keamanan.

Minimal SSL aktif. Login admin aman. Update rutin ada. Backup berjalan. Jika WordPress, pastikan plugin yang dipakai terpercaya dan tidak berlebihan.

Tanyakan juga apakah ada garansi bug fix setelah go live. Banyak masalah muncul setelah website live karena interaksi pengguna nyata.

Jika vendor menawarkan maintenance bulanan, minta rincian apa yang dilakukan. Misalnya update plugin, monitoring, backup, perbaikan minor, dan respon jika ada kendala.

Siapkan Timeline Realistis Dan Ketersediaan Tim Anda

Banyak proyek website molor bukan karena vendor lambat, tetapi karena pemilik bisnis tidak punya waktu menyiapkan materi dan memberi feedback.

Sebelum mulai, tentukan kapan website harus live. Lalu hitung mundur. Beri ruang untuk revisi. Beri ruang untuk pengumpulan materi.

Tentukan siapa yang memberi feedback. Jangan terlalu banyak orang memberi opini karena akan memperpanjang revisi. Lebih baik ada satu penanggung jawab yang bisa mengambil keputusan.

Jika anda punya jadwal padat, pilih vendor yang bisa membantu menyiapkan materi atau minimal memberi template yang jelas.

Buat Scope Of Work Yang Jelas Sejak Awal

Scope of work adalah dokumen yang menyelamatkan proyek. Tanpa scope, revisi bisa tidak terkendali dan vendor bisa menagih tambahan secara sepihak.

Sebelum memilih vendor, pastikan proposal mencantumkan jumlah halaman, jenis halaman, fitur, integrasi, tracking, optimasi speed, serta apa yang termasuk dan tidak termasuk.

Pastikan juga ada ketentuan revisi. Berapa kali revisi desain. Berapa kali revisi konten. Berapa lama waktu revisi.

Jika anda ingin halaman tambahan, lebih baik dihitung sejak awal. Jika anda ingin copywriting, pastikan masuk scope. Jangan asumsi vendor akan menulis.

Scope yang jelas membuat anda mudah membandingkan vendor. Harga bisa berbeda karena scope berbeda. Dengan scope, anda tidak membandingkan apel dengan jeruk.

Pastikan Akses Dan Kepemilikan Aset Tidak Mengikat

Selain domain dan hosting, ada aset lain yang perlu anda miliki. File desain, akses admin, akun plugin berbayar jika ada, dan dokumentasi.

Tanyakan apakah anda akan mendapatkan file desain jika desain dibuat custom. Tanyakan apakah lisensi plugin berbayar atas nama anda atau vendor. Tanyakan apakah ada biaya jika anda ingin pindah vendor.

Vendor yang sehat biasanya tidak mengunci anda. Mereka fokus memberi layanan yang membuat anda bertahan karena puas, bukan karena terpaksa.

Siapkan Konten Legal Dan Kepercayaan

Untuk beberapa jenis bisnis, halaman legal penting. Misalnya kebijakan privasi, syarat ketentuan, disclaimer, atau kebijakan pengembalian.

Selain itu, elemen trust sangat penting. Siapkan legalitas perusahaan jika relevan, seperti alamat, NPWP, izin usaha, dan informasi kontak resmi.

Siapkan juga bukti sosial. Testimoni pelanggan, daftar klien, logo partner, atau studi kasus. Jika anda belum punya testimoni, mulai kumpulkan dari sekarang. Anda bisa meminta pelanggan lama menuliskan pengalaman mereka.

Bukti sosial meningkatkan konversi. Banyak orang tidak mengisi form karena ragu. Trust elements membantu mengurangi keraguan itu.

Tentukan Alur Kontak Dan Follow Up Leads

Website yang menghasilkan leads akan percuma jika follow up lambat. Karena itu, sebelum website live, pastikan alur follow up siap.

Tentukan nomor WhatsApp yang digunakan. Pastikan ada tim yang menjawab. Tentukan jam operasional. Siapkan template balasan. Siapkan form yang masuk ke email atau CRM yang mudah dipantau.

Jika leads masuk lewat form, pastikan ada notifikasi. Jika perlu, integrasikan dengan email perusahaan atau sistem yang sudah anda pakai.

Vendor bisa membantu menaruh CTA, tetapi anda yang harus menyiapkan proses di belakangnya.

Tentukan Struktur Konten Jangka Panjang

Jika anda serius dengan SEO, website tidak berhenti di halaman profil dan layanan. Anda perlu rencana konten.

Sebelum memilih vendor, tentukan apakah anda akan membuat artikel rutin. Tentukan kategori blog yang sesuai dengan layanan. Tentukan gaya penulisan. Tentukan siapa penulisnya.

Pastikan template artikel nyaman dibaca. Heading rapi. Gambar mudah ditambah. Internal link mudah dibuat.

Konten akan menjadi mesin trafik. Vendor yang paham biasanya menyiapkan struktur blog yang rapi dan tidak membuat duplikasi halaman yang merusak SEO.

Susun Daftar Vendor Dan Bandingkan Dengan Sistem Skor

Agar tidak bingung, anda bisa membuat sistem skor sederhana saat membandingkan vendor. Misalnya skor untuk komunikasi, portofolio, proses kerja, scope, transparansi akses, SEO, speed, dan support.

Dengan sistem skor, anda tidak terpancing hanya oleh harga atau tampilan desain. Anda menilai secara objektif.

Vendor yang sedikit lebih mahal bisa jadi lebih menguntungkan jika prosesnya rapi, support-nya jelas, dan hasilnya mendukung konversi.

Pertanyaan Wajib Yang Harus Anda Ajukan Ke Vendor

Gunakan pertanyaan ini saat meeting seleksi.

Tanyakan bagaimana mereka memulai proyek dan mengumpulkan kebutuhan. Tanyakan tahapan kerja dan timeline. Tanyakan apa yang termasuk dalam optimasi SEO on page. Tanyakan bagaimana mereka memastikan website cepat. Tanyakan bagaimana mereka mengelola keamanan dan backup. Tanyakan siapa pemilik domain dan hosting. Tanyakan apakah anda mendapat akses admin penuh. Tanyakan batas revisi dan proses revisi. Tanyakan support setelah go live. Tanyakan apakah mereka membantu copywriting atau anda harus menyiapkan sendiri.

Jawaban vendor akan memperlihatkan kualitas mereka. Vendor yang matang menjawab dengan detail yang mudah dipahami, bukan dengan janji kosong.

Baca juga: Cara Memilih Jasa Pembuatan Website Yang Tepat Untuk Bisnis.

Checklist Siap Pakai Untuk Anda Gunakan Sebelum Deal

Agar lebih praktis, berikut rangkuman checklist yang bisa anda gunakan sebagai daftar centang.

Tujuan website jelas dan terukur. Target audiens dan kebutuhan mereka sudah ditulis. Struktur halaman dan hierarki layanan sudah dibuat. Prioritas fitur wajib dan opsional sudah disusun. Materi brand siap seperti logo, warna, font, dan referensi desain. Foto tim, produk, atau proyek tersedia dengan kualitas baik. Copywriting dasar halaman inti sudah disiapkan. Domain dan hosting atas nama anda dan anda pegang aksesnya. Platform dan alasan pemilihan platform dijelaskan vendor. Website mudah diupdate dan ada panduan atau pelatihan singkat. Daftar kata kunci layanan utama sudah disiapkan. Tracking Analytics Tag Manager dan Search Console masuk scope. Event klik WhatsApp dan submit form direncanakan. Standar kecepatan dan optimasi gambar jelas. Standar keamanan SSL backup dan update rutin jelas. Timeline realistis dan penanggung jawab feedback ditentukan. Scope of work tertulis lengkap termasuk jumlah halaman fitur integrasi dan revisi. Akses admin dan kepemilikan aset tidak mengikat. Halaman legal dan elemen trust disiapkan. Alur follow up leads dan jam respon sudah jelas. Rencana konten blog jangka panjang sudah dipikirkan. Sistem skor untuk membandingkan vendor sudah dibuat. Pertanyaan seleksi vendor sudah disiapkan.

Jika sebagian besar poin ini sudah siap, proyek website anda biasanya berjalan jauh lebih lancar. Anda tidak hanya membeli website, tetapi membangun aset bisnis yang siap menghasilkan dan siap dikembangkan.

error: Content is protected !!