Contoh Struktur Proposal Pembuatan Website Untuk Perusahaan
Contoh Struktur Proposal Pembuatan Website Untuk Perusahaan. Proposal pembuatan website untuk perusahaan sering dianggap sekadar dokumen harga. Padahal proposal yang kuat itu fungsinya jauh lebih besar. Proposal adalah alat untuk menyamakan ekspektasi, menjelaskan pendekatan kerja, mengunci scope, dan membuat keputusan manajemen menjadi lebih mudah. Dari sisi perusahaan, proposal yang rapi membantu anda menilai vendor secara objektif. Dari sisi vendor, proposal yang rapi membantu proyek berjalan lancar karena semua sudah tertulis sejak awal.
Masalahnya, banyak proposal website yang terlalu umum. Isinya penuh janji, tetapi minim detail. Ada juga proposal yang terlalu teknis sehingga tidak dipahami oleh pengambil keputusan. Akhirnya proses approval jadi lama, atau proyek berjalan tetapi revisinya tidak habis habis karena scope tidak jelas.
Di artikel ini saya akan memberikan contoh struktur proposal pembuatan website untuk perusahaan yang bisa anda gunakan sebagai acuan. Struktur ini cocok untuk company profile, website layanan B2B, hingga website corporate yang membutuhkan standar profesional. Saya juga akan menjelaskan isi setiap bagian, contoh poin yang sebaiknya dicantumkan, dan cara menyusun proposal yang enak dibaca tanpa kehilangan detail.
Kenapa Struktur Proposal Harus Rapi Dan Terukur
Perusahaan biasanya memiliki banyak stakeholder. Ada manajemen yang ingin melihat dampak bisnis, ada tim marketing yang ingin fokus konversi dan SEO, ada tim IT yang peduli keamanan, ada procurement yang peduli biaya dan kontrak. Proposal yang rapi membantu semua pihak membaca bagian yang relevan tanpa harus menebak.
Proposal yang baik juga mengurangi risiko biaya tambahan. Jika scope dan deliverables jelas, perusahaan bisa membandingkan vendor dengan adil dan menghindari jebakan biaya di tengah jalan.
Prinsip Proposal Website Untuk Perusahaan
Sebelum masuk struktur, ada prinsip yang sebaiknya anda terapkan.
Proposal harus jelas dan spesifik. Proposal harus menjelaskan scope dan batasannya. Proposal harus menunjukkan metode kerja dan timeline. Proposal harus menyebut deliverables dan ownership aset. Proposal harus memuat biaya dengan rincian yang mudah dipahami. Proposal harus menjelaskan dukungan setelah website live. Proposal harus mudah dibaca oleh manajemen tetapi tetap kuat untuk kebutuhan teknis.
Jika prinsip ini dipenuhi, proposal anda akan terlihat profesional dan lebih mudah disetujui.
Struktur Proposal Pembuatan Website Untuk Perusahaan Yang Direkomendasikan
Berikut struktur yang bisa anda pakai. Anda bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan, tetapi urutan ini sangat efektif untuk perusahaan.
Halaman Sampul
Halaman sampul sebaiknya ringkas dan rapi.
Isi yang disarankan
Judul proposal pembuatan website perusahaan. Nama perusahaan klien. Nama vendor atau tim penyusun. Tanggal pengajuan. Versi dokumen jika ada revisi.
Sampul yang rapi memberi kesan profesional sejak awal.
Ringkasan Eksekutif
Bagian ini ditujukan untuk manajemen. Isinya singkat, jelas, dan fokus pada hasil.
Isi yang disarankan
Tujuan website. Gambaran solusi. Highlight scope utama. Estimasi timeline. Estimasi biaya. Nilai tambah vendor.
Ringkasan eksekutif sebaiknya bisa dibaca dalam dua sampai tiga menit.
Contoh poin ringkas
Website company profile dengan struktur layanan yang kuat, siap untuk SEO dasar, mobile friendly, cepat, dilengkapi tracking, dan dapat dikelola internal.
Latar Belakang Dan Tantangan
Bagian ini menunjukkan anda memahami kondisi perusahaan.
Isi yang disarankan
Kondisi website saat ini jika ada. Tantangan yang dihadapi. Alasan website baru atau redesign dibutuhkan. Dampak bisnis jika masalah tidak diselesaikan.
Contoh tantangan yang sering muncul
Website lama tidak mobile friendly. Informasi layanan sulit ditemukan. Tidak ada CTA yang jelas. Kecepatan lambat. Struktur tidak siap untuk SEO. Tidak ada tracking sehingga sulit mengukur performa.
Bagian ini membuat proposal terasa relevan, bukan template.
Tujuan Proyek Dan Target Hasil
Bagian ini mengunci arah proyek.
Isi yang disarankan
Tujuan utama. Tujuan pendukung. Target KPI jika perusahaan ingin. Definisi sukses.
Contoh definisi sukses
Website live sesuai scope. Website mudah diupdate. CTA berjalan. Form dan tracking berfungsi. Struktur halaman layanan rapi. Kecepatan mobile nyaman. Pengunjung mudah menemukan kontak dan informasi perusahaan.
Jika ada KPI, tuliskan dengan wajar. Misalnya target peningkatan conversion rate atau target leads, namun tetap realistis karena banyak faktor di luar website.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Ini bagian inti yang paling menentukan.
Isi yang sebaiknya dicantumkan
Daftar halaman yang dibuat. Struktur menu. Komponen desain. Fitur yang termasuk. Integrasi yang termasuk. Apa yang tidak termasuk. Batas revisi. Asumsi yang dipakai.
Contoh daftar halaman
Home. Tentang perusahaan. Layanan utama dengan beberapa sub halaman layanan. Industri atau solusi. Portofolio dan studi kasus. Blog atau insight. Karier jika dibutuhkan. Kontak. Kebijakan privasi.
Contoh fitur
Tombol WhatsApp. Form permintaan penawaran. Integrasi email bisnis. Peta. Download company profile PDF. Modul testimoni. Modul studi kasus.
Contoh yang tidak termasuk
Penulisan artikel blog bulanan. Fotografi produk. Video company profile. Integrasi kompleks seperti CRM tingkat lanjut jika tidak disepakati.
Bagian scope sebaiknya benar benar detail agar tidak terjadi interpretasi ganda.
Pendekatan Desain Dan User Experience
Perusahaan sering peduli pada citra dan konsistensi brand.
Isi yang disarankan
Arah desain berdasarkan brand guideline. Prinsip layout. Fokus mobile first. Struktur visual untuk meningkatkan trust. Arah copy layout agar mudah dibaca. Referensi gaya jika ada.
Anda bisa menambahkan penjelasan bagaimana desain akan mendukung tujuan bisnis seperti menonjolkan layanan dan mempermudah calon klien menghubungi perusahaan.
Arsitektur Informasi Dan Struktur Konten
Ini penting untuk website perusahaan yang punya banyak layanan.
Isi yang disarankan
Rencana sitemap. Struktur halaman layanan. Sistem navigasi. Pola internal link antar halaman layanan dan studi kasus.
Jika perusahaan ingin SEO, bagian ini membantu tim marketing menilai kesiapan website untuk pengembangan konten.
SEO Teknis Dan SEO On Page Dasar
Bagian ini membuat proposal lebih kuat dan menunjukkan vendor memahami kebutuhan jangka panjang.
Isi yang disarankan
Struktur URL rapi. Heading rapi. Title meta dan meta description dasar. Sitemap. Robots. Redirect jika redesign. Optimasi gambar. Kecepatan dasar. Schema dasar jika diperlukan.
Jelaskan secara sederhana, tidak perlu terlalu teknis, tetapi cukup agar jelas apa yang dikerjakan.
Teknologi Yang Digunakan Dan Spesifikasi Teknis
Bagian ini biasanya dibaca tim IT.
Isi yang disarankan
Platform CMS yang digunakan. Stack teknologi jika custom. Hosting rekomendasi. Struktur keamanan dasar. Plugin penting yang digunakan. Kebijakan update.
Jika menggunakan WordPress, sebutkan penggunaan tema dan plugin yang resmi, pengaturan caching, serta standar keamanan dasar.
Integrasi Dan Tracking
Perusahaan biasanya ingin data.
Isi yang disarankan
Google Analytics. Tag Manager. Search Console. Tracking event klik WhatsApp, submit form, klik email, klik telepon. Integrasi CRM jika ada.
Jika ada kebutuhan data yang lebih kompleks, jelaskan sebagai opsi tambahan.
Proses Kerja Dan Tahapan Pengerjaan
Bagian ini membuat perusahaan percaya karena ada metode.
Isi yang disarankan
Tahap pengumpulan kebutuhan dan brief. Tahap sitemap dan wireframe. Tahap desain. Tahap development. Tahap input konten. Tahap testing dan QA. Tahap go live. Tahap serah terima.
Cantumkan apa yang dibutuhkan dari pihak klien di setiap tahap. Misalnya penyediaan konten dan feedback tepat waktu.
Timeline Proyek
Timeline sebaiknya ditulis dalam minggu atau tanggal target.
Isi yang disarankan
Estimasi durasi setiap tahap. Total estimasi waktu. Faktor yang dapat memengaruhi timeline.
Contoh format
Minggu pertama brief dan sitemap. Minggu kedua desain. Minggu ketiga development awal dan staging. Minggu keempat input konten dan QA. Minggu kelima revisi final dan go live.
Timeline ini bisa disesuaikan berdasarkan kompleksitas.
Deliverables Dan Serah Terima
Bagian ini wajib agar perusahaan aman dari sisi kepemilikan.
Isi yang disarankan
Website live di domain perusahaan. Akses admin penuh. Akses hosting atau informasi yang diperlukan. Backup awal. Dokumentasi penggunaan. Panduan update konten dasar. File desain jika disepakati. Lisensi plugin dan tema serta status kepemilikannya.
Deliverables yang jelas menghindari ketergantungan pada vendor.
Syarat Dan Ketentuan Revisi
Tuliskan revisi dengan rapi agar tidak berlarut.
Isi yang disarankan
Jumlah revisi desain. Jumlah revisi konten. Definisi revisi. Mekanisme feedback. Perubahan scope dianggap tambahan.
Perusahaan biasanya senang jika revisi dibatasi tetapi prosesnya jelas, karena ini membuat proyek selesai tepat waktu.
Biaya Dan Rincian Paket
Bagian ini harus jelas, transparan, dan mudah dipahami procurement.
Isi yang disarankan
Biaya setup atau pembuatan. Biaya tahunan domain hosting jika termasuk. Biaya maintenance jika ditawarkan. Biaya add on opsional. Ketentuan pajak jika ada.
Jika anda ingin terlihat profesional, pecah biaya berdasarkan komponen.
Contoh komponen
Desain UI dan UX. Development. Setup tracking. SEO dasar. QA dan go live. Dokumentasi dan serah terima.
Jangan hanya menulis satu angka tanpa konteks.
Skema Pembayaran
Untuk proyek perusahaan, skema pembayaran biasanya bertahap.
Contoh skema
DP saat mulai. Pembayaran tahap dua setelah desain disetujui. Pelunasan setelah website live dan serah terima.
Cantumkan metode pembayaran dan jatuh tempo.
Garansi Bug Fix Dan Dukungan Setelah Live
Perusahaan biasanya ingin kepastian setelah go live.
Isi yang disarankan
Durasi garansi bug fix. Apa yang termasuk. Waktu respon. Kanal komunikasi support.
Jika ada paket maintenance, jelaskan perbedaannya dengan garansi.
Opsi Maintenance Dan Pengembangan Lanjutan
Bagian ini bersifat opsional tetapi sering membantu.
Isi yang disarankan
Paket maintenance bulanan dan cakupan. Opsi pengembangan landing page tambahan. Opsi pembuatan konten blog. Opsi SEO lanjutan. Opsi optimasi konversi.
Dengan opsi ini, perusahaan bisa memilih sesuai prioritas.
Portofolio Dan Studi Kasus
Bagian ini adalah bukti kemampuan vendor.
Isi yang disarankan
Link portofolio yang relevan. Studi kasus singkat. Tantangan, solusi, dan hasil. Testimoni jika ada.
Untuk perusahaan, lebih baik menampilkan portofolio yang sejenis, misalnya website B2B, company profile, atau corporate.
Tim Pelaksana Dan PIC
Perusahaan sering ingin tahu siapa yang mengerjakan.
Isi yang disarankan
Struktur tim. Desainer, developer, QA, project manager. PIC yang bertanggung jawab. Cara komunikasi dan jam operasional.
Bagian ini memberi rasa aman.
Risiko Proyek Dan Mitigasi
Bagian ini jarang ada, tetapi jika anda menambahkannya, proposal anda akan terlihat sangat matang.
Contoh risiko
Konten terlambat dari pihak klien. Perubahan scope di tengah proyek. Approval lambat. Integrasi pihak ketiga berubah.
Mitigasi
Menetapkan deadline konten. Mengunci scope. Menetapkan PIC. Membuat addendum untuk scope tambahan.
Perusahaan biasanya menghargai vendor yang memikirkan risiko.
Penutup Dan Ajakan Tindak Lanjut
Bagian akhir sebaiknya mengarahkan langkah berikutnya.
Isi yang disarankan
Ucapan terima kasih. Rekomendasi untuk jadwal meeting berikutnya. Dokumen yang dibutuhkan jika proposal disetujui. Masa berlaku penawaran.
Tetap ringkas dan profesional.
Lampiran Yang Membuat Proposal Semakin Kuat
Lampiran membantu proposal menjadi dokumen yang bisa dipakai untuk kontrak.
Lampiran yang disarankan
Sitemap atau daftar halaman detail. Spesifikasi fitur. Draft timeline. Draft alur revisi. Contoh wireframe sederhana. Checklist serah terima. Checklist QA sebelum go live.
Lampiran membuat semua pihak lebih mudah menilai detail.
Contoh Template Isi Proposal Yang Siap Dipakai
Agar lebih praktis, berikut contoh susunan isi dalam format yang bisa anda jadikan kerangka dokumen.
Halaman sampul
Ringkasan eksekutif
Latar belakang dan tantangan
Tujuan proyek dan target hasil
Ruang lingkup pekerjaan
Pendekatan desain dan UX
Struktur konten dan arsitektur informasi
SEO teknis dan SEO on page dasar
Teknologi dan spesifikasi teknis
Integrasi dan tracking
Tahapan pengerjaan
Timeline proyek
Deliverables dan serah terima
Revisi dan perubahan scope
Biaya dan rincian paket
Skema pembayaran
Garansi dan support
Opsi maintenance dan pengembangan lanjutan
Portofolio dan studi kasus
Tim pelaksana dan PIC
Risiko dan mitigasi
Penutup
Lampiran
Dengan struktur ini, proposal anda akan terlihat profesional, mudah dibaca, dan kuat sebagai pegangan proyek.
Baca juga: Brief Website Yang Baik Agar Hasil Sesuai Ekspektasi.
Cara Menggunakan Struktur Ini Untuk Membandingkan Vendor
Jika anda adalah pihak perusahaan yang sedang memilih vendor, anda bisa menggunakan struktur ini sebagai checklist. Kirimkan kerangka ini ke beberapa vendor dan minta mereka mengisi sesuai format. Dengan cara ini, anda bisa membandingkan vendor berdasarkan scope, proses, timeline, deliverables, dan dukungan, bukan sekadar harga.
Biasanya vendor yang benar benar profesional tidak keberatan mengikuti format ini, karena mereka memang punya proses kerja yang rapi.