Jasa SEO Untuk Migrasi Domain Tanpa Kehilangan Trafik Organik

Jasa SEO Untuk Migrasi Domain Tanpa Kehilangan Trafik Organik. Migrasi domain sering terasa seperti pindah rumah saat semua barang berharga masih ada di dalamnya. Anda ingin alamat baru yang lebih rapi, lebih kuat untuk brand, atau lebih sesuai arah bisnis. Tapi di saat yang sama, anda takut satu hal yang paling menyakitkan, trafik organik turun, ranking menghilang, lalu leads ikut seret.

Saya paham kekhawatiran itu, karena migrasi domain memang bukan pekerjaan ganti nama biasa. Di mata Google, domain adalah identitas. Saat identitas berubah, Google perlu waktu untuk percaya bahwa website yang baru tetap mewakili nilai yang sama, konten yang sama, dan pengalaman yang sama. Kalau prosesnya salah, sinyal SEO yang sudah anda bangun bertahun tahun bisa tercerai berai.

Kabar baiknya, migrasi domain bisa dilakukan dengan aman. Bahkan banyak website justru keluar dari proses migrasi dengan struktur yang lebih bersih, performa lebih cepat, dan fondasi SEO yang lebih kuat. Kuncinya ada pada perencanaan, eksekusi teknis yang presisi, dan monitoring yang disiplin. Di sinilah peran jasa SEO menjadi pembeda antara migrasi yang tertib dan migrasi yang penuh drama.

Di artikel ini saya akan membahas cara kerja jasa SEO ketika menangani migrasi domain, apa saja risiko yang harus anda antisipasi, langkah teknis yang wajib rapi, serta strategi menjaga trafik organik agar tidak jatuh bebas.

Kenapa Migrasi Domain Bisa Mengguncang Trafik

Sebelum bicara solusi, anda perlu memahami sumber guncangannya. Banyak pemilik bisnis mengira migrasi domain hanya soal redirect dan selesai. Kenyataannya, perubahan domain memengaruhi hampir semua sinyal yang digunakan mesin pencari untuk menilai website.

Beberapa penyebab umum trafik turun saat migrasi domain

  • Google perlu memproses perpindahan sinyal dari domain lama ke domain baru melalui redirect
  • Crawl budget berubah, terutama jika website besar dan memiliki banyak URL
  • Kesalahan mapping URL, halaman penting malah diarahkan ke halaman yang tidak relevan
  • Struktur internal link tidak diperbarui sehingga banyak link internal mengarah ke domain lama
  • Canonical dan sitemap tidak konsisten sehingga Google bingung memilih versi yang benar
  • Tracking data kacau, sehingga anda tidak sadar ada masalah sampai terlambat
  • Backlink tetap mengarah ke domain lama, dan jika redirect tidak rapi, nilai link ikut bocor

Yang membuatnya makin rumit, efek migrasi tidak selalu langsung terlihat. Ada kasus trafik terlihat stabil pada minggu pertama, lalu turun di minggu kedua karena Google mulai mengganti indeksnya. Ada juga yang sebaliknya, turun di awal lalu pulih setelah redirect dipahami dengan benar. Jadi indikator sukses migrasi bukan hanya kondisi hari pertama, tapi kestabilan selama beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Kapan Migrasi Domain Layak Dilakukan

Tidak semua website harus buru buru migrasi domain. Tapi ada kondisi di mana migrasi justru keputusan strategis yang tepat.

Contoh alasan migrasi yang masuk akal

  • Rebranding, nama perusahaan berubah dan anda butuh domain yang selaras
  • Konsolidasi beberapa domain menjadi satu agar otoritas tidak terpecah
  • Pindah dari domain yang kurang kredibel ke domain yang lebih kuat untuk brand
  • Perlu domain yang lebih mudah diingat dan mudah diketik
  • Ekspansi pasar internasional dan anda ingin domain yang sesuai positioning global
  • Pemulihan reputasi, misalnya domain lama punya riwayat spam yang sulit dibersihkan

Jika alasan anda termasuk di atas, migrasi domain bisa memberi manfaat jangka panjang. Namun manfaat itu hanya terasa kalau migrasi dilakukan dengan metode yang benar.

Peran Jasa SEO Dalam Migrasi Domain

Jasa SEO yang benar tidak hanya datang saat hari rilis, lalu memasang redirect. Peran utamanya adalah memastikan perpindahan sinyal terjadi utuh, terukur, dan terkontrol.

Biasanya saya membagi pekerjaan migrasi domain ke empat pilar utama

  • Strategi dan perencanaan, termasuk peta risiko dan timeline
  • Eksekusi teknis, termasuk redirect, canonical, sitemap, dan validasi crawl
  • Konten dan relevansi, memastikan halaman yang pindah tetap konsisten dan tidak kehilangan konteks
  • Monitoring dan pemulihan, membaca data untuk memastikan indeks dan ranking bergerak sesuai ekspektasi

Dengan empat pilar ini, migrasi bukan lagi perjudian. Anda punya kerangka kerja yang jelas, anda tahu apa yang dicek, dan anda tahu apa yang harus dilakukan kalau ada penurunan.

Audit Pra Migrasi Membuat Fondasi Yang Tidak Boleh Lompat

Kalau anda ingin migrasi aman, audit pra migrasi adalah tahap yang paling menentukan. Tujuannya sederhana, anda harus tahu persis apa yang anda miliki sebelum pindah.

Audit pra migrasi biasanya mencakup

Inventaris URL yang benar benar ada
Bukan hanya URL yang ada di menu, tapi semua URL yang terindeks, termasuk halaman lama, parameter, kategori, tag, halaman pencarian internal, dan variasi URL yang muncul dari sistem.

Pemetaan halaman penghasil trafik dan konversi
Kita perlu tahu halaman mana yang menyumbang trafik organik terbesar, halaman mana yang paling sering jadi pintu masuk, dan halaman mana yang menghasilkan leads atau transaksi.

Baseline ranking dan query
Data dari Google Search Console sangat penting untuk tahu keyword apa yang menggerakkan bisnis anda. Kalau setelah migrasi query tertentu hilang, kita tahu itu alarm dan harus ditangani cepat.

Profil backlink dan halaman yang paling banyak mendapatkan link
Banyak website punya beberapa halaman yang jadi magnet backlink. Jika halaman seperti ini salah redirect, nilai link yang besar bisa hilang.

Audit teknis sebelum migrasi
Termasuk status index, error crawl, redirect chain yang sudah ada, canonical yang berantakan, dan masalah performa. Migrasi domain bukan waktu yang tepat untuk membawa masalah lama ikut pindah tanpa dibereskan.

Output audit yang sehat bukan laporan panjang tanpa arah. Output yang berguna adalah daftar prioritas. Halaman mana yang wajib aman duluan, risiko mana yang paling berbahaya, dan apa yang harus disiapkan sebelum tombol rilis ditekan.

Menentukan Strategi Migrasi Domain Yang Paling Aman

Migrasi domain punya beberapa pendekatan, dan pilihan pendekatan harus disesuaikan dengan skala website, resource tim, serta toleransi risiko.

Dua pola yang paling umum

Rilis serentak
Semua halaman pindah sekaligus pada satu hari rilis. Ini sering dipilih karena lebih cepat, namun menuntut kesiapan teknis yang tinggi.

Rilis bertahap
Pindah per bagian, misalnya blog dulu, lalu halaman produk, lalu kategori. Ini bisa menurunkan risiko, tapi lebih kompleks untuk monitoring karena ada dua domain hidup dalam satu periode.

Secara praktik, banyak bisnis memilih rilis serentak karena sederhana dari sisi operasional. Tapi kalau website anda sangat besar atau sistemnya rumit, rilis bertahap bisa lebih aman.

Jasa SEO yang berpengalaman akan membantu anda memilih strategi berdasarkan data, bukan berdasarkan asumsi.

Mapping URL Ini Bagian Yang Sering Membuat Migrasi Gagal

Kesalahan paling mahal dalam migrasi domain adalah mapping URL yang asal. Mapping URL artinya menentukan URL lama harus mengarah ke URL baru yang paling relevan.

Prinsip mapping yang benar

  • Satu URL lama diarahkan ke satu URL baru yang setara topiknya
  • Hindari mengarahkan banyak URL lama ke satu halaman beranda
  • Hindari mengarahkan semua URL lama ke kategori utama tanpa relevansi
  • Jika sebuah halaman dihapus, cari pengganti yang paling dekat intentnya, bukan yang paling gampang
  • Jangan membiarkan URL lama berakhir di 404 tanpa alasan yang jelas

Kenapa relevansi ini penting
Google tidak hanya membaca redirect sebagai perpindahan alamat. Google menilai apakah halaman baru memang pantas mewarisi ranking halaman lama. Kalau anda mengarahkan artikel edukasi ke halaman produk, sinyal relevansi pecah. Hasilnya ranking tidak berpindah, bahkan bisa hilang.

Dalam proyek migrasi yang rapi, mapping URL biasanya disusun dalam tabel besar, lengkap dengan

  • URL lama
  • URL baru
  • jenis halaman, misalnya produk, kategori, artikel
  • status index dan trafik
  • catatan khusus, misalnya halaman punya backlink besar atau menyumbang leads

Dokumen mapping ini menjadi pedoman teknis bagi developer, dan menjadi alat kontrol bagi SEO untuk melakukan validasi setelah rilis.

Redirect 301 Yang Sehat Tidak Cuma Ada, Tapi Juga Bersih

Redirect 301 adalah jembatan utama saat migrasi domain. Namun saya sering melihat redirect yang justru membuat kebocoran sinyal karena implementasinya tidak bersih.

Standar redirect yang saya pegang

  • Gunakan 301 permanen untuk perpindahan domain
  • Pastikan redirect langsung satu langkah dari URL lama ke URL baru
  • Hindari redirect chain, misalnya lama ke sementara lalu ke baru
  • Hindari loop redirect
  • Pastikan versi http dan https, versi non www dan www, semua konsisten menuju satu versi final
  • Pastikan parameter penting ditangani dengan aturan yang jelas

Satu hal yang sering dilupakan
Redirect harus mencakup semua variasi URL yang pernah hidup. Kadang ada URL lama yang sudah jarang dikunjungi, tapi masih terindeks. Kalau variasi ini dibiarkan 404, itu bisa menjadi sumber error yang menguras crawl budget dan menurunkan kepercayaan.

Jasa SEO yang teliti akan melakukan crawling di domain lama, menguji response code, lalu memastikan semua jalur menuju ke tujuan yang benar.

Menjaga Konten Agar Tidak Kehilangan Sinyal Relevansi

Migrasi domain sering dilakukan bersamaan dengan perubahan desain atau perubahan sistem. Di sinilah risiko bertambah. Kalau anda memindahkan domain sekaligus mengubah banyak konten, Google melihat dua perubahan besar sekaligus.

Jika tujuan utama anda adalah menjaga trafik, prinsipnya

  • Minimalkan perubahan konten pada tahap migrasi
  • Pertahankan struktur heading, judul, dan elemen utama yang membuat halaman relevan
  • Pastikan metadata title dan description tidak berubah drastis tanpa alasan
  • Pastikan internal link tetap mengalir ke halaman penting yang sama, hanya domainnya yang berubah

Anda boleh melakukan optimasi setelah migrasi stabil. Saya lebih suka pendekatan dua tahap

Tahap 1 migrasi aman dan indeks pindah
Tahap 2 optimasi konten dan struktur untuk pertumbuhan

Dengan cara ini, anda bisa memisahkan masalah. Kalau trafik turun di tahap 1, anda fokus pada teknis migrasi. Kalau turun di tahap 2, anda evaluasi perubahan konten.

Internal Link Wajib Dibersihkan Dari Domain Lama

Banyak orang lupa bahwa internal link adalah sinyal kuat. Kalau ribuan internal link masih mengarah ke domain lama, anda menciptakan dua efek buruk sekaligus

  • Pengguna bisa bolak balik masuk ke domain lama dan mendapat redirect terus menerus
  • Google melihat internal link tidak konsisten, sehingga crawl jadi tidak efisien

Targetnya jelas
Setelah migrasi, semua internal link harus langsung menuju URL baru tanpa melewati redirect.

Yang harus dicek

  • Link di menu, footer, breadcrumb
  • Link di konten artikel
  • Link di widget, sidebar, related posts
  • Link di file JavaScript yang menyisipkan URL
  • Link di template sistem CMS

Jasa SEO biasanya bekerja bareng developer untuk melakukan pencarian pola domain lama di database atau template, lalu mengganti dengan domain baru secara menyeluruh.

Sitemap XML Harus Dibuat Ulang Dengan Benar

Sitemap bukan hiasan. Sitemap adalah peta yang membantu Google menemukan URL baru lebih cepat.

Praktik yang saya anjurkan

  • Buat sitemap khusus domain baru yang hanya berisi URL versi final
  • Pastikan URL di sitemap memberi response 200, bukan redirect
  • Pecah sitemap jika website besar, agar tidak terlalu berat
  • Sertakan hanya URL yang memang ingin anda indeks

Selain itu, sitemap domain lama tetap bisa ada selama masa transisi, namun isinya idealnya URL lama yang akan redirect. Ini membantu Google memproses perpindahan lebih cepat, terutama jika website besar.

Canonical dan Hreflang Jangan Sampai Salah Arah

Canonical yang salah bisa membuat migrasi kacau tanpa anda sadari. Misalnya, halaman di domain baru masih memakai canonical ke domain lama. Ini membuat Google terus menganggap domain lama sebagai versi utama, sehingga domain baru sulit naik.

Checklist canonical yang aman

  • Semua halaman domain baru canonical ke dirinya sendiri, sesuai URL final
  • Tidak ada canonical yang mengarah ke domain lama
  • Tidak ada canonical yang mengarah ke URL yang redirect
  • Variasi URL yang tidak diinginkan diarahkan ke versi canonical yang jelas

Jika website anda multi bahasa, hreflang juga harus diperbarui. Hreflang yang masih menunjuk domain lama bisa menimbulkan mismatch dan memengaruhi performa pencarian di negara tertentu.

Structured Data dan Snippet Perlu Dijaga

Banyak website mendapatkan CTR tinggi karena rich results, misalnya review, FAQ, product, breadcrumbs. Saat migrasi, markup seperti ini harus tetap valid.

Hal yang sering terjadi

  • Template baru menghapus markup
  • Markup masih ada, tapi field URL masih domain lama
  • Markup bertabrakan karena ada duplikasi script

Jasa SEO yang rapi akan memvalidasi structured data setelah rilis dan memastikan tidak ada error yang menghilangkan peluang rich snippet.

Persiapan Tracking Agar Anda Tidak Kehilangan Data

Migrasi domain tanpa tracking yang rapi itu seperti terbang tanpa instrumen. Anda mungkin merasa semuanya baik baik saja, padahal ada kebocoran yang baru terlihat setelah leads turun.

Yang perlu disiapkan

  • Google Analytics properti dan pengaturan domain baru
  • Pengaturan referral exclusion jika diperlukan
  • Google Tag Manager container tetap berjalan normal
  • Event tracking untuk formulir, klik WhatsApp, klik telepon
  • Pengaturan cross domain jika anda punya domain pembayaran atau sub sistem lain
  • UTM dan tracking iklan tidak rusak

Saya sering menyarankan, sebelum hari rilis, buat daftar semua titik konversi dan uji satu per satu di staging. Jangan menunggu rilis baru mengetes.

Staging dan Pre Launch Testing Ini Tahap Yang Menghemat Banyak Biaya

Kalau anda punya staging environment, gunakan itu untuk tes menyeluruh. Banyak error migrasi sebenarnya bisa ditemukan sebelum publik melihatnya.

Tes yang wajib dilakukan sebelum rilis

  • Crawl staging untuk melihat struktur URL baru
  • Uji redirect rules dengan daftar URL penting
  • Pastikan status code benar, 200 untuk URL baru, 301 untuk URL lama
  • Cek robots dan meta robots, jangan sampai noindex
  • Cek canonical, sitemap, dan internal link
  • Cek performa page speed, terutama di halaman yang jadi pintu masuk trafik

Staging yang sehat membuat hari rilis jauh lebih tenang.

Checklist Hari Rilis Migrasi Domain

Hari rilis harus berjalan seperti operasi, bukan seperti coba coba. Idealnya ada runbook, dokumen langkah yang diikuti tim.

Checklist eksekusi hari rilis yang biasa saya gunakan

  • Pastikan domain baru sudah live dengan SSL aktif
  • Pastikan DNS sudah mengarah dengan benar
  • Pastikan redirect rules sudah aktif untuk semua versi domain lama
  • Pastikan robots.txt domain baru tidak memblokir halaman penting
  • Pastikan tidak ada noindex di template
  • Pastikan sitemap domain baru sudah bisa diakses
  • Pastikan internal link sudah mengarah ke domain baru
  • Jalankan crawl cepat untuk memvalidasi status code
  • Cek halaman utama, kategori utama, artikel utama, halaman konversi
  • Cek server log jika ada akses, untuk melihat pola error

Setelah semua berjalan, baru anda bisa mengumumkan migrasi ke publik jika memang perlu.

Google Search Console Ini Tombol Kontrol Yang Wajib Dipakai

Google Search Console adalah alat utama untuk membantu proses perpindahan domain dan monitoring dampaknya.

Langkah yang perlu dilakukan

  • Verifikasi domain baru di Search Console
  • Submit sitemap domain baru
  • Pantau laporan indexing dan crawling
  • Pantau error seperti soft 404, redirect error, blocked by robots
  • Bandingkan performa query antara domain lama dan domain baru

Banyak orang hanya melihat grafik performa, lalu panik saat turun. Padahal anda harus membaca detailnya. Query mana yang turun, halaman mana yang drop, apakah Google sudah mengindeks URL baru, apakah URL lama masih mendominasi hasil pencarian.

Jika anda membaca laporan dengan struktur yang benar, anda bisa mengambil tindakan yang tepat, bukan sekadar menebak.

Apa Yang Normal Setelah Migrasi dan Apa Yang Alarm

Anda perlu definisi normal agar tidak mudah panik. Migrasi domain hampir selalu punya fase transisi.

Hal yang masih wajar

  • Fluktuasi ranking pada beberapa keyword selama 1 sampai 3 minggu
  • URL baru mulai muncul bergantian dengan URL lama di hasil pencarian
  • Grafik impression bisa naik turun sebelum stabil
  • Crawl activity tinggi karena Google memproses banyak redirect

Hal yang menjadi alarm

  • Banyak halaman penting di domain baru tidak terindeks setelah beberapa minggu
  • URL lama tetap muncul tapi mengarah ke error atau redirect chain panjang
  • Penurunan tajam pada halaman yang menjadi mesin leads
  • Lonjakan error redirect, 404, atau soft 404
  • Canonical mengarah ke domain lama atau URL yang redirect
  • Duplicate content karena versi www dan non www sama sama bisa diakses

Jasa SEO yang berpengalaman akan memisahkan gejala normal dan alarm, lalu mengeksekusi perbaikan dengan cepat.

Strategi Mengamankan Backlink Agar Nilainya Pindah Utuh

Redirect memang membantu membawa nilai backlink, tapi ada langkah tambahan yang bisa mempercepat pemindahan sinyal.

Yang biasanya saya lakukan

  • Identifikasi backlink paling berharga berdasarkan kualitas dan relevansi
  • Prioritaskan halaman yang menerima link besar untuk dipastikan redirectnya sempurna
  • Hubungi pemilik website yang memberi backlink besar dan minta update link ke domain baru jika memungkinkan
  • Perbarui profil bisnis, direktori, social profile, dan listing brand agar memakai domain baru

Tujuannya bukan mengejar semuanya sekaligus. Tujuannya mengamankan 20 persen sumber link yang memberi 80 persen nilai.

Migrasi Domain Untuk E commerce dan Website Dengan Filter

Kalau website anda e commerce atau katalog besar, migrasi domain lebih kompleks karena ada banyak URL yang muncul dari filter, sort, dan parameter.

Hal yang perlu diputuskan sejak awal

  • Parameter mana yang perlu diindeks
  • Parameter mana yang harus diblokir dari indeks
  • Bagaimana aturan canonical untuk variasi parameter
  • Bagaimana aturan redirect untuk URL parameter di domain lama

Jika tidak diputuskan, migrasi bisa menghasilkan ribuan URL duplikat di domain baru. Ini membuat Google menghabiskan banyak waktu untuk halaman yang tidak penting, sementara halaman produk utama justru lambat diproses.

Jasa SEO biasanya membuat aturan parameter yang jelas, lalu menguji dampaknya dengan crawling dan data Search Console.

Migrasi Subdomain ke Subfolder atau Sebaliknya

Ada bisnis yang migrasi bukan hanya ganti domain, tapi juga mengubah struktur, misalnya blog.brand.com pindah ke brand.com/blog. Ini bisa menguntungkan SEO karena otoritas domain terkonsolidasi, tapi risikonya juga naik karena banyak perubahan jalur URL.

Kunci sukses pada kasus seperti ini

  • Mapping URL harus lebih detail, karena path berubah
  • Internal link harus diperbarui total
  • Sitemap harus disusun ulang dengan struktur baru
  • Perlu monitoring lebih ketat karena perubahan struktur sering memengaruhi cara Google memahami bagian website

Kalau anda merencanakan perubahan seperti ini, sebaiknya jangan gabungkan dengan terlalu banyak perubahan desain dan konten sekaligus. Buat scope tetap terkendali.

Mengatasi Penurunan Trafik Setelah Migrasi Dengan Cara Yang Tepat

Kalau trafik turun, reaksi yang benar bukan panik dan mengubah semuanya. Reaksi yang benar adalah diagnosa.

Urutan diagnosa yang saya pakai

  1. Cek apakah URL baru sudah terindeks untuk halaman utama dan halaman yang menyumbang trafik
  2. Cek apakah URL lama masih muncul di hasil pencarian dan bagaimana perilaku redirectnya
  3. Cek laporan error di Search Console
  4. Cek canonical dan robots pada halaman yang turun
  5. Cek redirect chain pada halaman yang paling penting
  6. Cek internal link dan sitemap apakah sudah benar
  7. Cek apakah ada perubahan konten yang membuat relevansi menurun

Setelah diagnosa, barulah tindakan dilakukan. Kadang solusinya sesederhana memperbaiki redirect untuk 50 halaman yang paling menghasilkan. Kadang solusinya adalah membersihkan canonical yang salah di seluruh template.

Yang penting, tindakan harus berbasis data.

Pola Masalah Yang Sering Saya Temui di Proyek Migrasi

Agar anda punya gambaran nyata, ini beberapa pola yang sering terjadi dan biasanya menjadi penyebab utama kehilangan trafik

Redirect massal ke beranda
Ini membuat Google tidak percaya perpindahan relevansi. Banyak ranking hilang karena halaman yang tadinya spesifik tiba tiba menjadi umum.

Canonical masih menunjuk domain lama
Website baru terlihat bagus, tapi Google tetap menganggap domain lama sebagai versi utama.

Internal link masih mengarah ke domain lama
Membuat crawl tidak efisien dan memperlambat proses indeks domain baru.

Sitemap berisi URL yang redirect
Google tetap bisa memproses, tapi jauh lebih lambat dan memberi sinyal ketidakteraturan.

Robots atau noindex terbawa dari staging
Ini yang paling menyakitkan, karena seluruh domain baru bisa terhambat indeksnya.

Perubahan konten besar bersamaan
Ranking turun, lalu tim bingung apakah karena migrasi atau karena perubahan konten.

Masalah seperti ini hampir selalu bisa dihindari kalau anda punya checklist dan tim yang disiplin.

KPI Migrasi Domain Yang Realistis dan Bisa Diukur

Banyak pemilik bisnis hanya memakai satu KPI, trafik tidak boleh turun sama sekali. Jujur, itu target yang terlalu kaku untuk migrasi domain pada banyak kasus. Target yang lebih realistis adalah menjaga penurunan dalam batas wajar dan memulihkan dengan cepat.

KPI yang lebih sehat

  • Persentase halaman penting yang terindeks di domain baru dalam periode tertentu
  • Persentase URL lama yang berhasil mengarah ke URL baru tanpa error
  • Jumlah error redirect dan 404 turun konsisten dari minggu ke minggu
  • Query utama kembali stabil dalam periode pemulihan
  • Leads dari kanal organik tetap dalam rentang yang bisa diterima

Dengan KPI seperti ini, tim anda bisa bekerja fokus, tidak hanya terpaku pada grafik total yang kadang menipu.

Cara Memilih Jasa SEO Untuk Migrasi Domain

Tidak semua jasa SEO cocok untuk migrasi domain. Migrasi butuh kombinasi kemampuan teknis, kemampuan membaca data, dan kemampuan komunikasi lintas tim.

Kriteria yang saya sarankan untuk anda cek

Punya proses dan runbook yang jelas
Bukan hanya janji, tapi ada dokumen langkah kerja, checklist, dan timeline.

Minta akses data dan melakukan audit
Jika penyedia jasa langsung bilang bisa tanpa minta data Search Console, analytics, dan crawling, itu tanda bahaya.

Mampu bicara teknis dengan developer
Migrasi domain hampir selalu perlu implementasi server side atau konfigurasi yang tidak bisa diselesaikan dengan plugin saja.

Menyediakan dokumen mapping URL
Ini tanda bahwa mereka paham relevansi, bukan hanya paham redirect.

Punya rencana monitoring pasca rilis
Migrasi tidak selesai di hari rilis. Monitoring adalah bagian utama.

Komunikasi yang tenang dan berbasis data
Saat ada fluktuasi, anda butuh partner yang menjelaskan apa yang terjadi dengan data, bukan membuat anda tambah cemas.

Deliverables Yang Ideal Dari Jasa SEO Saat Migrasi

Agar anda punya pegangan, berikut deliverables yang menurut saya layak anda dapatkan dari proyek migrasi domain

  • Audit pra migrasi dengan daftar halaman prioritas
  • Dokumen mapping URL lengkap
  • Spesifikasi redirect rules dan validasi hasilnya
  • Checklist teknis domain baru, termasuk canonical, robots, sitemap, internal link
  • Rencana Search Console dan sitemap submission
  • Dashboard monitoring untuk query, halaman, error, dan indeks
  • Laporan pasca migrasi dengan tindakan perbaikan yang sudah dilakukan

Jika deliverables ini ada, migrasi anda jauh lebih terkendali.

Menggabungkan Migrasi Domain Dengan Strategi Akuisisi Leads

Ada satu strategi yang sering saya sarankan untuk bisnis yang sensitif terhadap penurunan leads. Saat migrasi berlangsung, anda bisa menyeimbangkan arus leads dengan channel berbayar yang terukur, terutama jika bisnis anda butuh permintaan masuk setiap hari.

Misalnya, saat tim SEO fokus mengamankan perpindahan trafik organik, anda bisa menjalankan Google Ads untuk keyword yang paling menghasilkan. Dengan begitu, bisnis tidak terlalu bergantung pada transisi organik yang memang butuh waktu.

Jika anda ingin strategi seperti ini, anda bisa mempertimbangkan layanan Google Ads yang fokus pada leads dan efisiensi biaya di jasa google ads.

Pendekatan gabungan seperti ini membuat migrasi domain lebih nyaman, karena anda tidak menaruh semua beban pada satu kanal.

Rencana 30 Hari Untuk Migrasi Domain Yang Aman

Agar anda punya gambaran praktis, ini contoh alur kerja 30 hari yang sering saya terapkan. Durasi bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung ukuran website.

Minggu 1
Audit data, inventaris URL, baseline ranking, dan daftar halaman prioritas

Minggu 2
Mapping URL, desain aturan redirect, persiapan internal link dan sitemap, uji di staging

Minggu 3
Validasi teknis domain baru, uji redirect massal, uji tracking, finalisasi runbook rilis

Minggu 4
Rilis, submit sitemap, monitoring harian, perbaikan cepat untuk error yang muncul

Setelah rilis, biasanya saya tetap melakukan monitoring intensif beberapa minggu, lalu masuk fase stabilisasi.

Baca juga: Jasa SEO Untuk Menjaga Stabilitas Ranking Dalam Jangka Panjang.

Langkah Berikutnya Untuk Anda

Jika anda sedang mempertimbangkan migrasi domain, jangan mulai dari ide, mulai dari data. Ambil data Search Console, cek halaman yang menyumbang trafik dan leads, lalu rancang mapping URL dan redirect yang rapi. Semakin besar website anda, semakin penting anda punya proses yang tertulis dan bisa diuji.

Kalau anda ingin migrasi domain yang aman tanpa mengorbankan trafik organik, saya sarankan anda memperlakukan ini sebagai proyek SEO teknis yang serius. Dengan jasa SEO yang paham migrasi, anda tidak hanya mengurangi risiko, tapi juga menyiapkan fondasi untuk pertumbuhan yang lebih stabil di domain baru.

error: Content is protected !!