Pengaturan UTM Untuk Tracking Sumber Leads Di CRM
Pengaturan UTM Untuk Tracking Sumber Leads Di CRM. UTM adalah salah satu hal kecil yang sering dianggap tidak penting, padahal efeknya besar untuk bisnis yang serius mengukur performa iklan dan kualitas leads. Tanpa UTM, anda hanya melihat angka leads di Google Ads atau Analytics, tetapi ketika lead masuk ke CRM, sumbernya kabur. Tim sales melihat daftar prospek tanpa tahu mana yang datang dari campaign A, mana dari keyword tertentu, mana dari iklan brand, mana dari remarketing, mana dari kota tertentu. Akibatnya anda kesulitan menjawab pertanyaan paling penting dalam pemasaran.
Leads mana yang paling cepat closing
Channel mana yang menghasilkan profit paling besar
Campaign mana yang banyak leads tetapi kualitasnya rendah
Kota mana yang perlu dinaikkan budget
Tim sales mana yang paling efektif menutup leads dari sumber tertentu
UTM membantu anda menghubungkan klik hingga lead hingga closing menggunakan jasa Google ads. Bukan sekadar untuk laporan marketing, tetapi untuk keputusan bisnis. Di artikel ini saya akan membahas pengaturan UTM yang rapi untuk tracking sumber leads di CRM, termasuk struktur UTM yang konsisten, cara memasang UTM di Google Ads, cara menangkap UTM di form dan WhatsApp, cara menyimpan UTM ke CRM, hingga SOP agar data tetap bersih meskipun kampanye anda semakin banyak.
Memahami Konsep UTM Dan Kenapa CRM Membutuhkannya
UTM adalah parameter tambahan di URL yang memberi informasi sumber traffic. Ketika seseorang klik iklan lalu membuka landing page, UTM menempel pada URL. Jika anda menangkap UTM itu dan menyimpannya saat lead mengisi form atau menghubungi, anda bisa mengisi field di CRM seperti source, medium, campaign, hingga detail yang lebih granular.
Manfaat nyata UTM untuk bisnis yang memakai CRM.
Anda bisa mengukur kualitas lead per sumber
Anda bisa menghitung biaya per closing bukan hanya biaya per lead
Anda bisa melihat sumber leads yang sering ghosting
Anda bisa membuat aturan routing lead di CRM berdasarkan sumber
Anda bisa menilai performa agency atau tim internal secara lebih adil
Kalau anda hanya mengandalkan laporan platform iklan, anda akan sulit menghubungkan angka dengan realita sales.
Kesalahan Umum Saat Memakai UTM Untuk Tracking Lead
Banyak bisnis sudah pakai UTM tetapi datanya tetap berantakan. Penyebabnya biasanya ini.
Penamaan UTM tidak konsisten
Hari ini pakai google, besok pakai Google, minggu depan pakai gads. CRM akan menganggap ini sumber yang berbeda.
UTM terlalu panjang dan tidak standar
Orang menulis utm_campaign dengan kalimat panjang, lalu susah dibaca dan susah dipakai untuk segmentasi.
Tidak menangkap UTM saat lead submit
UTM hanya ada di URL, tetapi form tidak menyimpannya ke CRM.
Tidak menangkap UTM pada WhatsApp dan telepon
Leads yang masuk via chat atau call sering hilang sumbernya.
UTM tertimpa oleh kunjungan berikutnya
Lead klik iklan, lalu besok datang lagi lewat direct, lalu UTM hilang jika anda tidak menyimpannya di cookie.
Solusinya bukan menambah UTM lebih banyak, tetapi membuat sistem UTM yang rapi dari ujung ke ujung.
Struktur UTM Yang Disarankan Untuk Tracking Di CRM
Secara umum ada lima parameter UTM yang paling sering dipakai.
utm_source
Sumber utama, misalnya google, meta, tiktok, linkedin
utm_medium
Jenis channel, misalnya cpc, organic, referral, email
utm_campaign
Nama kampanye, biasanya menggambarkan produk, layanan, atau promo
utm_content
Varian kreatif atau pesan iklan, berguna untuk A B testing
utm_term
Keyword, biasanya untuk Search
Untuk kebutuhan CRM, saya sarankan struktur yang seimbang antara detail dan keterbacaan. Jangan terlalu rumit sampai tim tidak mau memakainya.
Standarisasi Penamaan Agar Data Tidak Pecah
Ini aturan sederhana yang sangat membantu.
Gunakan huruf kecil semua
Pisahkan kata dengan tanda strip
Hindari spasi dan karakter aneh
Gunakan format yang konsisten untuk lokasi dan produk
Jangan gonta ganti istilah
Contoh standar yang rapi.
utm_source google
utm_medium cpc
utm_campaign jasa-seo-jakarta
utm_content rsa-a-trust
utm_term jasa seo jakarta
Dengan standar ini, CRM anda akan lebih bersih, laporan lebih mudah dibuat, dan tim sales tidak bingung.
Menentukan Tingkat Granularitas UTM Untuk CRM
Ini bagian yang sering membuat orang salah. Anda ingin detail, tetapi anda juga butuh data yang bisa dipakai.
Saya sarankan membagi granularitas menjadi tiga tingkat.
Tingkat satu untuk laporan eksekutif
source dan medium
Tingkat dua untuk pengelolaan budget
campaign
Tingkat tiga untuk optimasi iklan harian
content dan term
Jika CRM anda dipakai untuk routing lead, minimal anda perlu source, medium, campaign. Content dan term bisa ditangkap juga, tetapi jangan dipaksa jika sistem anda belum siap.
Template UTM Yang Cocok Untuk Google Ads
Untuk Google Ads, struktur UTM yang umum dan rapi seperti ini.
utm_source google
utm_medium cpc
utm_campaign nama-kampanye
utm_content nama-adgroup-atau-varian-iklan
utm_term keyword
Namun ada satu hal yang harus anda putuskan sejak awal.
Apakah anda ingin mengisi utm_campaign manual
Atau ingin memakai parameter dinamis
Untuk skala kecil, manual bisa cukup. Untuk skala besar, dinamis jauh lebih aman karena mengurangi human error.
Menggunakan Parameter Dinamis Untuk Google Ads Agar Konsisten
Agar UTM tetap rapi, gunakan parameter yang otomatis mengisi informasi dari Google Ads. Ini membantu ketika anda punya banyak campaign dan ad group.
Pendekatan yang paling aman.
utm_source google
utm_medium cpc
utm_campaign diisi otomatis dari nama campaign
utm_content diisi otomatis dari nama ad group atau ad id
utm_term diisi otomatis dari keyword
Dengan pendekatan ini, tim cukup fokus membuat penamaan campaign yang rapi. UTM akan mengikuti.
Kunci suksesnya ada pada penamaan campaign dan ad group. Jika penamaannya kacau, UTM ikut kacau.
Penamaan Campaign Yang Selaras Dengan UTM
Karena utm_campaign bisa diisi dari nama campaign, pastikan penamaan campaign anda sudah siap untuk dipakai di CRM.
Contoh format yang mudah dibaca.
search-jasa-seo-jakarta
search-jasa-seo-depok
search-jasa-google-ads-jakarta
display-remarketing-jasa-seo
Nama seperti ini membuat utm_campaign langsung bisa dipakai untuk segmentasi di CRM tanpa perlu diterjemahkan lagi.
Cara Memasang UTM Di Google Ads Dengan Benar
Ada dua pendekatan umum.
Menambahkan UTM di final URL setiap iklan
Ini rawan karena anda harus memasang ulang di banyak tempat
Menggunakan tracking template atau final URL suffix
Ini lebih rapi karena anda bisa memasang di level akun atau kampanye
Prinsip yang saya sarankan.
Gunakan satu titik kendali untuk UTM
Pasang di level yang paling tinggi yang masih relevan
Jika perlu pembeda tertentu, turunkan ke level kampanye
Dengan cara ini, anda tidak akan lupa memasang UTM pada iklan baru.
Menangkap UTM Ke Dalam Form Agar Masuk Ke CRM
UTM hanya berguna jika anda menyimpannya saat lead masuk. Ada dua pendekatan umum.
Tangkap UTM ke field tersembunyi pada form
Field hidden menyimpan utm_source, utm_medium, utm_campaign, utm_content, utm_term
Simpan UTM ke cookie lalu isi field saat submit
Ini lebih kuat karena jika pengguna pindah halaman, UTM tetap tersimpan
Jika anda memakai landing page builder atau plugin form populer, biasanya ada cara untuk membuat hidden field yang mengambil nilai dari URL parameter. Jika belum ada, developer bisa menambahkan script sederhana.
Prinsip penting.
Simpan UTM pada kunjungan pertama
Jangan biarkan UTM berubah setiap kali user kembali
Karena untuk attribution lead, sumber pertama sering lebih penting bagi bisnis jasa.
Namun, ada juga bisnis yang ingin last touch. Itu tergantung kebutuhan. Yang penting anda konsisten.
Menangkap UTM Untuk WhatsApp Agar Tetap Terlihat Di CRM
Banyak bisnis di Indonesia mengandalkan WhatsApp. Tantangannya, WhatsApp sering menghapus konteks sumber jika anda tidak menambahkan informasi pada pesan awal.
Cara yang paling praktis.
Tambahkan parameter UTM pada link WhatsApp di landing page
Lalu pada pesan default, sertakan ringkasan sumber
Contoh pesan default yang mengandung parameter.
Halo saya tertarik layanan ini
Sumber google cpc
Kampanye search-jasa-seo-jakarta
Agar tidak terlihat aneh, anda bisa menyembunyikan sebagian informasi di belakang kata kunci internal, tetapi tetap bisa dibaca tim.
Jika CRM anda bisa menangkap isi pesan, anda bisa memetakan sumbernya. Jika tidak, minimal tim sales bisa menyalin informasi itu ke field source di CRM.
Menangkap UTM Untuk Telepon
Untuk telepon, UTM lebih sulit karena panggilan bisa terjadi tanpa form. Ada beberapa cara yang lebih operasional.
Gunakan call tracking number yang berbeda per sumber
Ini cara paling kuat, tetapi butuh sistem call tracking
Gunakan nomor khusus untuk Google Ads
Sederhana, tetapi tidak memberi detail campaign
Gunakan form callback
Alihkan call intent ke form singkat yang meminta nomor, lalu anda bisa menangkap UTM
Untuk banyak bisnis jasa, kombinasi call extension dan form callback sering efektif. Lead yang tidak sempat menelpon bisa isi form, dan sumbernya tetap masuk CRM.
Menyimpan UTM Di CRM Dengan Struktur Yang Benar
UTM harus punya tempat yang jelas di CRM. Minimal buat field.
Source
Medium
Campaign
Content
Term
Landing page URL jika perlu
GCLID jika anda ingin mengimpor offline conversions ke Google Ads
Jika CRM anda punya field default seperti lead source, anda bisa memetakan utm_source atau gabungan utm_source dan utm_medium ke field itu. Namun saya sarankan tetap simpan UTM mentah di field terpisah agar anda bisa analisis lebih detail.
Menggunakan GCLID Untuk Menghubungkan CRM Dengan Google Ads
Kalau tujuan anda bukan hanya tracking sumber, tetapi juga ingin mengukur closing dan mengimpor kembali data ke Google Ads, anda perlu GCLID.
GCLID adalah identifier klik dari Google Ads. Jika anda menangkap GCLID pada saat lead masuk, anda bisa mengimpor offline conversion ketika lead menjadi deal atau closed won. Ini membuat Google Ads belajar dari data closing, bukan hanya dari submit form.
Prinsip praktis.
Tangkap UTM untuk analisis marketing dan segmentasi
Tangkap GCLID untuk integrasi conversion offline
Keduanya saling melengkapi. UTM membuat laporan mudah dipahami manusia. GCLID membuat sistem optimasi lebih pintar.
SOP Pengaturan UTM Agar Tidak Berantakan Saat Skala Membesar
Saat kampanye anda bertambah, UTM bisa menjadi sumber kekacauan jika tidak ada SOP.
Saya sarankan SOP sederhana.
Buat dokumentasi standar UTM
Daftar utm_source yang valid
Daftar utm_medium yang valid
Format penamaan campaign
Buat aturan penamaan campaign dan ad group di Google Ads
Karena ini akan mengisi utm_campaign dan utm_content jika dinamis
Buat checklist sebelum launch campaign
Pastikan tracking template aktif
Uji klik iklan dan lihat URL akhir
Uji submit form dan pastikan UTM masuk CRM
Audit bulanan data CRM
Cari variasi penamaan yang salah
Gabungkan atau perbaiki standar
Dengan SOP ini, data anda tetap bersih meskipun anda punya puluhan kampanye.
Uji UTM Dengan Cara Yang Praktis Sebelum Kampanye Jalan
Jangan menunggu ada ratusan lead baru sadar UTM tidak masuk CRM.
Lakukan uji cepat.
Klik iklan contoh atau gunakan URL dengan UTM
Cek apakah UTM muncul di URL landing page
Isi form test dengan data dummy
Cek CRM apakah field UTM terisi
Uji juga jalur WhatsApp jika ada
Jika ada call, uji proses pencatatan sumber oleh tim
Uji ini hanya butuh beberapa menit tetapi menyelamatkan banyak biaya.
Cara Membaca Laporan Lead Di CRM Berdasarkan UTM
Setelah UTM masuk CRM, anda bisa membuat laporan yang jauh lebih bernilai daripada sekadar jumlah lead.
Laporan yang paling berguna.
Jumlah lead per utm_campaign
Rasio lead valid per utm_campaign
Rasio closing per utm_campaign
Nilai revenue per utm_campaign
Waktu respon tim per utm_source
Kualitas lead per kota jika utm_campaign mengandung lokasi
Jika anda menjalankan banyak layanan, anda bisa melihat layanan mana yang paling menguntungkan, lalu mengarahkan budget dengan lebih logis.
Mengatasi Masalah UTM Hilang Atau Kosong
Jika anda menemukan banyak lead dengan UTM kosong, biasanya penyebabnya salah satu ini.
Lead datang dari direct atau bookmark
Ini normal, tetapi anda bisa mengurangi dengan menyimpan UTM di cookie agar kunjungan berikutnya tetap membawa sumber pertama
Form tidak menangkap parameter URL
Perbaiki hidden field atau script
Lead masuk dari channel yang tidak memakai UTM
Tambahkan UTM pada semua link promosi
Redirect menghapus parameter
Pastikan redirect mempertahankan query string
Jika anda memperbaiki empat hal ini, persentase UTM kosong biasanya turun signifikan.
Template UTM Siap Pakai Untuk Berbagai Channel
Agar anda mudah memulai, ini template yang bisa anda adaptasi.
Google Ads Search
utm_source google
utm_medium cpc
utm_campaign search-jasa-seo-jakarta
utm_content adgroup-a
utm_term keyword
Meta Ads
utm_source meta
utm_medium paid-social
utm_campaign leads-interior-jogja
utm_content creative-1
TikTok Ads
utm_source tiktok
utm_medium paid-social
utm_campaign leads-website-bisnis
utm_content video-3
Email
utm_source newsletter
utm_medium email
utm_campaign promo-bulan-ini
utm_content segment-a
Yang penting bukan channel nya, tetapi konsistensi formatnya.
Baca juga: Cara Menghindari Duplikasi Conversion Di Google Ads.
Agar Pengaturan UTM Memberi Dampak Nyata Ke Profit
UTM bukan tujuan akhir. UTM adalah jembatan antara marketing dan sales. Agar dampaknya nyata, anda perlu tiga hal.
UTM yang standar dan konsisten
Sistem penangkapan UTM ke CRM yang rapi
Kebiasaan menggunakan data UTM untuk keputusan budget dan prioritas follow up
Jika anda sudah punya ini, anda tidak akan lagi menebak kampanye mana yang menghasilkan. Anda bisa menunjuk data di CRM dan berkata. Leads dari kampanye ini closing lebih cepat, nilai deal lebih besar, dan biaya per closing lebih rendah. Lalu anda tinggal mengalokasikan budget ke arah yang benar.
Jika anda ingin, saya bisa bantu menyusun standar UTM untuk seluruh channel, menyiapkan tracking template Google Ads yang konsisten, memastikan form dan WhatsApp menangkap UTM dengan benar, serta merapikan field CRM agar laporan sumber lead bisa dibuat tanpa data pecah. Dengan setup yang rapi, anda bisa mengukur performa marketing sampai ke tahap closing dengan lebih akurat dan lebih menguntungkan.