Technical SEO Dasar Yang Harus Ada Sejak Awal
Technical SEO Dasar Yang Harus Ada Sejak Awal. Banyak website bisnis gagal berkembang bukan karena kontennya jelek, tetapi karena fondasi teknikalnya rapuh. Saya sering melihat kasus seperti ini. Pemilik bisnis rajin publish artikel, rajin memperbarui halaman layanan, bahkan sudah menjalankan iklan, tetapi hasil organiknya tetap seret. Ketika dicek, masalahnya ternyata sederhana. Canonical salah. Versi domain ganda. Sitemap berisi redirect. Robots menutup akses. Website lambat dan sering error. Hal hal seperti ini tidak terlihat oleh pengunjung biasa, tetapi sangat terlihat oleh mesin pencari.
Technical SEO itu seperti pondasi bangunan. Anda bisa mempercantik interior, tetapi kalau pondasi retak, semuanya akan terasa berat. Untuk website bisnis baru, technical SEO adalah investasi paling masuk akal karena memperbaiki dari awal jauh lebih murah dibanding membenahi setelah website membesar. Di tahap awal, anda masih punya sedikit halaman. Setiap perbaikan langsung terasa. Dan yang paling penting, anda membangun kebiasaan yang benar.
Di artikel ini saya akan membahas technical SEO dasar yang harus ada sejak awal. Saya akan jelaskan komponen inti, cara mengeceknya dengan praktis, kesalahan yang paling sering terjadi, dan standar yang saya anggap aman untuk website bisnis. Tujuannya supaya website anda lebih cepat terindeks, lebih mudah dirayapi, lebih konsisten dalam ranking, dan tidak terjebak masalah teknis yang menghambat pertumbuhan.
Mindset Technical SEO Untuk Website Bisnis Baru
Sebelum masuk ke daftar, saya ingin anda memegang satu mindset.
Technical SEO bukan tentang membuat konfigurasi rumit. Technical SEO adalah memastikan mesin pencari bisa menemukan, membaca, memahami, dan mempercayai halaman anda tanpa hambatan. Jika anda fokus pada empat hal ini, 80 persen masalah teknis biasanya selesai.
Empat kata kunci yang menjadi patokan.
Discovery. Crawling. Rendering. Indexing.
Discovery berarti Google bisa menemukan URL anda. Crawling berarti Google bisa mengakses halaman. Rendering berarti Google bisa menampilkan konten utama dengan benar. Indexing berarti Google memilih memasukkan halaman anda ke indeks.
Semua komponen technical SEO yang saya bahas nanti akan selalu berhubungan dengan empat hal ini.
Versi Domain Dan Protokol Harus Dikunci Sejak Hari Pertama
Kesalahan paling umum pada website baru adalah membiarkan beberapa versi domain hidup.
Misalnya.
http dan https sama sama bisa dibuka. www dan non www sama sama aktif. Ada versi dengan slash dan tanpa slash. Ada versi dengan huruf besar kecil yang tidak konsisten.
Bagi mesin pencari, ini terlihat seperti beberapa website yang mirip. Akibatnya sinyal terpecah, crawler membuang waktu, dan indexing jadi tidak rapi.
Standar yang saya sarankan.
Pilih satu versi domain utama. Biasanya https dan salah satu dari www atau non www. Setelah itu semua versi lain harus redirect permanen ke versi utama. Pastikan internal link, canonical, dan sitemap memakai versi utama.
Ini terlihat sepele, tetapi dampaknya besar karena menyangkut konsistensi sinyal.
SSL Dan Keamanan Dasar Untuk Trust
SSL berarti website memakai https. Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal trust dan standar modern.
Yang perlu anda pastikan.
Sertifikat SSL aktif dan tidak error. Tidak ada halaman yang masih memuat resource dari http. Tidak ada mixed content. Redirect dari http ke https berjalan rapi.
Jika mixed content terjadi, browser bisa menandai website tidak aman dan pengalaman pengguna turun. Dari sisi SEO, sinyal trust juga bisa terganggu.
Struktur URL Yang Rapi Dan Mudah Dikelola
Technical SEO tidak lepas dari struktur URL.
URL yang rapi membantu mesin pencari memahami struktur website. URL yang kacau memunculkan duplikasi dan sulit dikelola.
Standar yang aman.
Gunakan slug yang pendek dan deskriptif. Gunakan pemisah tanda minus. Hindari parameter kecuali memang diperlukan. Hindari perubahan slug setelah halaman terindeks.
Untuk website bisnis, struktur URL layanan sebaiknya konsisten. Misalnya satu folder untuk layanan, lalu sublayanan di bawahnya. Untuk blog, struktur juga konsisten.
Ketika struktur URL rapi dari awal, anda menghindari migrasi yang merepotkan.
Robots Txt Yang Aman Untuk Indexing
Robots txt adalah file kecil yang mengarahkan bot.
Untuk website baru, prinsipnya adalah minimalis dan aman.
Jangan memblokir halaman konten. Jangan memblokir resource penting seperti CSS dan JavaScript. Blokir hanya area admin dan halaman sistem yang memang tidak perlu.
Jika anda ingin halaman tertentu tidak muncul di Google, jangan mengandalkan robots txt. Gunakan noindex. Robots txt adalah alat untuk crawling, bukan jaminan penghapusan indeks.
Tambahkan lokasi sitemap di robots txt untuk membantu discovery.
Meta Robots Dan Status Indexing
Technical SEO juga menyangkut instruksi indexing yang ada di halaman.
Hal yang perlu anda cek.
Halaman penting tidak memiliki noindex. Halaman yang tidak penting bisa diberi noindex. Pastikan tidak ada setting global yang membuat seluruh website noindex, ini sering terjadi pada website yang baru selesai dibuat.
Halaman yang ingin ranking harus memberi sinyal jelas bahwa ia layak diindeks.
Canonical Tag Untuk Menghindari Duplikasi
Canonical adalah sinyal versi utama halaman.
Canonical salah adalah sumber masalah yang sering tidak terlihat. Halaman bisa normal dibuka, tetapi Google menolak mengindeks karena dianggap duplikat.
Standar yang aman.
Setiap halaman utama punya canonical ke dirinya sendiri. Canonical menggunakan versi domain utama yang sama. Canonical tidak mengarah ke homepage kecuali memang homepage.
Jika anda punya variasi URL yang mirip, canonical membantu mengarahkan sinyal ke versi yang benar.
Sitemap XML Yang Bersih Dan Terstruktur
Sitemap membantu Google menemukan URL.
Untuk website baru, sitemap harus bersih.
Berisi URL status 200. Tidak berisi redirect. Tidak berisi 404. Tidak berisi URL noindex. Tidak berisi parameter.
Jika website anda memiliki banyak halaman, gunakan sitemap index. Ini memudahkan pemantauan.
Sitemap bukan alat untuk memaksa indeks, tetapi sitemap mempercepat discovery terutama saat website baru belum punya banyak backlink.
Status Kode HTTP Dan Redirect Yang Benar
Technical SEO berhubungan kuat dengan status kode HTTP.
Yang perlu anda pastikan.
Halaman penting statusnya 200. Halaman yang dihapus harus mengembalikan 404 atau 410, bukan diarahkan ke homepage secara sembarangan. Redirect digunakan ketika memang ada perpindahan URL. Redirect permanen gunakan 301.
Kesalahan yang sering terjadi.
Semua halaman yang tidak ada diarahkan ke homepage. Ini menciptakan soft 404 dan membuat Google bingung.
Redirect chain terlalu panjang. Ini membuat crawling lebih lambat.
Pastikan setiap perubahan URL punya redirect yang rapi dan langsung.
Kecepatan Website Dan Stabilitas Server
Kecepatan bukan hanya soal UX, tetapi juga soal crawling.
Website yang lambat atau sering error membuat crawler mengurangi frekuensi crawl. Ini memperlambat indexing halaman baru.
Yang saya anggap standar minimal.
Website nyaman dibuka di mobile. Tidak ada lonjakan layout yang mengganggu. Tidak sering timeout. Tidak sering 500 error.
Cara praktis memperbaiki dari awal.
Gunakan hosting yang stabil. Kurangi plugin yang tidak perlu. Kompres gambar. Gunakan cache. Minimalkan script berat yang tidak penting.
Anda tidak perlu perfeksionis. Fokus pada stabilitas dan pengalaman pengguna yang nyaman.
Mobile Friendly Dan Rendering Yang Jelas
Sebagian besar trafik website bisnis datang dari mobile. Google juga mengutamakan evaluasi mobile.
Yang perlu anda cek.
Teks terbaca. Elemen tidak terlalu rapat. Tombol mudah diklik. Form mudah digunakan. Tidak ada pop up yang menghalangi konten utama.
Selain itu, pastikan konten utama bisa dirender. Jika website anda bergantung pada JavaScript untuk menampilkan teks utama, indexing bisa tertunda.
Untuk website bisnis baru, sebaiknya konten utama dapat terlihat tanpa harus menunggu interaksi.
Struktur Heading Dan HTML Yang Bersih
Ini terlihat on page, tetapi dampaknya teknis karena membantu parsing konten.
Satu H1 yang jelas. Heading turunannya rapi. Tidak ada struktur yang kacau karena builder menumpuk elemen tidak perlu.
HTML yang bersih memudahkan bot memahami konten dan memudahkan aksesibilitas.
Duplicate Content Dan Parameter Yang Harus Dikendalikan
Duplicate content sering muncul dari hal teknis.
Parameter tracking. Filter. Sorting. Tag yang berlebihan. Pagination yang tidak rapi.
Untuk website baru, cegah dari awal.
Gunakan URL konsisten. Gunakan canonical. Batasi tag. Noindex halaman tipis yang tidak punya nilai. Hindari membuat halaman lokasi yang hanya ganti nama kota tanpa konten yang berbeda.
Duplikasi menghabiskan crawl budget. Untuk website baru, crawl budget memang belum besar, jadi duplikasi akan terasa efeknya.
Struktur Internal Link Dan Navigasi
Ini bukan hanya konten, tetapi juga teknis karena menentukan jalur crawling.
Pastikan halaman penting terhubung dari homepage dan menu. Pastikan artikel menautkan ke layanan. Pastikan link tidak rusak. Pastikan tidak banyak link yang mengarah ke redirect.
Internal link yang rapi membantu discovery dan mempercepat indexing.
Schema Markup Yang Aman Dan Relevan
Schema membantu mesin pencari memahami entitas dan struktur.
Untuk website bisnis baru, fokus pada schema yang benar dan tidak berlebihan.
Schema bisnis. Schema artikel untuk konten blog. Schema FAQ jika ada FAQ yang nyata. Schema breadcrumb jika anda memakai breadcrumb.
Yang penting, jangan menambahkan schema palsu. Data harus sesuai konten. Schema yang tidak jujur bisa merusak trust.
Hreflang Jika Website Multi Bahasa
Jika website anda hanya satu bahasa, anda tidak perlu hreflang.
Jika anda memiliki versi bahasa berbeda, hreflang harus diatur sejak awal agar Google tidak bingung memilih versi halaman.
Untuk bisnis yang menargetkan satu negara, fokus dulu pada fondasi lain. Hreflang hanya relevan ketika anda memang punya beberapa versi bahasa atau negara.
404 Dan Halaman Error Yang Tidak Merusak SEO
Website baru sering belum punya 404 page yang baik. Ini penting untuk UX dan crawl.
Pastikan 404 benar benar mengembalikan status 404. Jangan mengarahkan semua halaman hilang ke homepage. Buat 404 page yang membantu pengguna menemukan jalur lain.
Ini terlihat kecil, tetapi membantu menjaga kualitas crawling dan pengalaman pengguna.
Pengukuran Teknis Melalui Search Console Dan Analitik
Technical SEO yang baik harus dipantau.
Minimal anda perlu.
Search Console untuk memantau indexing, error crawling, sitemap, dan performa query. Analitik untuk memantau perilaku pengguna dan konversi.
Untuk website bisnis, pengukuran penting bukan hanya pageview, tetapi tindakan seperti klik WhatsApp, klik telepon, dan submit form.
Dengan data ini, anda bisa melihat apakah perbaikan teknis berdampak pada kecepatan indexing dan kualitas trafik.
Audit Teknis Ringkas Yang Bisa Anda Jalankan Setiap Minggu
Agar technical SEO tidak jadi proyek sekali jalan, buat rutinitas ringan.
Cek apakah ada error indexing baru. Cek sitemap statusnya sukses. Cek apakah ada halaman penting yang tiba tiba noindex. Cek apakah ada lonjakan 404. Cek apakah ada masalah server. Cek apakah canonical konsisten.
Rutinitas ini menjaga website tetap sehat.
Kesalahan Technical SEO Yang Paling Sering Terjadi Pada Website Baru
Saya rangkum kesalahan yang paling sering saya temui.
Versi domain ganda. Redirect tidak rapi. Robots memblokir halaman penting. Website noindex karena setting development. Canonical mengarah ke homepage. Sitemap berisi URL redirect. Banyak halaman tipis ikut terindeks. Hosting lambat dan sering error. Internal link tidak ada sehingga halaman sulit ditemukan. Parameter menghasilkan duplikasi.
Kesalahan ini hampir selalu bisa dicegah jika anda membangun fondasi sejak awal.
Checklist Technical SEO Dasar Sejak Awal
Agar anda bisa menjadikannya pegangan, ini checklist yang bisa anda pakai.
Pilih versi domain utama dan pasang redirect permanen
Pastikan https aktif dan tidak ada mixed content
Buat struktur URL yang konsisten
Robots txt aman dan tidak memblokir konten penting
Halaman penting tidak noindex
Canonical rapi dan konsisten
Sitemap XML bersih dan disubmit
Pastikan status kode halaman penting 200
Kelola 404 dan jangan buat soft 404
Perbaiki kecepatan dan stabilitas server
Pastikan mobile friendly dan konten mudah dirender
Rapikan internal link dan navigasi
Tambahkan schema yang relevan dan jujur
Pasang Search Console dan analitik untuk monitoring
Jika checklist ini terpenuhi, website bisnis baru anda sudah punya fondasi teknikal yang kuat.
Baca juga: Checklist On Page SEO Untuk Setiap Halaman.
Arah Tindakan Yang Bisa Anda Jalankan Sekarang
Jika anda baru meluncurkan website, saya sarankan mulai dari empat hal paling kritis.
Kunci versi domain dan redirect. Pastikan tidak ada noindex dan robots tidak memblokir. Pastikan sitemap bersih dan disubmit. Pastikan canonical benar.
Empat hal ini sering menjadi pembeda antara website yang cepat terindeks dan website yang berbulan bulan tidak bergerak.