Teknik Uji A B Headline Iklan Tanpa Mengacak Data
Teknik Uji A B Headline Iklan Tanpa Mengacak Data. Uji A B headline iklan itu terdengar sederhana. Anda buat dua versi judul, jalankan, lalu pilih pemenang. Masalahnya, di Google Ads terutama pada Responsive Search Ads, uji A B sering berakhir seperti ini, datanya terasa acak, performa naik turun, dan anda tidak yakin apakah versi A memang lebih baik atau hanya kebetulan. Akhirnya banyak orang berhenti menguji dan kembali mengandalkan feeling.
Padahal uji A B headline bisa sangat rapi dan bisa memberi insight yang jelas, asalkan anda mengatur cara pengujian dengan benar. Kunci utamanya bukan hanya menulis headline yang bagus, tetapi menjaga lingkungan pengujiannya stabil supaya perbandingan A dan B adil. Kalau kondisi berubah ubah, hasil tes jadi menipu.
Di artikel ini saya akan jelaskan teknik uji A B headline iklan tanpa mengacak data. Kita akan bahas kesalahan yang membuat tes tidak valid, cara memilih metrik yang tepat, cara membangun struktur tes, cara menentukan durasi, cara menghindari bias dari learning dan seasonality, serta cara membaca hasilnya supaya anda bisa mengambil keputusan dengan percaya diri.
Apa Maksudnya Mengacak Data Dalam Uji A B Google Ads
Mengacak data artinya hasil tes anda tercampur oleh faktor lain selain headline yang anda uji. Anda merasa sedang menguji A vs B, padahal yang berubah bukan hanya headline. Bisa saja yang berubah
• alokasi budget
• keyword yang ikut tayang
• kualitas traffic karena search terms berubah
• penawaran bidding karena strategi bidding belajar
• jadwal penayangan
• lokasi penayangan
• ekstensi iklan
• landing page
• kompetisi lelang
Kalau terlalu banyak variabel bergerak, anda tidak bisa menyimpulkan bahwa perubahan performa terjadi karena headline.
Maka tujuan tes yang baik adalah menjaga semua variabel tetap sama, kecuali satu variabel yang anda uji.
Kenapa Uji A B Headline Di RSA Lebih Menantang
RSA memadukan banyak headline dan deskripsi menjadi banyak kombinasi. Google memilih kombinasi berdasarkan query dan peluang performa. Ini bagus untuk optimasi otomatis, tetapi menyulitkan uji A B headline jika anda tidak mengatur aset dengan rapi.
Masalah paling umum
• headline A dan B tidak mendapat porsi tayang yang seimbang
• kombinasi headline berubah ubah sehingga yang diuji bukan hanya satu headline
• perubahan kecil di aset lain ikut memengaruhi performa
• rekomendasi otomatis menambahkan aset baru
Karena itu, anda perlu teknik uji A B yang sesuai dengan sifat RSA.
Prinsip Dasar Uji A B Headline Yang Tidak Mengacak Data
Saya gunakan beberapa prinsip ini sebagai pegangan.
• Tes hanya satu hipotesis dalam satu waktu
• Semua hal selain headline harus stabil
• Distribusi tayangan A dan B harus masuk akal
• Durasi tes harus cukup untuk mengurangi noise
• Keputusan dibuat dari metrik yang tepat untuk tujuan kampanye
Jika anda mengikuti prinsip ini, data biasanya lebih mudah dibaca.
Tentukan Dulu Hipotesis Yang Jelas
Hipotesis adalah pernyataan yang bisa diuji.
Contoh hipotesis headline
• Menyebut kata lokasi akan menaikkan CTR tanpa menurunkan konversi
• Menambahkan USP akan menaikkan conversion rate karena klik lebih berkualitas
• Menyebut harga paket akan menurunkan CTR tetapi menaikkan kualitas lead
• Menyebut kata cepat akan menaikkan klik untuk intent darurat
Hipotesis yang jelas membuat anda tahu metrik mana yang penting. Kalau tujuan anda adalah klik berkualitas, anda tidak hanya melihat CTR.
Pilih Metrik Utama Yang Sesuai Tujuan
Ini bagian penting. Banyak orang salah memilih metrik lalu bingung membaca hasil.
Jika tujuan anda lead
Metrik utama
• conversion rate
• cost per lead
Metrik pendukung
• CTR
• expected conversion rate dari sisi kualitas traffic
Jika tujuan anda penjualan online
Metrik utama
• ROAS atau revenue per cost
• conversion value per click
Metrik pendukung
• CTR
• CPC
Jika tujuan anda brand dan traffic
Metrik utama
• CTR
• impressions share
Metrik pendukung
• CPC
• engagement di landing page
Untuk headline, CTR sering jadi metrik awal, tetapi jangan lupa kualitas klik. Headline yang menaikkan CTR bisa menurunkan conversion rate jika mengundang klik yang salah.
Teknik 1 Uji A B Dengan Eksperimen Kampanye
Ini cara paling bersih untuk menjaga data tidak acak, karena Google membantu membagi traffic secara terkontrol.
Prinsipnya
• buat eksperimen dari kampanye yang sama
• atur split misalnya 50 50
• di eksperimen, ubah hanya headline yang diuji
• biarkan berjalan sampai data cukup
Kelebihannya
• pembagian traffic lebih adil
• learning dan bidding lebih terkontrol
• hasil lebih mudah dibaca
Agar lebih rapi
• jangan ubah budget selama tes
• jangan menambah keyword baru selama tes
• jangan mengubah landing page selama tes
• hindari menjalankan banyak perubahan di waktu yang sama
Jika anda sering melakukan optimasi, eksperimen kampanye ini adalah cara paling aman untuk uji A B headline.
Teknik 2 Uji A B Dengan Dua RSA Dalam Satu Ad Group
Ini metode yang banyak dipakai karena praktis. Namun perlu aturan agar tidak mengacak data.
Caranya
• buat dua RSA dalam satu ad group
• RSA A dan RSA B harus identik kecuali headline yang diuji
• gunakan setting rotasi iklan yang memberi peluang tampil lebih merata jika memungkinkan
• jalankan tanpa perubahan lain
Tantangannya
Google bisa memilih satu RSA lebih sering jika dianggap lebih kuat. Ini bisa membuat pembagian impresi tidak seimbang. Namun anda masih bisa membuatnya lebih adil dengan cara di bawah.
Teknik 3 Uji A B Headline Dengan Pinning Yang Disiplin
Pinning sering dianggap buruk karena mengurangi fleksibilitas RSA. Tetapi untuk uji A B, pinning yang disiplin membantu menjaga variabel.
Metodenya
• buat RSA A dan RSA B
• pin headline yang diuji di posisi headline 1
• headline lain dibuat sama atau sangat mirip antar RSA
• deskripsi dibuat sama
Dengan ini, anda benar benar menguji perbedaan headline yang dipin, karena ia akan selalu muncul pada posisi yang sama.
Contoh
RSA A headline 1 dipin
Jasa Google Ads Untuk Leads
RSA B headline 1 dipin
Jasa Google Ads Jakarta Untuk Leads
Headline lain di kedua RSA dibuat sama.
Metode ini membuat pembacaan hasil jauh lebih jelas. Anda menguji satu elemen, di posisi yang konsisten.
Catatan penting
• jangan pin terlalu banyak posisi lain
• cukup pin komponen yang diuji
• sisanya biarkan fleksibel
Teknik 4 Uji A B Dengan Ad Customizer Atau Variasi Pesan Berdasarkan Parameter
Jika anda memiliki variasi headline yang berbeda untuk segmen tertentu, anda bisa menguji variasi menggunakan pendekatan parameter. Metode ini lebih cocok untuk akun yang sudah rapi, tetapi bisa menjaga konsistensi.
Prinsipnya
• buat dua versi headline berdasarkan parameter yang sama
• jalankan pada set keyword yang sama
• jaga ekstensi dan landing page sama
Namun ini lebih rumit dan tidak selalu diperlukan. Untuk kebanyakan akun jasa, teknik eksperimen kampanye atau dua RSA biasanya cukup.
Teknik 5 Uji A B Berdasarkan Tema Intent Bukan Hanya Satu Kata
Kadang uji headline gagal karena anda mengubah headline secara kecil, tetapi pesan masih sama. Lebih baik uji dua tema headline yang berbeda, namun tetap satu hipotesis.
Contoh tema headline untuk jasa
Versi A fokus manfaat
Leads Lebih Stabil
Versi B fokus proses
Laporan Mingguan Transparan
Hipotesisnya
Tema proses akan menarik klik lebih berkualitas sehingga conversion rate naik.
Dengan uji tema, perbedaan cukup besar untuk terlihat di data, namun tetap relevan.
Cara Menjaga Lingkungan Tes Tetap Stabil
Agar data tidak acak, anda perlu menjaga stabilitas selama periode tes.
Hal yang sebaiknya tidak anda ubah selama tes
• budget harian kampanye
• strategi bidding
• target lokasi
• jadwal iklan
• keyword utama dan match type
• negative keyword besar
• ekstensi iklan utama
• landing page
• tracking konversi
Jika anda harus mengubah sesuatu, catat tanggalnya. Nanti saat membaca data, anda bisa membedakan sebelum dan sesudah perubahan.
Hindari Bias Dari Learning Dan Perubahan Strategi Bidding
Strategi bidding seperti Maximize Conversions atau tCPA punya fase belajar. Jika anda melakukan uji A B saat bidding masih belajar, hasilnya sering tidak stabil.
Saran praktis
• lakukan tes setelah kampanye stabil minimal beberapa hari atau satu dua minggu tergantung volume
• hindari mengubah tCPA atau tROAS saat tes berjalan
• jangan mengubah event konversi utama saat tes berjalan
Jika anda baru saja mengubah banyak hal, tunda uji A B. Uji yang dilakukan saat kampanye belum stabil sering membuat data terlihat kacau.
Tentukan Durasi Tes Dan Ambang Data Minimum
Durasi tes tergantung volume traffic. Yang saya cari adalah jumlah data yang cukup agar noise berkurang.
Patokan praktis yang sering saya pakai
• minimal ratusan klik per varian untuk keputusan berbasis CTR
• minimal puluhan konversi per varian untuk keputusan berbasis konversi
Jika volume anda rendah, lebih baik memperpanjang durasi daripada memutuskan terlalu cepat.
Jangan berhenti tes hanya karena dua hari pertama terlihat menang. Hari pertama sering bias karena fluktuasi lelang dan perilaku user.
Cara Menghadapi Seasonality Dan Hari Libur
Seasonality bisa mengacak data tanpa anda sadari. Contohnya weekend, tanggal gajian, promo marketplace, libur nasional, atau event industri.
Cara menyiasati
• jalankan tes melewati siklus hari yang sama
• jika bisnis anda sensitif weekday weekend, jalankan minimal satu minggu penuh
• jangan mulai tes tepat sebelum libur panjang jika anda tidak bisa membiarkannya berjalan penuh
Jika anda menguji headline untuk layanan darurat, misalnya service AC atau sedot WC, perilaku pencarian bisa berubah sesuai cuaca atau kondisi tertentu. Maka durasi tes perlu lebih panjang.
Menjaga Konsistensi Search Terms Dengan Negative Keyword Yang Rapi
Sering kali headline baru menarik jenis query baru. Ini bisa bagus, tetapi bisa juga mengacaukan perbandingan jika query baru berbeda jauh.
Solusinya
• pantau search terms selama tes
• tambahkan negative untuk query yang jelas tidak relevan
• jangan melakukan negative besar besaran di tengah tes kecuali benar benar diperlukan
Tujuannya bukan menahan perubahan, tetapi mencegah query yang jelas salah mengganggu data.
Teknik Membaca Hasil Tanpa Terjebak Angka Yang Menipu
Banyak orang terpaku pada CTR. Saya sarankan anda membaca hasil dengan urutan ini.
Langkah 1 lihat perbedaan CTR dan CPC
Jika CTR naik dan CPC turun, itu indikasi bagus.
Langkah 2 lihat conversion rate
Jika CTR naik tetapi conversion rate turun tajam, headline mungkin menarik klik yang salah.
Langkah 3 lihat cost per lead
Ini metrik yang paling terasa di bisnis jasa.
Langkah 4 lihat kualitas lead di sisi penjualan
Apakah prospek lebih serius atau lebih banyak tanya harga tanpa lanjut.
Langkah 5 lihat search terms
Apakah query menjadi lebih sesuai intent.
Dengan urutan ini, anda tidak mudah tertipu oleh headline yang hanya menaikkan klik.
Contoh Skenario Uji A B Headline Untuk Jasa
Saya buat contoh agar anda bisa membayangkan implementasinya.
Hipotesis
Menyebut USP laporan mingguan akan menaikkan kualitas lead.
RSA A headline 1 dipin
Jasa Google Ads Untuk Leads
RSA B headline 1 dipin
Jasa Google Ads Dengan Laporan Mingguan
Headline lain sama
Metrik utama
cost per lead
conversion rate
Hasil interpretasi
Jika RSA B CTR sedikit turun tetapi conversion rate naik dan cost per lead turun, maka RSA B lebih unggul karena klik lebih berkualitas.
Teknik Menghindari Over Testing Dan Terlalu Banyak Variasi
Jika anda menguji terlalu banyak hal sekaligus, hasilnya tidak jelas.
Saran saya
• uji satu hipotesis dalam satu ad group atau satu kampanye
• setelah ada pemenang, jadikan pemenang sebagai baseline
• uji hal berikutnya secara bertahap
Dengan pola bertahap, anda membangun performa dari waktu ke waktu.
Kesalahan Uji A B Headline Yang Paling Sering Terjadi
Agar anda tidak jatuh ke lubang yang sama, ini daftar kesalahan yang paling sering saya lihat.
• mengubah headline sambil mengubah landing page
• mengubah strategi bidding saat tes berjalan
• menghentikan tes terlalu cepat
• membandingkan hasil di periode yang tidak sebanding
• menguji banyak headline sekaligus tanpa pinning
• membiarkan rekomendasi otomatis menambah aset
• hanya melihat CTR tanpa melihat konversi
Jika anda menghindari kesalahan ini, data anda akan jauh lebih bersih.
Template Uji A B Headline Yang Bisa Anda Pakai
Berikut template yang praktis.
Template 1 uji lokasi
A
Jasa SEO Untuk Bisnis
B
Jasa SEO Jakarta Untuk Bisnis
Template 2 uji USP
A
Jasa Google Ads Untuk Leads
B
Tracking Form Dan Call Jelas
Template 3 uji manfaat vs proses
A
Naikkan Leads Berkualitas
B
Laporan Mingguan Transparan
Template 4 uji penyaring
A
Jasa Renovasi Rumah
B
Renovasi Rumah Dengan RAB Detail
Setiap template tetap membutuhkan
• lingkungan tes stabil
• dua RSA identik selain headline yang diuji
• durasi cukup
Cara Mendokumentasikan Tes Supaya Bisa Diulang Dan Dipakai Untuk Skala
Kalau anda ingin uji A B yang tidak mengacak data, dokumentasi sederhana sangat membantu.
Yang saya catat
• tanggal mulai dan selesai tes
• hipotesis
• varian headline A dan B
• metrik utama dan pendukung
• perubahan lain yang terjadi selama tes
• hasil dan keputusan
• rencana tes berikutnya
Dengan dokumentasi, anda bisa membangun library headline yang terbukti menang untuk berbagai intent.
Baca juga: Kesalahan Penulisan Iklan Yang Membuat Quality Score Turun.
Jika Anda Ingin Uji A B Yang Rapi Sekaligus Menghasilkan Leads
Uji A B headline akan jauh lebih efektif jika didukung struktur kampanye yang rapi, tracking yang benar, dan evaluasi kualitas lead. Jika anda ingin saya bantu menyiapkan eksperimen, menyusun aset RSA, dan membaca hasilnya sampai ketemu pemenang yang benar benar menghasilkan, anda bisa menggunakan layanan jasa Google Ads dari Murtafi Digital. Saya bisa bantu audit setup, pemetaan intent keyword, penulisan headline dan deskripsi berbasis USP, lalu optimasi rutin dengan laporan yang jelas. Silakan kunjungi jasa google ads untuk konsultasi kebutuhan anda.