Template Struktur Akun Google Ads Untuk Ecommerce

Template Struktur Akun Google Ads Untuk Ecommerce. Struktur akun Google Ads untuk ecommerce menentukan seberapa cepat anda bisa menemukan produk yang laku, menekan biaya akuisisi, dan menjaga profit tetap sehat ketika skala mulai naik. Banyak pemilik toko online mengira jasa Google Ads tinggal pasang iklan produk lalu tunggu order. Yang terjadi di lapangan, belanja cepat naik, trafik ramai, tetapi ROAS tidak stabil. Penyebab yang paling sering bukan karena produk anda jelek, tetapi karena struktur akun tidak memberi kontrol. Campaign bercampur, produk mahal dan produk murah masuk satu keranjang, brand dan non brand tidak dipisah, feed tidak dibersihkan, dan conversion goal tidak disetel untuk mengejar transaksi yang benar.

Template yang saya bagikan di artikel ini dirancang untuk ecommerce Indonesia maupun yang menjual lintas negara, terutama toko yang punya katalog lebih dari beberapa puluh produk dan ingin struktur yang rapi agar scaling tidak membuat biaya liar. Kita akan bahas struktur dari level akun, campaign, listing group, product segmentation, penamaan, negative keyword, brand protection, tracking conversion, sampai SOP optimasi mingguan. Anda bisa mengadopsi versi minimal untuk mulai cepat, lalu naik ke versi scale ketika data sudah cukup.

Prinsip Struktur Google Ads Untuk Ecommerce

Sebelum masuk ke template, ada empat prinsip yang wajib anda pegang.

Pisahkan campaign berdasarkan tujuan bisnis
Ecommerce bukan hanya jualan sekali. Ada akuisisi pelanggan baru, retensi, clearance stok, dan peningkatan nilai keranjang. Struktur anda harus memisahkan tujuan agar anda tidak mengoptimasi hal yang salah.

Pisahkan produk berdasarkan margin dan peran katalog
Produk hero dan produk margin tinggi perlu prioritas dan budget lebih besar. Produk murah yang margin tipis tidak boleh menyedot budget hanya karena kliknya banyak.

Pisahkan brand dan non brand
Search brand biasanya lebih murah dan konversinya tinggi, tetapi tidak boleh mengambil budget yang seharusnya untuk growth non brand. Brand juga perlu proteksi dari kompetitor.

Feed adalah pondasi
Shopping dan Performance Max sangat bergantung pada feed. Struktur tanpa feed yang rapi akan membuat optimasi seolah mentok.

Kalau empat prinsip ini sudah anda pahami, template di bawah akan terasa masuk akal.

Gambaran Besar Struktur Akun Ecommerce Yang Ideal

Secara umum struktur ecommerce yang sehat punya tiga lapisan.

Lapisan penjualan langsung
Shopping atau Performance Max yang fokus transaksi
Search non brand untuk keyword high intent tertentu terutama produk hero
Brand search

Lapisan penguat
Remarketing dinamis dan remarketing pengunjung kategori
Customer match bila ada data pelanggan

Lapisan pengembangan
Testing keyword baru
Testing kreatif untuk produk baru
Campaign khusus promo musiman

Pada tahap awal, anda bisa fokus ke lapisan penjualan langsung, lalu tambahkan penguat ketika data cukup.

Template Penamaan Campaign Yang Rapi Untuk Ecommerce

Penamaan membantu anda membaca laporan tanpa membuka detail.

Template nama campaign versi aman
Channel lalu negara atau wilayah lalu kategori lalu tujuan lalu segment margin bila perlu

Contoh pola
PMax ID All Products Sales
PMax ID Hero Products Sales
Shopping ID Clearance
Search ID Brand
Search ID Non Brand Hero
Remarketing ID Dynamic Cart

Untuk toko yang menjual lintas negara, tambahkan kode negara.

PMax SG All Products
Search AU Brand
Shopping US Hero

Kuncinya konsisten. Jangan campur bahasa dan jangan campur format.

Template Struktur Versi Minimal Untuk Ecommerce

Versi minimal cocok untuk toko yang baru mulai, katalog belum terlalu besar, dan ingin cepat dapat data.

Campaign 1 Performance Max All Products
Campaign 2 Search Brand
Campaign 3 Remarketing dinamis jika sudah bisa

Ini sederhana dan cepat. Tapi ada batas. Jika anda hanya punya PMax all products, kontrol anda terbatas. Karena itu, versi minimal sebaiknya hanya dipakai sebagai tahap awal untuk mengumpulkan data dan memahami demand.

Template Struktur Versi Scale Untuk Ecommerce

Setelah data terkumpul dan anda ingin kontrol lebih tajam, gunakan struktur scale.

Kelompok campaign penjualan

PMax Hero Products
Produk margin tinggi atau produk paling laku

PMax Mid Catalog
Produk menengah yang masih ingin tumbuh

PMax Clearance atau Sale
Produk diskon atau stok menumpuk

Search Brand
Menangkap demand brand dan proteksi brand

Search Non Brand Hero
Keyword high intent untuk produk hero dan kategori utama

Shopping Standard khusus kontrol
Dipakai jika anda ingin kontrol listing group, bid, dan prioritas dengan lebih presisi, terutama untuk pemisahan brand vs non brand melalui query sculpting yang masih relevan dalam konteks tertentu

Kelompok campaign penguat

Remarketing dinamis
Remarketing pengunjung kategori
Customer list untuk repeat purchase

Kelompok campaign pengembangan

Testing produk baru
Testing kreatif
Campaign musiman

Dengan struktur ini, anda bisa mengatur budget sesuai peran dan margin.

Template Segmentasi Produk Yang Paling Praktis

Segmentasi produk adalah jantung struktur ecommerce. Jika anda salah segmentasi, anda akan kehilangan kontrol.

Saya sarankan segmentasi bertahap.

Tahap 1 segmentasi berdasarkan performa dan margin
Hero margin tinggi
Mid
Clearance margin rendah atau diskon

Tahap 2 segmentasi berdasarkan kategori utama
Misalnya sepatu, tas, skincare, elektronik

Tahap 3 segmentasi berdasarkan price tier
Premium
Mid
Entry

Anda tidak harus memakai semua tahap sekaligus. Untuk awal, tahap 1 saja sudah cukup membantu.

Cara memilih produk hero.

Produk dengan penjualan tertinggi dalam 30 sampai 90 hari
Produk dengan margin terbaik
Produk yang punya permintaan stabil
Produk yang siap stok dan siap pengiriman

Produk hero harus diberi ruang iklan lebih kuat. Ini bukan soal favorit, tetapi soal profit.

Template Pembagian Budget Antar Campaign Ecommerce

Budget ecommerce sebaiknya mengikuti margin dan peluang.

Template pembagian awal untuk toko yang fokus profit.

PMax Hero
50 sampai 70 persen

PMax Mid
15 sampai 25 persen

Clearance
5 sampai 10 persen

Search Brand
5 sampai 10 persen

Search Non Brand Hero
10 sampai 20 persen

Remarketing
5 sampai 10 persen tergantung ukuran audiens

Angka ini fleksibel. Jika brand search volumenya kecil, porsi kecil sudah cukup. Jika non brand hero performanya bagus, porsi bisa dinaikkan. Yang penting, jangan biarkan clearance menyedot budget besar hanya karena CTR tinggi. Clearance harus dikunci sesuai tujuan stok.

Template Struktur Feed Untuk Mendukung Struktur Akun

Untuk ecommerce, struktur akun tanpa feed yang rapi akan melemah.

Ada beberapa elemen feed yang paling memengaruhi performa.

Title produk
Harus memuat kata yang dicari pembeli, termasuk brand, tipe, ukuran, varian penting

Description
Menjelaskan manfaat dan spesifikasi yang membantu keputusan

Product type dan kategori
Membantu segmentasi listing group

Custom label
Ini senjata untuk segmentasi margin, best seller, clearance, atau seasonality

Saya sangat menyarankan memakai custom label untuk struktur akun. Dengan custom label, anda bisa memisahkan produk hero dan clearance tanpa mengubah kategori utama.

Contoh custom label yang sering dipakai.

custom label 0 margin tier
high
mid
low

custom label 1 status katalog
hero
mid
clearance
new

custom label 2 season
ramadan
lebaran
akhir tahun
normal

Dengan label ini, anda bisa membangun campaign berdasarkan label, bukan memecah katalog secara manual.

Template Campaign PMax Berdasarkan Segmentasi Produk

Karena PMax sering menjadi andalan ecommerce, anda perlu struktur yang membuatnya lebih mudah dikontrol.

Template PMax yang sering stabil.

PMax Hero Products
Isinya hanya produk hero

PMax Mid Catalog
Isinya produk selain hero dan clearance

PMax Clearance
Isinya produk diskon besar atau stok menumpuk

Kenapa pemisahan ini penting.

Anda bisa memberi budget lebih ke hero tanpa clearance ikut terbawa
Anda bisa memberi target ROAS berbeda per segmen
Anda bisa mengevaluasi performa per segmen dengan jelas

Untuk setiap PMax, pastikan aset kreatif dan sinyal audiens relevan. Jangan memakai aset generik yang sama untuk semua segmen. Produk clearance butuh pesan promo, produk hero butuh pesan manfaat dan trust.

Template Shopping Standard Untuk Kontrol Lebih Detail

Ada toko yang masih membutuhkan Shopping Standard, terutama jika anda ingin kontrol yang sangat detail pada produk dan bid.

Template Shopping Standard.

Shopping Hero
Listing group berdasarkan custom label hero

Shopping Clearance
Listing group berdasarkan custom label clearance

Shopping Brand vs Non Brand
Bisa diatur dengan kombinasi struktur dan negative keyword pada campaign tertentu untuk mengarahkan query, namun ini perlu kehati hatian agar tidak membuat data kacau

Shopping Standard cocok ketika anda ingin granular control. Tetapi untuk banyak toko, PMax bisa cukup asalkan segmentasinya rapi.

Template Search Untuk Ecommerce

Search tetap penting untuk dua hal.

Proteksi brand
Menangkap demand brand dengan biaya rendah

Menangkap keyword high intent untuk produk hero
Terutama untuk kata produk yang sangat spesifik dan bernilai tinggi

Template campaign Search yang paling sering dipakai.

Search Brand
Keyword brand toko dan variasi penulisan
Landing ke halaman utama atau kategori utama

Search Non Brand Hero Produk
Keyword produk dengan intent beli tinggi seperti beli, harga, toko, official
Landing ke halaman produk atau kategori yang paling relevan

Search Kategori Utama
Jika toko anda punya kategori yang permintaannya tinggi

Search Kompetitor
Opsional dan harus hati hati, terutama soal kebijakan iklan dan kualitas landing

Search untuk ecommerce sebaiknya tidak dibuat terlalu banyak di awal. Mulai dari brand dan non brand hero dulu.

Template Struktur Ad Group Search Untuk Ecommerce

Untuk Search ecommerce, ad group sebaiknya berbasis tema produk atau kategori.

Ad group brand
Keyword brand

Ad group produk hero
Satu ad group per produk hero jika volume tinggi
Atau gabungkan beberapa produk hero yang sangat mirip

Ad group kategori
Kategori utama misalnya sepatu lari, skincare wajah

Ad group harga dan promo
Jika pasar banyak mencari diskon, cashback, atau promo

Jangan membuat ad group berdasarkan satu kata kecil seperti warna. Data akan tipis dan optimasi lambat.

Template Negative Keyword Untuk Ecommerce

Negative keyword membantu menjaga search terms tetap berkualitas.

Kategori informasional
cara
tutorial
review panjang
perbandingan yang terlalu awal

Kategori gratis dan bajakan
gratis
free
download
pdf
apk
crack

Kategori pekerjaan
lowongan
magang
gaji

Kategori tidak relevan dengan model bisnis
second
bekas
preloved
seken
rekondisi jika anda tidak menjual barang bekas

Kategori intent servis jika anda tidak melayani
service
perbaikan
sparepart

Negative keyword harus disesuaikan dengan produk anda. Untuk beberapa kategori, review bisa berpotensi pembelian. Jangan otomatis memblokir review kalau itu bagian perilaku pembeli.

Template Remarketing Untuk Ecommerce

Remarketing ecommerce punya dua tujuan.

Mengembalikan orang yang sudah melihat produk
Meningkatkan konversi dari cart dan checkout

Template remarketing yang paling praktis.

Remarketing pengunjung produk 30 hari
Remarketing add to cart 14 hari
Remarketing checkout 7 hari
Remarketing pembeli untuk upsell 60 hari

Jika anda memakai remarketing dinamis, pastikan feed dan tracking sudah benar.

Remarketing sebaiknya tidak diberi budget berlebihan karena dibatasi ukuran audiens. Fokus pada frekuensi yang sehat dan pesan yang relevan seperti gratis ongkir, garansi, kemudahan retur, atau promo yang memang ada.

Template Conversion Tracking Untuk Ecommerce

Ecommerce tidak bisa mengoptimasi tanpa conversion tracking transaksi yang benar.

Pastikan conversion utama adalah purchase yang valid
Termasuk nilai transaksi dan mata uang

Pastikan tidak double count
Jangan menghitung purchase dari dua sumber sekaligus sebagai primary

Jika anda punya beberapa event micro seperti add to cart, begin checkout, view item
Simpan sebagai secondary untuk analisis
Jangan jadikan primary jika tujuan anda profit

Jika anda memakai target ROAS, pastikan value transaksi masuk dengan benar. Kalau value salah, bidding otomatis bisa salah arah.

Template Penyesuaian Berdasarkan New Customer vs Returning Customer

Banyak toko ingin pelanggan baru, bukan hanya pelanggan lama. Struktur akun bisa membantu.

Anda bisa membuat campaign khusus akuisisi pelanggan baru
Budget terpisah
Target ROAS bisa berbeda karena biaya akuisisi pelanggan baru biasanya lebih tinggi

Campaign retensi fokus pada customer list atau remarketing pembeli
Pesan berbeda, misalnya bundling atau produk pelengkap

Pemisahan ini membantu anda menjaga profit sambil tetap tumbuh.

Template Struktur Untuk Promo Musiman

Ecommerce Indonesia sangat dipengaruhi momen seperti Ramadan, Lebaran, harbolnas, akhir tahun.

Jangan mengacak campaign inti ketika ada promo. Buat campaign promo terpisah.

Template promo.

PMax Promo Ramadan
Search Promo Brand
Remarketing Promo

Setelah promo selesai, matikan campaign promo dan kembali ke baseline. Dengan cara ini, anda menjaga data inti tetap bersih.

Template SOP Optimasi Mingguan Untuk Struktur Ecommerce

Struktur yang bagus harus dirawat.

Rutinitas mingguan untuk ecommerce.

Cek performa per segmen hero mid clearance
Cek produk yang menyedot biaya tapi tidak menghasilkan
Cek search terms untuk Search dan tambahkan negative yang relevan
Cek feed error dan disapproval
Cek stok dan sesuaikan promosi untuk produk stok aman
Cek ROAS dan margin, bukan hanya revenue
Geser budget bertahap dari segmen lemah ke segmen kuat

Rutinitas bulanan.

Update label hero berdasarkan penjualan terbaru
Evaluasi kategori yang layak punya campaign sendiri
Uji kreatif baru untuk PMax dan remarketing
Rapikan penamaan dan aset agar konsisten

SOP ini membuat struktur tetap logis seiring katalog berkembang.

Template Audit Cepat Apakah Struktur Anda Sudah Sehat

Anda bisa menilai struktur akun ecommerce dengan beberapa pertanyaan.

Apakah anda bisa melihat performa produk hero secara terpisah
Apakah produk clearance tidak menyedot budget berlebihan
Apakah brand search terpisah dari non brand
Apakah purchase tracking mengirim value yang benar
Apakah anda punya cara cepat mematikan produk boros tanpa mematikan semuanya
Apakah anda bisa menaikkan budget pada segmen yang profit tanpa mengganggu segmen lain

Jika jawaban anda banyak yang belum, anda butuh struktur yang lebih tersegmentasi.

Template Struktur Akun Ecommerce Yang Bisa Anda Salin

Berikut versi ringkas template yang bisa anda salin dan sesuaikan.

Campaign penjualan
PMax ID Hero Products Sales
PMax ID Mid Catalog Sales
PMax ID Clearance Sales
Search ID Brand
Search ID Non Brand Hero

Campaign penguat
Remarketing ID Dynamic Visitors 30
Remarketing ID Cart 14
Remarketing ID Checkout 7
Customer ID Repeat 60

Campaign pengembangan
Search ID Testing Keywords
PMax ID New Products Testing

Segmentasi feed dengan custom label
Margin tier high mid low
Status hero mid clearance new
Season normal promo

Goal conversion
Primary purchase dengan value
Secondary add to cart begin checkout

Dengan struktur ini, anda bisa mengontrol budget, menilai profit per segmen, dan scale lebih aman.

Cara Implementasi Jika Akun Anda Sudah Terlanjur Campur

Jika akun anda sudah berjalan dan semuanya campur, jangan bongkar sekaligus. Cara paling aman adalah parallel build.

Buat PMax Hero dan PMax Clearance terpisah
Jalankan dengan budget kecil dulu
Alihkan budget bertahap dari campaign lama
Matikan campaign lama setelah performa segmen baru stabil

Ulangi untuk Search brand dan non brand jika sebelumnya campur.

Dengan cara ini, anda menjaga order tetap masuk sambil merapikan struktur.

Baca juga: Template Struktur Akun Google Ads Untuk Bisnis Jasa.

Arah Berikutnya Agar Struktur Ecommerce Anda Siap Scale

Struktur adalah fondasi, tetapi untuk scale anda butuh tiga hal tambahan.

Feed yang rapi dengan label yang bisa dipakai segmentasi
Tracking purchase yang bersih dan akurat
Kontrol profit dengan melihat margin, bukan hanya ROAS

Jika tiga hal ini jalan, Google Ads anda akan lebih mudah ditingkatkan tanpa membuat biaya makin sulit dikendalikan.

Jika anda ingin saya bantu menyusun struktur Google Ads ecommerce dari nol atau merapikan akun yang sudah jalan, pendekatan saya biasanya dimulai dari audit feed dan tracking, lalu segmentasi katalog berdasarkan margin dan peran produk, setelah itu membangun PMax atau Shopping yang terpisah untuk hero dan clearance, melindungi brand lewat Search, dan menyiapkan remarketing yang fokus pada cart serta checkout. Dengan struktur yang rapi, anda bisa fokus pada profit, bukan sekadar trafik.

error: Content is protected !!